Rasa Yang Tersembunyi

Rasa Yang Tersembunyi
Penembakan bersama


__ADS_3

"Aghkkkk..." Des** Kita berdua bersamaan saat Adek kecil ny si Es batu masuk ke dalam Taman bermain milik Ku.


Setelah terjadi ciuman panas, mengabsen setiap jengkal tubuh Ku dengan tangan dan juga lidah nya yang sudah pasti meninggalkan banyak jejak di sana sini.


Aku merubah posisi Kita yang tadi nya si Es batu ada di atas Ku kini Aku lahh yang ada di atas nya dengan posisi duduk.


Sambil sedikit demi sedikit Ku masukan adik kecil nya pada Taman bermain milik Ku.


"Sayangg apa Kamu yakin dengan posisi seperti ini ga apa²..!?" Masih ada rasa khawatir pada ucapan dan sorot mata nya yang sebenarnya sudah di penuhi oleh hawa panas sesi pemanasan Kita tadi.


"Kalau ada rasa sakit Ayoe pasti berhenti dan bilang sama Kaka tapi untuk sekarang biar lahh Kita nikmati rasa yang ada.." Ucap Ku meyakinkan si Es batu.


Dan tanpa menunggu lama lagi Aku mulai menggoyangkan pinggul Ku seperti orang berkuda. Naik turun sedikit Ku goyangkan pinggul Ku.


"Aghkkkk..owh..." Desa*** demi desa*** seperti saling bersautan. Kamar yang berAC pun rasa nya ga ada guna nya untuk saat ini.


Rasa rindu berbulan² Kita berdua kini rasa nya keluar semua nya.


"Aghkkk..sayangh..owhhh..pelan².." Ucap si es batu di sela² des** nya mengingatkan Ku.

__ADS_1


"Owhh....aghkkk..tapi ini sangat nikmat.." Balas Ku singkat.


Ku terus menggoyangkan pinggul Ku sedangkan si Es batu yang awal nya berbaring kini menjadi sedikit bersandar pada tempat tidur.


Dengan tangan nya yang kadang meremas bokong Ku atau memainkan kedua gunung yang ada pada dada Ku. Kadang sesekali pula diri nya memainkan dengan lidahnya membuat Ku lebih merasa bergai***.


Bagaimana si Es batu diam saat ada dua gunung menantang tepat di depan wajah nya seolah² mereka berteriak meminta untuk di hisap dan di mainkan oleh nya.


"Aghkkk...sayang pelan².." Ucap si Es batu.


Tanpa Aku hirau kan ucapan nya Aku terus saja berpacu menuju puncak kenikmatan.


Mendengar Ku akan mencapai puncai si Es batu merubah posisi Kita tanpa melepaskan penyatuan Kita.


Kini Aku yang di bawah dan diri nya di atas Ku.


"Kita akan mencapai puncak bersama sayangg.." Ucap nya sambil bergerak memompa.


"Aghkkkk...owhhhhh...lebih cepat Ka.." Pinta Ku.

__ADS_1


"Sesuai permintaan sayangg..." Jawab nya sambil terus memompa nya dengan ritme cepat.


"Aghkkkk...owh.....sebentar lagi Ka.." Ucap Ku.


"Bersama..." Balas nya.


"Aghkkkkkkkk..." Des** Kita berdua saat melakukan penembakan bersama.


Terasa hangat dalam perut Ku saat Kita berdua sama² melakukan penembakan bersama.


"Apa ada yang sakit sayang..?" Tanya nya saat si Es batu dengan nafas naik turun seperti habis berlari.


Seletah melakukan penembakan ia perlahan turun dari atas tubuh Ku. Dan kini ikut berbaring tepat di samping Ku.


"Ga ada yang sakit ko Ka.." Jawab Ku meyakinkan nya.


"Kalau nanti ada rasa ga enak pada tubuh atau bagian mana pun cepat kasih tau Kaka yahh.." Ucap nya yang masih jelas sangat mengkhawatirkan Aku dan calon anak Kita yang ada dalam perut Ku.


"Iya sayanggg..." Jawab Ku sambil menoleh melihat nya dan tersenyum pada nya membuat si Es batu pun ikit menoleh dan tersenyum mendengar jawaban Ku dengan memanggil nya sayang...

__ADS_1


__ADS_2