Rasa Yang Tersembunyi

Rasa Yang Tersembunyi
SAH


__ADS_3

"Mungkin ini semua susah rencana Tuhan yabg di takdirkan untuk Ayoe dan nak Raka.."


"Awal nya Ayah kaget tapi sekarang Ayah lega karna Ayah bisa lihat dan percaya kalau nak Raka bisa lindungi dan menyayangi Ayoe seperti Ayah dan Ibu.." Ucap Ayah pada Ku dan si Es batu setalah mendengar semua penjelasan Kita.


Begitu datang Ayah langsung bicara dengan Pak Kades dan Bapak2 Desa tersebut. Seperti nya karna memang sudah takdir nya mau bicara apa pun keputusan warga Desa dan Pak Kades tetap akan meNikahkan Kita ber2.


Hikhhh...


Hikhhh...


"Maafin Ayoe Yah..maaf Ayoe malah bikin malu Ayah.." Ucap Ku malu karna buat Ayah malu karna ulah Ku.


"Sudah2 jangan nangis lagi masa calon pengantin nanti mata nya bengkak karna kebanyakan nangis.." Ucap Ayah sambil menghibur Ku.


"Nak Raka Ayah percayakan Ayoe sama Nak Raka..Ayah mohon jangan sakiti karna Kami keluarga nya ga pernah menyakiti nya sedikit pun kalau pun pada akhir nya jodoh kalian ga panjang tolong kembalikan baik2 pada Saya Ayah nya.." Pesan Ayah pada si Es batu.


"Iya Om Saya janji ga akan pernah nyakitin Ayoe sedikit pun dan Saya pasti kan ga akan kembalikan Ayoe pada Om atau siapa pun karna Saya akan buat anak Om bahagia selalu.." Balas si Es batu berjanji pada Ayah.


Akhir nya Ayah dan si Es batu berpelukan sedangkan Aku di peluk oleh Bibi. Ayah memang datang ke Desa tersebut bersama Mas Iyan.


__________________

__ADS_1


"SAH.." Ucap semua orang yang hadir di pernikahan Ku dan si Es batu.


Dan itu berarti menandakan bahwa kini Aku adalah seorang istri si Es batu.


"Selamat ya sayang sekarang Kamu sudah menjadi istri nak Raka dan itu arti nya tanggung jawab Ayah sama Ayoe udah pindah ke nak Raka. .bahagia lah sayang.." Ucap Ayah pada Ku sambil menangis sambil memangis dan Aku pun hanya bisa menangis.


"Selamat..sekarang Ayah serahkan tanggung jawab Ayoe pada Raka, tolong bahagiakan.."


"Raka janji Om dan itu pasti.." Balas si Es batu pada permintaan Ayah pada nya.


"Masa masih Om. .ya Ayah juga dong sama dengan Ayoe dan sekarang panggil gw Mas.." Ucap Mas Iyan memcahkan kesedihan di ruangan tersebut.


Dan itu sukses mambuat semua orang tertawa.


"Hmmmm..."


"Ayoe apa mau tidur dengan pakai kebaya seperu itu..?" Tanya si Es batu memcahkan keheningan di dalam kamar.


Yahh karna Kita udah SAH jadi suamy istri jadi Kita tidur dalam 1 kamar yang mereka semua bilang kalau malam ini adalah malam pengantin Kita. Entah lah karna ini begitu mendadak dan Kita pun pada awal nya hanya menggap sebagai Kaka Adik dan tiba2 berubah seperti ini rasa nya benar2 canggung.


"Iya..eh ga Ka Ayoe mau ganti baju tidur tapi Ayoe malu.." Ucap Ku malu dan canggung dengan kondisi seperti ini.

__ADS_1


"Aghhh ya baik lahh Ka Raka keluar biar Ayoe bisa ganti baju. .biar tidur nya nyaman juga.." Jawab si Es batu yang mengerti kalau Ku malu untuk berganti pakaian kalau ada diri nya di dalam kamar.


"Yoe maaf ya.." Ucap si Es batu dengan posisi menatap langit2 kamar sedangkan Aku memunggungi nya.


"Maaf untuk apa Ka..?" Jawab Ku yang belom mengerti.


"Kalau Ka Raka ga lakuin skin to skin mungkin Kita ga akan jadi begini..!" Jelas si Es batu yang seperti nya takut kalau Ku marah.


"Kalau Ka Raka ga lakuin itu mungkin Ayoe udah ga ada Ka jadi Ka Raka ga usah minta maaf karna ini bukan salah siapa2. .mungin yang di blang Ayah benar kalau ini Takdir Kita.."Jawab Ku yang memang ga menyalahkan siapa pun dan mencoba menerima smua nya.


"Apa benar Ayoe ga marah..?" Tanya si Es batu dan aku hanya menggelangkan kepala tanda bahwa Ku ga marah.


"Boleh jawab nya dengan melihat Ka Raka.." Ucap nya yang melihat Ku masih memunggungi nya.


Kau berbalik dengan badan menghadap langit2 namun kepala melihat ke si Es batu.


"Ayoe ga marah ko Ka.." Jawab Ku sambil tersenyum.


Cupp..


"Terima kasih dan selamat malam.." Ucap si Es batu setalah mencium kening Ku dan langsung memunggungi Ku.

__ADS_1


Degggg...


Langsung Ku mematung dan dada Ku langsung berdebar dengan cepat. Entah malam ini Ku bisa tidur apa ga.


__ADS_2