
Chapter 1 {Rasa
Sakit}
Aku segera bergegas menuju ke tempat El-kun.
Seperti biasa El-kun hanya memandang wajah ke arah jendela. Aku menghampiri
nya, dia menoleh padaku. Dia mengatakan ingin berbicara padaku karena ada
sesuatu yang serius ingin di katakan padaku. Aku ikut dengannya ke atap,
sebenarnya aku sedikit takut apa yang dia katakan. Setelah di atap dia membuka
pembicaraan. Aku sangat terkejut luar biasa, aku seperti tersambar petir
mendengarnya. Tidak mungkin.
Dia mengatakan bahwa dia telah membunuh teman
pertamaku sambil menggenggam sebuah boneka dan sebilah pisau. Aku tahu itu
milik temanku dulu seorang. Sang penyelamatku. Lalu mengapa ada di dia. kenapa
dia berbohong bahwa telah membunuh nya. aku tidak percaya, aku terus-menerus
mengelaknya dan meminta maaf padanya. Bahkan aku akan bersujud agar dia
memaafkanku karena apa yang telah kuperbuat tadi siang. Aku tak mau jika sampai
kehilangan dia dan memutuskan hubungan ku dengannya. Aku tak mau. Aku
memohon-mohon kepadanya hingga menangis. Aku sudah tidak bisa berfikir apa-apa
lagi selain berharap apa yang ia katakan itu semua bohong. Akan tetapi dia
tetap mengatakan bahwa dia yang telah membunuh nya. aku sudah tak bisa berfikir
apa-apa lagi. Pikiranku kosong. Aku hanya bisa menangis dan berteriak.
Hingga akhirnya aku sudah kuat berdiri dan
membuka mata. Aku pingsan. Sebelum aku pingsan, aku sekilas melihat El-kun
berlari menghampiriku mencoba untuk menangkap ku. setelah menangkapku, kudengar
dia mengatakan pada ku bahwa dia meminta maaf. Aku tak tahu apa maksudnya, yang
kuingat terakhir kali dia mengangkat tubuh ku. Oh El-kun apa yang terjadi
padamu mengapa kau berbohong seperti itu.
Aku tersadar dari pingsan ku, aku lemas. Aku
tidak bisa apa-apa. Wajahku pun pucat. Aku depresi serta frustasi besar. Lalu
kulihat Krusya menghampiri ku dan bertanya apa yang terjadi. Aku tidak menjawab
nya karena aku terlalu lemas untuk berbicara. Akhirnya aku di bawa pulang. Ke
esokan harinya aku pergi ke sekolah seperti biasa. Aku sedih karena tidak dapat
bertemu dengan El-kun. Tapi bukankah jika aku sudah tak mau bertemu dengan
El-kun. Aku sudah tak bisa apa-apa lagi. Hatiku berkecamuk. Seminggu aku gelisah
dan akhirnya aku mulai bisa ke luar rumah untuk mencari udara segar. Aku masih
belum bisa ke sekolah seperti biasanya
Ketika aku berjalan keluar tiba-tiba aku
melihat sosok El-kun menghampiriku dan mengajak ku untuk pergi. Tapi setelah
kusadari ternyata itu hanya halusinasi
yang keluar dari pikiranku. Aku menangis, aku sedih serta aku bingung. Apa yang
harus aku lakukan. Aku ingin bertemu dengan nya. aku ingin memeluk lengannya,
aku ingin menggenggam tangannya lagi. Aku…. Ingin.. melihat wajahnya lagi.. ku
berjalan menuju tempat makan di kota. Aku mulai memesan makanan.
Ketika aku menunggu pesanan ku datang ada
seseorang yang menyapa ku, ternyata dia adalah Eleonora. Dia mengatakan padaku apa yang sebenarnya
terjadi padaku. Baginya aku terlihat sangat kacau dan parah keadaanku. Dia
sangat mengkhawatirkan ku. Lalu tiba-tiba dia bertanya padaku apa aku memiliki
masalah dengan El-kun. Mendengar nama nya aku langsung menangis dan bersedih.
Eleonora terkejut dan mencoba menenangkan aku. Setelah aku tenang dia bertanya.
Dia mendengar perbincangan antara aku dan
El-kun. dia bertanya siapa sebenarnya Galius. Akhirnya aku bercerita semua nya
kepada Eleonora, dia terkejut dan marah besar terhadap El-kun serta ingin
sekali memukul El-kun. Aku mendengar perkataan itu entah kenapa merasa sangat
sedih dan menangis kembali. Aku sudah tak bisa menahan rasa ku. Akhirnya aku
mengatakan kepada Eleonora bahwa aku ingin bertemu dengan El-kun bahkan rindu
padanya serta setidaknya aku ingin mendengar apa maksud dia berkata seperti itu
padaku.
Eleonora
merasa ada yang aneh terhadapku. Dia bertanya apa kah aku tidak dendam
terhadapnya atau marah kepadanya. “Irisyviel-san, apa kamu hanya diam saja dan
menerima semua perlakuan apa yang telah dilakukan Elucchi.? Tidak adakah rasa sakit
dan dendam di hatimu.?” Tanya dia padaku. “memang aku sangat marah kepadanya
dan saat ini pula aku ingin memukul nya. tapi hatiku mengatakan untuk bertemu
dengan nya dan memeluk erat tubuhnya. Aku juga tidak mengerti apa yang
membuatku hingga seperti ini. Apa aku terlalu mencintai nya. aku tidak
mengerti.” Jawab ku.
“hmm aku
sungguh tidak mengerti apa yang di hatimu itu dan akal mu, sungguh aneh dan
konyol, akan tetapi jika kamu benar-benar ingin bertemu dengan dan ingin
bertemu dengan Elucchi, mungkin aku akan membantumu.” Kata dia. “oh benarkah.?
Bisakah aku bertemu dengan nya lagi.?” Tanya ku berharap. “tentu saja, serah
kan saja padaku. Heheh” jawab Eleonora. Akhirnya Eleonora mengatakan jika ia
akan membantu ku untuk bertemu dengan El-kun. Aku sangat senang dan sehat
kembali. Aku merasa seperti kekuatan ku kembali lagi.
Akhirnya
Eleonora membawa ku ke sebuah tempat makan. Aku melihat banyak pelayan
laki-laki berpakaian seperti pelayan pribadi. pengunjung disana hanya wanita saja. Apa
maksudnya ini. Aku tidak tertarik dengan pria lain selain El-kun, mengapa
Eleonora membawa ku kemari. Setelah kami masuk ada seorang pelayan yang
menghampiri kami. “selamat datang tuan putri. Silahkan kemari (mempersilahkan
masuk) aku antarkan ke tempat duduk kalian. “ kata pelayan itu sambil mengantar
kami ke tempat duduk. Kami pun duduk.
“akkhh
tampan sekali kan pria tadi itu. apa kau tertarik .? jika iya akan ku kenalkan
dengannya serta salah satu pelayan
tertampan disini Irisyviel-san, kau pasti akan suka.” Kata Eleonora dengan
memasang wajah yang senang. “ apa maksud mu Eleonora-san, kamu tahu kan aku
ikut dengan mu kesini untuk apa. Lagi pula aku ini tak akan memalingkan hatiku
ke pria lain.” Jawab ku pada Eleonora. “ ya aku tahu. Moohh kau itu terlalu
serius. Aku tidak menyangka kamu masih setia kepada orang yang telah membuat mu
sakit dan menangis “ balas Eleonora kepadaku.
“jika kamu
begini terus aku akan pergi saja” balas ku dengan nada yang kesal. “ tunggu
dulu Irisyviel-san. Kamu akan terkejut nanti jadi tolong tunggu sebentar ya.
__ADS_1
Aku panggilkan pelayan dulu ya. “balas nya dia dengan melambaikan tangan ke
pada seseorang pelayan. Pelayan itu pun menghampiri kami. “ ada yang bisa kami
bantu tuan putri.?” Kata dia sambil berbungkuk seperti seorang pelayan pribadi.
Eleonora pun membisikan sesuatu kepada pelayan itu dan pelayan itu pergi.
Tak lama
kemudian ada seorang pelayan yang menghampiri pelanggan. Aku melihat pelayan
itu. Tuuuuunngggguuu dulu. Iiiitttuuuu EL-kun.. bagaimana bisa. “maaf telah
menunggu tuan putri. Saya bawakan pesanan anda secangkir white coffee dengan
susu kental. Silahkan dinikmati.” Kata El-kun kepada 2 wanita itu dengan senyum
yang sangat ramah.. akkkhh apa maksudnya itu. dan juga kenapa dia tersenyum
seperti itu ke 2 wanita itu. Padahal dia belum pernah senyum seperti itu kepada
ku. Aku kesal. “maaf bisakah kamu menuangkan susu kental itu untuk kami
pelayan-san.” Jawab seorang wanita pelanggan itu dengan wajah yang senang serta
kagum terhadap El-kun.. waaaakkkhh sialan kalian dasar wanita pencuri. Aku
sangat marah sekali.
“oh tentu
saja. Permintaan kalian adalah perintah untuk kami tuan putri. aku tuangkan ya
(menuangkan). Oh ya aku harap kalian tidak perlu meminum minuman yang terlalu
manis karena kalian sudah manis.“ jawab El-kun sambil menuangkan susu ke gelas lalu
memberikan gelas ke wanita itu. Oh siaaalll kenapa kau menggoda kedua wanita
itu. Apa kamu sudah lupa bahwa sudah punya aku. El-kunnnn,, akhh kesaaall..
akhirnya
El-kun meninggal kan kedua wanita dengan memberi senyuman dan salam pelayan.
Aku lihat kedua wanita itu sangaaaaat bahagia serta mata nya berkaca-kaca. Aku
jadi makin marah. “ neee Irisyviel-san. Elusyan-kun sangat keren dan tampan
kan.?” Tanya Eleonora secara tiba-tiba. “ eehh tidak. Apa maksud mu.? aku tidak
melihat El-kun, heheheh dimana ya dia.” Jawab ku sambil menggelengkan kepala
ku.
“ hhmmm “
balas Eleonora sambil memberikan wajah yang menggoda ku. “ akkkhh kamu kenapa
Eleonora-san. Oh ya menu,menu,menu,. Pesan apa ya yang enak.” Balas ku dengan
salah tingkah lalu melihat daftar menu. Tapi setelah kupikir-pikir aku tak sadar dan terus melihat wajah dan
memperhatikan El-kun. Haaaaahhh El-kun kamu terlihat tampan serta keren sekali.
“ apa kamu
tahu irisyviel-san, di tempat makan ini Elusyan-kun sangat populer, bahkan dia
menjadi pegawai terfavorit serta terbaik dimata para pelanggan selama 5 bulan
berturut-turut, jadi semenjak dia masuk kerja disini, dia sudah menjadi pegawai
terbaik dan terfavorit.” Kata Eleonora padaku disaat ku memperhatikan El-kun.
“hah hebat
sekali. Hah.! Tunggu dulu, bagaimana kamu tahu jika El-kun menjadi pegawai
terbaik. Berarti kamu sudah tahu dari awal bahwa dia ada disini.” Tanya ku pada
nya dengan penasaran. “tidak,tidak, aku mulai kesini dengan temanku dan baru 3
bulan yang lalu. Teman ku pun sangat suka kepada El-kun. Aku jadi pelanggan
tetap disini, heheh” jawab nya dengan menggaruk-garuk kepala.
Tak lama kemudian datang seseorang yang
mengejutkan ku. Oh tidak itu El-kun. Bagaimana ini. Apa yang harus aku lakukan.
Tunggu dulu. Apa mungkin Eleonora memesan makanan dan yang membawa nya harus
El-kun. Oh sialan, Aku langsung menutup wajahku dengan menu yang sedang aku
kepada kami sambil menundukan kepala dan tubuh nya selayak nya seorang pelayan
di sertai dengan senyuman. Akhh aku gugup sekali. Aku senang sekali dipanggil
tuan putri. Yaaa meskipun kata yang paling kutunggu adalah sayang dan istri ku.
hhhmhmm, aku jadi semakin salah tingkah.
“yooo Elucchi, apa kabar mu.?” Jawab Eleonora
dengan melambaikan tangannya. “ jeeh ternyata Elonora-san. Mengapa kau kemari.”
Jawab El-kun. “hmm begitu sekali sikap mu terhadap pelanggan. Apa kamu tidak
takut jika aku laporkan ke atasanmu.?” Balas Eleonora dengan mengancamnya. “oh
maafkan aku atas sikap ku tadi tuan putri.” Jawab El-kun dengan senyum. “nah
begitu dong.” Jawab Eleonora.” Lalu apa yang akan anda pesan tuan putri.?”
Balas El-kun menawarkan pesanan pada kami.
”Hmm sebelum aku memesan, aku ingin
memperkenalkan temanku ini yang datang bersama ku.“ jawab Eleonora. El-kun
memperhatikan ku. Akhh aku jadi gugup sekali. “ anoo.. apa kabar El-kun.? Hehe”
kata ku dengan memasang wajah senyum. “ iiirr-iris-irisyviel.?, kamu kenapa
bisa ada disini.?” Tanya El-kun dengan gugup. “aku diajak oleh Eleonora-san,
El-kun. Apa kamu marah.?” Jawab ku dengan bertanya padanya. Akkhh aku takut dia
marah padaku. “ oh tidak, tidak, tentu saja tidak. Tidak mungkin aku marah
kepadamu.” jawab dia. Akkhh baik sekali.
Oh ya baru kusadari dia belum pernah marah
kepadaku. Lalu apa maksudnya dia menceritakan tentang dia membunuh Galius. Aku
tidak mengerti. “lalu apa yang kalian pesan tuan purtri.?” Tanya dia kepada
kami. “ kami memesan kamu Elucchi, kami memesan jam kerja mu.hahah” jawab
Eleonora. “HAH.? Apa maksudmu memesan jam kerja ku.?” Tanya El-kun dengan nada
yang sedikit kesal. “nee apa kau lupa bahwa di tempat makan ini para pelanggan
dapat memesan jam kerja pelayan, yaa meskipun harga nya cukup mahal.” Balas
Eleonora kepada El-kun.
“iya aku tahu, tapi setahuku apa kau memiliki
uang sebanyak itu.?” Balas El-kun. “ tentu saja tidak punya, tapi yang membayar
nya adalah Irisyviel. Benarkan .?” balas Eleonora sambil menarik lenganku.”
Hhmm aku, kenapa harus aku.?” Jawab ku pada nya. “ hey apa kamu akan membuang
kesempatan mu untuk berbincang-bincang dengan Elucchi.?” Jawab Eleonora dengan
membisikan ke telinga ku. Oh begitu maksudnya. "Eh iya tentu aku yang
bayar, ya benar aku yang bayar, tidak masalah kan El-kun.” Jawab ku dengan
semangat bahkan sampai mengeluarkan asap di hidungku.
aku sangat semangat . “ ciih bangsawan sialan.”
kata El-kun dengan suara yang pelan. “ ada apa El-kun.?” Tanya ku pada nya.
“tidak apa-apa kok, baiklah, silahkan ikut dengan ku tuan putri” jawab El-kun
dengan mempersilahkan kami untuk mengikuti nya.. ooh tidak aku sudah tidak kuat
lagi. Akhirnya aku memeluk lengannya seperti yang aku lakukan biasanya jika
bersama nya. akhh senang nya.
Kami pun akhirnya telah sampai di dalam
ruangan, aku duduk bersebelahan dengan Eleonora dan El-kun duduk di depan berhadapan
dengan kami.. hmm padahal aku ingin duduk di sebelahnya, tapi aku tidak di
ijinkan untuk duduk di sebelahnya. “lalu, apa yang kalian inginkan tuan
__ADS_1
putri.?” Tanya El-kun kepada kami. “ Irisyviel ingin mengajak bicara dengan mu
Elucchi.” Jawab Eleonora. “iya El-kun. Ada yang aku ingin Tanya kan pada mu.
Tapi aku ingin kamu jawab yang jujur, oh ya, kamu tidak perlu memanggil kami
tuan putri. Mengerti.?” Tanya ku padanya.
“Hm baiklah. Lalu apa yang ingin kamu
tanyakan.?” Tanya El-kun kepadaku.” Aku
ingin kamu menjelaskan maksud tentang cerita yang kamu beritahu padaku tentang
membunuh galius, mengapa kamu hingga berbohong begitu padaku. Tolong jelaskan
dan jangan ada kebohongan.” Jawab ku dengan tegas. “maafkan aku Irisyviel atas apa yang lakukan
hingga kamu terluka parah seperti itu. Akan tetapi apa yang aku katakan waktu
itu adalah kejujuran. Aku tidak berbohong sama sekali. “ jawab dia dengan
meminta maaf padaku.
“akh tidak mungkin. Tapi mengapa kamu sampai
tega melakukan itu.? Lalu kenapa kau bercerita tentang Galius kepadaku.?” Tanya
ku padanya dengan merengek. ”Bukankah kamu sudah bilang waktu itu bahwa kita
harus saling berbagi agar kita lebih dekat tanpa ada kebohongan . jadi aku
mengatakan yang sesungguhnya agar aku tidak merasa bersalah kepada kamu
Irisyviel. Sekali lagi aku minta maaf hingga membuat mu terluka bahkan membuat
mu sakit selama seminggu lebih. “ balas El-kun padaku. Aku tidak percaya
mengapa dia hingga tega melakukan hal seperti itu. “tunggu dulu. Bagaimana kamu
bisa tahu bahwa aku sakit selama 1 minggu lebih.?” Tanya ku.
” eh, hhmm aku tahu dari kabar sekolah. “ jawab
dia dengan memalingkan wajah nya. “tunggu dulu. Oh ya apa kamu tidak tahu
Irisyviel-san. Ketika kamu pingsan. Yang membawa mu ke tempat UKS adalah
Elucchi. Dan aku baru ingat di sekitar rumah mu aku merasakan seperti ada yang
mengawasi. Apa mungkinkah itu kamu Elucchi?” Tanya Eleonora kepada El-kun
sambil menggoda nya. “ hhmm tidak, tidak mungkin.. haa.haha.hah.” jawab El-kun
dengan mengelak. Hhmm ternyata selama ini El-kun mengkhawatirkanku. Lalu kenapa
dia berbuat seperti itu, tunggu dulu. Bukankah dia bilang dengan jelas bahwa
dia ingin lebih dekat denganku. Lalu kenapa aku tidak dapat menerimanya. Hehm.
Yang perlu kulakukan adalah menerima apa sudah terjadi dan melanjutkan kenangan
bersama dia.
“neee
El-kun. Aku punya permintaan.” Kata ku sambil meminta sesuatu padanya. “Apa
Irisyviel.?” Jawab El-kun. “ bisakah kita seperti dulu lagi.?, aku tidak ingin
kita saling berjauhan, aku ingin memandang wajahmu, melihat senyum mu lagi,
menggenggam lengan mu lagi. Serta berbincang-bincang lagi denganmu.” Kata ku
dengan memohon kepadanya. “ apa kamu bilang Irisyviel-san.? Apa kamu lupa bahwa
dia yang membunuh teman mu yang berharga. Bahkan dia juga tega menghancurkan
tim kelompok orang lain dengan membawa goliath. Dan sekarang kamu bilang ingin
kembali lagi dengan nya lagi, apa kamu sudah gila.?” Kata Eleonora dengan nada
serta ekspresi yang sangat marah.
“Eleonora-san
benar. Kamu kenapa Irisyviel.? Apa kamu baik-baik saja.?” Balas dari El-kun.”
Hhm. (menggelengkan kepala) Tidak apa-apa kok. Memang kamu yang membunuh
galius, tapi aku tidak tahu alasan kamu melakukan itu. Hingga aku tahu alasan
mu sebenarnya mengapa kamu membunuh galius, Aku akan terus bersama mu. Dan juga
untuk yang masalah kelompok ketua, bagaimana mungkin El-kun mengalahkan monster
itu sendirian. Buktinya dia kabur melarikan diri kan. Nah kebetulan ada
kelompok yang sedang bertarung dengan monster serta mereka adalah kelompok
kelas atas. Maka dari itu El-kun memberikan monster itu agar dapat dikalahkan
oleh kelompok itu. “ jawab ku dengan senyum.
aku tahu
apa yang kulakukan. Aku tahu El-kun tidak jahat. Mungkin El-kun tidak ingin
anak itu sampai tertangkap oleh para pencuri itu dan di siksa oleh penculik itu.
Maka dari itu dia ingin mengakhiri penderitaan galius, aku memang sulit
menerima nya, tapi tidak ada plihan lain.
Aku yakin
El-kun tidak memiliki niat jahat. Dan juga setelah mendengar perbincangan serta
penjelasan dari kakek yang mengatakan bahwa kelas atas di sekolah ini sudah
tidak ditentukan oleh talenta melainkan status dan kekuasaan aku sekarang
mengerti bahwa El-kun tidak salah. “sekarang kamu tahu kan maksud ku kan
Eleonora-san. Bahwa El-kun itu tidak jahat” tanya ku. “ya tapi tetap saja, aku
sulit menerimanya, karena ketika aku melihat mu sungguh membuat ku sangat marah
dan sedih.” Jawab Eleonora. “tenang saja Eleonora-san, mulai sekarang semua
kesedihan dan kemarahan ku telah terhapuskan oleh jawaban El-kun bahwa dia
hanya ingin memiliki hubungan ku tanpa ada nya kebohongan” kataku.
Setelah aku
menjelaskan kepada Eleonora. Eleonora akhirnya mengerti. aku bertanya kepada
El-kun atas penjelasan ku tadi apa benar atau tidak. El-kun hanya berpaling dan
memerah wajah nya. akhh lucunya. Berarti perkiraan ku benar. Hmm El-kun. “oh ya
El-kun, jika aku boleh tahu. Tempat tinggalmu dimana.?” Tanya ku padanya. “ini
tempat tinggalku Irisyviel. Dan ini ruang tamu ku. Ruang sebesalah sana adalah
kamar ku. Aku bekerja disini juga karena dapat tempat tinggal gratis dengan
syarat setiap hari membersihkan tempat ini. Memangnya ada apa.?” Jawab El-kun
dengan bertanya kembali padaku.
“ ah
tidak,tidak,tidak.. aku hanya penasaran saja. Jadi selama ini kamu tinggal
disini, berarti tempat tinggal kita berdua tidak lah terlalu jauh juga ya.?”
Tanya ku pada El-kunn. Wooaahhh, jika aku tahu bahwa tempat tinggal dia disini
seharusnya aku sering kesini. “Oh ya aku lupa, bagaimana jika setiap hari aku
bawakan kamu bekal makan siang. Kamu kan pasti lapar kan. ?” Tanyaku dengan
senang. “ oh tidak perlu Irisyviel, disini sudah ada yang masak dan kami selalu
makan bersama. semua pegawai disini dilarang membawa kenalan nya kemari apalagi
jika kenalan nya itu seorang wanita. “ jawab El-kun. Hmm tidak. “apa kamu tidak
mengerti Irisyviel-san, tempat makan ini mengandalkan kesukaan para pelanggan
nya terhadap pegawai disini. Jika pegawai disini membawa pasangannya atau
bahkan bermesraan dengan pasangan nya, kemungkinan tempat ini akan bangkrut.”
Balas Eleonora.
Hhmm Eleonora benar. Lalu bagaimana bisa aku
menghabiskan waktu ku bersama nya. huufftt..aku merasa lemas. “bukankah kita
masih dapat bersama di sekolah.? tapi jika kamu mau ke tempat ku atau ingin
mengajak ku bermain setiap akhir pekan aku libur.” Kata El-kun, sepertinya dia
__ADS_1
memperhatikan ku dan mengerti yang aku mau. ooh aku senang sekali.