Regalius Ace {R.A}

Regalius Ace {R.A}
Chapter 2 (Kehidupan Sekolah)


__ADS_3

Chapter 2 {Kehidupan


Sekolah}


Setelah berbincang dengan wanita


tadi aku kembali kelas dan pelajaran dimulai. Pelajaran pun sudah selesai dan


waktunya pulang , ketika sampai di depan gerbang sekolah, wanita elf yang tadi


pagi sedang menunggu seseorang, mungkin dia sedang menunggu untuk dijemput, aku


pura-pura tidak melihatnya dan mencoba untuk meninggalkan dengan jalan cepat,


akan tetapi ketika sampai di depan dia, dia memanggilku.” El-kun tunngu


sebentar(menyapa serta menghampiri Elusyan)” kata dia” ada apa


Vallerya-san.?(menoleh kearahnya)”  Tanya


ku padanya.“anooo, apa kita bisa pulang bersama.?(raut wajah dan nada malu)”


Jawab nya sambil memegang lenganku.


“maaf, Vallerya-san. bukankah kamu


seharusnya dijemput oleh orang tua mu,.?” Balas ku padanya.“ya memang ayahku


menyuruh pengawal nya untuk menjemputku, tapi aku meminta kepada ayahku untuk


tidak perlu menjemputku, karena aku ingin pulang bersama teman baruku, jadi aku


tak di jemput, maka dari itu, apa kamu mau menemaniku untuk pulang.?”  Jawab dia. apa teman baru.? Bukankah dia


mengatakan bahwa tadi pagi aku dianggap orang asing baginya.?(Dalam benak


fikirku) “hmm, baiklah jika begitu(senyum malas)” jawab ku


Kami pulang berdua. diperjalanan


seperti biasa wanita ini memegang tanganku dan banyak orang yang memperhatikan


kita, meskipun dia menganggap bahwa aku menemani nya pulang, tapi aku tak


berfikir demikian, justru aku menganggap bahwa diriku ini sedang mengantarkan


seorang anak kecil pulang kerumahnya. disaat perjalanan dan suasana sedang


sepi, tiba-tiba dia mengajak berbicara padaku “anoo El-kun, aku punya


permintaan..” kata dia “ iya ada apa Vallerya-san? (menoleh ke arah nya)” jawab


ku. padahal dalam fikirku mungkin wanita ini akan meminta sesuatu yang aneh


lagi.


“tolong panggil nama ku dengan


Irisyviel saja(raut wajah memohon).” Jawabnya “baiklah,hehe Irisyviel-san


(senyum terpaksa)” balasku. “hmph(mengembungkan pipi).tak perlu menggunakan


–san El-kun”jawab dia. aku harus bagaimana, tapi yasudahlah aku ikuti saja,


daripada nanti dia meminta hal yang aneh lainnya. “hhmm iya Irisyviel(tersenyum


malas)” jawabku.


Ketika diperjalanan pulang,


tiba-tiba terdengar seorang wanita yang berteriak sangat keras, aku pun


langsung berlari menuju ke arah suara teriakan itu, akan tetapi Irisyviel


mengatakan bahwa jalan yang aku ambil salah, awalnya aku tak percaya dengannya,


akan tetapi untuk memastikan aku menengok ke arah dia, oh ternyata dia


menggunakan skill Eagle Eyes. Dimana skill itu bisa melihat dan dapat


menembus apapun kecuali jika dihalangi oleh pelindung sihir.


Saat aku melihatnya aku pun percaya,


aku pergi mengikuti intruksinya,ketika sampai di tempat muncul nya teriakan itu,


ternyata ada monster yang menyerang warga. Monter itu adalah Sirius sejenis


monster kelelawar, menurut ku ini termasuk monster rendah, aku langsung


menyerang nya dengan kekuatan fisik ku, karena aku tak perlu menggunakan sihir


untuk menghancurkan monster ini.


Ketika aku akan menyerang monster


itu, tiba-tiba ada senjata sihir hampir mengenai ku, aku langsung menghindar


dan waspada dengan hati-hati jika ada musuh yang lain, karena aku yakin pasti


ada musuh yang menggunakan monster tingkat rendah ini sebagai umpan dan target


utama nya adalah para siswa akademi sihir. Tapi aku terkejut karena serangan


tadi telak mengenai monster itu, apakah mungkin dia salah sasaran? Tapi


seharusnya seorang yang menargetkan siswa akademi sihir ini haruslah orang yang


memiliki skill maupun kemampuan yang tinggi dan teliti, tidak mungkin ada


kesalahan seperti yang fatal ini, aku penasaran dan mencari tahu dimana letak


serangan itu. Ketika aku mencari, tiba-tiba Irisyviel menghampiri ku sambil


membawa senjata nya.


”Anoo. Irisyviel apa kamu tadi


menembak senjata ke arah monster itu.(senyum kesal)?” Tanya ku padanya.“ iya


El-kun, apa kamu baik-baik saja.?” Jawab nya. “ anoo, Irisyviel,kenapa kau


lakukan itu.? apa kamu tahu bahwa senjata itu hampir membunuh ku.?”  Balas ku “bukan El-kun aku serius ingin


membantumu,(wajah merengek) aku lihat kamu akan diserang monster itu dan kamu


tidak menggunakan senjata bahkan sihir untuk menghadapi nya, jadi aku berniat


menolongmu (tertunduk hendak menangis) .” jawab nya.


oohh. sungguh baik sekali, menolong


seseorang dengan mencoba membunuhnya “Irisyviel aku bisa mengalahkan monster


itu tanpa menggunakan sihir bahkan hingga harus menggunakan senjata, tapi


terima kasih atas pertolonganmu, jadi tolong tenanglah,(mencoba


menenangkannya)” jawab ku


Setelah itu kami pergi menuju rumah nya Irisyviel, wanita tadi yang kami


tolong berterima kasih dengan memasang wajah yang aneh. Wajar saja bagiku,


karena ada orang sedang bertarung tiba-tiba temannya menembak teman sendiri


karena ingin menolong dari monster yang lemah. Akhirnya tiba juga aku di


rumahnya Irisyviel, aku berpamitan padanya dan pergi pulang.


ketika ke esokan harinya. aku duduk sambil memandang luar jendela dengan


perasaan yang tenang, saat sedang nikmat nya menikmati ketenangan, tiba-tiba 2 makhluk


pengacau menghampiriku. “eh kau. jika tidak salah, nama mu Elusyan-san kah.?”


kata seseorang warbeast yang inigin berkenalan denganku. “Maaf, siapa ya.?”,,


jawab ku “haahahhah (tertawa dengan memegang kacamata) memang sepertinya anjing


kampung sepertimu sama sekali tidak terkenal” kata dari penyihir disebelahnya.


“maaf, anda juga siapa?.” Tanya ku, “haahahah(tertawa keras dengan menunjuk ke


arah penyihir) ternyata kamu tidak terkenal sama sekali. Hahah. wajar sih tidak


kenal dengan mu, siapa juga yang mau kenal dengan penyihir gagal seperti


mu,hahah.” balas nya warbeast.


mereka pun bertengkar dan aku duduk kembali sambil memandang luar


jendela dan mencoba mencari ketenangan kembali tanpa memperdulikan mereka.


Ketika mereka sedang asik dengan pertengkaran mereka, tiba-tiba ada wanita yang


berteriak kepada mereka. “hei kalian berdua. Tolong hentikan. Bukankah kalian


menghampiri Eluchhi karena ingin memperkenalkan diri kalian kepadanya.?”kata


seseorangan,aku pun memalingkan wajahku, ketika aku melihat siapa yang


berteriak tadi ternyata adalah wanita yang memberi nama panggilan aneh ku.


Kedua makhluk yang sering bertengkar pun berhenti dan mulai menatapku. “


maaf atas sikapku. Perkenalkan namaku adalah Aldeis Virussia, panggil saja


Aldeis, ok.” seorang warbeast yang memperkenalkan dirinya sambil megedipkan


matanya. “ salam kenal juga, namaku Elusyan Vin Gabriielin.” Jawab ku dengan


mengangkat tanganku untuk mengajak bersalaman padanya. Kita pun bersalaman. “


oh perkenalkan, namaku Dominika Grillius” kata seorang lelaki


penyihir yang mencoba bersalaman denganku. “ oh salam kenal juga.” Jawab ku


sambil menjabat tangannya. Padahal aku tidak ingin mengetahui dan mencoba akrab

__ADS_1


dengan mereka.


Kami pun duduk dan pelajaran dimulai. Seperti biasa setiap pulang dan


berangkat sekolah, aku berangkat Bersama dengan Irisyviel, padahal aku tidak


ingin berdekat-dekatan dengannya lagi. Sudah 1 bulan aku telah menjalani


kehidupan di akademi ini, dan menurutku banyak hal yang telah terjadi. berbeda


sekali dengan apa yang aku harapkan pada kehidupanku di akademi ini dengan


ketenangan dan ketentraman, akan tetapi justru hidupku saat ini berkebalikan


dengan apa yang aku harapkan. Seperti biasa aku berpisah dengan Irisyviel


ketika masuk ke kelas masing-masing, sesampainya di kelas aku pun mulai duduk


di kursi ku dan memandang jendela untuk melihat pemandangan di luar. Dan


seperti biasa, di kelasku ini penuh dengan kebisingan serta kegaduhan, terutama


pasangan warbeast dan penyihir yang di kelas ku. menurut ku keturunan mereka akan


melanjutkan ritual pertengkaran yang dilakukan  orang tuanya.


Ketika bel masuk berbunyi, seperti


biasa para siswa akan langsung duduk manis, tak terkecuali 2 makhluk pecinta


pertengkaran ini juga, mungkin hanya bel bunyi masuk saja yang akan menghentikan


ritual mereka. Guru pun sudah masuk kelas, dan kami pun memberi salam padanya.


Ketika kami dipersilahkan duduk, Bu guru sepertinya ingin memberi sesuatu


informasi penting kepada muridnya. Oh ya guru kami ini bernama Ibu Freysia Stigma. Dia seorang wanita dari


ras penyihir.


”Anak-anak.! (dengan hentakan keras)


ada sesuatu yang ibu beritahu kepada kalian,” ibu guru mulai membuka suaranya,


“ kalian akan di bagikan sebuah aksesoris  gelang. dimana gelang tersebut mempunyai informasi tentang poin kalian,


dan info tentang kegiatan kalian, dan kalian wajib untuk mengenakan gelang ini


kapanpun dan dimanapun, dan kalian dilarang keras untuk melepaskan dan membuka


nya, karena jika ada dari kalian yang berani melepaskan dan membuka nya,


kemungkinan terbesar hukuman yang menanti kalian adalah pengeluaran dari


akademi ini.” Jelas nya ibu guru.


kami pun terheran-heran apa


maksudnya itu dan aku sendiri pun bingung ,. Dan apa lagi maksud dari poin.?,


tiba-tiba ada seorang murid yang mengangkat tangan nya dan bertanya pada ibu


guru. “maaf ibu guru, aku ingin bertanya. apa maksud dari poin.?” Tanya murid


itu., “ oh jadi kalian belum tahu tentang poin di sekolah dan apa fungsinya.?,


jadi di sekolah ini akan memberikan gelang sebagai alat untuk bertransaksi dan


menukarkan poin didalamnya dengan uang asli jika kalian menukarkan dengan uang


asli. dan isi poin dari setiap kelas akan berbeda-beda.


1.     Kelas A mendapatkan 1000.000 point


2.     Kelas B mendapatkan 100.000 point


3.     Kelas C mendapatkan 10.000 point


4.     Kelas D mendapatkan 1000 point


5.     Kelas E mendapatkan 100 point


6.     Kelas F mendapatkan 10 point


1 point


dapat ditukar atau setara dengan 1 elias dan nilai point saat ini yang kalian


dapatkan adalah hasil dari ujian masuk yang kalian lalui kemarin. Dan untuk


mendapatkan point adalah dengan cara menjadi yang terbaik di akademi ini, tak


peduli dari kelas mana, jika dia dapat menjadi yang terbaik maka dia juga akan


mendapatkan point yang terbesar juga. Oh ya, ada yang namanya point bonus, dan


ini didapatkan dari kemenangan di setiap pertandingan. Pertandingan sekolah


maupun antar sekolah. Bahkan akan lebih besar lagi jika sampai mewakili antar


kerajaan. Jadi mulai sekarang cobalah untuk berkerja keras serta serius.” Kata


ibu guru dengan sambil menasihati kita.


sangat, pikiranku penuh dengan rasa penyesalan. Bagaimana tidak, aku masuk


kemari, semua pekerjaan apapun yang aku kerja kan hanya untuk mendapatkan


uang.  dan sekarang tujuan utama ku pupus


di awal jalan. Ini semua dikarenakan kurangnya aku menghabisi monster naga


sialan itu. Mulai sekarang aku akan benar-benar serius untuk mendapatkan semua


point itu dan akan menjadi nomor 1 untuk mendapatkan point ku itu.


setelah pembagian gelang dan poin


dilakukan, bel istirahat pun telah berbunyi, dan aku pun segera berangkat


menuju atas atap gedung untuk makan siang ku. ketika sampai di luar kelas, ada


wanita yang berlari mengahampiriku, dan sepertinya aku kenal siapa wanita itu,


dan benar ternyata wanita itu adalah Irisyviel. Dia berlari sambil melambaikan


tangannya dan memanggil-manggil nama ku.


ooh aku sangat malu akan tingkahnya,


semua mata orang tertuju padaku. aakhh mau sampai kapan dia akan


mempermalukanku. “El-kun tunggu dulu.” Kata dia dengan nafas yang


terengah-engah. “ ada apa Irisyviel.?” Tanya ku padanya. Ketika hendak dia


menjawab pertanyaan ku ada lagi wanita yang sedang menghampiri kami dengan


memanggil-manggil nama Irisyviel. aduuhh siapa lagi ini wanita.? “


Irisyviel-san, kenapa kamu sangat terburu-buru sekali.? Aku capek nih.(terengah-engah)”


Kata wanita itu yang tadi berlari menghampiri kami.


Oh ternyata Irisyviel memiliki teman


juga, kukira dia tidak akan memiki teman di hidupnya. Wanita tadi itu


memperhatikan ku. “ooh jadi ini lelaki yang membuat mu terburu-buru untuk meninggalkan


kelas.?(memasang wajah menggoda kepada Irisyviel)” Kata dia “ oh ya perkenalkan


nama ku  Krusya Astoria.(memperkenalkan


diri) nama mu jika tak salah adalalah Elusyan Vin Gabriielin, Irisyviel selalu


menceritakan tentang mu terus kepadaku.” Balasnya. Dan Irisyviel pun tertunduk


malu. “maaf aku pergi dulu” jawab ku pada mereka berdua.


Ketika hendak ku berangkat. “ tunggu


dulu El-kun(menarik lenganku)” kata Irisyviel. “ada apa Irisyviel?” Tanya ku


padanya. “ anooo, sekarang kan sudah waktunya makan siang,(tertunduk dengan


tingkah malu) jadi aku membawakan bekal makan siang untukmu juga


El-kun(memberikan sebuah bekal makan siang)” jawab dia “ hoho..(wajah menggoda)


hmm tak kusangka Irisyviel-san akan se agresif ini, kau sangat hebat


Irisyviel-san(menepuk-nepuk pundak Irisyviel).” Balas Krusya. Irisyviel pun


semakin memerah wajahnya mendegar perkataan tadi. “ hmm maaf aku sudah  membawa makanan ku sendiri.(tersenyum dan


mengeluarkan bekal) Jadi aku duluan ya(hendak pergi).” Balasku. Irisyviel pun


tiba-tiba memasang wajah merengek seperti akan menangis .


temannya melihat ku dengan tatapan


sinis dan orang-orang melihat kearahku. Lalu datang Eleonora menghampiri kita


bersama 2 makhluk yang sering bertengkar tadi. “oh Irisyviel-san,tak biasanya


kamu kemari, ada keperluan apa.? Tunggu dulu,, kamu kenapa.?” Tanya dia pada


Irisyviel. Krusya membisikan sesuatu pada telinga Eleonora, Eleonora pun


melihat ku dengan tatapan yang dingin dan seperti nya jijik padaku, dia juga


membisikan kepada 2 makhluk yang sering bertengkar itu. 2 makhluk itu melihat


ku dan sepertinya jijik juga padaku. Aku tersenyum dan hendak pergi, karena


bagiku untuk apa memperdulikan mereka.


Ketika hendak meninggalkan mereka,

__ADS_1


tiba-tiba Irisyviel yang menangis sendu berkata padaku “ maaf El-kun, aku


seharusnya lebih perhatian lagi dan maaf juga jika sering membuat masalah


padamu.(menangis)” Kata dia “tunggu Irisyviel, aku akan makan bekal buatan


mu,(mencoba menenangkannya) jadi ayo ikut ke atap bersama ku(menarik


lengannya)” kataku. akhh sial mengapa membawa bekal sendiri dapat membuat ku


mendapatkan masalah  dan menjadi orang


yang bersalah. Bahkan membuat orang jijik padaku. “ hehm baiklah,(menganggukan


kepala serta berhenti merengek) terima kasih banyak El-kun (tersenyum)“ jawab


Irisyviel. Kami pun pergi dari sana dan makan bekal siang bersama. tidak aku


sangka harus makan 2 bekal makan siang sekaligus.  Akhh mimpi apa aku tadi semalam.


Ketika selesai makan siang kami berdua kembali ke kelas masing-masing.


Saat duduk di kursi ku, warbeast tukang ribut pun duduk dan bergumam sendiri


“akkh enak nya baru masuk sudah memiliki pasangan yang cantik dan imut, bahkan


sampai membuat kan bekal makan siang. Akhh irinya” gumamnya.  Lalu penyihir pun membalas “ mana mungkin ada


wanita yang mau dengan se-ekor makhluk anjing kampung dan kotor(merendahkan


serta menyentuh kacamata)” kata dia “ apa kau bilang dasar penyihir gagal yang


bermata empat?(nada tinggi dan kesal)” jawab warbeast “ oh kau ternyata


mengakuinya ya?hahaha(tertawa) padahal aku tidak menyebutkan namamu” balas


penyihir tadi.


Dan mereka pun melakukan ritual nya kembali. Tapi yang berbeda dengan


biasanya mereka lakukan adalah, wajah mereka yang menangis, aku tak tahu


maksudnya apa itu tapi seperti biasa aku tidak memperdulikan mereka. Tak lama


kemudian wanita warbeast Eleonora menghampiriku dengan wajah yang penasaran,


“nee Elucchi, (menghampiri Elusyan)jadi bagaimana hubungan mu dengan


Irisyviel.? Apa saja yang sudah kalian lakukan.?” Tanya dia.


 “yaa tidak ada apa-apa, hanya


berangkat dan pulang bersama saja tak ada lain lagi, mungkin makan bersama


seperti tadi” jawab ku dengan biasa. akh wanita warbeast sialan memanggil nama


Irisyviel dengan nama yang biasa dan tidak aneh- aneh, lalu mengapa hanya aku


yang diberikan nama aneh. tiba-tiba 2 makhluk itu mendekatiku “ apa.?(raut


wajah terkejut) Kau sering berangkat dan pulang bersama.? Mengapa kau berkata


dengan nada dan ekspresi wajah biasa saja.? Apalagi wanita itu sangat lah


cantik,imut,dan tubuhnya pun sangat indah, bahkan dia dari kelas A.  Apa kau tak tahu rasanya sendirian hah.?(raut


wajah hendak menangis)” Kata mereka


Bel pulang telah berbunyi dan para siswa di persilahkan untuk pulang


kerumah nya masing-masing.  Seperti


biasa, dimulai dari aku dan Irisyviel pulang bersama dan berpisah ketika aku


mengantarnya pulang, Ke esokan nya aku dan Irisyviel berangkat bersama, Ketika


sampai, kami berdua berpisah dan menuju kelas masing-masing. ketika Aku telah


sampai di kelas dan duduk di kursi ku. suasana di kelas ini tak ada bedanya. 2


makhluk yang sering bertengkar sekarang masih melakukan kegiatannya. Aku hari


ini tidak membawa bekal makan siangku karena aku tidak mau makan 2 bekal


sekaligus seperti kemarin.  Jam istirahat


pun telah tiba, aku menunggu Irisyviel untuk membawakan aku bekal makan siang.


Dan tak lama kemudian dia datang ke kelas ku dengan teman nya. Aku langsung keluar


dan menghampirinya.


”Irisyviel, ayo kita langsung ke atas untuk makan.” Aku mengajak nya.


“iya ayo.(tersenyum)” Jawabnya. orang-orang di kelas banyak yang memperhatikan


kami berdua, “aduuh tak kusangka Vin-san adalah orang  yang tak sabaran, sepertinya tingkah agresif


mu membuahkan hasil Irisyviel-san.(menggoda Irisyviel)” Kata temannya.


Irisyviel wajah nya tertunduk malu dengan wajah yang memerah. Ketika kami


berdua hendak berangkat, tiba-tiba Irisyviel mengatakan sesuatu.


”anoo El-kun, bekal makan siang mu mana?” Tanya Irisyviel padaku..


akupun hanya terdiam terpaku.” anoo.haloo El-kun,(melambai-lambaikan telapak


tangannya ke wajah ku) apa kau baik-baik saja.?” Tanya dia. aku harus


bagaimana, jika kukatakan yang sebenarnya bahwa aku tak membawa bekal karena


kukira dia akan membawa bekal makan siang untuk ku, dia pasti akan merengek dan


menangis lagi. Yang terpenting aku harus mencari alasan tepat untuk membuat dia


agar tidak merengek lagi dan menangis.


“hmm. Aku lupa membawa bekal ku. Heheh,(senyum paksa), tunggu disini ya


aku mau membeli makanan dulu.(hendak pergi)”jawab ku padanya . Akan tetapi,


ketika aku berbalik badan, dia tiba-tiba menarik lengan ku dan berkata “El-kun,


kamu tak perlu membeli makan siang,(menarik lengan ku) aku akan membagi bekal


ku kok dengan kamu,” katanya. “hhmm. Baiklah” jawab ku, lagi pula aku sudah


lapar dan ingin menghemat uang ku. kami pun makan bersama dengan 1 bekal dia. “


tapi  El-kun, aku tidak membawa alat


makan untuk 2 orang, bagaimana jika aku suapi kamu saja ya.” Kata dia sambil


menyumpit makanan.


“hhmm baiklah.(senyum malas” Jawab ku. lagi pula aku tidak punya pilihan


lain selain menerima nya Karena aku sudah sangat lapar. Akhirnya dia menyuapi


ku dan dia makan juga bekal nya.“ pfft,, heheh(tertawa kecil).“  tiba-tiba dia senyum kecil  di iringi dengan ketawa kecil.. “ kamu kenapa


Irisyviel.?(kebingungan)” Tanya ku pada nya. ada apa lagi dengan anak ini.


“tidak apa-apa kok, (menggelengkan kepala) aku hanya merasa aneh bahwa kamu


lupa untuk membawa bekal mu sendiri, kukira kamu tipe orang yang teliti,


ternyata kamu juga bisa ceroboh, hehehe(tersenyum)” jawabnya “heheeh(senyum)”


aku pun hanya bisa senyum malas dengan menggaruk kepala. Seandainya dia tahu


semua ini karena salahnya dia, mungkin dia akan menangis selama 1 minggu. Saat


kami membersihkan tempat makan dan akan kembali kelas, anak-anak pengacau


menghampiri kami.


“nee Irisyviel-san, kau bersikap


seperti  istrinya Elusyan. Tingkah kalian


berdua tadi itu benar-membuat kami sangat iri.” Kata temannya Irisyviel.  Dengar perkataan temannya itu, Irisyviel


langsung tertunduk kepala dan memerah wajahnya . ”kenapa kalian tidak mengikuti


apa yang kami lakukan.? Bukankah jumlah kalian sudah tepat dengan 2 pasangan.?


Benarkah begitu Irisyviel.?(menyikut pundak Irisyviel)” Jawab ku “nah benar


kata El-kun, kenapa kalian tidak jadian saja.?” Timbal Irisyviel. memangnya


hanya mereka yang dapat mempermalukan kami, kini saatnya aku membalas.


Mendengar perkataan ku tadi, dua makhluk laki-laki yang ikut menghampiriku pun


langsung bertingkah selayaknya seorang pria untuk membuat para wanita tak


berguna ini terpesona.


Anak laki-laki warbeast mendekati Krusya dan


laki-laki penyihir mendekati Eleonora. “perkenalkan nama ku Aldeis Virussia,


panggil saja Aldeis. Ok, jika boleh tahu, nama mu siapa.?(mengedipkan mata)”


Tanya Aldeis “ namaku Krusya Astoria, panggil dengan Astoria-sama.(nada


sombong)”  Balas Krusya. Lalu Dominika


juga tak mau kalah, dan menghampiri Eleonora. “ekhm  Eleonora Summeria-san.” Kata Dominika kepada


Eleonora. “ APA?(membentak)” jawab Eleonora “akh tidak ada-apa, tidak jadi”


balas Dominika. 2 pria ini saling mendekat dan saling bergumam dengan muka


serta aura yang suram.  Bel masuk pun


telah berbunyi dan kami pun kembali ke kelas dan pelajaran berikutnya pun telah

__ADS_1


dimulai .lalu semuanya belajar dengan tenang hingga waktu pulang tiba.  Setelah waktu pulang, semuanya pulang ke tempat tinggal


nya masing-masing. Seperti biasa aku pulang bersama dengan Irisyviel.


__ADS_2