Regalius Ace {R.A}

Regalius Ace {R.A}
Chapter 3(Kunjungan)


__ADS_3

Chapter 3


{kunjungan}


Kami pulang ke tempat penginapan. Aku bilang


kepada Krusya bahwa aku akan tidur dengan El-kun. Dia pun menerimanya, seperti


biasa aku mengajak berbincang-bincang dengan El-kun sebelum kami tidur. Hingga


Akhirnya kami tidur. Aku bermimpi kejadian tadi pagi saat El-kun memeluk tubuh


ku, tapi ada yang berbeda dalam suasananya. Ini bukan kejadian tadi pagi. Ini


seperti yang sudah sangat lama terjadi. “maafkan aku Irisyviel. Semoga kamu


dapat bahagia nantinya” Aku di peluk olehnya dan dia meminta maaf padaku. Aku


sangat sedih dan tak kusadari aku bangun dari tidur ku.


Aku lihat El-kun tidak ada disampingku. Aku


sangat gelisah. Apa mungkin dia pergi meninggalkan ku. Berarti tadi yang dia


katakan terjadi bahwa kami berpisah. Oh tidak. Aku langsung berdiri dan berlari


mencari dia sambil berteriak memanggil namanya. Ketika aku akan keluar dari


pintu. El-kun masuk dan berhadapan dengan ku. “ oh Irisyviel kamu sudah bangun.


Tunggu sebentar ya masakannya belum matang jadi tunggu di ruang tamu, oh ya


bangunkan juga Krusya-san. “ kata dia dengan berjalan menuju dapur. “El-kun...”


kata ku sambil memeluk dia dengan menangis. “eh kenapa kamu Irisyviel menangis


begitu.?” Tanya El-kun yang kebingungan.


“hmm tadi aku bermimpi bahwa kamu memeluk ku


dan memina maaf padaku lalu mengatakan agar aku bahagia nantinya serta


meninggalkan ku. “ jawab ku dengan menangis. “ eh, itu hanya mimpi Irisyviel,


tak perlu terlalu di fikirkan, dan juga jika aku meninggalkanmu, nanti aku di


pecat oleh bosku. Jadi kamu lebih baik tak perlu terlalu memikirkannya, ayo


kita makan saja. “ balas dia dengan tersenyum dan menenangkan ku serta mengajak


ku untuk makan. Aku pergi membangunkan Krusya untuk mengajak nya sarapan. Kami


semua duduk bersama lalu makan.


“hwuaahh aku kira kamu tidak bisa masak


Elusyan-kun, ternyata masakan mu enak sekali, bahkan mengalahkan masakan koki


di penginapan disini. “ kata Krusya dengan lahap serta memuji masakan El-kun,


aku makan dan sangat setuju dengan Krusya. Aku tak menyangka masakan nya akan


senikmat ini, bahkan dibandingkan dengan masakan ku, masakan ini jauh lebih


nikmat. Setelah makan kami pun bersiap-siap untuk pulang.


Akhirnya


kami pulang dari liburan kami. Setelah sampai di tempat tujuan kami berpisah,


lalu El-kun mengantarku pulang dan berpisah setelah aku sampai di rumahku.  Hmm aku sangat senang sekali selama liburan


kemarin, banyak yang telah terjadi diantara ku dengan El-kun, dan aku merasa


lebih dekat lagi dengannya.  “ Irisyviel,


kamu sudah pulang. Ayo kita makan bersama, semuanya sudah menunggu. “ kata


Ibuku mengajak ku makan bersama.


“iyaa


ibunda.. aku datang” jawab ku dengan semangat. “hmm sepertinya kamu sedang


bahagia sekali Irisyviel.” Kata ayahku dengan membuka pembicaraan. “hm iya aku


senang sekali. Ayahanda. “ jawab ku dengan senyum bahagia. “ hmm memangnya apa


yang membuatmu bahagia Irisyviel.? Ibunda sangat penasaran .” kata ibu ku. “


iya benar Ayahanda pun jadi penasaran sekali. “ kata ayahku dengan penasaran. “


paling juga karena pria yang selalu difikirkan oleh Irisyviel-nee sama kan.?”


Balas adik ku dengan santai.


“hohoh. Apa


benar Irisyviel.? Apa kamu sekarang sedang tertarik dengan seorang pria.” Goda


dari ibuku. “apa.? apa  Kamu sudah


memiliki seorang pria Irisyviel.?” Kata Ayah ku.” Eh, tunggu dulu ayahanda


ibunda. Anoo, hmm, sebenarnya aku, hmm bagaimana ya menjelaskan nya.. hmm.


Sebenarnya aku sudah memiliki kekasih.” Jawab ku dengan sangat malu serta


gugup. “ apaaa..? “ jawab mereka dengan sangat terkejut.


 “he.he.he. ti-tidak mungkin seorang Irisyviel-nee


sama  yang pemalu bahkan tidak terkenal


di kalangan para pria memiliki seorang ke-keka-kekasih. Ini mimpi kan, iya


pasti mimpi. “ kata adiku dengan gugup serta mengeluarkan aura depresi.


“seperti apa orang nya Irisyviel.? Ibunda dan ayahanda sangat penasaran.


benarkan sayang” Jawab ibuku. “ oh iya , ayahanda sangat penasaran.” Balas


ayahku. “hmm. Baiklah jika kalian memaksa. Dia bernama Elusyan Vin Gabriielin.


Dia itu sangat tampan, keren, dan yang terpenting dia sangat baik hati. Aku


sangat bahagia sekali.“ jawab ku dengan dengan wajah yang sangat bahagia


“hmm oh ya


bagaimana dengan keluarga nya.” Tanya ibuku. “ hmm aku lupa menanyakan nya.


jadi aku tidak tahu. Oh ya dia bekerja di sebuah tempat makan daerah sini. Dia


itu tipe pria yang sangat bekerja keras. Aku sungguh bangga dengannya.” Jawab


ku dengan menjelaskan tentang El-kun serta tempat kerjanya kepada keluarga ku.


“ayahanda


dengan Ibunda ingin bertemu dengannya, apa kamu bisa mengajaknya kesini.?”


Tanya ayahku. Akh benar juga, kenapa aku tidak berfikir sampai kesana.


Seharusnya bukankah bagiku seorang wanita dari keluarga bangsawan mengajak


serta mengenalkan kekasihnya kepada keluarga ku terutama kepada ayahku dan


ibuku. Mengapa aku baru sadar, oh tidak. Perkataan yang bagus ayahanda. Aku sangat


berterima kasih. ”Hm baiklah. Aku akan mengajak dia ketika selesai bekerja dan


mengenalkan kepada kalian ayahanda,ibunda.” Kata ku.


Ke esokan


harinya aku bergegas ke tempat kerja El-kun. Setelah sampai seperti biasa aku


masuk ke ruangan dia lewat belakang. Akkhh baru 4 hari aku tidak kesini tapi


seperti 4 bulan tidak kesini. Seperti biasa aku memasakan makanan untuk nya.


setelah masuk istirahat, El-kun masuk ke ruangannya dan makan masakan yang


telah aku buat, kami makan bersama. ”Neee El-kun aku punya permintaan. Apa kamu


mau mendengarkan.?” Tanya ku pada nya. “ hmm iya ada apa Irisyviel.?” Jawab


El-kun.


“hmm begini


El-kun, keluarga ku terutama ayah dan ibu ku ingin bertemu dengan mu. Jadi


apakah kamu bisa datang ke rumahku sehabis bekerja hari ini. “ Tanya ku


padanya. “ hah.? Hari ini.? Ada apa.? Mengapa ingin bertemu denganku.?” Jawab


nya dengan terkejut. “ sebenarnya kemarin aku bercerita tentangmu kepada


keluarga ku dan mereka ingin bertemu dengan mu secepatnya, lalu aku berkata iya


serta akan mengajakmu hari ini setelah pulang dari kerja heheh” jawab aku


dengan senyum.


“hhmm


baiklah. Nanti setelah bekerja aku akan kesana, tapi aku tidak punya pakaian


yang pantas untuk ke tempat tinggal seorang bangsawan. “ jawab nya dengan


malas. Waahhh dia setuju. Oh ya aku ingat semua permintaan ku kan selama ini


dia setujui terus. “ hhmm tidak apa-apa kok memakai pakaian biasa juga. Di


keluarga ku tidak terlalu memetingkan sebuah status dan tingkat sederajat nya


orang lain. Jadi kamu tak pelu terlalu memikirkan nya.” kataku dengan tersenyum


kepadanya.


Kami pun

__ADS_1


sampai di rumahku dan kami mulai masuk kedalam.” Ayahanda, ibunda aku pulang


bersama El-kun” kata ku dengan memanggil mereka. “Irisyviel-nee sama selamat


datang. “ kata adiku menyambut aku pulang. “oh El-kun perkenalkan ini adiku, Syriel


Vallerya Tsuya. Dan Syriel-chan ini yang kakak bicarakan kemarin,


Elusyan Vin Gabriielin.“ kata ku memperkenalkan mereka berdua.” Hhmm jadi ini


orang yang di sukai oleh kakak ku, hem ternyata hanya manusia biasa, tak ada


yang membuat istimewa, lalu mengapa kakak ku sampai jatuh cinta kepada makhluk


seperti ini” dalam fikiran Syriel. “salam kenal Syriel-chan.“ El-kun


memperkenalkan dirinya dengan senyum ramah. “eeh iya


salam kenal juga El-nii sama.” Balas adik ku. “ eehhh tunggu dulu mengapa aku


menyebutnya seperti itu, bukankah aku tidak suka kepada orang ini, dan ketika


aku mengatakan dengan sebutan itu seperti aku menyetujui dan menganggap dia


seperti kakak ku, hwaaah apa yang terjadi denganku, dan juga mengapa dia senyum


ada yang aneh dalam diriku. “ dalam fikir Syriel. “ oh kamu ternyata sudah


pulang Irisyviel.” Kata ibuku dengan datang menyambutku .



perkenalkan ini ibunda ku Virchel Vallerya tapi karena menjadi


istri ayahku maka namannya ditambahkan dengan Tsuya, jadi Virchel Vallerya Tsuya. Ibunda


ini Elusyan Vin Gabriielin. “ aku saling memperkenalkan ibuku dan El-kun” salam


kenal nyonya Vallerya-san.” Kata El-kun dengan memperkenalkan dirinya. “ waaahh


sopan sekali. Kamu tidak perlu sesopan itu. Biasa saja.” Jawab ibuku dengan


tersenyum. “maaf aku tidak bisa melakukannya, karena aku sedang berhadapan


dengan keluarga bangsawan.” Jawab El-kun dengan membungkuk kan tubuh nya. “kamu


seperti nya mengerti akan etika kebangsawanan. Tapi kamu tidak perlu


sebegitunya juga, karena kamu bukan kah sudah dekat dengan anak ku, jadi kamu


sudah kami sekeluarga anggap seperti anak sendiri.” Balas ibuku. “itu tidak


mungkin nyonya vallerya-san, aku hanya lah seorang rakyat jelata, dan tidak


mungkin bersikap biasa kepada bangsawan yang terpandang terhormat seperti


anda.” Balas El-kun. “hmm kamu sepertinya belum mengerti tentang semua sikap


serta sifat semua kalangan bangsawan. Di kalangan bangsawan ada yang menjunjung


tinggi tentang kehormatan serta status dan juga derajat antar makhluk. Tapi ada


juga yang tidak menyukai nya bahkan ada yang menganggap semua itu setara dan


tidak ada perbedaan. Seperti keluarga kami ini. Jadi jika kamu bersikeras


seperti itu, kami akan merasa terhina karena secara tidak langsung kamu telah


menyamakan kami dengan kalangan bangsawan lainnya. “ jawab ibuku dengan bijak.


“oh maafkan


aku nyonya Vallerya-san, aku tidak bermaksud seperti itu.” Balas El-kun meminta


maaf. “ hwuaah dia ternyata mengerti etika dalam berhadapan dengan kalangan


bangsawan, kukira dia hanya lah seorang lelaki yang tidak memiliki etika serta


kasar” dalam fikiran Syriel. “baiklah saya maaf kan. Jadi jangan mengulangi nya


lagi ya Elusyan-kun.” Balas ibuku. “baik nyonya Vallerya-san. “ balas El-kun. “


ayo kita makan malam bersama, semuanya telah menunggu “ kata ibuku dengan


mengajak kami berdua.


Akhirnya


kami makan berdua dan berbincang-bincang. ”Oh ya perkenalkan ini ayahanda ku,


namanya Deriosha


Vinchent Tsuya, dan ayahanda, ini pria yang aku bicarakan kemarin


namanya Elusyan Vin Gabriielin.” kata ku mengenalkan ayahku dan El-kun  “salam kenal tuan Vinchent-sama” kata El-kun


memperkenalkan diri. “hmm jadi


seperti dikatakan istriku, kamu mengerti tentang etika dalam berhadapan dengan


seorang bangsawan, bahkan kamu membedakan dalam penyebutan dengan kepala


keluarga bangsawan. Tapi kamu sudah mengerti apa yang sudahh dikatakan oleh


karena kami adalah bangsawan jadi bersikap biasa saja, apalagi kamu kenal dekat


dengan anak ku.” Balas ayahku dengan meminta kepada El-kun. “baiklah tuan


Deriosha-san. Terima kasih.” Jawab El-kun.



Elusyan-kun, kamu panggil aku ayahanda saja dan istriku dengan panggilan


ibunda” kata ayahku, “ hah.? A-apa maksudnya ayahanda berkata seperti itu.”


Kataku dengan gugup serta malu. “ itu benar sayangku, kita tidak bisa meminta


Elusyan-kun memanggil kita seperti itu karena dia harus melakukan sesuatu


seperti halnya pernikahan dengan anak kita. Bukankah begitu Irisyviel.?” Kata


ibu ku dengan memandang wajah ku..” hwuaaahh a-apa maksudmu Ibunda.. waahh..”


jawab ku dengan terkejut Dan berteriak.


Aku melihat


wajah El-kun. Akh dia terlihat tenang, apakah dia setuju. Hwuaahh aku jadi


salah tingkah, tapi kan ini tentang nikah, hhmm keluarga ku telah setuju, jadi


tinggal menunggu jawaban dari El-kun mau apa tidak, jika dia mau, berarti kita


tinggal menikah secepatnya. Whuuaah apa mungkin aku akan menikah dengannya


secepatnya. aku ingin sekali. Nah El-kun cepat jawab iya. aku mohon. “ maaf pak


Deriosha-san, ibu Virchel-san. Aku masih belum bisa menjawab nya. karena kalian


belum mengenalku. Jadi aku minta maaf.” Jawab El-kun meminta maaf.


Tidaakk..


mengapa kamu tidak bilang iyaaa El-kun. tapi tunggu dulu, dia bilang belum.


Berarti dengan kata lain. Hmm, dia ada niat untuk menikah denganku. Hwuaaahh


bahagia nya.. “ hmm jadi begitu ya, tapi menurutku itu jawaban yang paling


sempurna, karena jika kamu berkata tidak, kami akan memaksa mu untuk menjauhi


Irisyviel, tapi jika kamu bilang mau maka kami akan curiga dan akan mengawasi


mu.” Jawab ayahku. “Jadi Elusyan-kun, bagaimana kabar orang tua mu. Apa kah


baik-baik saja.?” Tanya ayahku.


“aku tidak


memiliki orang tua, akan tetapi aku memiliki orang yang telah mengasuh ku


hingga saat ini, dia seorang dari Ras Vampire, namanya Krusien Van Stockhelmp. Tapi beliau tidak sedang tinggal denganku.


jadi Kampung halaman ku bukan disini. Aku asli dari wilayah pedalaman terletak


di daerah Kairash yang berada di kekaisaran Volust . aku hidup hanya


berdua dengan orang tua asuhku. Aku dilatih oleh beliau serta aku dititipkan


tempat pelatihan anak olehnya.” Kata El-kun memberikan penjelasan. “hmm


sepertinya kamu anak yang mudah mengerti dari maksud seseorang, kukira


Irisyviel tidak salah dalam menemukan pria yang di cintai nya. Kamu sangat


pandai serta tanggap, aku sangat tertarik. Hahahah.. “ kata ayahku dengan


tertawa. “hmm tapi kota itu jika tidak salah saat ini sedang dalam masalah


ya,?” Tanya ibu ku.” Iya benar sekali Virchel-san. Semenjak pergantian kaisar


di tempat sana banyak anak-anak serta rakyat yang kesusahan dan kelaparan. Maka


dari itu aku berusaha untuk mencari uang agar ayahku disana tidak kesusahan,


aku ingin membantu sekuat tenaga ku setidak nya agar dapat membalas jasanya


padaku..” jawab El-kun.


“hmm kasian


nya. kami sangat terharu padamu, kamu sangat peduli serta sayang sekali pada


orang tuamu. Di saat ini pun kamu sudah bekerja keras untuk mencari uang, “


balas ibuku. “pantas saja kamu menjadi salah satu murid terbaik di kelas 10


saat ini. Kini aku baru tahu motivasi mu apa. Dan aku sekarang mengerti mengapa


kamu sampai bekerja disana. jika tidak salah kamu bekerja disana karena masalah


tidak memiliki tempat tinggal ya.?” Tanya ayahku pada El-kun.

__ADS_1


”Iya benar.


Aku bekerja disana bukan hanya untuk mendapatkan uang, tapi tempat tinggal


juga. Aku juga sudah mengatakan pada Irisyviel mengapa aku hanya fokus berusaha


untuk mendapatkan uang, karena aku memiliki tanggungan yang harus aku pikul.”


Jawab El-kun dengan menjelaskan. “hhmm bagaimana jika kamu tinggal disini saja.


Dan bekerja disini. biarkan kami membantu kamu juga” balas ayahku


“sebelumnya


aku sangat berterima kasih atas perhatian serta kepedulian kalian, akan tetapi


maaf sekali aku tidak bisa menerimanya. Aku tidak ingin menjadi seorang pria


yang terlihat seperti memanfaatkan orang lain demi kepentingannya sendiri,


selama aku masih bisa berjuang dan berusaha aku tak ingin di kasihani bahkan di


mudahkan dalam melakukan pencapaian sesuatu. Jika aku menerima semua bantuan,


yang aku takutkan nanti orang lain akan salah paham dan mengira sesuatu yang


buruk pada kalian.


Apalagi


saat ini status bangsawan di mata masyarakat saat ini sedang buruk. Jadi jika


aku diperbolehkan untuk meminta. Aku minta bagaimana jika sesuatu yang ingin


kalian berikan padaku lebih baik berikan kepada masyarakat yang lebih


membutuhkan termasuk tempat tinggal serta pekerjaan. Sebelumnya aku minta maaf


sekali lagi” kata El-kun dengan meminta maaf pada orang tua ku.


Suasana pun menjadi hening dan semua mata


memandang El-kun. El-kun merasa kebingungan. “ maaf apakah aku telah mengatakan


sesuatu yang salah.?” Tanya El-kun dengan wajah yang bingung.” Tidak


Elusyan-kun tidak sama sekali, hanya saja aku pertama kali ini mendengar


perkataan seperti itu di hadapanku. aku tak mengira bahwa kamu sangat berani. “


jawab ayahku dengan memuji El-kun.


” Maaf jika aku berkata lancang.” Kata El-kun


sambil meminta maaf. “ sudah kubilang tak ada yang perlu kamu minta maafkan.


Kamu benar. Jadi tak perlu seperti itu.“ kata ayahku dengan menegur El-kun.


“Elusyan-kun, ada sesuatu yang ingin aku beritahu. Sebenarnya ini sangat


rahasia dan tentu saja hanya keluarga bangsawan Tsuya saja yang boleh


mengetahuinya.


Tapi karena aku dan istriku sudah putuskan


bahwa kami ingin sekali membawa mu masuk kedalam keluarga ini, maka dari itu


ada yang ingin aku beritahu, kamu sebaiknya tak memberitahu kepada siapapun


juga. Apa kamu mengerti, jadi kemarilah. Kalian lanjutkan makan nya. aku dan


Elusyan-kun akan berbicara empat mata. “ kata ayahku dengan wajah yang serius


sambil mengajak El-kun. mereka berdua pergi keluar


“sebenarnya. Kami ini memiliki masalah dengan


keluarga bangsawan di negeri lain bahkan di negeri ini juga, penyebab nya


adalah kami membangun sebuah ladang usaha, dan seluruh pegawai nya hanya di


perbolehkan dari orang-orang tidak mampu serta yang sangat membutuhkan. setelah


memberikan semua kemudahan ini bagi mereka, mereka pun semakin banyak yang


sejahtera dan bahagia.


Tak jarang pula dari mereka berhenti untuk


membuka usaha yang lainnya dan sama seperti kami untuk membuka lapangan


pekerjaan bagi yang sangat membutuhkan, akan tetapi, di karenakan hal seperti


ini terjadi, banyak pihak yang sangat dirugikan, seperti para bangsawan


membenci melihat para rakyat jelata yang bahagia dan sejahtera, para pedagang


budak yang merasa seperti dirugikan, karena beberapa budak di beli oleh


orang-orang yang bukan dari kalangan bangsawan dan bisa membuat mereka terputus


dari hubungan dengan kalangan bangsawan, dan yang paling parah adalah banyak


yang mengira bahwa aku dan apa yang keluarga ku lakukan adalah untuk membuat


perhatian pihak kerajaan melihat kami.


Jadi seakan-akan kami akan di jadikan anggota


kerajaan ini. Yang terkena dampak nya adalah anak ku Irisyviel yang pernah


diculik oleh anggota tak bertanggung jawab, sebenarnya banyak upaya yang telah


melibatkan pada anggota keluarga ku. serta yang sangat parah adalah yang telah


terjadi pada Irisyviel 5 tahun lalu yang membuatku serta keluarga ku kehilangan


kabar tentang nya selama 2 tahun. Aku semakin gelisah dan khawatir, untung saja


aku memiliki keluarga yang selalu tegar serta selalu mendukungku.


Setelah kamu mendengar semua ini hanya 1 yang


kuminta padamu, yang aku mohon padamu Elusyan-kun. Aku sangat memohon padamu


tolong jaga putri tercinta ku. Karena dia sudah dewasa dan sudah waktunya dia


untuk memiliki keluarga baru untuk meneruskan keluarga bangsawan ini yang hidup


untuk menolong orang lain. Aku mohon padamu” permohonan yang terucap dari ayah


Irisyviel. Aku sebenarnya sangat terkejut mendengar semua ini. Aku memang ingin


melindungi mereka bahkan ayahnya hingga meminta mohon padaku. Tapi sebaiknya


aku menerima dengan sungguh-sungguh karena sudah kewajiban ku untuk melindungi


Irisyviel karena aku harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi 2 tahun yang


lalu.(dalam fikir Elusyan) “baiklah Ayahanda akan aku terima. Aku akan terus


bersama dia dan selalu menjaganya hingga dia sudah tidak ingin bersamaku lagi.


Aku berjanji.” Jawab Elusyan dengan berjanji di hadapannya.” Oh benarkah.


Terima kasih banyak Elusyan-kun. dan terima kasih juga telah memanggilku dengan


sebutan ayahanda. “ balas ayah irisyviel dengan senyum bahagia.


Aku melihat adik ku Syriel sedang melamun dan


terdiam.”Ada apa Syriel-chan.? Apa ada sesuatu yang menganggumu.?” Tanya ku


sambil menegur dia. “ oh tidak ada apa-apa Irisyviel-nee sama. Hanya saja aku


terkejut ternyata rakyat jelata seperti orang itu dapat mengatakan hal yang


seperti itu juga. Hehhehe. “ jawab Syriel. “ ada apa ini.? Mengapa aku jantung


ku semakin berdegup kencang setelah mendengar orang itu katakan, entah kenapa


aku sangat mengaguminya bahkan dia terlihat sangat keren” dalam fikir Syriel.


”Hmm sepertinya kamu harus berhati-hati


Irisyviel. Kamu memiliki rival. Hahahah..” kata ibuku dengan melihat ku serta


memandangi Syriel. “a-apa yang ibunda katakan.?” Syriel menjawab dengan kesal


dan marah. Hmm apa mungkin Syriel.. akh tapi tidak mungkin, dia itu dari dulu


tak pernah menyukai pria, bahkan sangat membencinya. Akhirnya El-kun kembali


bersama ayahku.” Oh kalian sudah kembali. Apa sudah selesai.?” Tanya ibuku


kepada mereka berdua. “ oh sudah selesai. Oh ya Elusyan-kun apa kamu mau


menginap.?” Jawab ayahku dan bertanya kepada El-kun. Hah menginap. Bagaimana


ini, jika dia menginap, aku pasti ingin tidur bersamanya tapi sedang ada orang


tuaku dan adik ku di rumah, nanti mereka akan marah jika aku ketahuan tidur


bersama El-kun.


Hwaahh tapi aku ingin dia menginap. ”Terima


kasih atas tawarannya, tapi maaf sekali aku tidak bisa menerimanya Ayahanda.


Aku akan pamit pulang saja. Selamat malam Ayahanda,Ibunda, terima kasih atas


semua nya. aku pamit pulang”  kata El-kun


mengucap salam pada keluarga ku, tunggu dulu, tadi dia bilang ayahanda, ibunda.


Apa mungkin dia sudah setuju dengan keinginan mereka. Dengan kata lain, dia


setuju untuk menikah dengan ku, hhwwuaaah aku senang sekali . terima kasih


ayahanda tercintaku. ”Sering-seringlah mampir kesini ya” kata ibuku. “baiklah


Ibunda, nanti kapan-kapan aku kesini lagi. Selamat malam.” Kata El-kun pamit

__ADS_1


pulang dan pergi.


__ADS_2