
Chapter 2 {Kehidupan
Sekolah}
Setelah berbincang dengan wanita
tadi aku kembali kelas dan pelajaran dimulai. Pelajaran pun sudah selesai dan
waktunya pulang , ketika sampai di depan gerbang sekolah, wanita elf yang tadi
pagi sedang menunggu seseorang, mungkin dia sedang menunggu untuk dijemput, aku
pura-pura tidak melihatnya dan mencoba untuk meninggalkan dengan jalan cepat,
akan tetapi ketika sampai di depan dia, dia memanggilku.” El-kun tunngu
sebentar(menyapa serta menghampiri Elusyan)” kata dia” ada apa
Vallerya-san.?(menoleh kearahnya)” Tanya
ku padanya.“anooo, apa kita bisa pulang bersama.?(raut wajah dan nada malu)”
Jawab nya sambil memegang lenganku.
“maaf, Vallerya-san. bukankah kamu
seharusnya dijemput oleh orang tua mu,.?” Balas ku padanya.“ya memang ayahku
menyuruh pengawal nya untuk menjemputku, tapi aku meminta kepada ayahku untuk
tidak perlu menjemputku, karena aku ingin pulang bersama teman baruku, jadi aku
tak di jemput, maka dari itu, apa kamu mau menemaniku untuk pulang.?” Jawab dia. apa teman baru.? Bukankah dia
mengatakan bahwa tadi pagi aku dianggap orang asing baginya.?(Dalam benak
fikirku) “hmm, baiklah jika begitu(senyum malas)” jawab ku
Kami pulang berdua. diperjalanan
seperti biasa wanita ini memegang tanganku dan banyak orang yang memperhatikan
kita, meskipun dia menganggap bahwa aku menemani nya pulang, tapi aku tak
berfikir demikian, justru aku menganggap bahwa diriku ini sedang mengantarkan
seorang anak kecil pulang kerumahnya. disaat perjalanan dan suasana sedang
sepi, tiba-tiba dia mengajak berbicara padaku “anoo El-kun, aku punya
permintaan..” kata dia “ iya ada apa Vallerya-san? (menoleh ke arah nya)” jawab
ku. padahal dalam fikirku mungkin wanita ini akan meminta sesuatu yang aneh
lagi.
“tolong panggil nama ku dengan
Irisyviel saja(raut wajah memohon).” Jawabnya “baiklah,hehe Irisyviel-san
(senyum terpaksa)” balasku. “hmph(mengembungkan pipi).tak perlu menggunakan
–san El-kun”jawab dia. aku harus bagaimana, tapi yasudahlah aku ikuti saja,
daripada nanti dia meminta hal yang aneh lainnya. “hhmm iya Irisyviel(tersenyum
malas)” jawabku.
Ketika diperjalanan pulang,
tiba-tiba terdengar seorang wanita yang berteriak sangat keras, aku pun
langsung berlari menuju ke arah suara teriakan itu, akan tetapi Irisyviel
mengatakan bahwa jalan yang aku ambil salah, awalnya aku tak percaya dengannya,
akan tetapi untuk memastikan aku menengok ke arah dia, oh ternyata dia
menggunakan skill Eagle Eyes. Dimana skill itu bisa melihat dan dapat
menembus apapun kecuali jika dihalangi oleh pelindung sihir.
Saat aku melihatnya aku pun percaya,
aku pergi mengikuti intruksinya,ketika sampai di tempat muncul nya teriakan itu,
ternyata ada monster yang menyerang warga. Monter itu adalah Sirius sejenis
monster kelelawar, menurut ku ini termasuk monster rendah, aku langsung
menyerang nya dengan kekuatan fisik ku, karena aku tak perlu menggunakan sihir
untuk menghancurkan monster ini.
Ketika aku akan menyerang monster
itu, tiba-tiba ada senjata sihir hampir mengenai ku, aku langsung menghindar
dan waspada dengan hati-hati jika ada musuh yang lain, karena aku yakin pasti
ada musuh yang menggunakan monster tingkat rendah ini sebagai umpan dan target
utama nya adalah para siswa akademi sihir. Tapi aku terkejut karena serangan
tadi telak mengenai monster itu, apakah mungkin dia salah sasaran? Tapi
seharusnya seorang yang menargetkan siswa akademi sihir ini haruslah orang yang
memiliki skill maupun kemampuan yang tinggi dan teliti, tidak mungkin ada
kesalahan seperti yang fatal ini, aku penasaran dan mencari tahu dimana letak
serangan itu. Ketika aku mencari, tiba-tiba Irisyviel menghampiri ku sambil
membawa senjata nya.
”Anoo. Irisyviel apa kamu tadi
menembak senjata ke arah monster itu.(senyum kesal)?” Tanya ku padanya.“ iya
El-kun, apa kamu baik-baik saja.?” Jawab nya. “ anoo, Irisyviel,kenapa kau
lakukan itu.? apa kamu tahu bahwa senjata itu hampir membunuh ku.?” Balas ku “bukan El-kun aku serius ingin
membantumu,(wajah merengek) aku lihat kamu akan diserang monster itu dan kamu
tidak menggunakan senjata bahkan sihir untuk menghadapi nya, jadi aku berniat
menolongmu (tertunduk hendak menangis) .” jawab nya.
oohh. sungguh baik sekali, menolong
seseorang dengan mencoba membunuhnya “Irisyviel aku bisa mengalahkan monster
itu tanpa menggunakan sihir bahkan hingga harus menggunakan senjata, tapi
terima kasih atas pertolonganmu, jadi tolong tenanglah,(mencoba
menenangkannya)” jawab ku
Setelah itu kami pergi menuju rumah nya Irisyviel, wanita tadi yang kami
tolong berterima kasih dengan memasang wajah yang aneh. Wajar saja bagiku,
karena ada orang sedang bertarung tiba-tiba temannya menembak teman sendiri
karena ingin menolong dari monster yang lemah. Akhirnya tiba juga aku di
rumahnya Irisyviel, aku berpamitan padanya dan pergi pulang.
ketika ke esokan harinya. aku duduk sambil memandang luar jendela dengan
perasaan yang tenang, saat sedang nikmat nya menikmati ketenangan, tiba-tiba 2 makhluk
pengacau menghampiriku. “eh kau. jika tidak salah, nama mu Elusyan-san kah.?”
kata seseorang warbeast yang inigin berkenalan denganku. “Maaf, siapa ya.?”,,
jawab ku “haahahhah (tertawa dengan memegang kacamata) memang sepertinya anjing
kampung sepertimu sama sekali tidak terkenal” kata dari penyihir disebelahnya.
“maaf, anda juga siapa?.” Tanya ku, “haahahah(tertawa keras dengan menunjuk ke
arah penyihir) ternyata kamu tidak terkenal sama sekali. Hahah. wajar sih tidak
kenal dengan mu, siapa juga yang mau kenal dengan penyihir gagal seperti
mu,hahah.” balas nya warbeast.
mereka pun bertengkar dan aku duduk kembali sambil memandang luar
jendela dan mencoba mencari ketenangan kembali tanpa memperdulikan mereka.
Ketika mereka sedang asik dengan pertengkaran mereka, tiba-tiba ada wanita yang
berteriak kepada mereka. “hei kalian berdua. Tolong hentikan. Bukankah kalian
menghampiri Eluchhi karena ingin memperkenalkan diri kalian kepadanya.?”kata
seseorangan,aku pun memalingkan wajahku, ketika aku melihat siapa yang
berteriak tadi ternyata adalah wanita yang memberi nama panggilan aneh ku.
Kedua makhluk yang sering bertengkar pun berhenti dan mulai menatapku. “
maaf atas sikapku. Perkenalkan namaku adalah Aldeis Virussia, panggil saja
Aldeis, ok.” seorang warbeast yang memperkenalkan dirinya sambil megedipkan
matanya. “ salam kenal juga, namaku Elusyan Vin Gabriielin.” Jawab ku dengan
mengangkat tanganku untuk mengajak bersalaman padanya. Kita pun bersalaman. “
oh perkenalkan, namaku Dominika Grillius” kata seorang lelaki
penyihir yang mencoba bersalaman denganku. “ oh salam kenal juga.” Jawab ku
sambil menjabat tangannya. Padahal aku tidak ingin mengetahui dan mencoba akrab
__ADS_1
dengan mereka.
Kami pun duduk dan pelajaran dimulai. Seperti biasa setiap pulang dan
berangkat sekolah, aku berangkat Bersama dengan Irisyviel, padahal aku tidak
ingin berdekat-dekatan dengannya lagi. Sudah 1 bulan aku telah menjalani
kehidupan di akademi ini, dan menurutku banyak hal yang telah terjadi. berbeda
sekali dengan apa yang aku harapkan pada kehidupanku di akademi ini dengan
ketenangan dan ketentraman, akan tetapi justru hidupku saat ini berkebalikan
dengan apa yang aku harapkan. Seperti biasa aku berpisah dengan Irisyviel
ketika masuk ke kelas masing-masing, sesampainya di kelas aku pun mulai duduk
di kursi ku dan memandang jendela untuk melihat pemandangan di luar. Dan
seperti biasa, di kelasku ini penuh dengan kebisingan serta kegaduhan, terutama
pasangan warbeast dan penyihir yang di kelas ku. menurut ku keturunan mereka akan
melanjutkan ritual pertengkaran yang dilakukan orang tuanya.
Ketika bel masuk berbunyi, seperti
biasa para siswa akan langsung duduk manis, tak terkecuali 2 makhluk pecinta
pertengkaran ini juga, mungkin hanya bel bunyi masuk saja yang akan menghentikan
ritual mereka. Guru pun sudah masuk kelas, dan kami pun memberi salam padanya.
Ketika kami dipersilahkan duduk, Bu guru sepertinya ingin memberi sesuatu
informasi penting kepada muridnya. Oh ya guru kami ini bernama Ibu Freysia Stigma. Dia seorang wanita dari
ras penyihir.
”Anak-anak.! (dengan hentakan keras)
ada sesuatu yang ibu beritahu kepada kalian,” ibu guru mulai membuka suaranya,
“ kalian akan di bagikan sebuah aksesoris gelang. dimana gelang tersebut mempunyai informasi tentang poin kalian,
dan info tentang kegiatan kalian, dan kalian wajib untuk mengenakan gelang ini
kapanpun dan dimanapun, dan kalian dilarang keras untuk melepaskan dan membuka
nya, karena jika ada dari kalian yang berani melepaskan dan membuka nya,
kemungkinan terbesar hukuman yang menanti kalian adalah pengeluaran dari
akademi ini.” Jelas nya ibu guru.
kami pun terheran-heran apa
maksudnya itu dan aku sendiri pun bingung ,. Dan apa lagi maksud dari poin.?,
tiba-tiba ada seorang murid yang mengangkat tangan nya dan bertanya pada ibu
guru. “maaf ibu guru, aku ingin bertanya. apa maksud dari poin.?” Tanya murid
itu., “ oh jadi kalian belum tahu tentang poin di sekolah dan apa fungsinya.?,
jadi di sekolah ini akan memberikan gelang sebagai alat untuk bertransaksi dan
menukarkan poin didalamnya dengan uang asli jika kalian menukarkan dengan uang
asli. dan isi poin dari setiap kelas akan berbeda-beda.
1. Kelas A mendapatkan 1000.000 point
2. Kelas B mendapatkan 100.000 point
3. Kelas C mendapatkan 10.000 point
4. Kelas D mendapatkan 1000 point
5. Kelas E mendapatkan 100 point
6. Kelas F mendapatkan 10 point
1 point
dapat ditukar atau setara dengan 1 elias dan nilai point saat ini yang kalian
dapatkan adalah hasil dari ujian masuk yang kalian lalui kemarin. Dan untuk
mendapatkan point adalah dengan cara menjadi yang terbaik di akademi ini, tak
peduli dari kelas mana, jika dia dapat menjadi yang terbaik maka dia juga akan
mendapatkan point yang terbesar juga. Oh ya, ada yang namanya point bonus, dan
ini didapatkan dari kemenangan di setiap pertandingan. Pertandingan sekolah
maupun antar sekolah. Bahkan akan lebih besar lagi jika sampai mewakili antar
kerajaan. Jadi mulai sekarang cobalah untuk berkerja keras serta serius.” Kata
ibu guru dengan sambil menasihati kita.
sangat, pikiranku penuh dengan rasa penyesalan. Bagaimana tidak, aku masuk
kemari, semua pekerjaan apapun yang aku kerja kan hanya untuk mendapatkan
uang. dan sekarang tujuan utama ku pupus
di awal jalan. Ini semua dikarenakan kurangnya aku menghabisi monster naga
sialan itu. Mulai sekarang aku akan benar-benar serius untuk mendapatkan semua
point itu dan akan menjadi nomor 1 untuk mendapatkan point ku itu.
setelah pembagian gelang dan poin
dilakukan, bel istirahat pun telah berbunyi, dan aku pun segera berangkat
menuju atas atap gedung untuk makan siang ku. ketika sampai di luar kelas, ada
wanita yang berlari mengahampiriku, dan sepertinya aku kenal siapa wanita itu,
dan benar ternyata wanita itu adalah Irisyviel. Dia berlari sambil melambaikan
tangannya dan memanggil-manggil nama ku.
ooh aku sangat malu akan tingkahnya,
semua mata orang tertuju padaku. aakhh mau sampai kapan dia akan
mempermalukanku. “El-kun tunggu dulu.” Kata dia dengan nafas yang
terengah-engah. “ ada apa Irisyviel.?” Tanya ku padanya. Ketika hendak dia
menjawab pertanyaan ku ada lagi wanita yang sedang menghampiri kami dengan
memanggil-manggil nama Irisyviel. aduuhh siapa lagi ini wanita.? “
Irisyviel-san, kenapa kamu sangat terburu-buru sekali.? Aku capek nih.(terengah-engah)”
Kata wanita itu yang tadi berlari menghampiri kami.
Oh ternyata Irisyviel memiliki teman
juga, kukira dia tidak akan memiki teman di hidupnya. Wanita tadi itu
memperhatikan ku. “ooh jadi ini lelaki yang membuat mu terburu-buru untuk meninggalkan
kelas.?(memasang wajah menggoda kepada Irisyviel)” Kata dia “ oh ya perkenalkan
nama ku Krusya Astoria.(memperkenalkan
diri) nama mu jika tak salah adalalah Elusyan Vin Gabriielin, Irisyviel selalu
menceritakan tentang mu terus kepadaku.” Balasnya. Dan Irisyviel pun tertunduk
malu. “maaf aku pergi dulu” jawab ku pada mereka berdua.
Ketika hendak ku berangkat. “ tunggu
dulu El-kun(menarik lenganku)” kata Irisyviel. “ada apa Irisyviel?” Tanya ku
padanya. “ anooo, sekarang kan sudah waktunya makan siang,(tertunduk dengan
tingkah malu) jadi aku membawakan bekal makan siang untukmu juga
El-kun(memberikan sebuah bekal makan siang)” jawab dia “ hoho..(wajah menggoda)
hmm tak kusangka Irisyviel-san akan se agresif ini, kau sangat hebat
Irisyviel-san(menepuk-nepuk pundak Irisyviel).” Balas Krusya. Irisyviel pun
semakin memerah wajahnya mendegar perkataan tadi. “ hmm maaf aku sudah membawa makanan ku sendiri.(tersenyum dan
mengeluarkan bekal) Jadi aku duluan ya(hendak pergi).” Balasku. Irisyviel pun
tiba-tiba memasang wajah merengek seperti akan menangis .
temannya melihat ku dengan tatapan
sinis dan orang-orang melihat kearahku. Lalu datang Eleonora menghampiri kita
bersama 2 makhluk yang sering bertengkar tadi. “oh Irisyviel-san,tak biasanya
kamu kemari, ada keperluan apa.? Tunggu dulu,, kamu kenapa.?” Tanya dia pada
Irisyviel. Krusya membisikan sesuatu pada telinga Eleonora, Eleonora pun
melihat ku dengan tatapan yang dingin dan seperti nya jijik padaku, dia juga
membisikan kepada 2 makhluk yang sering bertengkar itu. 2 makhluk itu melihat
ku dan sepertinya jijik juga padaku. Aku tersenyum dan hendak pergi, karena
bagiku untuk apa memperdulikan mereka.
Ketika hendak meninggalkan mereka,
__ADS_1
tiba-tiba Irisyviel yang menangis sendu berkata padaku “ maaf El-kun, aku
seharusnya lebih perhatian lagi dan maaf juga jika sering membuat masalah
padamu.(menangis)” Kata dia “tunggu Irisyviel, aku akan makan bekal buatan
mu,(mencoba menenangkannya) jadi ayo ikut ke atap bersama ku(menarik
lengannya)” kataku. akhh sial mengapa membawa bekal sendiri dapat membuat ku
mendapatkan masalah dan menjadi orang
yang bersalah. Bahkan membuat orang jijik padaku. “ hehm baiklah,(menganggukan
kepala serta berhenti merengek) terima kasih banyak El-kun (tersenyum)“ jawab
Irisyviel. Kami pun pergi dari sana dan makan bekal siang bersama. tidak aku
sangka harus makan 2 bekal makan siang sekaligus. Akhh mimpi apa aku tadi semalam.
Ketika selesai makan siang kami berdua kembali ke kelas masing-masing.
Saat duduk di kursi ku, warbeast tukang ribut pun duduk dan bergumam sendiri
“akkh enak nya baru masuk sudah memiliki pasangan yang cantik dan imut, bahkan
sampai membuat kan bekal makan siang. Akhh irinya” gumamnya. Lalu penyihir pun membalas “ mana mungkin ada
wanita yang mau dengan se-ekor makhluk anjing kampung dan kotor(merendahkan
serta menyentuh kacamata)” kata dia “ apa kau bilang dasar penyihir gagal yang
bermata empat?(nada tinggi dan kesal)” jawab warbeast “ oh kau ternyata
mengakuinya ya?hahaha(tertawa) padahal aku tidak menyebutkan namamu” balas
penyihir tadi.
Dan mereka pun melakukan ritual nya kembali. Tapi yang berbeda dengan
biasanya mereka lakukan adalah, wajah mereka yang menangis, aku tak tahu
maksudnya apa itu tapi seperti biasa aku tidak memperdulikan mereka. Tak lama
kemudian wanita warbeast Eleonora menghampiriku dengan wajah yang penasaran,
“nee Elucchi, (menghampiri Elusyan)jadi bagaimana hubungan mu dengan
Irisyviel.? Apa saja yang sudah kalian lakukan.?” Tanya dia.
“yaa tidak ada apa-apa, hanya
berangkat dan pulang bersama saja tak ada lain lagi, mungkin makan bersama
seperti tadi” jawab ku dengan biasa. akh wanita warbeast sialan memanggil nama
Irisyviel dengan nama yang biasa dan tidak aneh- aneh, lalu mengapa hanya aku
yang diberikan nama aneh. tiba-tiba 2 makhluk itu mendekatiku “ apa.?(raut
wajah terkejut) Kau sering berangkat dan pulang bersama.? Mengapa kau berkata
dengan nada dan ekspresi wajah biasa saja.? Apalagi wanita itu sangat lah
cantik,imut,dan tubuhnya pun sangat indah, bahkan dia dari kelas A. Apa kau tak tahu rasanya sendirian hah.?(raut
wajah hendak menangis)” Kata mereka
Bel pulang telah berbunyi dan para siswa di persilahkan untuk pulang
kerumah nya masing-masing. Seperti
biasa, dimulai dari aku dan Irisyviel pulang bersama dan berpisah ketika aku
mengantarnya pulang, Ke esokan nya aku dan Irisyviel berangkat bersama, Ketika
sampai, kami berdua berpisah dan menuju kelas masing-masing. ketika Aku telah
sampai di kelas dan duduk di kursi ku. suasana di kelas ini tak ada bedanya. 2
makhluk yang sering bertengkar sekarang masih melakukan kegiatannya. Aku hari
ini tidak membawa bekal makan siangku karena aku tidak mau makan 2 bekal
sekaligus seperti kemarin. Jam istirahat
pun telah tiba, aku menunggu Irisyviel untuk membawakan aku bekal makan siang.
Dan tak lama kemudian dia datang ke kelas ku dengan teman nya. Aku langsung keluar
dan menghampirinya.
”Irisyviel, ayo kita langsung ke atas untuk makan.” Aku mengajak nya.
“iya ayo.(tersenyum)” Jawabnya. orang-orang di kelas banyak yang memperhatikan
kami berdua, “aduuh tak kusangka Vin-san adalah orang yang tak sabaran, sepertinya tingkah agresif
mu membuahkan hasil Irisyviel-san.(menggoda Irisyviel)” Kata temannya.
Irisyviel wajah nya tertunduk malu dengan wajah yang memerah. Ketika kami
berdua hendak berangkat, tiba-tiba Irisyviel mengatakan sesuatu.
”anoo El-kun, bekal makan siang mu mana?” Tanya Irisyviel padaku..
akupun hanya terdiam terpaku.” anoo.haloo El-kun,(melambai-lambaikan telapak
tangannya ke wajah ku) apa kau baik-baik saja.?” Tanya dia. aku harus
bagaimana, jika kukatakan yang sebenarnya bahwa aku tak membawa bekal karena
kukira dia akan membawa bekal makan siang untuk ku, dia pasti akan merengek dan
menangis lagi. Yang terpenting aku harus mencari alasan tepat untuk membuat dia
agar tidak merengek lagi dan menangis.
“hmm. Aku lupa membawa bekal ku. Heheh,(senyum paksa), tunggu disini ya
aku mau membeli makanan dulu.(hendak pergi)”jawab ku padanya . Akan tetapi,
ketika aku berbalik badan, dia tiba-tiba menarik lengan ku dan berkata “El-kun,
kamu tak perlu membeli makan siang,(menarik lengan ku) aku akan membagi bekal
ku kok dengan kamu,” katanya. “hhmm. Baiklah” jawab ku, lagi pula aku sudah
lapar dan ingin menghemat uang ku. kami pun makan bersama dengan 1 bekal dia. “
tapi El-kun, aku tidak membawa alat
makan untuk 2 orang, bagaimana jika aku suapi kamu saja ya.” Kata dia sambil
menyumpit makanan.
“hhmm baiklah.(senyum malas” Jawab ku. lagi pula aku tidak punya pilihan
lain selain menerima nya Karena aku sudah sangat lapar. Akhirnya dia menyuapi
ku dan dia makan juga bekal nya.“ pfft,, heheh(tertawa kecil).“ tiba-tiba dia senyum kecil di iringi dengan ketawa kecil.. “ kamu kenapa
Irisyviel.?(kebingungan)” Tanya ku pada nya. ada apa lagi dengan anak ini.
“tidak apa-apa kok, (menggelengkan kepala) aku hanya merasa aneh bahwa kamu
lupa untuk membawa bekal mu sendiri, kukira kamu tipe orang yang teliti,
ternyata kamu juga bisa ceroboh, hehehe(tersenyum)” jawabnya “heheeh(senyum)”
aku pun hanya bisa senyum malas dengan menggaruk kepala. Seandainya dia tahu
semua ini karena salahnya dia, mungkin dia akan menangis selama 1 minggu. Saat
kami membersihkan tempat makan dan akan kembali kelas, anak-anak pengacau
menghampiri kami.
“nee Irisyviel-san, kau bersikap
seperti istrinya Elusyan. Tingkah kalian
berdua tadi itu benar-membuat kami sangat iri.” Kata temannya Irisyviel. Dengar perkataan temannya itu, Irisyviel
langsung tertunduk kepala dan memerah wajahnya . ”kenapa kalian tidak mengikuti
apa yang kami lakukan.? Bukankah jumlah kalian sudah tepat dengan 2 pasangan.?
Benarkah begitu Irisyviel.?(menyikut pundak Irisyviel)” Jawab ku “nah benar
kata El-kun, kenapa kalian tidak jadian saja.?” Timbal Irisyviel. memangnya
hanya mereka yang dapat mempermalukan kami, kini saatnya aku membalas.
Mendengar perkataan ku tadi, dua makhluk laki-laki yang ikut menghampiriku pun
langsung bertingkah selayaknya seorang pria untuk membuat para wanita tak
berguna ini terpesona.
Anak laki-laki warbeast mendekati Krusya dan
laki-laki penyihir mendekati Eleonora. “perkenalkan nama ku Aldeis Virussia,
panggil saja Aldeis. Ok, jika boleh tahu, nama mu siapa.?(mengedipkan mata)”
Tanya Aldeis “ namaku Krusya Astoria, panggil dengan Astoria-sama.(nada
sombong)” Balas Krusya. Lalu Dominika
juga tak mau kalah, dan menghampiri Eleonora. “ekhm Eleonora Summeria-san.” Kata Dominika kepada
Eleonora. “ APA?(membentak)” jawab Eleonora “akh tidak ada-apa, tidak jadi”
balas Dominika. 2 pria ini saling mendekat dan saling bergumam dengan muka
serta aura yang suram. Bel masuk pun
telah berbunyi dan kami pun kembali ke kelas dan pelajaran berikutnya pun telah
__ADS_1
dimulai .lalu semuanya belajar dengan tenang hingga waktu pulang tiba. Setelah waktu pulang, semuanya pulang ke tempat tinggal
nya masing-masing. Seperti biasa aku pulang bersama dengan Irisyviel.