
Sudah seminggu Aku masih saja bertahan dengan berbaring di tempat tidur Rumah Sakit. Namun si Es batu masih tetap setia berada di samping Ku tanpa mau meninggalkan Ku walau hanya sebentar saja.
"Sayangg..Kamu mau sampai kapan tertidur seperti ini, apa Kamu ga mau jalan² atau pergi kemana gitu.."
"Apa Kamu ga kangen dengan Kaka, Kaka kanget banget Kamu. .sama senyum Kamu, marah nya Kamu bahkan dengan mesum nya Kamu, hehHe...."
"Ayo bangun sayangg, Kamu sudah terlalu lama tertidur. .Kita semua sudah kangen dengan Kamu.."
"Ma²h dan Papih yang kangen dengan Mantu kesayangan nya, bahkan Riko pulang sehari hanya untuk memarahi dan memukul Aku aja karna sudah ceroboh menjaga Adik dan Ponakan kesayangan nya.."
"Melihat Riko seperti itu Aku jadi bingung sebenernya yang sodara kandung nya itu Aku atau Kamu yahh, hehHe..."
"Tapi Aku balas karna Aku memang salah.." Ucap si Es batu pada Ku.
__ADS_1
Walau Aku masih koma tapi si Es batu terus saja mengajak Ku bicara. Karna Dokter bilang orang Koma dapat mendengar apa yang orang di dekat nya bicara dan itu juga bisa memotivasi agar yang Koma segera sadar kan diri.
"Sayang Aku sangat menyesal kan Aku tau salah maka dari itu kalau Kamu marah Aku lebih suka Kamu marahin Aku, Kamu pukul Aku. .Aku akan terima semua nya asal Kamu bangun dan ga mendiamkan Aku begini.." Ucap nya sambil meneteskan air mata.
Ceklek..( Suara pintu terbuka)
"Ka...sarapan nya ga Kamu makan..?" Tanya Mamih setelah masuk ke ruangan Ku melihat sarapan yang Mamih kirim tadi pagi ternyata ga di makan sama si Es batu.
"Ga bisa begitu dong Ka, kalau Kamu begini terus nanti Kamu bisa sakit terus kalau Kamu sakit siapa yang jaga Ayoe. .lagian gimanq Kamu ga lapar kalau sekarang aja udah waktu nya makan siang..!?" Ucap Mamih mengingatkan dan sedikit kesal karna akhir² ini si Es batu memang susah sekali untuk makan.
"Sekarang ayo Kamu makan dulu ini Mamih sudah bawakan makan siang kesukaan Kamu.." Ajak Mamih pada si Es batu.
" Iya Mih nan.."
__ADS_1
"Ga da kata nanti² poko nya sekarang Kamu makan dulu, kalau Ayoe tau juga pasti Ayoe bakal marah sama Kamu. .udah sana makan dulu biar Ayoe Mamih yang jaga.." Perintah Mamih tegas tanpa mau mendengar menolakan lagi dari si Es batu.
"Sayangg Aku makan dulu yahh soal nya Mamih bawel suruh Aku makan terus. .Kamu bangun ya biar nanti ada yang bela Aku.." Bisik si Es batu pada Ku yang masih terdengar oleh Mamih.
"Kalau mantu kesayangan Mamih bangun udah pasti bakal dukung Mamih dan Kamu malah tambah ga bisa berkutik lagi. .iya sayanggg.." Timpal Mamih..
"Udah sana makan. .habikan.." Ucap Mamih.
Karna paksaan Mamih akhir nya si Es batu mau makan yang sebenernya perut nya sangat lapar hanya saja ia enggan untuk meninggalkan Ku.
"Sayanggg kapan Kamu mau bangun, apa Kamu ga rindu dengan Suamy Kamu yang bucin itu, dengan Mamih dan Papih yang sangat sayang dengan Kamu. .apa lagi Riko yang sangat marah saat tau apa yang terjadi dengan Kamu dan anak kalian.." Ucap Mamih pada Ku berharap Aku mendengar dan terbangun.
"Kami semua sangat merindukan Ayoe. .segera lahh bangun sayangg.." Ucap Mamih kembali.
__ADS_1