Rasa Yang Tersembunyi

Rasa Yang Tersembunyi
Koma


__ADS_3

Deg...


Mendengar penjelasan Dokter si Es batu membatu. Sakit rasa nya seperti dada nya di tikam oleh pisau dan badan merasa berat seperti mangangkat beban yang sangat berat.


"Pak Kami minta tanda tangan nya sebagai persetujuan Pihak Keluarga.." Ucap Suster sambil menyodorkan selembar kertas pada si Es batu.


Ucapan Suster seperti nya sama sekali di dengar oleh si Es batu. .ia masih berdiri dengan tatapan kosong sebab berita yang ia dengar sangat lahh membuat nya syok.


"Pak.." Panggil Dokter dengan sedikit lebih keras agar si Es batu mau mendengar nya.


"Ahh ya Dok. .maaf, tadi Dokter bilang apa..!?" Setelah sadar jawab nya dengan lemah.


"Suster meminta tanda tangan Anda untuk persetujuan pihak keluarga agar Kami bisa melakukan tindakan berikut nya secepat nya.." Jelas Dokter pada si Es batu.


"Ya mari.." Ucap nya sambil mengambil kerta dan pulpen agar ia tanda tangani.

__ADS_1


"Saya mohon Dok kalau pun ini sudah takdir anak Kami tapi Saya mohon untuk selamat kan istri Saya, Saya tidak akan bisa hidup tanpa ada nya dya di sisi Saya.." Pinta si Es batu memohon pada Dokter sambil memegang tangan Dokter tersebut.


"Kami akan melakukan semampu Kami Pak namun yang berkehendak hanya yang Maha Kuasa, maka Bapak berdo'a lahh meminta pada nya.." Setelah berucap Dokter dan Suster pun masuk ke dalam ruang IGD untuk melakukan tindakan pada Ku.


________________


"Ka...Kamu sebaik nya mengurus pemakaman Cucu Mamih biar Mamih yang jaga Ayoe di sini.." Usul Mamih pada si Es batu karna setelah melakukan Oparasi Aku di nyatakan koma.


"Apa ga bisa tunggu Ayoe sampai sadar dulu Mih, Ayoe pasti nanti cariin anak nya. Raka juga ga tega kalau harus tinggalin Ayoe Mah, kalau dya bangun pasti dya akan sedih sekali dan Raka harus ada di samping nya.." Jawab nya enggan meninggalkan Ku.


"Cucu Mamih harus segera di Makamkan kasian kalau terlalu lama dan Ayoe juga belom tau kapan akan siuman nya.." Jelas Mamih pada si Es batu.


"Hufghhhhh..." Helaan nafas.


"Baiklah tapi nanti kalau Ayoe bangun Mamih cepat hubungi Raka ya Mih.." Pinta si Es batu pada Mamih.

__ADS_1


"Iya..." Jawab Mamih sambil tersenyum.


"Sayanggg Kaka tinggal urus pemakanan anak Kita sebentar yahh nanti setelah Kaka kembali Kamu bangun yahh, Kaka janji ga akan lama. .cup.." Ucap nya pada Ku dengan tanpa sadar mengeluarkan air mata sambil mengecup kening Ku cukup lama.


"Mih Raka titip Ayoe.." Pinta nya pada Mamih.


"Iya sayang...pergi lah dengan Papih agar cepat kembali lagi.." Usul Mamih tau kalau anak nya enggan meninggalkan Istri tercinta nya namun harus mengurus pemakaman anak nya yang belom mengenal orang tua nya karna Tuhan sudah lebih dulu memanggil nya.


"Papih pergi Mih.." Pamit Papih pada Mamih.


"Iya Pih. .jaga Raka Pih.." Pinta Mamih pada Papih.


"Iya.." Jawab Papih singkat lalu pergi bersama dengan si Es batu untuk mengurus pemakanan cucu yang belom sempat berjumpa.


Kepergian Papih dan si Es batu Mamih duduk di dekat tempat tidur Ku.

__ADS_1


"Bangun sayang, apa Ayoe ga liat bagaimana anak Mamih sangat sedih melihat Ayoe bebaring seperti ini. .apa lagi harus menerima kenyataan kalau anak yang kalian tunggu² pergi sebelom mengenal kalian sebagai orang tua nya.."


"Bangun sayang..Kami semua menunggu Ayoe.." Ucap Mamih dengan mengelus kepala Ku dan sambil terisak karna sedari tadi menahan untuk tidak terlihat sedih di depan si Es batu.


__ADS_2