
"Bisa kalian jelaskan..!?" Ucap Kepala Desa pada Ku dan si Es batu.
Setalah mendengar apa yang Bapak2 ceritakan melihat Kita di rumah kosong itu.
"Pak apa yang Bapak2 pikir ini semua nya salah, Kita ga melakukan apa pun karna kondisi Adik Saya ini Hipotermia akhir nya Saya melakukan skin to skin agar Adik Saya ini ga mati kedinginan.." Ucap pembelaan si Es batu.
"Iya Pak lagian Ayoe juga ga mungkin lakuin semua yang Bapak2 tuduhkan ini, kalau Bapak ga parcaya Bapak bisa panggil Bapak Saya untuk datang ke sini karna Saya tinggal 2 Desa dari sini.." Tambah Ku agar mereka mau memanggil Ayah karna hanya Ayah satu2 nya orang yang bisa membantu Kita.
"Ga bisa begitu Pak Kades. .mereka ini sudah berjinah di Desa Kita dan itu bisa bawa malapetaka.."
"Iya. .lakukan saja hukuman seperti biasa nya agar mereka kapok.." Ucap Bapak2 itu masih dengan marah dan ga percaya dengan penjelasan Kita ber2.
"Ga..ga Pak Ayoe ga mau kililing Desa tanpa Pakaian.." Ucap Ku panik langsung setela mendengar mereka mau Kita ber2 di hukum dengan hukuman yang Bapak2 sempat bilang tadi di rumah kosong itu.
"Kalau kalian ga mau keliling Desa tanpa pakaian berarti kalian mau di Nikahkan.."Jelas Pak Kades pada Ku dan si Es batu.
"Apa.. menikah.." Ucap Ku syok.
"Aku menikah dengan si Es batu. .ga..ga..walau pun sekarang si Es batu sikap nya udah berubah tapi tetep aja Kita ber2 ga ada hubungan apa2 apalagi perasaan..." Ucap Ku dalam hati dengan kepala menjadi sakit membayangkan nya.
Seketika Aku pun ga sadarkan diri.
______________
__ADS_1
"Ayoe...bangun Yoe.." Ucap anak Pak Kades membangunkan Ku.
Saat Ku membukan mata ada istri dan anak Pak Kades yang menemani Ku di dalam kamar entah kamar siapa ini.
"Ayo minum dulu Nak. .di bantu minum Las itu Mba nya.." Ucap Bu Kades meminta anak nya agar membantu Ku minum karna melihat Ku masih syok.
Hikhhh..
Hikhhh..
"Sudah jangan menangis mungkin dengan Takdir seperti ini kalian Menikah Nak.." Nasehat Bu Kades pada Ku sambil memeluh Ku agar Aku tenang.
"Lagian tadi si Mas nya jelasin semua nya tapi warga sini tetap ga bisa terima dan akhir nya si Mas nya memilih untuk di Nikahkan saja tapi dengan syarat minta Ayah Nak Ayoe nya datang.."
Si Es batu akhir nya menelphon Ayah dan mejelaskan semua nya. Bagaimana tanggapam Ayah tentu saja kaget dan bilang akan segera datang.
Hikhhh..
Hikhhh..
Hikhhh...
Aku ga bisa bilang apa2 selain nangis karna memikirkan nasib Ku yang sebentar lagi akan Nikah dengan orang yang ga pernah Ku bayangkan sebelumnya akan menjadi suamy Ku.
__ADS_1
"Ayoe..." Panggil si Es batu pelan pada Ku.
"Kaka.." Balas Ku langsung lari memeluk nya masih dengan menangis.
"Udah sekarang kalian bicara dulu, Ibu mau ambilin untuk kalian makan tapi pintu nya jangan di tutup ya. .kalian belom sah.." Ucap Bu Kades menyuruh Kita ber2 bicara.
"Kaka Ayoe ga mau keliling Desa tapi Ayoe juga ga mau Kita Nikah.."
"Kita kan bukan pasangan apa lagi ada perasaan. .gimana cara nanti Kita jalanin nya dan lagi Kaka janji untuk Nikahi Ka Aurel.."
"Ayoe ga mau jadi perusak hubungan orang.." Ucap Ku keluarkan semua yang ada di pikiran Ku.
"Dengar..."
"Mau ga mau Kita Nikah dari padi Kita keliling Desa tanpa pakaian dan itu Kita mengelak lagi karna itu udah hukum yang berlaku di Desa ini.." Ucap si Es batu pada Ku.
"Kita memang ga ada hungan apa tapi Kita sudah cukup lama saling mengenal dan mengenai perasaan. .seiring berjalan nya waktu semua nya akan datang dengan sendiri nya.."
"Mengenai Aurel biar jadi urusan Kaka tapi yang jelas buat Kaka Nikah itu sekali seumur hidup.."
"Sekarang terpenting Kita meNikah aja dulu agar warga sini ga marah sama Kita setelah itu baru Kita membicarakan mau bagaimana kedepan nya.." Jelas si Es batu pada Ku sambil menatap Ku dengan tersenyum.
"Terserah kalau Aku di bilang egois karna Kau merasa senang, entah mungkin ini Tuhan berikan rencana ini agar Aku menikah Kamu tapi dengan cara apa pun itu Aku sangat senang karna sebentar lagi Kamu jadi milik Ku.." Ucap si Es batu dalam hati karna memang dari pertama sudah menyukai Ayoe.
__ADS_1