Rasa Yang Tersembunyi

Rasa Yang Tersembunyi
Saling merindu


__ADS_3

Dari awal saat Aku duduk di atas pangkuan si Es batu dengan kepala bersandar di pundak nya sambil Ku cium aroma tubuh nya yang mambuat Ku nyaman plus sesekali Ku kecup leher nya. Aku tidak tau kalau itu membangunkan Adik kecil nya di bawah sana.


"Sayangg...apa Kaka boleh bicara.." Ucap si Es batu pelan pada Ku sambil tangan nya mengelus punggung Ku.


"Hmmmm...bicara lahh Ka, memang nya Ayoe ada larang Kaka untuk bicara..!?" Jawab Ku santai.


"Apa..apa Kamu ga rindu sesuatu..!?" Tanya nya pada Ku.


"Rindu sesuatu. .iya Ayoe rindu aroma tubuh Kaka.." Jawab Ku yakin.


"Hanya itu. .maksud Kaka, apa ga ada yang lain nya..!?" Tanya nya kembali pada Ku.


Awal nya Ku ga mengerti dengan maksud ucapan si Es batu. Tapi setelah Aku merasakan sesuatu yang menonjol di bawah tempat Ku duduk. Aku jadi tau kemana arah pembicaraan nya.


Ku angkat kepala Ku, Ku tatap wajah nya lalu Ku belai wajah nya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Apa dya merindukan taman bermain nya..?" Tanya Ku tersenyum sambil Ku gerakan bokongKu.


"Aghhh...apa boleh..?" Tanya nya dengan suara serak dan dapat Ku lihat kini mata nya sudah bergai***.


Tanpa Ku jawab langsung Ku mencium bibir nya yang memang Aku pun merindukan nya. Dan tentu si Es batu menyambutnya dengan sangan senang.


Decapan lidah Kita berdua terdengar sangat jelas kalau Kita berdua sangat saling merindu.


Ku kalung kan kedua tangan Ku pada leher nya sedang kan tangan si Es batu satu memegang erat pinggang Ku dan yang satunya lagi mengelus paha Ku.


Aku datang dengan memakai baju mini dres dengan panjang selutut dan bagian atas model sabrina.


"Aghhhhh...owhhhh..." Des**Ku.


Saat ciuman kini berpindah pada telinga, leher lalu entah mengapa Aku merasa baju yang Aku pakai memudahkan si Es batu untuk mencumbu Ku.

__ADS_1


"Aghhhh..."Des**Ku kembali.


Kini si Es batu telah asik memainkan kedua gundukan yang ada pada di dada Ku. Mengisap, melintir bahkan sesekali mengigit nya. Sedang kan jari nya kini berhasil memasuki Taman bermain milik Ku. Mengaduk, memainkan nya maju mundur dari awal yang pelan kini ritme itu menjadi cepat membuat Ku menikmatinya membiarkan si Es batu melakukan apa yang ia mau.


"Aghhhh..owhhh....Ka..aghh..." Des** Ku menggila dengan apa yang si Es batu lakukan pada Ku.


Mendengar des***an Ku seolah irama yang sangat merdu bagi si Es batu dan itu membuat si Es batu bersemangat memberikan kenikmatan untuk Ku.


Sesekali Aku meremas dan kadang pula Ku menenggelamkan kepala nya pada kedua gundukan itu.


Banyak jejak yang si Es batu buat pada leher dan juga kedua gundukan dada Ku. Seperti anak kecil yang menemukan kembali mainan lama nya. Si Es batu terus saja memainkan kedua gundukan itu dengan liar. Di tambah lagi jari nya yang di bawah sana bermain dan mengobok seperti mencari sesuatu di dalam sana.


"Owhhhh...aghkkk...aghkkkk...Ka..aghkkk.." Des**Ku benar² merasa gila.


"Aghkkkk...Ka..owhhh...A..Ayoe..owhhh..mau..aghkkk..aghkkk..pipis.." Jelas Ku si sela² des*** Ku pada si Es batu.

__ADS_1


Mendengar ucapka Ku si Es batu lebih cepat lagi memainkan jari nya di bawah sana. Apa lagi ia juga merasakan denyutan pada Taman bermain milik Ku.


"Aghkkkk....." Des** Ku sambil Ku remas rambut si Es batu saat Ku merasakan sesuatu yang keluar dari Taman bermain milik Ku yang Ku sebut pipis enak.


__ADS_2