Rasa Yang Tersembunyi

Rasa Yang Tersembunyi
Mulai nakal


__ADS_3

Dengan nafas yang naik turun seperti habis lari. Aku sandarkan kepala Ku paka pundak si Es batu.


Melihat Ku habis mendapatkan pelepasan pertama si Es batu membiar Ku istirahat sejenak sebelom ia memberikan permainan utama nya.


"Kita pindah..." Bisik nya pada Ku.


Tanpa menunggu jawaban Ku si Es batu menggendong Ku. Membawa Ku ke ruangan tempat ia beristirahat kalau merasa lelah saat bekerja.


Sampai di ruangan tersebut si Es batu langsung membaringkan Ku di tempat tidur. melepas kain segitiga penutup Taman bermain milik Ku yang menggantung di betis Ku.


Si Es batu langsung mengusap cairan yang Aku keluarkan tadi yang Aku pikir ia akan membersihkan nya dengan tisu atau lap tapi ini...


"Aghkkkk..." Des**Ku merasa geli saat si Es batu membersihkan cairan itu dengan mulut nya.


"Ka..owhhh..aghkkk..." Panggil Ku di iringi dengan desa***.

__ADS_1


Tanpa menghiraukan Ku entah kenapa si Es batu senang sekali bermain² di Taman bermain milik Ku.


Yang tadi ia bermain dengan jari nya kini si Es batu bermain dengan mulut nya. Menjilat, menyesap sampai ia memasukan lidah nya ke dalam sana membuat Ku kembali merasakan kenikmatan itu.


"Aghkkkk...owhhh...aghkkk...Ka.." Panggil Ku kembali namun masih sama sekali tidak di hiraukan sama si Es batu.


Karna si Es batu dengan asik nya memainkan lidah nya di dalam sana. Dan tanpa sadar nya Aku mengangkat pinggul Ku dan Ku tekan kepala nya agar lebih dalam lagi bermain pada Taman bermain milik Ku seolah meminta si Es batu memainkan nya lebih dalam lagi.


"Owhhhh...aghkkk...Ka...ini...aghkkk..." des**Ku.


Walau Aku menikmati nya tapi Aku merasa ga adil karna tadi si Es batu sudah membuat Ku merasakan pipis enak dan sekarang Aku ga bisa biarin si Es batu membuat Ku merasakan nya kembali tanpa ia sendiri yang Aku belom memberikan kenikmatan itu.


"Sayang...kenapa..!?" Tanya nya dengan raut muka kecewa karna Aku menghentikan kegiatan yang sedang ia lakukan.


Karna si Es batu sudah berdiri langsung Ku buka ikat pinggang dan Ku lepas celana kerja nya beserta segitiga yang membuat Adik kecil nya tersiksa di dalam sana karna ia sudah berdiri tegak saat Ku lepas kain itu.

__ADS_1


"Sa...aghkkk.."Des** si Es batu.


Tanpa ragu dan entah keberanian dari mana langsung Ku masukan Adik kecil nya pada mulut Ku.


Ku maju mundurkan mulut dan tangan Ku. Ku mainkan dengan menyedot dan Ku jilat Adik kecil nya itu.


"Owhhhh...aghkkkk...sa..yang..aghkkk.." Des** nya dapat Ku dengar dan itu berarti Aku berhasil memainkan nya.


"Sayang....owhhh..i..ini..sangat nikmat..." Ucap nya di sela² des** nya.


Mendengar si Es batu bicara begitu membuat Ku senang dan lebih semangat lagi memainkan Adik kecilnya.


Sampai akhir nya si Es batu pun memegang rambut dan mendorong kepala Ku. Dengan gerakan maju mundur sambil sesekali mendes**.


"Owhhhh...****...Kamu mulai nakal sayang...aghkkkk..." Jelas nya sambil mende***.

__ADS_1


"Stop.." Ucap nya mengagetkan Ku sambil menjauhkan diri dari Ku dengan nafas naik turun seperti habis berolah raga.


"Adik kecil ini tidak akan memuntahkan nya kalau bukan di Taman bermain milik nya.." Terang nya pada Ku sambil tersenyum dengan nafas masih naik turun.


__ADS_2