
Chapter 4
{kebenaran dari para pengacau}
Pelajaran telah selesai dengan suasana yang sangat canggung
dari semua murid-murid. “oh ya semuanya besok kita akan belajar summon
monster.” Kata Leona-sensei sebelum pulang. Akhirnya kami pulang ke rumah masing-masing.
Hmm sepertinya tidak ada tanda-tanda dari Irisyviel. Hmm biarlah. Ketika sedang
di jalan, tiba-tiba ada 2 orang yang menghampiriku. Hmm apa mungkin mereka
penjahat. Sungguh malang sekali jika berani membuat masalah dengan ku. kedua orang
itu pun menghampiriku, ternyata mereka berdua adalah Aldeis dan Dominika,
sedang apa mereka berdua ada disini. Apa mungkin mereka berdua sudah tahu
tempat tinggal ku, hmm pasti di beritahu oleh Eleonora. cih.
“Elusyan, ada sesuatu yang ingin kami
bicarakan pada kamu. Mau kah kamu mendengarnya.?” Kata Aldeis padaku. “apa yang
ingin bicarakan.? Sebaiknya cepat katakan, aku ingin cepat pulang dan segera
istirahat.” Kata ku pada mereka. Siaalll, aku ini sudah telat untuk bekerja di
shift malam ku. “hmm. Kami mohon Elusyan, jadi lah guru kami, jadilah pelatih
kami, kami mohon.”kata Aldeis dengan bersujud dihadapan ku bersama Dominika.
Hah, yang benar saja, ada apa sebenarnya ini. sungguh tak masuk akal.
“mengapa kalian ingin berlatih kepadaku.?
Bukankah kita sekolah dan belajar dengan guru-guru yang sama saja.?” Tanyaku
pada mereka. “memang benar kita belajar di akademi dan guru-guru yang sama.
Tapi kami berdua tidak bisa berkembang jika dengan bergantung pada guru dan
akademi ini, jadi aku mohon jadilah pelatih kami. Kami mohon.” Jawab Aldeis
dengan memohon kembali. “haahh (menghela nafas) baiklah, tapi sebelum itu, Katakan
alasan yang sebenarnya, sebaiknya kalian jujur, jika tidak aku akan menolak
kalian, kesempatan kalian hanya satu kali saja.” Jawab ku, akh dengan begini
mereka akan menjawab dengan asal dan dengan begitu aku dapat menolak dia lalu
tidak perlu berurusan lagi dengan mereka berdua lagi.
“sebelumnya aku mohon jangan
beritahu ke siapapun tentang yang akan aku dan Dominika sampaikan kepadamu
Elusyan. sebenarnya aku adalah putra dari satu Negara aliansi 7 samudera
Fantasya. Dan Dominika adalah putera dari mantan salah satu Paladin.
Kamu mungkin tidak akan terlalu terkejut karena aku yakin kamu dulunya adalah
orang yang hebat. Serta kemungkinan besar kamu sudah terbiasa dengan
orang-orang hebat dan penting di dunia ini. Jadi aku yakin juga kamu pasti
terkejut kan, bahwa aku adalah anak orang sepenting itu tapi aku hanya dapat
seperti ini saja, sama halnya seperti Dominika.
Tapi aku mohon Elusyan, dikarenakan
kami anak-anak dari orang-orang penting jadi kami harus menjadi orang yang
setara dan dapat mewariskan semua kekuatan yang dimiliki oleh keluarga kami.
Kami harus dapat membanggakan nama keluarga kami. Tapi kami sadar, kami terlalu
lemah. Aku dulu sangat lah sombong karena merasa terlalu hebat dengan darah
kebangsawanan ku serta aku sering di puji-puji oleh orang-orang sekitarku. Sama
halnya dengan ku. Dominika pun merasakan hal yang sama dengan ku. kami berdua
telah dibutakan oleh status derajat dan
berlaku sombong sehingga tidak menyadari bahwa kami ini jika dibandingkan
dengan orang-orang yang ada di dunia ini hanyalah bagaikan serangga. Jadi kami
mohon Elusyan, jadikan kami menjadi muridmu agar kami lebih hebat dan kuat.”
Penjelasan dari Aldeis.
“hm tidak kok aku sebenarnya terkejut juga
karena kalian adalah anak-anak orang penting.” Kata ku dengan nada biasa.
Siaall. Tidak kukira mereka adalah orang-orang penting. Aldeis anak seorang
kepala negara. Jika di kerajaan dia setingkat dengan pangeran, hmm Fantasya
kah. Jadi mengingatkan ku dengan seseorang. Dominika adalah anak dari mantan
anggota Paladin. Hwuuaahh bagaimana ini. Bagaimana caraku untuk menolak mereka,
mereka memiliki beban dan harapan banyak orang di pundak mereka.
Hmm sebaiknya aku terima saja, dan
aku beri saja pelatihan yang sangat berat agar mereka menyerah. “baiklah aku akan menerima nya asal dengan
kalian menyetujui syarat ku. “ kata ku kepada mereka. “ apa itu.?” Teriak
mereka berdua. “kalian tidak boleh mengeluh dan menerima semua latihan yang aku
berikan serta jika terjadi hal buruk kepada kalian karena kalian terlalu lemah
serta tidak sanggup untuk mengikuti arahanku. Maka aku tidak bertanggung jawab
serta aku tidak akan melatih kalian berdua. Bagaimana.?” Balas ku kepada
mereka. Ha.ha.ha dengan begini mereka akan menolak nya dan pergi. Serta menyerah.
“hebat sekali.” Kata Aldeis menjawab. Hah, hebat apanya.
“kau benar Aldeis selama ini ketika
aku berlatih dengan penyihir-penyihir yang di bayar oleh ayahku hanya lah besar
uangnya saja yang mereka inginkan, serta tidak pernah serius melatihku. Justru
orang yang serius melatih kita berdua untuk lebih kuat adalah orang yang tidak
memberi tarif jasa melainkan gratis asal kita sungguh-sungguh. Padahal aku kira
orang yang seperti ini sudah tidak ada lagi.“ kata Dominika dengan meneteskan
air mata karena terharu. Hah, sialan.
Kukira mereka akan menolak nya,
justru mereka bahagia dan membuatnya semangat. “baiklah jadi kalian setuju
dengan persyaratan ku tadi.?” Tanya ku pada mereka berdua. “tentu saja kami
setuju master. “ teriak mereka. Hah master, apa mereka tidak salah. Akh sialan
baiklah tidak ada pilihan lain. “baiklah kita mulai berlatih besok ketika ada
waktu luang, setiap ada waktu luang datang lah kepadaku.” Kata ku kepada mereka
“baiklah” jawab mereka.
__ADS_1
Ke
esokan hari nya aku seperti biasa berangkat ke sekolah sendirian. Sesampainya
di sekolah aku menuju ke kelasku. aku melihat Eleonora sedang menunggu di depan
kelas. Aku menghiraukan nya dan berjalan melewatinya. Ketika berpapasan dengan
nya. Dia menarik lengan ku. dan ingin berbicara padaku. Aku pun menyetujui nya,
kami pun pergi bersama menuju atas atap gedung sekolah. “ada apa Eleonora-san?”
tanya ku pada nya “Elusyan-kun. sebenarnya ada sesuatu yang aku katakan serta
minta padamu.” Kata nya pada ku.
“ada apa bicara saja.?” Jawabku pada nya. Oh
ya aku baru sadar, bukankah dia biasanya memanggil ku dengan panggilan Elucchi.
Terus sekarang mengapa panggilan nya berbeda, akhir-akhir ini mengapa memanggil
ku dengan panggilan Elusyan-kun, hmm sebaiknya aku tanya saja kepada dia. “aku
mohon jadikan aku menjadi muridmu seperti Aldeis-kun dan Dominika-kun.” katanya
dengan membungkuk. Hah, dia tahu dari mana bahwa aku menjadikan Aldeis dan
Dominika muridku. “hmm, sebelumnya kau tahu dari mana bahwa mereka menjadi
murid ku.? apa mereka yang memberitahumu.?” Tanya ku padanya. “ tentu saja
tidak, sebenarnya kemarin sejak selesai tes, aku merasa gelisah dan frustasi
serta depresi. Aku ini ternyata bukanlah apa-apa, sebanyak apapun aku berlatih,
aku bukanlah apa-apa dan hanya lah seorang pecundang.
Aku
tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku lihat yang masih memiliki semangat ketika
setelah kejadian itu hanya lah Aldeis dan Dominika saja. Aku jadi penasaran dan
sengaja mengikuti mereka berdua, karena sebelum pulang mereka berdua seperti
merencanakan sesuatu yang sangat membuat ku penasaran. Akhirnya aku
mengikutinya. Dan sampailah mereka berdua menemui mu. Aku sangat terkejut bahwa
mereka berdua meminta mu untuk menjadi pelatih mereka.
Aku
selalu berfikir bagaimana mungkin sesama murid seangkatan meminta teman nya
menjadi murid dan pelatih. Bukankah itu sesuatu hal yang tidak wajar. Tapi
setelah aku berfikir tenang, aku pun menyadari bahwa memang benar kamu itu
beda, tingkatan mu dengan kita semua bukanlah seperti antar murid dengan murid
lain nya, melainkan bagaikan murid dan guru besar. Jadi aku berfikir sudah
sewajarnya jika aku ingin menjadi lebih kuat seperti mu aku harus berlatih
keras dengan mu. Maka dari itu aku mohon Elusyan-kun.” kata dia padaku dengan
memohon.
“hmm
begitu. Jika begitu, Sama halnya dengan mereka berdua, aku akan bertanya
padamu, berikan alasan yang membuatku harus menerima mu.?” Tanya ku padanya.
“aku memang bukanlah orang penting seperti mereka berdua, akan tetapi aku
memiliki sesuatu yang aku tanggung hidupnya. Jika aku lemah seperti ini,
bagaimana mungkin aku dapat melindungi mereka.
Aku
mengalami kejadian kemarin mebuatku sangat terkejut. Aku mohon Elusyan-kun, aku
akan melakukan apapun.” Kata nya padaku. Hmm jadi seperti itu, membutuhkan
kekuatan untuk orang lain bukan untuk diri sendiri kah, melindungi yang lemah
dan menjadi harapan bagi yang lemah, seperti nya aku harus menerima nya.
“kamu
bilang ada sesuatu yang kamu tanggung, coba jelaskan padaku apa maksudmu itu.?”
Tanya ku pada nya meminta penjelasan padanya. Aku berkata demikian karena aku
takut ada unsur kebohongan dalam perkataannya itu. “sebenarnya ini adalah
sesuatu yang sangat aku rahasiakan kepada semua orang, bahkan termasuk kedua
orang tua ku. tapi karena kamu meminta maka akan aku beritahu. Sebenarnya aku
memiliki panti asuhan di kota kecil tempat tinggalku dulu, sebelum pindah
kesini.
Mereka
semua adalah adik-adik kecil yang sangat aku sayangi dan ku cintai. Maka dari
itu aku sangat melindungi mereka. Aku harus lebih kuat lagi dan lebih,lebih,lebih
lagi.” Kata dia kulihat bahkan dia meneteskan air mata. “jadi begitu. Hmm
baiklah. Istirahat nanti datanglah ke gudang belakang sekolah.” Kata ku
padanya.
“eh
gudang belakang.? Kenapa disana?” tanya dia padaku. “ikuti saja” jawab ku. “eh
baiklah.” Balasnya. Akhirnya aku dan dia kembali kelas. Pelajaran pun dimulai
dan semuanya tertib seperti biasa. “baiklah sekarang kita ke lapangan praktik,
cepatlah.” Kata Leona-sensei. Kami ke lapangan “baiklah, disini sensei akan
mengajari sihir summon. Hmm tapi sebelum itu ibu meminta Drake-sensei untuk
mengajari kalian summon monster karena sensei tidak dapat menggunakan sihir
summon.” Kata Leona-sensei. “HaaaaaaH.?” Teriak anak-anak.
Tentu
saja mereka kaget, bagaimana mungkin kita belajar sesuatu kepada guru yang
tidak mengerti pelajaran yang di ajarinya. “sudahlah kalian jangan terlalu
banyak mengeluh. Lakukan saja.” Kata
Leona-sensei. Semuanya pun menurut.
“aku yang
mengikat kontrak denganmu. Kau yang telah menjadi cocok menjadi pengikat
kontrak ku datanglah untuk memenuhi panggilan ku in : Summon”
Drake-sensei menggunakan sihir summon nya. Lalu tiba-tiba ada lingkaran sihir
yang sangat besar. Dan munculah monster yang sangat besar. Semuanya pun
terkejut karena monter di summon adalah naga raksasa. Dan naga itu adalah naga
__ADS_1
jenis Black Dragon. Naga hitam pekat dengan mata merah.
Sisik
nya terlihat mengkilap seperti baja. Bahkan terlihat sangat keras bagaikan baja
raksasa. “ini adalah monster summon sensei. Dulu sangatlah kecil dan sangat
lucu. Tapi sekarang terlihat sangat gagah. Oh ya jika kalian sudah
memanggilnya. Kalian harus mengikat kontrak dengan nya lalu memberi nama.
Sekarang kalian cobalah.” Kata Drake-sensei “baiklah semuanya harus
mencoba nya sesuai urutan tes kemarin.” Kata Leona-sensei.
Semua
nya pun memanggil monster summon dan berhasil semua termasuk Aldeis
dengan Slime nya, Dominika dengan Elang serta Eleonora dengan Basilisk Diamond
nya. Hmm monster yang sangat berguna semuanya. “baiklah sekarang
giliran Elusyan.” Kata Drake-sensei padaku.awalnya aku ragu dapat melakukan nya
atau tidak, karena aku sudah punya monster summon ku, tapi entah dimana
keberadaan nya setelah kejadian 2 tahun yang lalu.
“aku yang
mengikat kontrak denganmu. Kau yang telah menjadi cocok menjadi pengikat
kontrak ku datanglah untuk memenuhi panggilan ku in. Summon”. Aku
rapalkan mantera ku. dan muncul lah sinar lingkaran sihir di tanganku tapi
tidak keluar lingkaran sihir summon. Di manapun, “akkhh panas.” Kata
Leona-sensei dengan tiba-tiba. Semuanya terkejut dan semuanya menoleh ke arah
Leona-sensei termasuk aku juga.
Kulihat
di leher Leona-sensei muncul ikatan sihir. Tidak mungkin. Aku sangat terkejut.
Tiba-tiba Leona-sensei pingsan. Dengan bergegas aku mengangkat tubuh
Leona-sensei dan membawa tubuhnya ke ruangan perawat. Aku menurunkan tubuhnya
dan merebahkan nya, aku membatalkan sihirku dan menunggu agar dia sadar.
Akhirnya dia sadar juga. “sensei.
Apa yang terjadi.?” Tanya ku padanya. Aku ingin memastikan sebenarnya dia itu
kenapa. “aku tak menyangka hari kebahagianku akan muncul setelah aku menunggu
selama 2 tahun. Akhirnya aku menemukan mu El-sama” kata dia tiba-tiba memeluk tubuh
ku dan menangis. “mungkinkah kau Leona.?” Tanya ku padanya. “iya aku Leona.” Kata dia tiba-tiba mencium
bibir ku dengan diiringi basahnya air mata. Aku terkejut. Tapi dia adalah hewan
summon ku. jadi aku biarkan saja dia mau lakukan apapun kepadaku. “Leona. Apa
yang terjadi.? Bagaimana mungkin kamu dapat berubah wujud menjadi manusia.?”
Tanya ku padanya. “akh ini.?” Kata dia dengan menyentuh seluruh tubuhnya dengan
erotis. Oh sial. Kenapa dia lakukan itu.
“ini aku lakukan agar dapat berbaur dengan
para makhluk disini. Awalnya aku sangat ketakutan bagaimana caranya aku dapat
bertemu dengan mu lagi. Aku sangat takut. Maka dari itu aku berusaha berlari
dan mencoba untuk mencari mu, akan tetapi aku tidak tahu harus kemana, lalu
tibalah aku disini dan mencoba berbaur disini.” Kata dia dengan menangis.
“kenapa kamu tidak ke tempat tinggal kita saja.?” Tanya ku padanya. “aku tidak
tahu, aku seakan lupa ingatan dimana tempat tinggal kita yang dulu.” Jawabnya.
Oh benar juga, setelah kejadian 2
tahun lalu semuanya telah terpotong sedikit ingatan nya. “baiklah yang
terpenting kita sudah berjumpa kembali. Oh ya. Aku harap kita bersikap seperti
biasa di sekolah ya, seperti guru dan murid. dan juga panggil saja nama ku
dengan Elusyan tanpa menggunakan nama panggilan tambahan.” Balasku padanya.
“eehh tidak mungkin, sudah lama kita tidak berjumpa dan setelah berjumpa kita
harus menjaga jarak.
Aku memang bahagia karena telah
dapat memanggil mu dengan itu tapi tetap saja jika harus menjaga jarak seperti
itu aku rasa sulit” jawab nya dengan menolak “bukan begitu, aku hanya berkata
seperti itu hanya saat di sekolah saja, agar aku tidak menjadi siswa yang
mencolok. Jika kita sudah berada di luar kita tidak perlu menjaga karak. Dan
juga aku ingin kamu mulai pindah ke tempat tinggal ku sekarang” kataku padanya.
“benarkah.? Janji ya” tanya dia padaku.”iya aku janji.” Jawabku, sebenarnya
terasa aneh juga, terakhir kulihat dia sebagai sensei wajahnya sangat lah datar
dan tidak memiliki ekspresi. Tapi sekarang terlihat sangat manja.
Setelah kuperhatikan mengapa dia
berubah wujud dalam bentuk seperti itu. Wajahnya seperti seorang wanita
Warbeast yang dewasa. Tubuhnya pun sangat bagus dan indah. Pinggang yang
ramping, seksi. Dada yang besar. Dan wajah dewasa yang sangat seksi. Sialan.
Viper saja yang hampir sama cantik nya dengan orang ini sudah ku usir karena
aku sering tidak fokus, padahal dia itu seorang laki-laki. Apalagi orang ini.
hmmm tipe nya memang beda, jika Viper sangat lah imut dan cantik. Tapi Leona
sangat dewasa serta elegan kecantikannya. Dan Dia itu wanita. Akh sial. Mengapa mereka berubah bentuk seperti manusia
dan Warbeast. Setelah dia masuk dan tinggal dengan ku. aku harus membawa Viper
juga agar adil.
Akhirnya kami berdua kembali ke
lapangan. Semuanya sepertinya sudah selesai upacara pengikat kontrak. “ah
Leona-sensei, bagaimana keadaanmu.?” Tanya murid-murid. “sensei sekarang sudah
baikan. Bagaimana dengan kalian. Apa ada yang sulit melakukan kontrak.?” Tanya
Leona-sensei. Akh akhirnya dia kembali
seperti biasanya. “tentu saja kami semua bisa melakukan nya dengan mudah.” Kata
salah satu murid.
“baguslah jika begitu. Sepertinya
Elusyan-kun tidak dapat menggunakan sihir summon. “ kata Leona-sensei. semuanya
__ADS_1
terkejut mendengarnya. Kulihat yang paling terkejut hanyalah 3 orang.
Aldeis,Dominika serta Eleonora.