Rasa Yang Tersembunyi

Rasa Yang Tersembunyi
Tidur di peluk Papahnya


__ADS_3

Bug..


Bugg...


Bugg...


"Awww...." Keluh si Es batu saat mendapatkan pukulan dari Mamih.


Mamih memukul si Es batu sangat kencang karna marah. .bagaimana tidak marah kalau maksud Dokter tadi sangat jelas kalau itu semua karna ulah anak nya mereka hampir saja kehilangan penerus Keluarga.


"Biarin. .dasar anak nakal, udah tau istri lagi hamil muda bukan di jaga malah di bikin sakit begini.." Omel Mamih pada si Es batu.


"Ya kan Raka ga tau Mih terakhir cek Dokter bilang kalau anak Kita berdua sehat sama kuat ko.." Jelas si Es batu membela dirinya sendiri.


"Tetap aja mau sekuat apa pun kalau sering2 dan di buat cape ya begini ini jadi nya.." Masih mengomel Mamih.


________________


"Ka..." Panggil Ku masih sangat lemah begitu sadar namun masih terdengar oleh si Es batu dan Mamih.

__ADS_1


"Sayang....Kamu sudah sadar.." Balas si Es batu cepat.


"Sayang nya Mamih. .gimana sayang apa masih ada yang sakit atau Kamu mau sesuatu..!?" Tanya Mamih langsung saat melihat Ku sadar.


"Satu2 dong Mih nanya nya Ayoe kan baru aja sadar.." Ucap si Es batu.


"Diem Kamu. .Mamih ga bicara sama Kamu.." Sentak Mamih terlihat masih kesal dengan anak nya.


"Hausss..." Ucap Ku mengalihkan perdebatan si Es batu dan Mamih.


"Ayo sayang pelan2.." Ucap si Es batu sambil membantu Ku untuk minum.


"Iya dehh iya ini salah Raka...Maafin Kaka ya sayanggg walau Kaka ga maksud buat celakain Kamu sama anak Kita juga.." Jelas si Es batu.


Mendengar perdebatan Mamih dan si Es batu membuat Ku menghangat karna merka sangat menyangi Ku. Mereka sangat menerima Ku dengan sangat baik dan ga perna sekali pun memebeda2kan. Bahkan Mamih sekarang Mamih lebih sayang Aku dari pada anak twin's nya.


_________________


"Sayanggg maafin Kaka ya. .gara2 keegoisan Kaka Kita hampir aja kehilangan calon anak Kita bahkan kara Dokter Kaka juga bisa kehilangan Kamu.."

__ADS_1


"Kaka bener2 takut waktu Doker bilang begitu, rasanya Kaka bener2 ga bisa terima. .Kaka mau marah, kalau pun ada hal yang bisa Kaka lakuin buat menghukum diri Kaka sendiri Kaka udah lakukan.." Ucap si Es batu menjelaskan pada Ku bagaimana situasi tadi saat Aku dalam keadaan lemah saat Mamih sudah pulang.


"Sudah Ka...Kaka ga salah, mungkin emang Aku nya juga yang kurang istirahat maka nya sekarang Aku sakit biar di suruh istirahat.." Balas Ku ga mau menyalahkan siapa pun dan rasa nya kurang adil juga kalau si Es batu yang di salahkan karna bagaimana pun Ku ikut adil karna sudah lupa klw sudah ada calon anak Kita berdua dalam perut Ku.


"Kaka janji Kaka ga akan buat Kamu kecapean, Kaka juga bakal jagain Kamu 24 jam kalau perlu.."


"Ya ga gitu juga dong Ka. .kalau Kaka jagain Aku 24jam terus gimana dengan kerjaan Kaka, ga mungkin kan Kaka bawa ke terus atau Aku yang ikut ke Kantor Kaka.." Sela Ku saar mendengar ucapan si Es batu yang berlebihan pikir Ku.


"Udah agh Ayoe ngantuk Ka mau tidur.." Ucap Ku lagi.


"Ya udah Km tidur yahh. .Kaka janji ga kan tinggalin.." Balas nya pada Ku.


"Kaka sini tidur sama Aku..." Ucap Ku meminta bta tidur dengan Ku di ranjang pasien.


"Jangan dong sayang nanti Kamu sempit nanti Kaka tidur di sofa aja ga apa.." Tolah nya halus.


"Tapi anak ny mau tidur sambil di peluk sama Papah nya.." Rayu Ku agar si Es batu mau tidur di ranjang pasien dengan Ku.


"Iya dehh tapi kalau rasa sempit atau ga nyaman kasih tau Kaka yahh.." Perintah nya pada Ku mungkin takut perut Ku belom benar2 sehat.

__ADS_1


__ADS_2