Rasa Yang Tersembunyi

Rasa Yang Tersembunyi
Semua nya begitu menyakitkan


__ADS_3

Sudah 3 sejak kejadian Ka Aurel datang ke rumah dengan ucapan yang membuat Ku sedih dan terpuruk Aku jadi lebih banyak diam dan menghabiskan di dalam kamar.


Yahh, Aku keluar hanya untuk makan yang hanya Aku makan beberapa suap saja karna memang Aku ga nafsu sama sekali tapi Ka Riko dan yang lain nya selalu paksa Ku untuk makan demi kebaikan Ku juga pasti nya. Selain itu Aku keluar hanya ke Kampus tanpa mau kemana2 walau merka memaksa Ku untuk ikut ke Cafe, Taman, Mall atau kemana pun Aku selalu menolak nya dengan alasan cape dan ingin istirahat di rumah.


Di saat seperti ini Aku membutuhkan seseorang untuk tempat berbagi dan selalu ada buat Ku kapan pun itu. Aku langsung teringat dengan Ka Ryan yang sudah lama ga ada kabar nya.


"Pak Kita ke Restoran di jalan XX dulu yahh"


"Iya Neng.." Saat di persimpangan lampu merah Ku berniat berkunjung ke Apartemen nya Ka Ryan namun sebelom itu Aku membeli makanan dulu untuk Ku dan Ka Ryan makan di sana. Semoga aja kali ini Aku bisa bertemu dengan nya karna jujur Aku merindukan nya.


"Tunggu sebentar ya Pak, Saya ga lama ko.."


"Iya Neng.." Begitu sampai di Restoran yang Ku maksud Ku segera turun dan meminta Supir Taxi menunggu.


________


Tin.. 6X (anggap suara tombol pin Apartemen)


Ka Ryan memang belom pernah mengajak Ku ke Apartemen nya tapi Ka Ryan pernah bilang kalau pin Apartemen nya itu tanggal jadian Kita. So sweet kann..


Ceklek (pintu terbuka)

__ADS_1


Saat Ku masuk lampu nya masih gelap pertanda kalau Ka Ryan belom pulang jadi Ku putuskan untuk menunggu nya di ruang TV dan makanan yang Ku bawa Aku simpan di meja makan.


Karna rasa kantuk yang Ku rasa akhir nya Ku tertidur di ruang TV Apartemen Ka Ryan.


"Yan ini ikan nya enak bangey lohh, masih seger gitu. .lo tau banget kalau gw lagi kepengen makan ikan.."


"Ikan apa sih Zi, orang gw balik ga beli apa2..!?" Samar2 Ku dengar suara mambuat Ku terbangun untuk melihat nya.


Saat Ku jalan sambil mengumpulkan nyawa kalau kata orang keluar dari ruang TV dan,


Deggg..


Rasa nya waktu berhenti buat Ku, sesak yang Ku rasa dan seperti Ku tertimpah beton yang berton2.


Aku ga sanggup melakukan apa pun yang bisa Aku lakukan hanya menangis tanpa suara karna ini benar2 menyakitkan. .yahh semua yang terjadi pada Ku begitu beruntun hingga membuat Ku seprti mayat hidup.


"Yann, i..itu ada. .a. a..ada Ayoe di belakang lo.."Ucap Ka Izi dengan terbata karna kaget saat melihat Ku tiba2 keluar dari ruang TV.


Deggg..


"Sa..sayang, Kamu di sini..!?" Tanya Ka Ryan yang juga kaget setelah tau ada Aku di Apartemen nya sambil berjalan ke arah Ku namun belom sampe dekat Ku, Aku tersadar..

__ADS_1


"Cukup..jangan mendekat, Ayoe mohon jangan mendekat..!" Ucap Ku sambil menangis sambil mengkat tangan Ku pertanda Aku ga mau di dekati.


"Sayang apa yang Kamu lihat semua nya Aku bisa jelasin, ini ga seperti apa yang Kamu pikirkan.." Ucap nya dengan cari pembelaan atas apa yang Aku liat.


"Cukup. .Ayoe ga mau denger apa2, semua nya cukup mendadak dan datang beruntut jadi Ayoe mohon kasih Ayoe waktu..pleassss.." Ucap Ku pelan namum masih dapat di dengar Ka Ryan atau Ka Izi dan masih keadaan menangis.


Cepat Ku berlari ke pintu dengan cepat Ku pakai sepatu dan keluar dari Apartemen itu karna melihat keadaan seperti itu membuat Ku sesak.


Lu terus berlari tanpa menghiraukan panggilan Ka Ryan pada Ku. Di dalam lif Aku nangis sejadi2 nya tanpa peduli Ka Ryan yang mengejar dan memanggil Ku melalui tangga darurat.


Saat sampai bawah Aku langsung berlari keluar dari lingkungan Apartemen itu dan beruntung nya Ku baru ada yang turun dari Taxi on lin, langsung Ku masuk dan Ku meminta Supir nya untuk segera jalan.


"Pak cepet jalan Saya pasti bayar.."


"I..iya Neng." Ucap supir Taxi yang kaget dan iba melihat Ku langsung nangis dengan keadaan yang berantakan dan menangis.


Taxi pun jalan tanya menghiraukan Ka Ryan yang masih mengejar Ku.


"****, kenapa jadi begini.."


"Aku mohon jalan salah paham Sayang.." Ucap Ka Ryan sambil melihat Taxi yang Ku naiki perlahan menghilang dari penglihatan nya.

__ADS_1


__ADS_2