Rasa Yang Tersembunyi

Rasa Yang Tersembunyi
Mantu dan cucu


__ADS_3

"Pulang dari Kebun tadi Ayoe kenapa. .kata Ibu tadi Ayoe pulang kotor sama bau.." Tanya Mas Iyan pada Ku saat Kita semua sedang berkumpul untuk makan malam.


"Mulai dehh. .kalian pasti mau ngeledekin Ayoe lagi kan.."


"Orang baru dapet musibah buka di bantuin malah di ledekin.." Sebal Ku saat Mas Iyan bertanya dan dapat di liat kalau semua nya menahan tawa mungkin karna mengingat Ku tadi sore saat pulang dari Kebun Mas Iyan.


"Loh Mas Iyan kan tanya. .apa ada yang jailin Kamu atau gimana biar Mas datangin orang nya.." Ucap Mas Iyan yang entah maksud nya khawatir atau hanya sekedar meledek Ku aja.


"Ya udah sana Mas datangin aja itu soang2 yang ada di sawah.." Jawab Ku ketus.


"hahH. .ko soang.." Heran nya dengan ucapan Ku.


"Iya soang. .karna mereka itu yang udah buat Ayoe jatoh ke sawah jadi kotor dan bau plus ban sepedah Ayah bengkok.." Ucap Ku semakin sebal mengingat kejadian tadi.

__ADS_1


"HhahHa....jadi Kamu di sosor soang.." Ucap nya sambil menertawakan Ku dan sebal nya bukan cuma Mas Iyan aja tapi juga semua. .Ayah, Bibi, Mamang yang menertawakan Ku sedang kan si Es batu hanya senyum sambil melihat ke arah Ku.


"Puas2in dehh kalian ketawain Ayoe.." Marah Ku pada mereka.


"Aduhhh masa gitu aja marah. .kalau marah nanti Ayoe cepet tua kalau cepet tua nanti ga ada yang mau, Ayah kan kepengen punya mantu sama gendong cucu.." Ucap Ayah yang malah menggoda Ku.


"Ighhhh Ayah ini apa sih. .orang masih Kuliah ko malah udah bahan cucu aja, dari pada minta ke Ayoe mending minta sama Mas Iyan tu yang udah pantes..." Balas Ku mengalihkan ke Mas Iyan.


"Wahhhh berarti Ayoe bakal punya Kaka cwe dong. .dari pada punya Kaka cwo yang kerjaan nya ngeledekin terus.." Ucap Ku menyindir Mas Iyan.


"Siapa pun yang duluan menikah nanti tetap Kita pasti senang karna itu berarti Kita sebagai orang tua sukses mengantarkan anak2 sampe kalian menikah dan tanggung jawab Kita sebagai orang tua juga sudah selesai. .kalian ber2 juga insyaAllah mendapatkan pasangan yang baik dan sayang sama kalian sampe maut yang memisahkan.."


"Aamiin.." Jawab semua pada nasehat dan keinginan Mamang pada Ku dan Mas Iyan

__ADS_1


"Tapi kalau Mamang sih ngerasa kalau yang menikah duluan itu seperti nya Ayoe dulu.." Ucap Mamang kembali yang ikut meledek Ku.


"Iya Ayah juga ngerasa kalau Ayah ga lama lagi bakal punya mantu.." Ucap Ayah membenarkan omongan Mamang.


"Ighhhh apaan sih Ayah ini.." Entah kenapa Aku merasa kesal sekaligus malu karna su Es batu melihat gimana keluarga Ku yang terus meledek Ku.


"Oya ngomon2 besok pagi Ayah, Bibi dan Mamang mau pergi ke Desa K untuk menghadiri Khitanan anak nya Pak Lurah jadi dari pada kalian bosan mending Ayoe ajak Nak Raka jalan2 keliling Desa. .kan waktu Nak Raka tinggal di sini hanya di rumah membantu Ayah menemani dan menjaga Ibu aja jadi nanti Ayoe ajak Nak Raka jalan2 yahh.." Ucap Ayah yang kini Ku tau kalau waktu itu si Es batu ikut Ayah ke Desa bukan karna kerjaan melainkan mambantu Ayah menjaga Ibu yabg sedang sakit.


Mengetahui itu semua hati Ku menghangat walau pun Ku masih bingung tentang kenapa mereka merahasiakan penyakit nya Ibu pada Ku.


Semakain hari semakin ke sini Aku dapat Ku lihat dan merasakan perubahan nya pada Ku yang menjadi perhatian dan peduli nya si Es batu yang bukan hanya pada Ku saja tapi juga dengan keluarga Ku. Itu membuat Ku merasa nyaman dan menghangat saat ada di dekat nya.


Dan mungkin nanti Kita sedang ber2 Aku akan bertanya kenapa ia bisa berubah sikap nya pada Ku dan kenapa juga ia ikut menyembunyikan sakit nya Ibu pada Ku.

__ADS_1


__ADS_2