Rasa Yang Terpendam

Rasa Yang Terpendam
37


__ADS_3

Kenapa diam? gak suka sama tempatnya? kalo gak suka kita bisa cari tempat lain. ucap radit melihat respon adiknya yang melotot berhenti di tempat itu


"kakak yakin mau makan ditempat ini? bukannya kakak paling gak suka ya makan ditempat kayak gini? " lani langsung menatap sorot mata kakaknya


dan benar saja Radit mendengar penuturan adiknya itu langsung melotot karna adiknya itu masih tau apa yang kakaknya sukai dan tidak disukai


"Kamu masih inget apa yang aku sukai dan apa yang tidak aku sukai? tanya radit dengan serius ke lani dan menatap manik mata adiknya dan lani pun menganggukan kepalanya


" masih, kakak gak suka makan ditempat kaki lima, gak suka makan disembarang tempat, harus higienis, gak suka masakan daun pepaya, ikan tongkol, sayur yang pait pait, benerkan kak? " ucap lani panjang lebar


"kok bener semuanya ya, " gumam radit dalam hati dan langsung memeluk tubuh lani


"Maaf, maafin kakak." ucap radit dengan lirih yang masih memeluk lani

__ADS_1


" maaf buat apa kak? " tanya lani bingung


"Maafin kakak, maafin semua kesalahan kakak selama ini, maaf jika selama ini kakak sudah sering kasar sama kamu, hingga kakak di kirim kerumah bobby. maafin kakak" ucap radit tulus dengan memeluk lani semakin erat dan air matanya tidak bisa dibendung lagi.


"Kakak, jangan nangis yaa" ucap lani melepas pelukan itu dan menghapus air mata kakaknya.


"aku sudah maafin kakak, kakak itu kakak kandungku satu satunya. aku tau hati kakak itu baik, mungkin kakak dulu khilap, iya kan? ucap lani serius setelah itu lani mulai ngajak bercanda


"aauuu sakit, jangan di cubit dong hidungku. kayak mas koko aja sukanya nyubit hidungku, " ucap lani dengan polos dan seketika menutup mulutnya dan benar saja raut wajah kakaknya yang tadinya senyum senang seketika rubah menjadi marah


"koko udah ngapain kamu aja? jawab? tanya radit kesal dan sorot mata melotot,


"mas koko sering nyubit hidung aku, trus suka membernatakin rambutku, sama suka narik tangan, udah itu aja kakak" jawab lani menunduk dan ucap jujur karna takut dengan sorot mata kakaknya yang mengintimidasi

__ADS_1


"kamu gak bohong kan lani sama kakak?liat wajah kakak bukan menunduk, kakak gak suka kalo ada orang lain merusakmu, apalagi cowok, karna kakak akan menjadi tamengmu jika ada cowok yang ingin mendekatimu dengan serius. jadi jika kamu lagi deket sama cowok manapun kamu cerita sama kakak, ucap panjang lebar radit ke lani karna dia tidak mau adiknya kenapa napa.


"kakak ku bawel juga ya ternyata, persis mommy, dan over protektif babget kayak daddy. huftt " ucap lani cemberut.


"hahahaha jelas lah, kan kakak anaknya mommy bunga sari dan daddy reski purnama, kau lupa siapa mereka? tanya radit dengan ketawa puas dan bangga.


"iya iya gak lupa siapa mereka," ucap lani


"yaudah turun yuk kak, aku laper. nanti kalo kelamaan dikira orang lain kita mesum di mobil. ucap lani dengan senyum dan segera turun dari mobil tanpa melihat sorot mata kakaknya yang sedang syok dengan ucapan adiknya itu.


"untung kamu adikku, kalo bukan bakalan aku nikahin. sebel deh. " gerutu radit mendengar ucapan adiknya dan segera kluar dari mobil menuju ke arah lani yang sudah berada di dalam pedangang kaki lima dan sedang memesan


setelah menesan, mereka segera menghabiskan makanan yang mereka pesan dengan ngobrol santai dan ketawa, tak disangka makanan mereka sudah habis dan mereka segera pergi ke vila rahasia kluarga mereka tidak lupa Radit menyuruh dad dan mommy nya serta koko untuk menyusul tanpa mengajak bobby atau pun sigit karna ada yang ingin radit bicarakan dengan mereka

__ADS_1


__ADS_2