Rasa Yang Tersembunyi

Rasa Yang Tersembunyi
Marah yang membuahkan hasil


__ADS_3

"Inget ya Yoe saat di dpan Ka Raka jubah nya di buka.." Ucap Lila mengingatkan dan aku menjawab hanya dengan menganggukan kepala.


Saat ini Kita memang berada di depan pintu kamar Ka Raka.


Yahh Lila menyuruh Ku untuk merayu Ka Raka dengan cara yg membuat Ku kaget saat mendengar nya namun menurut nya ga ada salah nya toh Kita berdua udah berstatus suamy istri.


Memamng benar apa yg di bilang Lila namun merayu aja membuat Ku malu apa lagi dengan pakaian yang Lila beli tadi di Mall. .entah pakaian apa ini yang lebih tepat nya seperti saringan nasi menurut Ku.


Ceklek...


Bagitu pintu di buka Lila langsung mendorong Ku masuk. Dan begitu masuk Aku melihat si Es batu sendang duduk di sofa dalam kamar sambil mengerjakan pekerjaan nya di Laptop.


Dengan jantung yang berdebar seperti habis lari maraton Aku mulai mendekati nya dan duduk tepat di samping nya.


"Ka..maaf.." Kata pertama yang Aku ucap.

__ADS_1


Karna ga ada respon apa pun dari si Es batu dan entah keberanian dari mana Aku ambil tangan nya lalu Ku letakan tangan nya di pipi Ku.


"Ka..jangan diemin Ayoe kaya gini.."Ucap Ku sambil tangan satu nya Aku arahkan muka nya agar mau melihat Ku dengan senyum semanis mungkin walau dada berdebar.


Tanpa membalas ucapan Ku si Es batu berdiri dan berjalan ke arah tempat tidur namun dengan cepat Ku berdiri membuka jubah yg Ku pakai, Ku langsung mengejarnya dan memeluk si Es batu dari belakang.


(anggap kamar nya luas ya Saii)


"Maafin Ayoe Ka.." Ucap Ku lagi.


"Ka..Ayoe udah siapp.." Ucap Ku lirih pelan namun dapat si Es batu dengar.


Si Es batu sempat terkejut dan bingung atas penuturan Ku tersebut dengan sedikit senyum di bibir nya yang ga terlihat oleh Ku.


Ku mendongakkan kepala melihat mata si Es batu.

__ADS_1


"Ayoe siap jadi istri Kaka seutuhnya.." Ucap Ku sambil tersenyum walau jangung berdebar.


"Apa Kamu yakin sayang..?" Tanya si Es batu meyakinkan. Dan jawaban Ku menganggukan kepala membuat si Es batu sangat senang.


Hati si Es batu langsung menghangat dan senang atas ungkapan ungkapan Ku tersebut. Bagaimana tidak sebagai seorang pria yang normal tidur bersama lawan jenis setiap malam yang harus menahan gairah nya karna ga mau menyakiti orang yang ia cintai. Dan kini kesabaran nya membuahkan hasil karna dengan sendiri nya Aku menyerahkan dengan sendiri nya tanpa di minta.


Si Es batu langsung menangkupkan kedua pipi Ku dan mencium nya berulang kali. Di lihat wajah istri nya itu dengan senyum yang tanpa beban sedikit pun.


"Kamu yakin sayang..?" Tanya si Es batu sekali lagi dan Aku pun kembali menganggukan kepala Ku karna Aku yakin dengan keputusan Ku.


Di lihat nya kedua bola matanKu bergantian oleh nya mencari kebohongan yang takut2 Aku mau melakukan nya hanya karna agar diri nya ga marah lagi pada Ku namun si Es batu ga menemukan nya.


"Apa Kita bisa melakukan nya sekarang..?" Tanya si Es batu meminta persetujuan Ku.


"Lakukan lahh Ka. .Ayoe benar2 siap.." Ucap Ku menyakinkan si Es batu.

__ADS_1


__ADS_2