Rasa Yang Terpendam

Rasa Yang Terpendam
32


__ADS_3

Di sebuah mall terbesar di negara i


saat sampai diparkiran bastmen mall tersebut, lani dan sigit segera bergegas turun dan langsung masuk ke dalam mall,


"sekarang kita mau kemana dulu kak? tanya lani ke sigit


"ke caffe dulu gimana sayang?kan tokonya masih banyak yang belum buka, "jawab sigit dengan tersenyum


"Emmm,, baiklah klo begitu kak" ucap lani dengan sedikit canggung karna sigit manggil dengan kata sayang.


akhirnya mereka berdua ke caffe yang sudah buka di mall tersebut dan segera memesan.


"sayang, kamu mau pesen apa? tanya sigit saat melihat menu yang di sodorkan oleh pelayan caffe ke mereka.


"eemmm chokolate hangat aja kak,"ucap lani yang sedang melihat hpnya

__ADS_1


"kog gak ada pesan dari si om ya? apa si om blum bangun?aaiiisss kenapa juga aku berharap ada pesan dari dia lagi, gumam lani dalam hati sambil menepuk jidatnya, dan tanpa disadari sigit dari tadi sedang memperhatikan nya


"ada apa lani? apa kamu ada janji sama orang lain? dan kenapa kamu tepuk jidat segala, ucap sigit dengan tatapan sulit dimengerti dan membuat lani tersentak dari lamunannya


"ah gak apa apa kak, hee"ucap lani dengan senyum yang dipaksakan


"Oya kak sigit ngajak aku kesini emangnya kakak mau beli apa? tanya lani untuk menepis rasa canggung tadi


" pengen ngajak jalan kamu, dan pengen belanjain kamu. by the way, apa benar kamu dapat beasiswa ke negara P untuk melanjutkan sekolahmu SMA hingga kuliah disana lan? " ucap sigit dengan penasaran


"Oh soal beasiswa itu ya kak. hemm iya kak, aku dapat beasiswa ke negara P, untuk memdapatkan beasiswa itu juga gak gampang kak, butuh seleksi yang gak main main dan aku pun mengikuti tes itu tanpa bilang ke siap siapa. jawab lani dengan sedikit gamblang


"sebelumnya mom dan dad gak tau jika aku ikut test beasiswa itu, tapi gak tau juga ya kalo orang suruhan dad yang ada di sekolah sudah memberitahu ke mereka, soalnya waktu aku kasih kabar ke mereka jika aku lolos beasiswa ke negara P, mereka tampak biasa saja, apa lagi dad saat itu juga aku didiemin selama beberapa hari dan dad selalu menghindariku. ucap lani mengenang disaat sedang memberitau orang tuanya tentang beasiswa namun itu yang membuat dad menghindarinya beberapa hari


"oh ya, lalu gimana sama mommy pada saat itu lan? " ucap sigit terkejut

__ADS_1


"kalo mommy ya begitulah, menenangkan aku suruh memberi dad waktu buat berfikir karna tidak mudah melepas anak gadisnya sendiri di negara orang tanpa adanya pengawalan ketat. "ucap lani menjelaskan


"kalo mereka gak setuju soal beasiswa kenapa sekarang mereka jadi menyetujuinya ya mana si koko datar dan dingin itu yang menemani lani di negara P lagi. saingan gue nambah. " gumam sigit dalam hati mengingat ucapan dad reski saat dia tau jika lani si izinkan ke negara P ditemani oleh koko


"Aku kira mom dan dad gak bakalan setuju dengan beasiswa itu eh ternyata diluar dugaanku,mereka menyetujui namun harus di temenin manusia es balok datar" lanjut lani dengan merajuk saat dia mengetahui jika harus ditemenin dengan koko


"bentar lan, es balok datar itu maksudmu koko asisten dad reski? tanya sigit penasaran siapa yang dimaksud itu


"iya, siapa lagi klo bukan dia, orang yang paling dingin, cuek galak, muka datar apa lagi jika dad sudah memberi perintah mukanya tambah nyebelin banget gak bisa di nego sama sekali. ucap lani dengan sebel saat mengingat kejadian di pantai kota Y


"Wahahahahhaa.. jangan merajuk kayak gitu dong, awas nanti jatuh cinta lho kamu sama koko. hahahaha ucap sigit dengan ketawa saat melihat lani sedang sebel jika mencerirakan si asisten pribadi dad reski


Deg


seketika lani yang sedang merajuk diam seribu bahasa dan segera meminum pesenannya.

__ADS_1


"Kak sigit, kesini mau belanja apa? tanya lani mengalihkan topik pembicaraan


"kakak gak mau belanja, tapi kakak mau ngebelanjain kamu itung itung hadiah kamu dapat beasiswa di negara P. jawab sigit dengan lembut dan senyum merekah


__ADS_2