Regalius Ace {R.A}

Regalius Ace {R.A}
Chapter 4(Latihan)


__ADS_3

Chapter 4


{Latihan}


Ke esokan


harinya Syriel sangat penasaran dengan Elusyan dan memutuskan untuk mengunjungi


tempat makan Elusyan bekerja. akhirnya ia sampai di tempat itu, setelah sampai


dia di kejutkan oleh seorang pelayan yang menyambut kedatangan nya. ”selamat


datang tuan putri, silahkan masuk dan duduk serta silahkan beri perintah pada


kami, karena permintaan anda adalah perintah bagi kami, silahkan lewat sini.”


Kata pelayan itu dengan mempersilahkan Syriel masuk serta menunjukan tempat


duduknya.


“ciih


tempat apa ini, menjijikan, dan apa maksud pelayan tadi itu. Hwueh menjijikan.


Aku tak menyangka kekasihnya kakak ku bekerja di tempat seperti ini. oh ya aku


harus serius mengawasi orang itu. Sepertinya dia hanya mempermainkan kakak


tercinta ku. Cih sialan. ingin sekali ku memukulnya.” Kata Syriel dengan


ekspresi wajah yang tak menyukai tempat bekerja Elusyan. Tak lama ia sedang


memperhatikan sekelilingnya, tiba-tiba Elusyan datang dan membawa pesanan


pelanggan. “ maaf telah menunggu tuan putri. Saya bawakan pesanan yang telah


anda minta. silahkan menikmati.”  Kata


Elusyan dengan memberikan senyuman ramah nya kepada pelanggannya.


”Cih sudah


kuduga dia memang pria brengsek, di belakang kakak ku dia menggoda wanita lain.


Bahkan hingga mengatakan tuan putri, padahal dia sendiri belum pernah menyebut


kakak ku dengan sebutan putri.” Kata Syriel dengan kesal. “eh pelayan tolong


kemari.” Kata Syriel memanggil seorang pelayan. “hahah, akan aku gunakan


layanan meminjam jasa pelayan untuk menghukum pria sialan itu.” Kata Syriel


dengan wajah yang jahat.


“iya apa


yang dapat saya lakukan untuk anda tuan putri.?” Tanya pelayan itu dengan


membungkuk. “aku ingin memesan jasa peminjaman pelayan. Aku ingin memesan


pelayan yang benama Elusyan. Cepat bawa kemari.” Perintah Syriel kepada pelayan


itu. Akhirnya pelayan itu kembali, tak lama kemudian Elusyan datang menghampiri


Syriel. “apakah ada sesuatu yang dapat saya lakukan untuk anda tuan putri.?”


Tanya Elusyan dengan membungkukan tubuhnya.


”Hahaha


memang seharusnya kau membungkuk wahai rakyat jelata, apa lagi untuk mu pria


brengsek yang telah mempermainkan perasaan kakak ku, hahah akan kubuat kau menyesal.”


Dalam fikiran Syriel. “aku minta kamu memasakan sesuatu yang sangat aku


inginkan, membawakannya dengan hidangan yang terbaik, dan  aku ingin kamu menyuapiku. apa kamu menerimanya.?”


Perintah dari Syriel. ”Oh tentu saja dengan senang hati akan aku lakukan tuan


putri, permintaan anda adalah perintah bagi kami.“ jawab Elusyan dengan senyum


ramah serta membungkuk. Lalu pergi


“apa


maksudnya itu, dengan senang hati. Hehm paling juga dia tidak mengenali ku


karena aku sedang menyamar, jadi dia kira aku adalah wanita yang sama dengan


lainnya hingga dapat dia tipu daya, hwaahah, itu tidak akan terjadi. Tapi entah


kenapa ketika dia tersenyum dan mengatakan tuan putri membuat hatiku senang.


apa yang sebenarnya terjadi.“ kata Syriel.


Akhirnya


pesanan Syriel telah jadi. Elusyan mengantar nya ke tempat Syriel. “maaf telah


menunggu tuan putri, pesanan anda telah datang. Silahkan dinikmati” kata


Elusyan dengan membawa pesanan Syriel. “cepat hidangkan dan suapi aku.” Perintah


Syriel kepada Elusyan. “hwuaahh hidangan nya mewah sekali, sepertinya sangat


nikmat, akh tapi tidak mungkin pria seperti dia dapat membuat makanan yang


nikmat. “silahkan membuka mulut anda tuan putri Syriel. aaahhh “ kata Elusyan


yang hendak menyuapi Syriel. “ ahhh” akhirnya Syriel membukan mulutnya dan


memakan makanan masakan Elusyan.


”hwuaahhhh


apa ini.? Mengapa sangat nikmat.? Bahkan masakan ini adalah masakan yang paling


nikmat setelah masakan ibuku. Akhh aku ingin tambah lagi.” Dalam benak fikiran


Syriel menikmati masakan Elusyan. Akhirnya makanan pesanan Syriel telah


habis..”bagaimana makanan nya tuan putri Syriel.? Apakah anda menikmatinya.?”


Tanya Elusyan. “ lumayan juga untuk sekelas pelayan tingkat rendah sepertimu,


eh tunggu dulu, kamu bilang Syriel.? Kamu mengenaliku.?” Jawab Syriel dengan


sangat terkejut.


“ tentu


saja aku kenal. Saat kamu duduk dan meminta pesanan pun aku telah mengenali mu,


karena suara mu itu yang membuat ku mengenalimu.” Jawab Elusyan dengan senyuman


nya. “ hah.? Dia ternyata sudah mengetahui aku dari awal, sialan, lalu mengapa


dia tetap tersenyum padaku.?” Dalam benak fikiran Syriel. Akhirnya mereka


berbincang-bincang hingga tak terasa waktu mereka telah habis.” Oh maaf kan aku


Syriel-chan. Waktu nya sudah habis, aku kembali dulu. “ kata Elusyan yang akan


meninggalkan Syriel.


“ hhmm


tidak mungkin, tunggu dulu El-nii sama, eh maksud ku Elusyan-nii sama.” Kata


Syriel yang menahan Elusyan untuk pergi. “ ada apa Syriel-chan.? Oh ya jika


memanggilku, panggil saja dengan sebutan yang paling kamu inginkan.” Jawab


Elusyan dengan tersenyum. “ ehm baik lah El-nii-sama, sampai jumpa lagi.” Kata


Syriel dengan senang sambil melambaikan tangannya.


Akhirnya


Syriel pulang ke rumah dengan hati yang gembira serta bahagia, sesampainya di


rumah dia langsung ke kamar nya lalu rebahan di kasurnya. “whuuaah ada apa


sebenarnya dengan ku.? Mengapa aku menjadi senang berbincang-bincang dengan


orang itu. Ini pertama kali nya bagiku. Sebelumnya yang kurasakan terhadap


semua pria adalah sama. Sangat jijik dan membencinya, lalu mengapa beda untuk


dia.? Apa yang membuat ku sepeti ini.? Hmm mungkin lain kali aku harus


memastikannya.” Syriel berbicara pada dirinya sendiri. Syriel pun sering pergi


kesana.


Kembali ke


cerita Elusyan


Waktu


sekolah pun dimulai. Semua murid telah masuk. Semua siswa diperintahkan untuk


segera berkumpul  ke lapangan. “selamat


datang kalian semua. Saya sengaja untuk mengumpulkan kalian semua untuk datang


berkumpul semua di lapangan ini karena ada yang ingin saya sampaikan kepada


kalian semua. Seperti yang kalian tahu bahwa ujian kenaikan tingkat tengah


semester akan dimulai. Jadi disini saya akan beritahu langsung ke inti nya

__ADS_1


saja.


Bagi yang


masuk 10 besar ujian kemarin kalian akan mengikuti ujian ini. Dan yang


mengikuti ujian ini akan dinilai oleh para semua dewan guru. Serta bagi yang


mendapatkan 10 siswa dengan nilai terbaik akan di ikut sertakan dalam


pertandingan Festival Holy War. Pertandingan antar sekolah di dunia ini yang


diadakan 1 tahun sekali. Jadi ini kesempatan emas untuk kalian. Oh ya, yang


mengikuti ujian ini adalah semua kelas murid. Dari kelas 10 hingga kelas 12.


Jadi bersiaplah. Karena


sejak 10 tahun lamanya. Tak ada 1 pun murid dari kelas 10 yang memenangkan


pertandingan ini. Jadi kalian harus serius kelas 10. Baiklah Hanya itu saja


yang saya sampai kan. Sekian dan bubar. Untuk informasi selanjutnya akan di


disampaikan oleh para wali kelas kalian. “ pengumuman yang telah di sampaikan


oleh kepala sekolah.


Semua murid


masuk ke kelas masing-masing. Seperti biasa aku memandangan keluar jendela. Tak


lama kemudian wali kelas masuk. “baiklah semua nya. ibu akan menyampaikan


informasi tentang ujian ini. Seperti yang kalian tahu bahwa yang akan mengikuti


ujian nanti di kelas kita hanyalah Elusyan-kun saja, jadi untuk kalian semuanya


yang tersisa akan masuk seperti biasa. Dan untuk kau Elusyan-kun. mulai


sekarang hingga seterusnya Kamu harus mengikuti latihan bersama dengan 10 besar


murid yang akan mengikuti ujian nanti, jadi kamu sekarang pergi lah ke lapangan


praktik latihan karena semuanya telah pergi kesana.” Kata ibu guru memberi


perintah padaku.


“maaf ibu


guru, anda bilang semuanya telah menunggu. berarti saya telat diberitahu.?”


Tanya ku padanya. ”Tentu saja, kamu sudah tahu mengapa masih bertanya. Cepat


kesana, atau nanti aku yang akan di tegur oleh pihak sekolah.“ jawab ibu guru


dengan nada yang sedikit kesal. Ciih, apa maksudnya itu, berarti aku akan di


marahi oleh guru yang akan melatih ku karena aku telat datang kesana. Lagi pula


dia yang salah mengapa aku dimarahi olehnya. Sepertinya hari sial ku telah di


mulai.


Aku berlari


menuju lapangan praktek. Wah ternyata aku sangat telat. Mereka sudah mulai


latihan. Cih, lebih baik aku mengakui kesalahan ku saja dari pada nantinya aku


mendapatkan masalah yang lebih rumit lagi. “maaf aku telat“ aku meminta maaf


pada guru pelatihku. “oh ternyata kamu yang di bicarakan itu, sejarah kelas


rendah yang masuk serta mengikuti ujian ini. Whuaahahaha, aku jadi semakin


semangat dan ingin sekali menguji mu. Baiklah untuk hukuman mu telat kamu akan


berlari 20 kali lapangan ini dengan menggunakan gelang ini di lengan mu dan di


pergelangan kaki mu. Oh ya karena aku penasaran akan kekuatan mu, aku ingin


kamu menggunakan setiap lengan dan kaki mu 2 jenis gelang yang berbeda.“ jawab


pelatih memerintahkan ku.


Akhirnya


aku menggunakan gelang itu dan mencoba berlari. Apa ini, aku tidak bisa


menggunakan sihir maupun skill ku, dan juga tubuh ku terasa sangat berat, apa


mungkin gelang ini pengikat sihir dan pemberat tubuh. Sialan. Tapi tidak ada


pilihan lain selain melakukannya. Lagi pula menurut ku semua ini tidak lah


seberapa jika dibandingkan dengan latihan ku dulu. Aku mulai berlari dan


kukenal diantara mereka semua. Irisyviel, Meisya, dan si orang bodoh dari kelas


pahlawan. Cih ternyata ada orang bodoh itu setim dengan ku, kukira dia telah


mati saat ujian kemarin.


Aku selesai


berlari mengelilingi lapangan lalu menghampiri pelatih ku.”pelatih, aku sudah


selesai, sekarang aku harus apa lagi.?” Tanyaku pada pelatih . ”oh kau sudah


selesai.? Hmm hebat juga dapat menyelesaikan semua nya dalam waktu singkat ini,


apa kamu memotong jarak nya.?” Tanya pelatih yang meragukanku. Apa kah aku


begitu lemah di mata nya.Cih, tapi tak apalah, yang terpenting aku tidak


terlihat mencolok. “tentu saja tidak pelatih. Lalu aku harus bagaimana.?” Tanya


ku pada pelatih. “oh jika begitu kamu gabung dengan yang lainnya, kita semua


akan berlatih fisik selama 2 minggu.“ jawab pelatih.


Tunggu,


berarti itu kita hanya akan berlatih latihan fisik saja. Bukankah ini akademi


sihir. Lalu mengapa yang di latih hanya fisik bukan ilmu sihir, tapi tak


apalah, kulakukan saja. Akhirnya aku mengikuti pelatihan. Yang kami semua


lakukan hanyalah penguatan fisik saja. Seperti berlari, push up, sit up. Pull


up dan hal yang bersangkutan dengan kekuatan fisik saja. Aku sengaja


menggunakan gelang pemberat 2 kali lipat dari biasanya, akan tetapi tidak


diketahui oleh mereka maupun pelatih. 2 minggu pun sudah berlalu dan kami sudah


di hari akhir pelatihan, di hari ini kami di tes fisik kami. “baiklah semuanya,


kini kita semua telah tiba di bawah gunung Heles. Disini banyak monster yang


berkeliaran. Jadi sangat cocok dengan tes ujian. Aku akan memerintahkan kepada


kalian dengan mulai berlari halang rintang sepanjang 10 km.” kata pelatih.


“aakhh jangan lagi”, “oh tidak apa kah latihan fisik kemarin masih belum


cukup.”, “akh menyebalkan” itulah kata-kata keluhan yang terlontar dari


beberapa murid pelatihan. “sudah jangan merengek. Ini semua kulakukan untuk


mengetes sejauh mana kekuatan fisik kalian yang sudah berkembang.” Kata


pelatih.


 “tapi akan sangat berat pak, lihatlah


(memperlihatkan gelang) kita semua sedang menggunakan gelang pemberat serta


gelang penyegel sihir. Kami akan kesulitan jika harus berlari sepanjang ini.


Ini sungguh berat.” Kata Meisya. “hmm benar juga, baiklah jika begitu, kalian


boleh melepaskan gelang pemberat kalian, tapi gelang penyegel sihir tidak boleh


kalian lepaskan” kata pelatih. “baiklah” teriak para murid lain. Mereka


akhirnya melepaskan semua gelang pemberat serta mulai melakukan pelenturan.


“semuaya bersiap” teriak pelatih. Semua nya berkumpul bersiap untuk berlari.


“mulaai” teriak pelatih.


Di mulai


berlari halang rintang sepanjang 10 km. tempat tes kami berada di bawah gunung Heles.


Hmm jadi ternyata pengetesan kita adalah berlari menanjak menuju atas gunung


yang berjarak 10 km. akan tetapi ada yang membuat tes ini sangat sulit. Karena


kami tidak di perbolehkan untuk melepas gelang segel sihir. Tapi di perbolehkan


untuk melepas gelang pemberat yang kita kenakan. kami semua nya berlari sekuat


tenaga. Aku menjadi urutan pertama meninggalkan semuanya. Seperti nya Irisyviel


urutan 8. Ketika di jalan tiba-tiba banyak monster yang menghadang kami. “waah


siaal.”, “bagiamana ini.?”, “serius ini kita tidak boleh melepaskan gelang


penyegel sihir.?”, “ini bagaikan siksaan sialan, seharusnya aku tidak ikut

__ADS_1


saja” itulah keluhan murid-murid yang sedang dihadang oleh para monster. “semua


nya perhatikan dengan baik, larilah sekuat tenaga. Manfaatkan semua barang yang


ada disini. Bagi yang sedang dihadang monster, lepar saja dengan batu serta


alihkan perhatian. Kita semua harus bekerja sama.” Kata Meisya. “oh benar juga,


ayoo semuanya lakukan” kata salah satu murid. Kami harus menghindari nya karena


kita tidak bisa mengalahkan monster jika hanya menggunakan kekuatan fisik.


Akhirnya semuanya dapat menyelesaikan tes nya


dan telah sampai di tempat tujuan. Aku melihat disekelilingku. Tunggu dulu,


kemana anak itu. “Meisya-san. Apa kamu melihat Irisyviel.?” Tanya ku pada


Meisya dengan cemas. “ akh tidak, aku tadi tepat di belakang mu.” Jawab nya.


saat aku sangat cemas mencari dia. Tiba-tiba ada seseorang yang memberi tau


keberadaan Irisyviel.” Maaf Gabriielin-kun. Aku tadi melihat Vallerya-san


terhadang oleh monster dan dia malah masuk ke dalam hutan serta keluar dari


jalur.” Kata seseorang dari tim ku .


Dengan tak berifkir panjang, aku pun langsung


berlari sekuat tenaga. “eh, apakah murid itu secepat itu, atau dampak dari


melepaskan gelang pemberat.?” Tanya pelatih ke murid-muridnya. “ perasaan ini


sama seperti orang itu. Kecepatannya sama dengan orang itu. Tapi apa mungkin


pria itu adalah dia.?” Dalam benak fikiran Meisya. Aku terus berlari dan


mencari keberadaan Irisyviel. Tak lama kemudian aku menemukan Pohon yang dahan


nya patah. Aku menuju ke pohon itu. Aku lihat ke bawah pohon itu ternyata


Irisyviel sedang terbaring kesakitan. Aku langsung menghampirinya, aku lihat


dia tidak terluka hanya saja ada bekas gigitan, tunggu dulu.


Tidak mungkin, ini luka gigitan monster ular


beracun, sial. Aku harus segera mengobati nya. aku menghisap luka gigitannya


lalu menghisap racunnya serta mengeluarkannya. Setelah semua keluar kulihat dia


sedang merintih kesakitan. Sial..! mengapa hal seperti ini terjadi lagi. “oh


El-kun, apa itu kamu.? Sedang apa kamu disini.? Bukankah kamu sedang di urutan pertama


tadi.? Apakah pertandingan sudah selesai.?” Tanya Irisyviel dengan wajah yang


lemas serta menahan kesakitan.


“sudah cukup tak perlu bicara lagi. Aku akan


segera membawamu serta mengobatimu. Jadi sudah beristirahat lah.” Jawab ku pada


nya dengan cemas. “akhh dia seperti biasa dia sangat perhatian dan baik


kepadaku.” Dalam fikiran Irisyviel yang akan tertidur karena terlalu lemas. “


aku tak akan kehilangmu.. Lagi..” terdengar kata yang di keluarkan oleh Elusyan


yang terdengar oleh Irisyviel.” ‘LAGI’.? Apa maksudnya itu. Apa dia pernah


kehilangan diriku sebelumnya.?” Tanya Irisyviel dalam fikirnya. Akhirnya


Elusyan membawa kedalam sebuah rumah serta mengobati luka-luka Irisyviel


Akhirnya Irisyviel telah terbangun dari tidur


nya. “ apa kamu sudah bangun Irisyviel.? Apa kamu sudah merasa lebih baik.?”


Tanya ku cemas padanya.”Ehem. aku sudah baikan kok, terima kasih sudah


mengobati dan menjagaku El-kun, aku sangat senang.” jawab Irisyviel dengan


senyum.” H-hhm,, baiklah jika begitu. Syukurlah . oh ya ini aku sudah


membuatkan sesuatu yang dapat kamu makan. “ kata ku dengan memberi makanan.


“iya terima kasih El-kun. “ jawab Irisyviel dengan menerima makanan nya yan di


beri oleh El-kun.


“ seperti biasa masakan yang kamu buat sangat


enak El-kun, aku sangat suka. “ kata Irisyviel dengan memuji. “akh syukurlah


jika begitu, makanan itu sudah aku beri obat agar kamu segera sehat. “ jawab ku


dengan senang. ”oh ya kamu sepertinya sedang tidak sehat, biasanya kamu ceria


dan semangat, tidak seperti ini, terlihat begitu lemas, lesu dan seperti ikan


yang tidak segar lagi. “ kataku menghibur nya. “hehehe. Terima kasih telah


mengkhawatirkan ku El-kun, aku sangat senang.” jawab nya dengan senyum. Hhmm


kenapa dengan wanita ini, mengapa sekarang ini dia terlihat begitu. Apa dia


mencoba menggoda ku lagi.


Entah kenapa aku jadi sedikit tertarik dan suka


saat dia seperti ini. Tapi aku ingin dia yang bersikap seperti biasanya. Bahkan


aku sedikit mengira bahwa dia sudah ingat dari kehilangan ingatan nya ”Neee


El-kun. Kamu bilang ketika mengangkat tubuh ku, kamu mengatakan tak akan


kehilangku ‘lagi’, maksudnya apa.? Apa kamu pernah kehilanganku dulu.?” Tanya


kepadaku. Tentu saja aku sangat terkejut mendengar hal itu.  Oh ternyata dia masih belum ingat. “akh, oh .


itu. Aku pernah kehilangan dirimu kan dulu waktu aku menceritakan masa lalu


ku.? Nah itu yang kumaksud.he he he” jawab ku mencari alasan dengan menggarukan


tangan ku ke kepala ku.


“hhmm jadi begitu. Kukira kamu pernah


kehilanganku, jika saja dulu aku pernah meninggalkan mu, aku meminta maaf


padamu, aku janji hal seperti itu tak akan ku ulangi lagi.” Katanya dengan


senyum lagi. Cih sialaan, jika terus begini aku sudah tak sanggup lagi. “


Irisyviel,?” kataku “ iya El-kun.” Jawabnya. “ kamu sebenarnya kenapa.? aku


tidak mengerti, sikap mu kenapa.? Apa kamu marah padaku atau kamu sedang


memikirkan sesuatu.?” Tanya ku padanya dengan gelisah. “hhmm aku hanya


berfikir, mungkin saja kamu lebih suka dengan wanita yang bersikap lebih tenang


dan elegan, serta tidak menyukai wanita yang memiliki sikapku biasanya.” Jawab


dia dengan wajah yang sedih.


“ akh,.? Apa yang kamu katakan ? aku tidak


pernah mengatakan jika aku menyukai wanita yang dingin maupun apapun itu.


Jadilah dengan dirimu sendiri. Jika kamu berfikir seperti itu, membuatku jatuh


cinta padamu dengan sikapmu yang sekarang ini, maka aku jatuh cinta bukan pada


mu, melainkan sesuatu yang bukan dari mu.” Jawab ku dengan tegas, sialan,


sebenarnya apa yang aku katakan sialan. Mendengar jawaban ku Irisyviel


tertunduk dengan wajah yang sangat merah.


Aku menjadi khawatir dengan nya. aku pun


mendekatkan wajahku di dekatnya. Tiba-tiba Irisyviel mendekat kan wajah dengan


berkata. “aku sudah tidak tahan, aku sudah terlalu cinta padamu” kata dia


hingga akhirnya dia mencium bibir ku. Aku pun merespon nya. hmm sudah lama aku


tidak berciuman dengannya. Mungkin sudah 2 tahun lama nya. baru kali ini lagi


aku berciuman dengannya. “anoo El-kun kamu tidak marah.? Kamu tidak membenci


ku.? Maaf jika aku mencium mu dan mencuri ciuman pertama mu. Ini juga ciuman


pertama ku.” Jawab nya dengan wajah sedikit ketakutan.


“tidak apa-apa Irisyviel, justru aku sangat


senang karena kamu memberikannya padaku, tapi menurutku, ini bukan ciuman


pertama kita.” Jawab ku dengan senyum. “eh.? Bukan ciuman pertama kita.? Yang


aku tahu ini ciuman pertama ku. Apa maksud mu El-kun.?” Tanya dia pada ku


dengan rasa penasaran. ”Oh tidak apa-apa. Lebih baik kamu tidur saja, kamu


masih belum baikan kan.? Dan juga di luar sedang hujan lebat. Setelah hujan


selesai aku akan membawamu kembali.” Jawab ku dengan tersenyum padanya.” Hm


baiklah, terima kasih El-kun. “ jawabnya.

__ADS_1


__ADS_2