
Chapter 4
{Latihan}
Ke esokan
harinya Syriel sangat penasaran dengan Elusyan dan memutuskan untuk mengunjungi
tempat makan Elusyan bekerja. akhirnya ia sampai di tempat itu, setelah sampai
dia di kejutkan oleh seorang pelayan yang menyambut kedatangan nya. ”selamat
datang tuan putri, silahkan masuk dan duduk serta silahkan beri perintah pada
kami, karena permintaan anda adalah perintah bagi kami, silahkan lewat sini.”
Kata pelayan itu dengan mempersilahkan Syriel masuk serta menunjukan tempat
duduknya.
“ciih
tempat apa ini, menjijikan, dan apa maksud pelayan tadi itu. Hwueh menjijikan.
Aku tak menyangka kekasihnya kakak ku bekerja di tempat seperti ini. oh ya aku
harus serius mengawasi orang itu. Sepertinya dia hanya mempermainkan kakak
tercinta ku. Cih sialan. ingin sekali ku memukulnya.” Kata Syriel dengan
ekspresi wajah yang tak menyukai tempat bekerja Elusyan. Tak lama ia sedang
memperhatikan sekelilingnya, tiba-tiba Elusyan datang dan membawa pesanan
pelanggan. “ maaf telah menunggu tuan putri. Saya bawakan pesanan yang telah
anda minta. silahkan menikmati.” Kata
Elusyan dengan memberikan senyuman ramah nya kepada pelanggannya.
”Cih sudah
kuduga dia memang pria brengsek, di belakang kakak ku dia menggoda wanita lain.
Bahkan hingga mengatakan tuan putri, padahal dia sendiri belum pernah menyebut
kakak ku dengan sebutan putri.” Kata Syriel dengan kesal. “eh pelayan tolong
kemari.” Kata Syriel memanggil seorang pelayan. “hahah, akan aku gunakan
layanan meminjam jasa pelayan untuk menghukum pria sialan itu.” Kata Syriel
dengan wajah yang jahat.
“iya apa
yang dapat saya lakukan untuk anda tuan putri.?” Tanya pelayan itu dengan
membungkuk. “aku ingin memesan jasa peminjaman pelayan. Aku ingin memesan
pelayan yang benama Elusyan. Cepat bawa kemari.” Perintah Syriel kepada pelayan
itu. Akhirnya pelayan itu kembali, tak lama kemudian Elusyan datang menghampiri
Syriel. “apakah ada sesuatu yang dapat saya lakukan untuk anda tuan putri.?”
Tanya Elusyan dengan membungkukan tubuhnya.
”Hahaha
memang seharusnya kau membungkuk wahai rakyat jelata, apa lagi untuk mu pria
brengsek yang telah mempermainkan perasaan kakak ku, hahah akan kubuat kau menyesal.”
Dalam fikiran Syriel. “aku minta kamu memasakan sesuatu yang sangat aku
inginkan, membawakannya dengan hidangan yang terbaik, dan aku ingin kamu menyuapiku. apa kamu menerimanya.?”
Perintah dari Syriel. ”Oh tentu saja dengan senang hati akan aku lakukan tuan
putri, permintaan anda adalah perintah bagi kami.“ jawab Elusyan dengan senyum
ramah serta membungkuk. Lalu pergi
“apa
maksudnya itu, dengan senang hati. Hehm paling juga dia tidak mengenali ku
karena aku sedang menyamar, jadi dia kira aku adalah wanita yang sama dengan
lainnya hingga dapat dia tipu daya, hwaahah, itu tidak akan terjadi. Tapi entah
kenapa ketika dia tersenyum dan mengatakan tuan putri membuat hatiku senang.
apa yang sebenarnya terjadi.“ kata Syriel.
Akhirnya
pesanan Syriel telah jadi. Elusyan mengantar nya ke tempat Syriel. “maaf telah
menunggu tuan putri, pesanan anda telah datang. Silahkan dinikmati” kata
Elusyan dengan membawa pesanan Syriel. “cepat hidangkan dan suapi aku.” Perintah
Syriel kepada Elusyan. “hwuaahh hidangan nya mewah sekali, sepertinya sangat
nikmat, akh tapi tidak mungkin pria seperti dia dapat membuat makanan yang
nikmat. “silahkan membuka mulut anda tuan putri Syriel. aaahhh “ kata Elusyan
yang hendak menyuapi Syriel. “ ahhh” akhirnya Syriel membukan mulutnya dan
memakan makanan masakan Elusyan.
”hwuaahhhh
apa ini.? Mengapa sangat nikmat.? Bahkan masakan ini adalah masakan yang paling
nikmat setelah masakan ibuku. Akhh aku ingin tambah lagi.” Dalam benak fikiran
Syriel menikmati masakan Elusyan. Akhirnya makanan pesanan Syriel telah
habis..”bagaimana makanan nya tuan putri Syriel.? Apakah anda menikmatinya.?”
Tanya Elusyan. “ lumayan juga untuk sekelas pelayan tingkat rendah sepertimu,
eh tunggu dulu, kamu bilang Syriel.? Kamu mengenaliku.?” Jawab Syriel dengan
sangat terkejut.
“ tentu
saja aku kenal. Saat kamu duduk dan meminta pesanan pun aku telah mengenali mu,
karena suara mu itu yang membuat ku mengenalimu.” Jawab Elusyan dengan senyuman
nya. “ hah.? Dia ternyata sudah mengetahui aku dari awal, sialan, lalu mengapa
dia tetap tersenyum padaku.?” Dalam benak fikiran Syriel. Akhirnya mereka
berbincang-bincang hingga tak terasa waktu mereka telah habis.” Oh maaf kan aku
Syriel-chan. Waktu nya sudah habis, aku kembali dulu. “ kata Elusyan yang akan
meninggalkan Syriel.
“ hhmm
tidak mungkin, tunggu dulu El-nii sama, eh maksud ku Elusyan-nii sama.” Kata
Syriel yang menahan Elusyan untuk pergi. “ ada apa Syriel-chan.? Oh ya jika
memanggilku, panggil saja dengan sebutan yang paling kamu inginkan.” Jawab
Elusyan dengan tersenyum. “ ehm baik lah El-nii-sama, sampai jumpa lagi.” Kata
Syriel dengan senang sambil melambaikan tangannya.
Akhirnya
Syriel pulang ke rumah dengan hati yang gembira serta bahagia, sesampainya di
rumah dia langsung ke kamar nya lalu rebahan di kasurnya. “whuuaah ada apa
sebenarnya dengan ku.? Mengapa aku menjadi senang berbincang-bincang dengan
orang itu. Ini pertama kali nya bagiku. Sebelumnya yang kurasakan terhadap
semua pria adalah sama. Sangat jijik dan membencinya, lalu mengapa beda untuk
dia.? Apa yang membuat ku sepeti ini.? Hmm mungkin lain kali aku harus
memastikannya.” Syriel berbicara pada dirinya sendiri. Syriel pun sering pergi
kesana.
Kembali ke
cerita Elusyan
Waktu
sekolah pun dimulai. Semua murid telah masuk. Semua siswa diperintahkan untuk
segera berkumpul ke lapangan. “selamat
datang kalian semua. Saya sengaja untuk mengumpulkan kalian semua untuk datang
berkumpul semua di lapangan ini karena ada yang ingin saya sampaikan kepada
kalian semua. Seperti yang kalian tahu bahwa ujian kenaikan tingkat tengah
semester akan dimulai. Jadi disini saya akan beritahu langsung ke inti nya
__ADS_1
saja.
Bagi yang
masuk 10 besar ujian kemarin kalian akan mengikuti ujian ini. Dan yang
mengikuti ujian ini akan dinilai oleh para semua dewan guru. Serta bagi yang
mendapatkan 10 siswa dengan nilai terbaik akan di ikut sertakan dalam
pertandingan Festival Holy War. Pertandingan antar sekolah di dunia ini yang
diadakan 1 tahun sekali. Jadi ini kesempatan emas untuk kalian. Oh ya, yang
mengikuti ujian ini adalah semua kelas murid. Dari kelas 10 hingga kelas 12.
Jadi bersiaplah. Karena
sejak 10 tahun lamanya. Tak ada 1 pun murid dari kelas 10 yang memenangkan
pertandingan ini. Jadi kalian harus serius kelas 10. Baiklah Hanya itu saja
yang saya sampai kan. Sekian dan bubar. Untuk informasi selanjutnya akan di
disampaikan oleh para wali kelas kalian. “ pengumuman yang telah di sampaikan
oleh kepala sekolah.
Semua murid
masuk ke kelas masing-masing. Seperti biasa aku memandangan keluar jendela. Tak
lama kemudian wali kelas masuk. “baiklah semua nya. ibu akan menyampaikan
informasi tentang ujian ini. Seperti yang kalian tahu bahwa yang akan mengikuti
ujian nanti di kelas kita hanyalah Elusyan-kun saja, jadi untuk kalian semuanya
yang tersisa akan masuk seperti biasa. Dan untuk kau Elusyan-kun. mulai
sekarang hingga seterusnya Kamu harus mengikuti latihan bersama dengan 10 besar
murid yang akan mengikuti ujian nanti, jadi kamu sekarang pergi lah ke lapangan
praktik latihan karena semuanya telah pergi kesana.” Kata ibu guru memberi
perintah padaku.
“maaf ibu
guru, anda bilang semuanya telah menunggu. berarti saya telat diberitahu.?”
Tanya ku padanya. ”Tentu saja, kamu sudah tahu mengapa masih bertanya. Cepat
kesana, atau nanti aku yang akan di tegur oleh pihak sekolah.“ jawab ibu guru
dengan nada yang sedikit kesal. Ciih, apa maksudnya itu, berarti aku akan di
marahi oleh guru yang akan melatih ku karena aku telat datang kesana. Lagi pula
dia yang salah mengapa aku dimarahi olehnya. Sepertinya hari sial ku telah di
mulai.
Aku berlari
menuju lapangan praktek. Wah ternyata aku sangat telat. Mereka sudah mulai
latihan. Cih, lebih baik aku mengakui kesalahan ku saja dari pada nantinya aku
mendapatkan masalah yang lebih rumit lagi. “maaf aku telat“ aku meminta maaf
pada guru pelatihku. “oh ternyata kamu yang di bicarakan itu, sejarah kelas
rendah yang masuk serta mengikuti ujian ini. Whuaahahaha, aku jadi semakin
semangat dan ingin sekali menguji mu. Baiklah untuk hukuman mu telat kamu akan
berlari 20 kali lapangan ini dengan menggunakan gelang ini di lengan mu dan di
pergelangan kaki mu. Oh ya karena aku penasaran akan kekuatan mu, aku ingin
kamu menggunakan setiap lengan dan kaki mu 2 jenis gelang yang berbeda.“ jawab
pelatih memerintahkan ku.
Akhirnya
aku menggunakan gelang itu dan mencoba berlari. Apa ini, aku tidak bisa
menggunakan sihir maupun skill ku, dan juga tubuh ku terasa sangat berat, apa
mungkin gelang ini pengikat sihir dan pemberat tubuh. Sialan. Tapi tidak ada
pilihan lain selain melakukannya. Lagi pula menurut ku semua ini tidak lah
seberapa jika dibandingkan dengan latihan ku dulu. Aku mulai berlari dan
kukenal diantara mereka semua. Irisyviel, Meisya, dan si orang bodoh dari kelas
pahlawan. Cih ternyata ada orang bodoh itu setim dengan ku, kukira dia telah
mati saat ujian kemarin.
Aku selesai
berlari mengelilingi lapangan lalu menghampiri pelatih ku.”pelatih, aku sudah
selesai, sekarang aku harus apa lagi.?” Tanyaku pada pelatih . ”oh kau sudah
selesai.? Hmm hebat juga dapat menyelesaikan semua nya dalam waktu singkat ini,
apa kamu memotong jarak nya.?” Tanya pelatih yang meragukanku. Apa kah aku
begitu lemah di mata nya.Cih, tapi tak apalah, yang terpenting aku tidak
terlihat mencolok. “tentu saja tidak pelatih. Lalu aku harus bagaimana.?” Tanya
ku pada pelatih. “oh jika begitu kamu gabung dengan yang lainnya, kita semua
akan berlatih fisik selama 2 minggu.“ jawab pelatih.
Tunggu,
berarti itu kita hanya akan berlatih latihan fisik saja. Bukankah ini akademi
sihir. Lalu mengapa yang di latih hanya fisik bukan ilmu sihir, tapi tak
apalah, kulakukan saja. Akhirnya aku mengikuti pelatihan. Yang kami semua
lakukan hanyalah penguatan fisik saja. Seperti berlari, push up, sit up. Pull
up dan hal yang bersangkutan dengan kekuatan fisik saja. Aku sengaja
menggunakan gelang pemberat 2 kali lipat dari biasanya, akan tetapi tidak
diketahui oleh mereka maupun pelatih. 2 minggu pun sudah berlalu dan kami sudah
di hari akhir pelatihan, di hari ini kami di tes fisik kami. “baiklah semuanya,
kini kita semua telah tiba di bawah gunung Heles. Disini banyak monster yang
berkeliaran. Jadi sangat cocok dengan tes ujian. Aku akan memerintahkan kepada
kalian dengan mulai berlari halang rintang sepanjang 10 km.” kata pelatih.
“aakhh jangan lagi”, “oh tidak apa kah latihan fisik kemarin masih belum
cukup.”, “akh menyebalkan” itulah kata-kata keluhan yang terlontar dari
beberapa murid pelatihan. “sudah jangan merengek. Ini semua kulakukan untuk
mengetes sejauh mana kekuatan fisik kalian yang sudah berkembang.” Kata
pelatih.
“tapi akan sangat berat pak, lihatlah
(memperlihatkan gelang) kita semua sedang menggunakan gelang pemberat serta
gelang penyegel sihir. Kami akan kesulitan jika harus berlari sepanjang ini.
Ini sungguh berat.” Kata Meisya. “hmm benar juga, baiklah jika begitu, kalian
boleh melepaskan gelang pemberat kalian, tapi gelang penyegel sihir tidak boleh
kalian lepaskan” kata pelatih. “baiklah” teriak para murid lain. Mereka
akhirnya melepaskan semua gelang pemberat serta mulai melakukan pelenturan.
“semuaya bersiap” teriak pelatih. Semua nya berkumpul bersiap untuk berlari.
“mulaai” teriak pelatih.
Di mulai
berlari halang rintang sepanjang 10 km. tempat tes kami berada di bawah gunung Heles.
Hmm jadi ternyata pengetesan kita adalah berlari menanjak menuju atas gunung
yang berjarak 10 km. akan tetapi ada yang membuat tes ini sangat sulit. Karena
kami tidak di perbolehkan untuk melepas gelang segel sihir. Tapi di perbolehkan
untuk melepas gelang pemberat yang kita kenakan. kami semua nya berlari sekuat
tenaga. Aku menjadi urutan pertama meninggalkan semuanya. Seperti nya Irisyviel
urutan 8. Ketika di jalan tiba-tiba banyak monster yang menghadang kami. “waah
siaal.”, “bagiamana ini.?”, “serius ini kita tidak boleh melepaskan gelang
penyegel sihir.?”, “ini bagaikan siksaan sialan, seharusnya aku tidak ikut
__ADS_1
saja” itulah keluhan murid-murid yang sedang dihadang oleh para monster. “semua
nya perhatikan dengan baik, larilah sekuat tenaga. Manfaatkan semua barang yang
ada disini. Bagi yang sedang dihadang monster, lepar saja dengan batu serta
alihkan perhatian. Kita semua harus bekerja sama.” Kata Meisya. “oh benar juga,
ayoo semuanya lakukan” kata salah satu murid. Kami harus menghindari nya karena
kita tidak bisa mengalahkan monster jika hanya menggunakan kekuatan fisik.
Akhirnya semuanya dapat menyelesaikan tes nya
dan telah sampai di tempat tujuan. Aku melihat disekelilingku. Tunggu dulu,
kemana anak itu. “Meisya-san. Apa kamu melihat Irisyviel.?” Tanya ku pada
Meisya dengan cemas. “ akh tidak, aku tadi tepat di belakang mu.” Jawab nya.
saat aku sangat cemas mencari dia. Tiba-tiba ada seseorang yang memberi tau
keberadaan Irisyviel.” Maaf Gabriielin-kun. Aku tadi melihat Vallerya-san
terhadang oleh monster dan dia malah masuk ke dalam hutan serta keluar dari
jalur.” Kata seseorang dari tim ku .
Dengan tak berifkir panjang, aku pun langsung
berlari sekuat tenaga. “eh, apakah murid itu secepat itu, atau dampak dari
melepaskan gelang pemberat.?” Tanya pelatih ke murid-muridnya. “ perasaan ini
sama seperti orang itu. Kecepatannya sama dengan orang itu. Tapi apa mungkin
pria itu adalah dia.?” Dalam benak fikiran Meisya. Aku terus berlari dan
mencari keberadaan Irisyviel. Tak lama kemudian aku menemukan Pohon yang dahan
nya patah. Aku menuju ke pohon itu. Aku lihat ke bawah pohon itu ternyata
Irisyviel sedang terbaring kesakitan. Aku langsung menghampirinya, aku lihat
dia tidak terluka hanya saja ada bekas gigitan, tunggu dulu.
Tidak mungkin, ini luka gigitan monster ular
beracun, sial. Aku harus segera mengobati nya. aku menghisap luka gigitannya
lalu menghisap racunnya serta mengeluarkannya. Setelah semua keluar kulihat dia
sedang merintih kesakitan. Sial..! mengapa hal seperti ini terjadi lagi. “oh
El-kun, apa itu kamu.? Sedang apa kamu disini.? Bukankah kamu sedang di urutan pertama
tadi.? Apakah pertandingan sudah selesai.?” Tanya Irisyviel dengan wajah yang
lemas serta menahan kesakitan.
“sudah cukup tak perlu bicara lagi. Aku akan
segera membawamu serta mengobatimu. Jadi sudah beristirahat lah.” Jawab ku pada
nya dengan cemas. “akhh dia seperti biasa dia sangat perhatian dan baik
kepadaku.” Dalam fikiran Irisyviel yang akan tertidur karena terlalu lemas. “
aku tak akan kehilangmu.. Lagi..” terdengar kata yang di keluarkan oleh Elusyan
yang terdengar oleh Irisyviel.” ‘LAGI’.? Apa maksudnya itu. Apa dia pernah
kehilangan diriku sebelumnya.?” Tanya Irisyviel dalam fikirnya. Akhirnya
Elusyan membawa kedalam sebuah rumah serta mengobati luka-luka Irisyviel
Akhirnya Irisyviel telah terbangun dari tidur
nya. “ apa kamu sudah bangun Irisyviel.? Apa kamu sudah merasa lebih baik.?”
Tanya ku cemas padanya.”Ehem. aku sudah baikan kok, terima kasih sudah
mengobati dan menjagaku El-kun, aku sangat senang.” jawab Irisyviel dengan
senyum.” H-hhm,, baiklah jika begitu. Syukurlah . oh ya ini aku sudah
membuatkan sesuatu yang dapat kamu makan. “ kata ku dengan memberi makanan.
“iya terima kasih El-kun. “ jawab Irisyviel dengan menerima makanan nya yan di
beri oleh El-kun.
“ seperti biasa masakan yang kamu buat sangat
enak El-kun, aku sangat suka. “ kata Irisyviel dengan memuji. “akh syukurlah
jika begitu, makanan itu sudah aku beri obat agar kamu segera sehat. “ jawab ku
dengan senang. ”oh ya kamu sepertinya sedang tidak sehat, biasanya kamu ceria
dan semangat, tidak seperti ini, terlihat begitu lemas, lesu dan seperti ikan
yang tidak segar lagi. “ kataku menghibur nya. “hehehe. Terima kasih telah
mengkhawatirkan ku El-kun, aku sangat senang.” jawab nya dengan senyum. Hhmm
kenapa dengan wanita ini, mengapa sekarang ini dia terlihat begitu. Apa dia
mencoba menggoda ku lagi.
Entah kenapa aku jadi sedikit tertarik dan suka
saat dia seperti ini. Tapi aku ingin dia yang bersikap seperti biasanya. Bahkan
aku sedikit mengira bahwa dia sudah ingat dari kehilangan ingatan nya ”Neee
El-kun. Kamu bilang ketika mengangkat tubuh ku, kamu mengatakan tak akan
kehilangku ‘lagi’, maksudnya apa.? Apa kamu pernah kehilanganku dulu.?” Tanya
kepadaku. Tentu saja aku sangat terkejut mendengar hal itu. Oh ternyata dia masih belum ingat. “akh, oh .
itu. Aku pernah kehilangan dirimu kan dulu waktu aku menceritakan masa lalu
ku.? Nah itu yang kumaksud.he he he” jawab ku mencari alasan dengan menggarukan
tangan ku ke kepala ku.
“hhmm jadi begitu. Kukira kamu pernah
kehilanganku, jika saja dulu aku pernah meninggalkan mu, aku meminta maaf
padamu, aku janji hal seperti itu tak akan ku ulangi lagi.” Katanya dengan
senyum lagi. Cih sialaan, jika terus begini aku sudah tak sanggup lagi. “
Irisyviel,?” kataku “ iya El-kun.” Jawabnya. “ kamu sebenarnya kenapa.? aku
tidak mengerti, sikap mu kenapa.? Apa kamu marah padaku atau kamu sedang
memikirkan sesuatu.?” Tanya ku padanya dengan gelisah. “hhmm aku hanya
berfikir, mungkin saja kamu lebih suka dengan wanita yang bersikap lebih tenang
dan elegan, serta tidak menyukai wanita yang memiliki sikapku biasanya.” Jawab
dia dengan wajah yang sedih.
“ akh,.? Apa yang kamu katakan ? aku tidak
pernah mengatakan jika aku menyukai wanita yang dingin maupun apapun itu.
Jadilah dengan dirimu sendiri. Jika kamu berfikir seperti itu, membuatku jatuh
cinta padamu dengan sikapmu yang sekarang ini, maka aku jatuh cinta bukan pada
mu, melainkan sesuatu yang bukan dari mu.” Jawab ku dengan tegas, sialan,
sebenarnya apa yang aku katakan sialan. Mendengar jawaban ku Irisyviel
tertunduk dengan wajah yang sangat merah.
Aku menjadi khawatir dengan nya. aku pun
mendekatkan wajahku di dekatnya. Tiba-tiba Irisyviel mendekat kan wajah dengan
berkata. “aku sudah tidak tahan, aku sudah terlalu cinta padamu” kata dia
hingga akhirnya dia mencium bibir ku. Aku pun merespon nya. hmm sudah lama aku
tidak berciuman dengannya. Mungkin sudah 2 tahun lama nya. baru kali ini lagi
aku berciuman dengannya. “anoo El-kun kamu tidak marah.? Kamu tidak membenci
ku.? Maaf jika aku mencium mu dan mencuri ciuman pertama mu. Ini juga ciuman
pertama ku.” Jawab nya dengan wajah sedikit ketakutan.
“tidak apa-apa Irisyviel, justru aku sangat
senang karena kamu memberikannya padaku, tapi menurutku, ini bukan ciuman
pertama kita.” Jawab ku dengan senyum. “eh.? Bukan ciuman pertama kita.? Yang
aku tahu ini ciuman pertama ku. Apa maksud mu El-kun.?” Tanya dia pada ku
dengan rasa penasaran. ”Oh tidak apa-apa. Lebih baik kamu tidur saja, kamu
masih belum baikan kan.? Dan juga di luar sedang hujan lebat. Setelah hujan
selesai aku akan membawamu kembali.” Jawab ku dengan tersenyum padanya.” Hm
baiklah, terima kasih El-kun. “ jawabnya.
__ADS_1