Regalius Ace {R.A}

Regalius Ace {R.A}
Chapter 4 {Kebenaran Dari Para Pengacau}


__ADS_3

Chapter 4


{kebenaran dari para pengacau}


Pelajaran telah  selesai dengan suasana yang sangat canggung


dari semua murid-murid. “oh ya semuanya besok kita akan belajar summon


monster.” Kata Leona-sensei sebelum pulang. Akhirnya kami pulang ke rumah masing-masing.


Hmm sepertinya tidak ada tanda-tanda dari Irisyviel. Hmm biarlah. Ketika sedang


di jalan, tiba-tiba ada 2 orang yang menghampiriku. Hmm apa mungkin mereka


penjahat. Sungguh malang sekali jika berani membuat masalah dengan ku. kedua orang


itu pun menghampiriku, ternyata mereka berdua adalah Aldeis dan Dominika,


sedang apa mereka berdua ada disini. Apa mungkin mereka berdua sudah tahu


tempat tinggal ku, hmm pasti di beritahu oleh Eleonora. cih.


 “Elusyan, ada sesuatu yang ingin kami


bicarakan pada kamu. Mau kah kamu mendengarnya.?” Kata Aldeis padaku. “apa yang


ingin bicarakan.? Sebaiknya cepat katakan, aku ingin cepat pulang dan segera


istirahat.” Kata ku pada mereka. Siaalll, aku ini sudah telat untuk bekerja di


shift malam ku. “hmm. Kami mohon Elusyan, jadi lah guru kami, jadilah pelatih


kami, kami mohon.”kata Aldeis dengan bersujud dihadapan ku bersama Dominika.


Hah, yang benar saja, ada apa sebenarnya ini. sungguh tak masuk akal.


“mengapa kalian ingin berlatih kepadaku.?


Bukankah kita sekolah dan belajar dengan guru-guru yang sama saja.?” Tanyaku


pada mereka. “memang benar kita belajar di akademi dan guru-guru yang sama.


Tapi kami berdua tidak bisa berkembang jika dengan bergantung pada guru dan


akademi ini, jadi aku mohon jadilah pelatih kami. Kami mohon.” Jawab Aldeis


dengan memohon kembali. “haahh (menghela nafas) baiklah, tapi sebelum itu, Katakan


alasan yang sebenarnya, sebaiknya kalian jujur, jika tidak aku akan menolak


kalian, kesempatan kalian hanya satu kali saja.” Jawab ku, akh dengan begini


mereka akan menjawab dengan asal dan dengan begitu aku dapat menolak dia lalu


tidak perlu berurusan lagi dengan mereka berdua lagi.


“sebelumnya aku mohon jangan


beritahu ke siapapun tentang yang akan aku dan Dominika sampaikan kepadamu


Elusyan. sebenarnya aku adalah putra dari satu Negara aliansi 7 samudera


Fantasya. Dan Dominika adalah putera dari mantan salah satu Paladin.


Kamu mungkin tidak akan terlalu terkejut karena aku yakin kamu dulunya adalah


orang yang hebat. Serta kemungkinan besar kamu sudah terbiasa dengan


orang-orang hebat dan penting di dunia ini. Jadi aku yakin juga kamu pasti


terkejut kan, bahwa aku adalah anak orang sepenting itu tapi aku hanya dapat


seperti ini saja, sama halnya seperti Dominika.


Tapi aku mohon Elusyan, dikarenakan


kami anak-anak dari orang-orang penting jadi kami harus menjadi orang yang


setara dan dapat mewariskan semua kekuatan yang dimiliki oleh keluarga kami.


Kami harus dapat membanggakan nama keluarga kami. Tapi kami sadar, kami terlalu


lemah. Aku dulu sangat lah sombong karena merasa terlalu hebat dengan darah


kebangsawanan ku serta aku sering di puji-puji oleh orang-orang sekitarku. Sama


halnya dengan ku. Dominika pun merasakan hal yang sama dengan ku. kami berdua


telah dibutakan oleh status derajat  dan


berlaku sombong sehingga tidak menyadari bahwa kami ini jika dibandingkan


dengan orang-orang yang ada di dunia ini hanyalah bagaikan serangga. Jadi kami


mohon Elusyan, jadikan kami menjadi muridmu agar kami lebih hebat dan kuat.”


Penjelasan dari Aldeis.


 “hm tidak kok aku sebenarnya terkejut juga


karena kalian adalah anak-anak orang penting.” Kata ku dengan nada biasa.


Siaall. Tidak kukira mereka adalah orang-orang penting. Aldeis anak seorang


kepala negara. Jika di kerajaan dia setingkat dengan pangeran, hmm Fantasya


kah. Jadi mengingatkan ku dengan seseorang. Dominika adalah anak dari mantan


anggota Paladin. Hwuuaahh bagaimana ini. Bagaimana caraku untuk menolak mereka,


mereka memiliki beban dan harapan banyak orang di pundak mereka.


Hmm sebaiknya aku terima saja, dan


aku beri saja pelatihan yang sangat berat agar mereka menyerah.  “baiklah aku akan menerima nya asal dengan


kalian menyetujui syarat ku. “ kata ku kepada mereka. “ apa itu.?” Teriak


mereka berdua. “kalian tidak boleh mengeluh dan menerima semua latihan yang aku


berikan serta jika terjadi hal buruk kepada kalian karena kalian terlalu lemah


serta tidak sanggup untuk mengikuti arahanku. Maka aku tidak bertanggung jawab


serta aku tidak akan melatih kalian berdua. Bagaimana.?” Balas ku kepada


mereka. Ha.ha.ha dengan begini mereka akan menolak nya dan pergi. Serta menyerah.


“hebat sekali.” Kata Aldeis menjawab. Hah, hebat apanya.


“kau benar Aldeis selama ini ketika


aku berlatih dengan penyihir-penyihir yang di bayar oleh ayahku hanya lah besar


uangnya saja yang mereka inginkan, serta tidak pernah serius melatihku. Justru


orang yang serius melatih kita berdua untuk lebih kuat adalah orang yang tidak


memberi tarif jasa melainkan gratis asal kita sungguh-sungguh. Padahal aku kira


orang yang seperti ini sudah tidak ada lagi.“ kata Dominika dengan meneteskan


air mata karena terharu. Hah, sialan.


Kukira mereka akan menolak nya,


justru mereka bahagia dan membuatnya semangat. “baiklah jadi kalian setuju


dengan persyaratan ku tadi.?” Tanya ku pada mereka berdua. “tentu saja kami


setuju master. “ teriak mereka. Hah master, apa mereka tidak salah. Akh sialan


baiklah tidak ada pilihan lain. “baiklah kita mulai berlatih besok ketika ada


waktu luang, setiap ada waktu luang datang lah kepadaku.” Kata ku kepada mereka


“baiklah” jawab mereka.

__ADS_1


Ke


esokan hari nya aku seperti biasa berangkat ke sekolah sendirian. Sesampainya


di sekolah aku menuju ke kelasku. aku melihat Eleonora sedang menunggu di depan


kelas. Aku menghiraukan nya dan berjalan melewatinya. Ketika berpapasan dengan


nya. Dia menarik lengan ku. dan ingin berbicara padaku. Aku pun menyetujui nya,


kami pun pergi bersama menuju atas atap gedung sekolah. “ada apa Eleonora-san?”


tanya ku pada nya “Elusyan-kun. sebenarnya ada sesuatu yang aku katakan serta


minta padamu.” Kata nya pada ku.


 “ada apa bicara saja.?” Jawabku pada nya. Oh


ya aku baru sadar, bukankah dia biasanya memanggil ku dengan panggilan Elucchi.


Terus sekarang mengapa panggilan nya berbeda, akhir-akhir ini mengapa memanggil


ku dengan panggilan Elusyan-kun, hmm sebaiknya aku tanya saja kepada dia. “aku


mohon jadikan aku menjadi muridmu seperti Aldeis-kun dan Dominika-kun.” katanya


dengan membungkuk. Hah, dia tahu dari mana bahwa aku menjadikan Aldeis dan


Dominika muridku. “hmm, sebelumnya kau tahu dari mana bahwa mereka menjadi


murid ku.? apa mereka yang memberitahumu.?” Tanya ku padanya. “ tentu saja


tidak, sebenarnya kemarin sejak selesai tes, aku merasa gelisah dan frustasi


serta depresi. Aku ini ternyata bukanlah apa-apa, sebanyak apapun aku berlatih,


aku bukanlah apa-apa dan hanya lah seorang pecundang.


Aku


tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku lihat yang masih memiliki semangat ketika


setelah kejadian itu hanya lah Aldeis dan Dominika saja. Aku jadi penasaran dan


sengaja mengikuti mereka berdua, karena sebelum pulang mereka berdua seperti


merencanakan sesuatu yang sangat membuat ku penasaran. Akhirnya aku


mengikutinya. Dan sampailah mereka berdua menemui mu. Aku sangat terkejut bahwa


mereka berdua meminta mu untuk menjadi pelatih mereka.


Aku


selalu berfikir bagaimana mungkin sesama murid seangkatan meminta teman nya


menjadi murid dan pelatih. Bukankah itu sesuatu hal yang tidak wajar. Tapi


setelah aku berfikir tenang, aku pun menyadari bahwa memang benar kamu itu


beda, tingkatan mu dengan kita semua bukanlah seperti antar murid dengan murid


lain nya, melainkan bagaikan murid dan guru besar. Jadi aku berfikir sudah


sewajarnya jika aku ingin menjadi lebih kuat seperti mu aku harus berlatih


keras dengan mu. Maka dari itu aku mohon Elusyan-kun.” kata dia padaku dengan


memohon.


“hmm


begitu. Jika begitu, Sama halnya dengan mereka berdua, aku akan bertanya


padamu, berikan alasan yang membuatku harus menerima mu.?” Tanya ku padanya.


“aku memang bukanlah orang penting seperti mereka berdua, akan tetapi aku


memiliki sesuatu yang aku tanggung hidupnya. Jika aku lemah seperti ini,


bagaimana mungkin aku dapat melindungi mereka.


Aku


mengalami kejadian kemarin mebuatku sangat terkejut. Aku mohon Elusyan-kun, aku


akan melakukan apapun.” Kata nya padaku. Hmm jadi seperti itu, membutuhkan


kekuatan untuk orang lain bukan untuk diri sendiri kah, melindungi yang lemah


dan menjadi harapan bagi yang lemah, seperti nya aku harus menerima nya.


“kamu


bilang ada sesuatu yang kamu tanggung, coba jelaskan padaku apa maksudmu itu.?”


Tanya ku pada nya meminta penjelasan padanya. Aku berkata demikian karena aku


takut ada unsur kebohongan dalam perkataannya itu. “sebenarnya ini adalah


sesuatu yang sangat aku rahasiakan kepada semua orang, bahkan termasuk kedua


orang tua ku. tapi karena kamu meminta maka akan aku beritahu. Sebenarnya aku


memiliki panti asuhan di kota kecil tempat tinggalku dulu, sebelum pindah


kesini.


Mereka


semua adalah adik-adik kecil yang sangat aku sayangi dan ku cintai. Maka dari


itu aku sangat melindungi mereka. Aku harus lebih kuat lagi dan lebih,lebih,lebih


lagi.” Kata dia kulihat bahkan dia meneteskan air mata. “jadi begitu. Hmm


baiklah. Istirahat nanti datanglah ke gudang belakang sekolah.” Kata ku


padanya.


“eh


gudang belakang.? Kenapa disana?” tanya dia padaku. “ikuti saja” jawab ku. “eh


baiklah.” Balasnya. Akhirnya aku dan dia kembali kelas. Pelajaran pun dimulai


dan semuanya tertib seperti biasa. “baiklah sekarang kita ke lapangan praktik,


cepatlah.” Kata Leona-sensei. Kami ke lapangan “baiklah, disini sensei akan


mengajari sihir summon. Hmm tapi sebelum itu ibu meminta Drake-sensei untuk


mengajari kalian summon monster karena sensei tidak dapat menggunakan sihir


summon.” Kata Leona-sensei. “HaaaaaaH.?” Teriak anak-anak.


Tentu


saja mereka kaget, bagaimana mungkin kita belajar sesuatu kepada guru yang


tidak mengerti pelajaran yang di ajarinya. “sudahlah kalian jangan terlalu


banyak mengeluh.  Lakukan saja.” Kata


Leona-sensei. Semuanya pun menurut.


“aku yang


mengikat kontrak denganmu. Kau yang telah menjadi cocok menjadi pengikat


kontrak ku datanglah untuk memenuhi panggilan ku in : Summon”


Drake-sensei menggunakan sihir summon nya. Lalu tiba-tiba ada lingkaran sihir


yang sangat besar. Dan munculah monster yang sangat besar. Semuanya pun


terkejut karena monter di summon adalah naga raksasa. Dan naga itu adalah naga

__ADS_1


jenis Black Dragon. Naga hitam pekat dengan mata merah.


Sisik


nya terlihat mengkilap seperti baja. Bahkan terlihat sangat keras bagaikan baja


raksasa. “ini adalah monster summon sensei. Dulu sangatlah kecil dan sangat


lucu. Tapi sekarang terlihat sangat gagah. Oh ya jika kalian sudah


memanggilnya. Kalian harus mengikat kontrak dengan nya lalu memberi nama.


Sekarang kalian cobalah.” Kata Drake-sensei “baiklah semuanya harus


mencoba nya sesuai urutan tes kemarin.” Kata Leona-sensei.


Semua


nya pun memanggil monster summon dan berhasil semua termasuk Aldeis


dengan Slime nya, Dominika dengan Elang serta Eleonora dengan Basilisk Diamond


nya. Hmm monster yang sangat berguna semuanya. “baiklah sekarang


giliran Elusyan.” Kata Drake-sensei padaku.awalnya aku ragu dapat melakukan nya


atau tidak, karena aku sudah punya monster summon ku, tapi entah dimana


keberadaan nya setelah kejadian 2 tahun yang lalu.


“aku yang


mengikat kontrak denganmu. Kau yang telah menjadi cocok menjadi pengikat


kontrak ku datanglah untuk memenuhi panggilan ku in. Summon”. Aku


rapalkan mantera ku. dan muncul lah sinar lingkaran sihir di tanganku tapi


tidak keluar lingkaran sihir summon. Di manapun, “akkhh panas.” Kata


Leona-sensei dengan tiba-tiba. Semuanya terkejut dan semuanya menoleh ke arah


Leona-sensei termasuk aku juga.


Kulihat


di leher Leona-sensei muncul ikatan sihir. Tidak mungkin. Aku sangat terkejut.


Tiba-tiba Leona-sensei pingsan. Dengan bergegas aku mengangkat tubuh


Leona-sensei dan membawa tubuhnya ke ruangan perawat. Aku menurunkan tubuhnya


dan merebahkan nya, aku membatalkan sihirku dan menunggu agar dia sadar.


Akhirnya dia sadar juga. “sensei.


Apa yang terjadi.?” Tanya ku padanya. Aku ingin memastikan sebenarnya dia itu


kenapa. “aku tak menyangka hari kebahagianku akan muncul setelah aku menunggu


selama 2 tahun. Akhirnya aku menemukan mu El-sama” kata dia tiba-tiba memeluk tubuh


ku dan menangis. “mungkinkah kau  Leona.?” Tanya ku padanya. “iya aku Leona.” Kata dia tiba-tiba mencium


bibir ku dengan diiringi basahnya air mata. Aku terkejut. Tapi dia adalah hewan


summon ku. jadi aku biarkan saja dia mau lakukan apapun kepadaku. “Leona. Apa


yang terjadi.? Bagaimana mungkin kamu dapat berubah wujud menjadi manusia.?”


Tanya ku padanya. “akh ini.?” Kata dia dengan menyentuh seluruh tubuhnya dengan


erotis. Oh sial. Kenapa dia lakukan itu.


 “ini aku lakukan agar dapat berbaur dengan


para makhluk disini. Awalnya aku sangat ketakutan bagaimana caranya aku dapat


bertemu dengan mu lagi. Aku sangat takut. Maka dari itu aku berusaha berlari


dan mencoba untuk mencari mu, akan tetapi aku tidak tahu harus kemana, lalu


tibalah aku disini dan mencoba berbaur disini.” Kata dia dengan menangis.


“kenapa kamu tidak ke tempat tinggal kita saja.?” Tanya ku padanya. “aku tidak


tahu, aku seakan lupa ingatan dimana tempat tinggal kita yang dulu.” Jawabnya.


Oh benar juga, setelah kejadian 2


tahun lalu semuanya telah terpotong sedikit ingatan nya. “baiklah yang


terpenting kita sudah berjumpa kembali. Oh ya. Aku harap kita bersikap seperti


biasa di sekolah ya, seperti guru dan murid. dan juga panggil saja nama ku


dengan Elusyan tanpa menggunakan nama panggilan tambahan.” Balasku padanya.


“eehh tidak mungkin, sudah lama kita tidak berjumpa dan setelah berjumpa kita


harus menjaga jarak.


Aku memang bahagia karena telah


dapat memanggil mu dengan itu tapi tetap saja jika harus menjaga jarak seperti


itu aku rasa sulit” jawab nya dengan menolak “bukan begitu, aku hanya berkata


seperti itu hanya saat di sekolah saja, agar aku tidak menjadi siswa yang


mencolok. Jika kita sudah berada di luar kita tidak perlu menjaga karak. Dan


juga aku ingin kamu mulai pindah ke tempat tinggal ku sekarang” kataku padanya.


“benarkah.? Janji ya” tanya dia padaku.”iya aku janji.” Jawabku, sebenarnya


terasa aneh juga, terakhir kulihat dia sebagai sensei wajahnya sangat lah datar


dan tidak memiliki ekspresi. Tapi sekarang terlihat sangat manja.


Setelah kuperhatikan mengapa dia


berubah wujud dalam bentuk seperti itu. Wajahnya seperti seorang wanita


Warbeast yang dewasa. Tubuhnya pun sangat bagus dan indah. Pinggang yang


ramping, seksi. Dada yang besar. Dan wajah dewasa yang sangat seksi. Sialan.


Viper saja yang hampir sama cantik nya dengan orang ini sudah ku usir karena


aku sering tidak fokus, padahal dia itu seorang laki-laki. Apalagi orang ini.


hmmm tipe nya memang beda, jika Viper sangat lah imut dan cantik. Tapi Leona


sangat dewasa serta elegan kecantikannya. Dan  Dia itu wanita. Akh sial. Mengapa mereka berubah bentuk seperti manusia


dan Warbeast. Setelah dia masuk dan tinggal dengan ku. aku harus membawa Viper


juga agar adil.


Akhirnya kami berdua kembali ke


lapangan. Semuanya sepertinya sudah selesai upacara pengikat kontrak. “ah


Leona-sensei, bagaimana keadaanmu.?” Tanya murid-murid. “sensei sekarang sudah


baikan. Bagaimana dengan kalian. Apa ada yang sulit melakukan kontrak.?” Tanya


Leona-sensei.  Akh akhirnya dia kembali


seperti biasanya. “tentu saja kami semua bisa melakukan nya dengan mudah.” Kata


salah satu murid.


“baguslah jika begitu. Sepertinya


Elusyan-kun tidak dapat menggunakan sihir summon. “ kata Leona-sensei. semuanya

__ADS_1


terkejut mendengarnya. Kulihat yang paling terkejut hanyalah 3 orang.


Aldeis,Dominika serta Eleonora.


__ADS_2