Rasa Yang Terpendam

Rasa Yang Terpendam
43 piknik


__ADS_3

ditaman belakang dita dan dito sedang asik bermain dengan kelinci, terlalu lama bermain mereka sampai bosan sendiri dan mulai mencari mami dan ayahnya.


tata,mami sama ayah temana si? atu bocan ni tak (kaka, mami sama ayah kemana sih? aku bosan ni kak) ucap dita menghampiri kakaknya yang sedang duduk dibawah pohon mangga yang sedang berbuah.


belum sempat dito jawab pertanyaan dari adeknya, dita bertanya kembali.


"tata, itu atu mau itu". ucap dita kembali sambil menunjuk mangga yang ada di atas kepala dito


"itu maci entah dek, tak enya".(itu masih me tah dek, tidak enak) jawab dito yang asik dengan ponselnya dan tanpa melihat ke arah mangga yang ditunjuk


"tataaaa.. iyat duyu itu yoh itu.. ata ayah alo buah angga nya matang angkainya item. itu dah item angkainya taa, (Kakaaaa .... liyat dulu itu loh itu.. kata ayah kalo buah mangganya matang tangkainya item, itu sudah item tangkainya kak) ucap dita dengan teriak karna sang kakak tidak memperhatikan yang di ucapkan adeknya.


dengan wajah malas dito pun segera menengok ke arah buah mangga yang ditunjuk dan yang dibilang sama adeknya membuktikan kebenarannya, dan benar buah itu sudah ada beberapa yang matang di pohon.


saat yang bersamaan lani dan koko menuju ke suara triakan anaknya.

__ADS_1


"ada apa sih kog pake teriak teriak segala hemm.. ucap koko yg sedang berjalan bersama lani menghampiri si kembar ditaman belakang karna mendengar teriakan dita.


"ayah ama mami dali ana sih, di panggil panggil tak ada sualanya. ucap dita menghmpiri kedua ortunya .


dan seketika kedua orang tua mereka saling melempar pandang si ayah tersenyum dan si mami cemberut,


"ayah punya ide gimana kalo hari ini kita piknik? dita dan kakak dito suka bermain di alam kan? ucap koko kepada anak perempuannya dan berjalan mendekati dito yang sudah bersama sang istri duduk di bawah pohon mangga.


"benelan mih yang dikata ayah kita mau pinik? ayah tak bohong kan. ucap dito dengan mata berbinar melihat ke maminya meminta kebenaran dan maminya menganggukan kepalanya menandakan benar.


"yee tata pinik adek tinggal di lumah sama mbak. ucap dito menggoda adeknya dengan menjulurkan lidahnya.


skip


ditempat lain, raditya sedang mempersiapkan pernikahannya dengan sang kekasih yang sudah dipacarinya 2tahun tapi belum pernah di sentuh sama sekali hanya cium kening saja. karna radit sangat menjaga wanitanya

__ADS_1


siang hari


"hallo beb, lagi dimana?" ucap radit saat menelfon kekasihnya


"lagi dikampus beb, ada apa? ucap balik santi kekasih radit


"pulang kuliah jam berapa hari ini? tanya radit ke santi


"hemmm jam 1 siang paling klo gak ada pergantian jam kuliah. kenapa beb? ucap santi merasa bingung di telp sama tunangannya, tidak biasanya dia telp menanyakan hal tersebut yang seringnya selalu tau tau udah di halaman kampus untuk menjemput.


"hmmmm,, aku butuh bantuanmu beb,. segaralah keperusahaan sekarang,, ucap radit dengan suara berat karna sedang menahan sesuatu.


"beb, kamu kenapa? hei suara kamu kenapa berbeda sih? jangan bikin panik orang deh. sayang jawab. ucap santi yang seketika panik mendengar suara radit yang berbeda dari biasanya.


ya, santi sosok yang simple dalam berpakaian, cuek, masa bodo dengan orang sekitar namun sangat perhatian dan sangat panik jika dengan orang terdekat.

__ADS_1


"aku denger beb, aku mohon kamu jangan panik dulu ok,, aku masih bisa menahannya. sekarang aku ada di ruangan kerjaku, ada asistenku si roy disini. aku suruh roy jemput kamu sekarang ya beb. ucap radit menenangkan santi sang kekasih


"lebih baik aku kesana sekarang, si roy suruh nunggu diruanganmu atau nunggu di depan ruangan dan jangan biarkan orang lain masuk kecuali aku atau roy. ucap santi saat kluar dari kampus menunggu taksi lewat namun telp dengan kekasih masih berlanjut. walopun menggunakan ha


__ADS_2