
"Sayanggg...bangun sayang.." Panik si Es batu sambil menggendong Ku untuk di baringkan di tempat tidur dan terus coba menyadarkan Ku.
"Kenapa dengan pasien..?" Tanya Dokter begitu masuk bersama Suster saat mendapat panggilan darurat dari kamar Ku.
Yahh si Es batu memang langsung memencet tombol untuk memanggil Dokter atau Suster saat Pasien membutuhkan pertolongan.
Tanpa menjawab pertanyaan Dokter si Es batu berdiri tidak jauh dari tempat tidur dimana Aku yang sedang di periksa oleh Dokter dengan perasaan cemas.
"Pasien syok hinga tidak sadarkan diri. .memang nya tadi Pasien sedang apa..!?" Tanya Dokter kembali sambil melihat si Es batu.
"Saya batu saja memberitahu nya kalau anak Kita berdua sudah tidak ada Dok. dan setelah itu istri Saya langsung jatuh pingsan.." Jelas si Es batu pada Dokter.
"Pasien ga apa, ini biasa untuk seseorang yang baru saja mendapat kabar yang membuat nya sulit untuk menerima. .sebentar lagi juga Pasien akan bangun.." Penjelasan Dokter.
"Baik Dok. terima kasih.." Ucap si Es batu.
__ADS_1
_______________
Apa yang di bilang Dokter benar, tidak lama Dokter dan Suster keluar dari ruangan Aku terbangun.
"Alhamdulillah...sayang Kamu benar² bikin Kaka takut.." Ucap si Es batu langsung memeluk Ku.
"Maaf Ka Ayoe sesak.." Ucap Ku pelan sambil Ku singkirkan si Es batu yang sedang memeluk Ku.
"Ah iya maaf sayang.." Dengan ga enak hati si Ea batu melepas pelukan nya.
"Kamu mau minum, atau mau makan buah. .atau mau makan yang lain nya..!?" Tawar si Es batu pada Ku.
"Sayanggg...tolong jangan menangis, Kaka tau ini berat buat Kamu tapi percayalah kalau Kaka juga sama hancur dan berat buat terima semua nya.."
"Tapi Kita harus saling menguatkan dan percaya kalau nanti Kita pasti akan di berikan kepercayaan lagi untuk jadi orang tua.." Ucap si Es batu dengan tepat kepala nya berada di samping Ku sambil sesekali mencium kepala Ku dengan tangan nya memegang erat tangan Ku seolah saling menguatkan.
__ADS_1
Hancur rasa nya saat tau anak Ku telah tiada dan kini si Es batu harus melihat Ku menangis pilu karna baru mengetahui kepergian anak Kita berdua, sungguh sesak rasa nya dada ini.
Aku harus kuat karna ada Istri Ku yang butuh dukungan agar tidak terlalu lama bersedih dan kembali ceria seperti sedia kala. (Pikir si Es batu)
"Ayoe mau sendiri. .jadi tolong tinggalin Ayoe sendiri..!" Ucap Ku pelan sambil menangis.
"Ga sayang, Kaka ga bisa tinggalin Kamu dengan kondisi begini.." Jawab cepat si Es batu yang enggan meninggalkan Ku dengan kondisi Aku yang sangat hancur.
"Ayoe mohon, Ayoe butuh waktu buat sendiri. .tolong tinggalin Ayoe sendiri Ka.." Ucap Ku memohon yang menginginkan waktu untuk sendiri saat ini.
Bukan nya menjawab si Es batu malah menggelengkan kepala tanda bahwa ia ga akan meninggal kan Ku.
Melihat si Es batu yang enggan meninggalkan Ku sendiri jadi lebih baik Aku yang keluar. Berusaha untuk bangun Ku mambuat si Es langsung memegang Ku takut Aku terjatuh dan mau membantu Ku untuk bangun.
"Sayang Kamu mau kamana. .mau ke kamar mandi biar Kaka antar..?" Tanya si Es batu pada Ku.
__ADS_1
"Kaka ga mau tinggalin Ayoe jadi biar Ayoe yang pergi.." Ucap Ku tegas.
Deg...