
Saat di kamar utama Aku terpesona dengan pemandangan yang terlihat dari balkon kamar tersebut. .ada perbukitan, sedikit hutan kecil, persawahan dan udara yang sangat sejuk membuat Ku nyaman berada di sini.
Sedang menikmati nya sampai Aku di kagetkan dengan sepasang tangan yang melingkar di pinggang Ku. Siapa yang pemilik nya kalau bukan Suamy Ku si Es batu.
"Sayanggggg....apa Kamu suka..?" Tanya nya masih dengan memeluk Ku dari belakang dengan kepala yang di sandar kan pada pundak Ku.
"Hmmmm...Ayoe sangat suka Ka bahkan sampai enggan untuk beranjak.." Jawab Ku yang sangat suka dengan suasana rumah ini sambil menganggukan kepala.
"Kalau begitu apa Kamu setuju kalau Kita secepat nya pindah ke rumah ini..?" Tanya nya lagi pada Ku.
"Apa Mamih bakal kasih ijin Ka..?" Tanya balik Ku karna saat tau Aku mengandung Cucu nya Mamih bilang ingin sekali rumah nya ramai dengan suara tawa dan tangis Cucu2 nya kelak dari si Es batu dan Ka Riko.
"Entah lahh tapi yang jelas Mamih tau kalau Kaka beli rumah untuk Kamu..." Jelas nya pada Ku yang masib sedikit bingung apa nanti akan di bolehkan pindah atau ga.
__ADS_1
"Benar kah. .apa Mamih ga keberatan Kaka beliin rumah untuk Ayoe..?" Tanya Ku kembali.
"Hmmmm...buat Mamih asal Mantu kesayangan nya bahagia pasti setuju.." Jelas nya pada Ku.
"Tapi kalau misal Mamih ga kasih Kita untuk pindah buat apa Kaka beli rumah ini..?" Tanya Ku mengingat sangat sayang kalau hanya untuk di miliki saja tanpa Kita tinggali.
"Kamu tenang aja kalau Mamih ga kasih ijin Kita untuk pindah, Kita masih bisa dapat ijin untuk bermalam di sini setiap akhir pekan. .yahhh itung2 buat waktu Kita berdua.." Ucap nya dengan memberi tahukan ide nya pada Ku.
Mendengar itu Aku sangat senang karna saat melihat rumah ini Aku sudah jatuh cinta dengan semua yang ada di rumah ini terutama pemandangan dari balkon kamar utama ini.
"Tapi bagaimana kalau sekarang Kita merasakan ranjang yang ada di kamar ini dulu agar tau sangat pas dan nyaman tidak untuk Kita berdua bermain di atas nya.." Bisik nya di telinga Ku dan memberikan gigitan kecil yang membuat Ku meremang seketika.
"Ahhh..tapi Ka nanti Kita pakai baju apa, Kita kan ga bawa baju ganti.." Tanya Ku mulai dengan naik turun karna si Es batu mencium dan mengigit2 kecil leher dan pundak Ku karna Aku hari ini pergi memakai mini dress dengan potongan leher Sabrina.
__ADS_1
"Kamu jangan pikirkan itu sayang.." Jawab nya dengan nafas mulai memburu.
Dapat jawaban seperti itu Aku yakin kalau si es batu sudah menyiapkan nya.
"Ta..tapi apa harus di balkon kamar ini juga Ka...agkhhh...nan..nanti kalau ada yang lihat bagaimana...!?" Tanya Ku dengan mulai terpancing karna salah satu tangan si Es batu mulai meremas salah satu gundukan yang ada pada dada Ku dan satu nya lagi mengelus2 repat di depan Taman bermain milik Ku.
Mendengar Ku berucap seperti ikut si Es batu langsung membalikan badan Ku qgar menghadap nya.
"Kalau begitu Kita akan coba di ranjang nya sayang.." Ucap nya dengan langsung menggendong Ku dari depan sambil mulai mencium bibir Ku dengan lembut.
Kaget karna tiba2 si Es batu menggendong Ku jadi reflek langsung Ku kalung kan tangan Ku pada leher nya dan Ku lingkarkan kaki Ku pada pinggan nya sambil membalas ciuman yang si Es batu berikan pada bibir Ku yang mambuat Ku sangat mudah terpancing semenjak kehamilan ini.
Sampai di ranjang Aku langsung di tidurkan di atas nya.
__ADS_1
"Ranjang nya sangat emuk namun Kita ga tau kalau ranjang ini akan kuatt atau ga untuk Kita pakai bermain. .jadi sekarang Kita akan buktikan.." Ucap nya saat melepas ciuman Kita sambil senyum mesum nya.