
"Ka..." Teriak Ku memanggil si Es batu dari dalam kamar.
"Ka Raka..." Teriak Ku kembali karna yang di panggil ga juga datang.
"Ka Rakaaaaaaa..." Teriak Ku lebih kencang karna merasakan sakit yang teramat pada perut Ku.
"Auwwwwhhh...heH..hehH..." Merintih Ku sambil memeganh perut.
Sesaat kemudian Aku baru sadar kalau kamar di rumah ini kedap suara langsung Ku ambil Handphone di atas meja samping tempat tidur dan langsung Ku menghubungi si Es batu yang lagi di ruang kerja.
Setelah Mamih pergi Ka Raka mengantar Ku ke dalam kamar sedang kan diri nya ijin untuk ke ruang kerja karna ingin mengerjakan kerjaan Kantor dari rumah.
📲
Tut...tutttt...
"Ka Raka. .perut Ayoe sakit..." Teriak Ku langsung sangat panggilan telpon di angkat.
__ADS_1
"Sayangggg...ayo Kita ke Rumah Sakit sekarang.." Tanpa basa basi lagi begitu panggilan telpn terputus si Es batu langsung lari ke kamar dan begitu sampai kamar ia langsung menggendong Ku sampai mobil agar cepat pergi ke Rumah Sakit.
"Pak Rijal Kita ke Rumah Sakit sekarang.." Perintah nya begitu sampai bawah melihat Pak Rijal dan yang lain sedang melihat si Es batu turun tergesah2.
"Auwwwwhhh..." Merintih Ku kesakitan saat di dalam mobil.
"Sabar ya sayang. .sebentar lagi Kita sampai, anak Papah udah ya sayangg kasian Mamah kesakitan.." Ucap nya pada Ku dan calon anak yang ada di perut.
________________
"Raka. .gimana kondisi Ayoe sama cucu Mamih.." Tanya Mamih begitu sampai di depan ruangan ICU.
"Mih Raka takut banget. .harus nya Raka ga tinggal Ayoe ke ruang kerja, harus nya Raka kerjain kerjaan Kantor di kamar aja tadi.." Sesal dan khawatir si Es batu pada Kita berdua.
"Udah Ayoe sama anak kalian pasti baik2 aja, mungkin Ayoe cuma kecapean aja maka nya perut nya sedikit sakit.." Hibur Mamih yang tau tadi Pak Rijal menghubungi dan menceritakan nya pada Mamih.
Cekle.." Pintu ICU di buka.
__ADS_1
Mendengar suara pintu terbuka membuat si Es batu dan Mamih langsung bangun dari duduk langsung mendekat pada Dokter yang habis memeriksa Ku.
"Dok gimana kondisi Mantu dan kandungan nya.." Tanya Mamih yang lebih dulu bertanya pada Dokter.
"Alhamdulillah tadi cepat bawa ke sini karna kalau ga entah bagaimana kondisi janin nya dan untuk Sang Ayah di mohon agar tidak berlebihan saat menjenguk anak nya dan di usahakan tidak terlalu sering2 juga menjenguk nya karna walau kondisi janin kuat tapi kalau terlalu sering juga tidak baik apa lagi ini masih di trisemester pertama, masih sangat rentan.." Jelas Dokter pada si Es batu dan Mamih.
"Kamu dengar itu Raka.." Ucap Mamih ketus karna tau apa yang di maksud Dokter.
"Iya Dok terima kasih. .apa boleh Saya menemui nya.." Ucap si Es batu tanpa menjawab ucapan Mamih.
"Boleh setelah pasien di pindah kan ke ruang inap dan biarkan pasien menginap 2 atau sampai 3 hari ke depan.." Jelas nya Dokter kembali.
"Sampai melahirkan juga ga apa Dok biar mantu dan calon anak nya aman.." Ucap Mamih dengan ketus karna kesal dengan anak nya.
"Mih.." Tegur si Es batu yang ga suka dengan ide Mamih.
Mendengar perdebatan antara Ibu dan anak membuat Dokter hanya bisa tersenyum dan memaklumi nya saja.
__ADS_1
"Baik kalau begitu Saya permisi dulu karna harus cek pasien lain.." Pamit Dokter.
"Silah kan Dok dan terima kasih.." Jawab si Es batu dan Dokter menjawab nya hanya dengan tersenyum dan menganggukan kepala sambil pergi.