
Volume 2
{Pertandingan Elusyan}
Prolog {Selesainya Ujian}
Ke esokan
harinya seperti biasa aku yang mengurus rumah dan dia yang mencari makan. Hidup
kami sudah seperti suami-istri saja. Yang kurang mungkin seorang anak saja.
Heeheh. Tak terasa 1 bulan sudah
terlewati dan aku sudah biasa hidup berdua dengan nya. Hhmm aku jadi ingin
hidup seperti ini selamanya. El-kun mulai berangkat untuk mencari makanan. Tapi
tak lama kemudian dia pulang kembali sambil memanggil ku untuk menghampirinya,
aku pun keluar, sebenarnya ada apa. Ketika keluar aku terkejut, jeehh ternyata
ada kakek ku, eh kepala sekolah.
Sepertinya
dia ingin mengatakan sesuatu maka dari itu dia datang menghampiri kami. Kakek
pun mulai membuka pembicaraan, yang ia bicarakan hanya tentang komentar padaku. Aku jadi malu dibuatnya. Hingga dia
mengatakan aku sudah seperti seorang
istri. Oh tidak, ini kalimat yang kuingin dengar dari orang lain. Sudah
kubilang El-kun, kau seharusnya melamarku saja. Akhh senang nya, aku jadi
bahagia, aku menjawab perkataan kakek dengan malu-malu.
El-kun pun
sepertinya malas membahas hal yang seperti ini, hmm rupanya dia malu-malu juga,
__ADS_1
heheh,. Lalu kakek mengucapkan kata Number Zero, siapa sebenarnya Number Zero
ini, aku bertanya pada El-kun dan dia
marah kepada kakek ku. Aku langsung menghentikan dia dan mencoba menenangkan
dia. Kakek mulai memberi tahu sesuatu yang serius. Dan mengatakan tentang para
siswa yang ikut ujian ini telah banyak
yang mati dan hanya sedikit yang tersisa.
Aku semakin
takut dan kebingungan apa yang terjadi sebenarnya ini. El-kun mencoba
menenangkan ku dengan mengatakan bahwa mereka tidak lah mati sungguhan
melainkan hanya menghilang saja. Dan yang di pindahkan kemari bukan tubuh
maupun jiwa. Aku jadi tenang sekaligus bingung apa maksudnya itu, aku mulai
bertanya pada kakek untuk menjelaskan apa maksudnya dan kakek menjelaskan bahwa
akan di hapus ingatannya agar tak ada yang mengetahui rahasia dari ujian ini selain yang lulus saja.
Kakek juga
mengatakan bagi semua yang sudah lulus untuk menutup matanya karena akan di
kembalikan ke sekolah lagi. Aku menutup mata sambil memegang erat lengan
El-kun. Setelah membuka mataku ternyata yang berada dalam ruangan ini sangat
sedikit. Kami diminta untuk pulang dan kembali lagi minggu depan sambil melihat
hasil nya. seperti biasa aku dan El-kun pulang bersama.
1 minggu
pun sudah terlewati. aku berangkat bersama El-kun. Sesampainya di sekolah aku
__ADS_1
melihat hasil rangking ku. Aku dan El-kun berada di 10 besar dengan poin 110.
Wah ternyata El-kun tidak menyerang siapapun, hhmm baik nya. tiba-tiba aku
dikejutkan oleh serangan sihir. Dan ternyata sihir itu di keluarkan oleh ketua
kelas yang menyerang El-kun. dia menghampiri kami sambil ingin menampar El-kun,
aku dengan segera menghentikanya.
Ketua kelas
marah besar dan mengatakan berani nya El-kun menampakan dirinya setelah apa
yang ia perbuat. Aku bingung sebenarnya ada apa dengan mereka berdua. Lalu
ketua kelas mengatakan sesuatu yang membuatku terkejut, yaitu berkata bahwa
El-kun telah membunuh kelompok ketua dengan sengaja membawa Regalius
Goliath kepada mereka. Wajah ketua kelas menangis dan marah besar. Aku
sungguh tak percaya, El-kun tidak mungkin melakukan hal sejahat itu. Lalu aku bertanya
kebenarannya terhadap El-kun. Akan
tetapi ia tidak mengelak nya. aku tidak percaya. Tiba-tiba aku sangat marah dan
tak sadar aku menampar dia lalu meninggalkan dia dengan air mata mengalir di
pipiku. Sesampainya di kelas aku menangis. Krusya menghampiriku lalu bertanya
apa yang telah terjadi. aku menceritakan semuanya kepada nya.
dia
mendengarkan ku lalu mengatakan padaku agar meminta penjelasan yang lebih rinci
kepada El-kun. Dia benar, El-kun pasti punya alasan nya sendiri. Aku harus
menemuinya dan minta penjelasanya. Apa yang telah aku lakukan, aku seolah-olah telah
__ADS_1
mengkhianati El-kun dengan berburuk sangka padanya. Aku harus cepat-cepat
meminta maaf padanya.