
"Sayang...Kamu makan dulu ya biar Mamih yang suapin, Mamih udah masak makanan kesukaan Kamu lohh.." Bujuk Mamih pada Ku.
"Biar nanti kalau Ayoe lapar Ayoe makan sendiri Mih.." Tolak Ku halus.
"Perut Ayoe itu pasti udah lapar cuma Ayoe nya yang mengabaikan nya.."
"Ayo lahh sayangg makan dulu biar sedikit asal makan. .kalau Ayoe ga makan nanti malah sakit apa lagi kan Ayoe baru aja keluar dari Rumah Sakit.." Masih bujuk Mamih pada Ku.
"Ka Raka pergi kerja ya Mih..?" Tanya Ku mengalihkan.
"Iya Raka udah berangkat kerja, Raka sengaja ga pamit karna liat Ayoe tidur nya nyenyak jadi ga mau ganggu Kamu kata nya..!"
"Tapi Raka bilang jam makan siang nanti pulang buat makan siang sama Ayoe.." Jelas Mamih pada Ku.
"Udah ayo sekarang makan sedikit biar perut nya ga kosong dan kali ini biar Mamih suapin.." Pinta Mamih tegas sambil menyuapi Ku dan mau ga mau Aku pun menerima suapan nya.
__ADS_1
Sudah seminggu pulang dari makam anak Kita berdua Aku seperti tidak memiliki semangat apa pun. Bahkan untuk makan saja si Es batu dan Mamih harus merayu dan memaksa Ku untuk makan kalau ga Aku ga akan makan sama sekali.
Sudah 2 hari juga si Es batu masuk kerja karna sudah terlalu lama ia menemani Ku dan itu membuat Ku merasa bersalah. Maka Aku meminta nya untuk masuk kerja kembali. Dan walau berat tapi si Es batu mau pergi bekerja dengan pergi yang tanpa mau mengganggu Ku yang masih tertidur dan pulang di jam makan siang.
Semua itu ia lakukan demi memastikan kalau Aku baik² saja.
___________________
"Sayangggg. .Kamu sendiri..!?" Tanya si Es batu saat melihat Ku duduk di tepi kolam ikan samping rumah.
"Kaka pulang untuk makan siang..!?" Tanya Ku tanpa menjawab tanya nya.
"Makan di luar nya nanti aja kalau Kaka libur, lagian kan sayang juga makanan yang udah di masak sama Mba di rumah.." Jawab Ku sambil tersenyum.
Melihat bagaimana si Es batu memperlakukan Ku selama ini sangat egois rasa nya kalau Aku terus meratapi kepergian anak Kita. Sedangkan si Es batu Aku yakin sama sedih dan terpuruk nya dengan Ku hanya saja ia berpura² tegar di depan Ku.
__ADS_1
Kalau si Es batu saja bisa bangkit demi Aku kenapa Aku ga. .toh semua nya memang sudah Takdir untuk Aku dan si Es batu.
"Ok. .sekarang ayo Kita makan karna Kaka udah lapar.." Semangat ajak si Es batu pada Ku.
Bagaimana ga semangat melihat Aku mulai ada perubahan dimana Aku yang tadi ny ga mau keluar kamar, susah di ajak makan saat ini ia melihat Ku duduk di sisi kolam ikan dan mulai mau berinteraksi seperti dulu.
"Baiklahh karna sudah jauh² Kaka pulang cuma untuk makan sama Ayoe dan Kaka juga selama ini Kaka suapin Ayoe jdi kali ini biar Ayoe yang suapin Kaka.." Ucap Ku senang melihat nya bahagia melihat Aku yang sudah mulai berubah kembali seperti dulu.
"Wahhh..kalau itu mana mungkin Kaka tolak, yang ada malah Kaka ga mau berenti makan biar terus di suapin terus sama Kamu.." Canda nya pada Ku.
"Ya ga gitu juga dong Ka kalau Kaka ga berenti² nanti Kaka gendut kan jelek. .Ayoe kan ga mau punya suamy gendut.." Balas Ku menggoda nya.
"Jadi kalau nanti Kaka gendut Kamu ga mau lagi gitu sama Kaka.." Tanya nya.
"Ya ga dong Ka, yang ada itu ya Ayoe cari suamy baru yang tampan dan punya badan yang bagus ga kaya gendut kaya Kaka.." Jawab Ku masih menggoda nya sambil menaik turun ka alis.
__ADS_1
"Ohh...berani yahh.." Jawab nya sambil tersenyum dengan kedua tangan nya yang mulai mengelitik pinggang dan perut Ku.
"hahHahA..ampun Ka, hahHa.. ampunnn.." Ucap Ku sambil tertawa karna geli.