
Epilog {dibalik
keimutan Viper}
Dulu ada anak yang kesepian. dia
hidup dengan hanya menyendiri saja. Tiba-tiba ada seorang anak yang menghampiri
anak yang kesepian ini. Lalu anak ini mengajaknya bermain. Anak yang kesepian
ini pun bahagia karena mendapatkan teman. Kedua anak ini terus bermain.
Kehidupan yang tadi nya penuh dengan kebosanan dan kesendirian, kini ada
seseorang selalu menemaninya bermain. Raa kebahagiaan yang belum dia rasakan
kini akhirnya dia dapatkan juga. Akan tetapi semua itu tidak lah bertahan lama.
Karena hanya berselang beberapa
tahun. Ada sebuah kejadian, yaitu peperangan yang terjadi di wilayah kerajaan
dan kekaisaran. lalu desa tempat anak yang selalu menemani anak kesepian ini
pun terkena serangan dari pihak musuh. Semua orang yang di desa pun terbantai
habis semua. Termasuk teman anak kesepian ini.
Si anak kesepian ini menuju desa
tempat tinggal teman bermain nya. Akan tetapi hal tragis terjadi. Anak yang
menemani dia bermain tergeletak di tanah tak bernyawa. Secara terkejut si anak
kesepian ini menangis keras lalu mengamuk. Semua orang yang hanya berisi
pasukan musuh di habisi dengan sangat kejam. Tidak dibiarkan satu pun selamat
dan hidup. Si anak kesepian menangis tanpa hentinya serta mengamuk terus
menerus dengan mengangkat tubuh teman bermainnya.
Lalu tiba-tiba ada cahaya kegelapan
yang menutupi atas tubuh anak yang sedang mengamuk ini. Cahaya ini membuat
amukan anak kesepian ini mereda hingga akhirnya pingsan. Setelah bangun dari
pingsan, anak ini terkejut karena berada di sebuah kamar besar dan diatas Kasur
yang sangat nyaman. “oh kamu sudah bangun. Maaf ya telah membangunkanmu. Kamu
pasti lapar kan.? Ini aku bawakan makanan hangat untuk mu. Ada roti dan sup
gandum.” Kata orang yang tidak dikenal anak ini.
Anak ini memperhatikan orang yang
sedang membawakan makanan untuknya. Ternyata orang yang sedang membawakan
makanan orang dewasa. Karena ketakutan. anak ini menyerang orang yang telah
menyelamatkan nya dengan menggigit serta menendang orang itu. “aduh. Kamu pasti
takut ya. Maaf jika begitu. Baiklah. Aku simpan ya makanan nya disini” kata
orang itu. Ketika menjauh dari anak itu. Anak itu makan dengan sangat lahap
karena dia sudah sangat kelaparan dan juga makanan yang dia makan sangat lah
nikmat. Setelah makan dia berbaring
diatas Kasur empuk lalu tidur.
Disaat tidur dia merasa ada
seseorang sedang berada di kamar dia. Dia pun terbangun lalu bersiap menyerang
orang itu. “akh maaf. Apa aku telah membangunkan mu lagi.? Maaf ya” kata orang
itu dengan tersenyum. Anak ini memperhatikan dengan teliti kegiatan yang
dilakukan orang itu, sedikit saja ada gerakan mencurigakan dari orang itu. Maka
si anak akan dengan segera menyerangnya. “oh ya kamu sebaiknya mandi ya. Aku
sudah menyiapkan air untuk mu.” Kata orang itu.
Si anak pun menganggukan kepala nya.
dengan senang si orang itu menghampiri dan hendak mengangkat tubuh si anak ini.
Akan tetapi si anak ini menggigitnya dengan keras sehingga keluarlah darah yang
banyak dari lengan orang itu. Orang itu pergi setelah menunjukan tempat kamar
mandi nya. Si anak ini menuju ke kamar mandi lalu mandi. selesai mandi dia
pergi kamarnya lalu mengenakan pakaian baru.
1
bulan kejadian seperti ini terus terjadi hingga pada akhirnya ketika si orang
dewasa ini memberikan makanan untuk anak kecilnya, anak kecil pun mulai
berbicara kepada orang itu “terima kasih” kata pertama yang didengar oleh orang
dewasa ini. “wah lucunya. Ayo sini” kata orang itu, akan tetapi tetap saja dia
diserang oleh anak ini.
2
bulan kemudian anak ini mau dimandikan oleh orang itu lalu memberi tahu
namanya. Kita sebut saja dengan nama V. lalu si pria ini sebut saja namanya
L. 4 bulan kemudian anak ini baru mau
berbincang-bincang dengan L. hingga 6 bulan kemudian, hubungan mereka sudah
sangat dekat. Bahkan kebahagiaan dari sebuah bermain dengan teman nya dulu
sebanding dengan kebahagiaan yang dirasakan saat bersama si pria itu. Mereka
terus seperti itu hingga datanglah sebuah kejadian yang sangat ironi.
Ketika
itu datang hujan yang sangat lah lebat sekali. Waktu itu anak ini sedang diminta
untuk membeli bahan masakan untuk L. karena hujan anak ini pun berteduh di
sebuah toko. “akhh basah deh. Tapi tak apalah. Hmm aku sudah tidak sabar
bertemu dengan L heheh, apalagi ketika dia mengusap-usap kepalaku. Akh senang
nya. Hehe” kata anak ini. Ketika dia sedang menunggu hujan. Datang lah seorang
anak yang menghampirinya. Anak ini pun sangat lah terkejut.
Karena
yang menghampirinya adalah seseorang yang seharusnya sudah mati setahun yang
lalu. Anak itu adalah teman bermainnya. “sudah lama tak berjumpa V.” kata si
anak yang menghampirinya. “kamu.? (terkejut) bukankah sudah tewas setahun yang
lalu, kenapa kamu masih hidup dan ada disini.?” Kata anak V “jahat sekali kamu.
Ini aku masih hidup. Yang mereka bunuh adalah sihir pengganti ku saja. Apa kamu
tidak merasa senang aku ada disini.?” Tanya temannya itu.
“itu
tidak mungkin. Aku sangat bersyukur dan bahagia sekali kamu masih hidup. Oh ya.
Hujan sudah reda. Ayo ikut denganku ke tempat L.? disana kita bisa bermain
sepuasnya. Ayo.” Ajak anak V kepada temannya. “ maafkan aku, tapi aku tidak
bisa kemana-mana” kata temannya menolak ajakan anak V. “eeeh mengapa.?” Tanya
anak V kepada temannya. “karena ini” jawab temannya dengan menunjukan lingkaran
sihir yang melekat di lehernya.
“sebenarnya
aku telah tertangkap oleh musuh dan jika saja aku pergi lalu kabur tanpa
menyelesaikan tugas yang di beri musuh. Maka akan terpotong leherku. jadi aku
memiliki permintaan kepadamu, apa kamu bisa V.?” Kata temannya itu sambil
meminta pertolongan ke anak V. “eh baiklah, akan aku tolong, aku pasti akan
menolong mu tenang saja.” Jawab anak V ini.
“aku
diberikan misi untuk menghabisi orang ini lalu membawanya ke markas mereka.”
Temannya menunjukan sebuah gambar. Dan ternyata gambar itu adalah si L. V pun
terkejut dengan sangat. Demi menyelamatkan temannya dia harus membunuh
penyelamat hidupnya. Dia akhirnya pulang ke rumah nya dengan rasa bimbang yang
luar biasa. Dia harus memilih teman lama atau penyelamat hidup nya.
Akhirnya
dia tiba di rumah. “aku pulang” kata dia dengan rasa yang sangat gugup. “oh
selamat datang” kata orang itu dengan senyum yang begitu indah. “oh L ini bahan
masakan yang kamu pesan” kata anak itu kepada L dengan memberikan barang
pesanan nya. “oh terima kasih. Ayo duduk. aku siapkan makanan” kata L dengan
tersenyum. “eh baiklah.” Tidak lama kemudian makanan pun sudah siap.
Lalu
mereka bersiap untuk makan. “neee L. aku ingin bertanya.” Tanya anak itu” oh ya
silahkan. Akan aku jawab.” Jawab L dengan tersenyum. “kamu waktu itu mengapa
__ADS_1
menyelamatkan aku lalu mengasuhku.?” Tanya anak itu. “oh itu, hmm gimana ya,
soalnya aku tidak bisa memberi alasanya. Karena menurut ku menolong orang yang
sedang kesulitan adalah sesuatu yang wajib untuk dilakukan.
Dan
juga kamu itu anak yang sangat lucu. Jadi mana mungkin aku membiarkan kamu
tersiksa kan, heheh. Oh ya memang ada apa.?” Kata L dengan tersenyum
kembali. “lalu apa kamu tidak takut
terbunuh maupun terkhianati oleh orang-orang yang telah kamu selamatkan.?”
Tanya anak itu kembali.
“hmm
terkhianati ya. Hmm membayangkan saja aku sudah sedih. Akan tetapi. Bukankah
kita lebih baik melakukan sesuatu yang baik terlebih dahulu semampu kita
dibandingkan dengan hanya bisa berfikir buruk saja kedepannya tanpa melalukan
apapun” Jawab L. “oh begitu. Jadi kamu tidak merasa apa-apa dan memaafkan bagi
orang yang sudah mengkhianati mu.? Dan juga apa kamu rela mengorbankan nyawa mu
demi menyelamatkan nyawa orang lain.?” Tanya anak itu.
“hmm
bagaimana ya. Jika ditanya memaafkan atau tidak nya, mungkin aku akan
memikirkan nya ketika hal itu terjadi. Heheh. Dan rela atau tidaknya mungkin.
Aku tidak rela akan tetapi aku akan berusaha untuk tidak mengorbankan nyawaku
untuk menyelamatkan orang lain. Hehe” jawab nya dengan tersenyum serta tertawa
kecil.
“hmm
begitu. Sudah kuduga kamu itu orang nya sangat bodoh.” Kata anak itu dengan
suara yang sangat kecil. Lalu anak itu menghampiri L. “eh kamu tidak makan.?”
Tanya L. “maafkan aku L. sudah kuduga kamu akan berfikir seperti itu, akan
tetapi di dunia ini. Jika kamu berfikir seperti itu terus maka rasa sakit serta
penderitaan yang akan menimpa mu, maka dari itu aku akan menyelamatkanmu dari
rasa sakit serta penderitaan mu itu” kata anak itu dengan menusukan lengan nya
tepat dijantung L serta menghancurkan jantung nya.
“eh.
V. apa yang kamu lakukan.?” Kata L yang terkejut dengan apa yang telah terjadi.
Dirinya pun merasa lesu lalu mulai kehilangan kesadaran dirinya, sebelum
kehilangan seluruh kesadaran nya, dia melihat V menangis dengan terus meminta
maaf.
Dengan membawa jasad tubuh L. V pun
berlari menuju tempat temannya itu. “oh V selamat datang, apa kamu datang
membawanya.” Kata temannya itu. “iya aku bawa. Ini” jawab V dengan memberikan
jasad L ke temannya itu. “oh bagus sekali kamu telah menyelamatkanku, terima
kasih banyak” kata temannya dengan berterima kasih kepada V. “kapan kamu akan
dibebaskan.? Jika bisa secepatnya. Kita bisa menggunakan rumah L untuk tinggal.
Ayo cepatlah. Yang terpenting kita memenuhi tugas mu kan.?”kata V dengan
memaksa temannya untuk ikut bersama nya. “maafkan aku V tapi aku tidak bisa
melakukan nya. “ kata temannya dengan tiba-tiba.
“hah.? Kenapa “ tanya V dengan
penasaran. “karena aku bukan lah temanmu. hwuahahahah. Dasar makhluk bodoh
ahahah” kata teman yang berubah menjadi sosok yang seharusnya jarang muncul di
dunia ini. Makhluk itu adalah Ras Malaikat. “tidak mungkin, lalu dimana
temanku.?” Tanya V dengan rasa yang penuh dengan depresi..”hah.? temanmu.? Apa
kau sudah lupa.? Bukankah kau sendiri yang melihat temanmu mati di depan matamu
sendiri dasar makhluk bodoh.? Hahaah. Baiklah sekarang tugasmu sudah selesai.
Sekarang kau sudah tidak berguna lagi. Silahkan matilah dan bertemu dengan
teman mu dan orang ini. Ini adalah hadiah untukmu. Sihir tingkat tinggi. Shinning Javier.”kata
malaikat itu dengan menggunakan sihir nya.
Keluarlah tombak cahaya. Lalu tombak
aku telah ditipu. Akh benar juga, bukankah ini hukuman bagiku karena telah
melakukan hal yang buruk kepada penyelamatku. Heh. Sungguh tragis. Meskipun aku
tahu semua ini tidak akan menebus dosa ku.” kata V dengan rasa yang sangat
menyesal. Ketika tubuhnya sudah sangat lemas, tiba-tiba ada dinding pelindung
yang melindungi nya.
“sihir tingkat tinggi. Healing Cube” tiba-tiba seseorang
menggunakan sihir. Setelah V sadar apa yang terjadi. Ternyata yang menggunakan
sihir itu adalah L. dia menggunakan sihir penyembuh tingkat tinggi. “tidak
mungkin, kau sudah mati bukan. dasar manusia setengah sialan” teriak Malaikat
itu. “ hhahah tidak mungkin aku mati begitu saja. Bukankah kau sudah tahu jika
aku tidak di ijinkan untuk mati. Hahah” teriak L dengan senang “tidak mungkin,
tidak mungkin ini terjadi. Seharusnya kau mati karena jantungmu hancur.” Teriak
Malaikat itu dengan tidak percaya nya.
“sudah lah basa-basinya, saatnya aku
untuk menghabisimu Malaikat sialan. Hwueeekk” teriak L dengan tiba-tiba keluar
darah yang sangat banyak dari mulutnya. “sudah kubilang untuk tidak bergerak
dulu L-sama. Kamu harus benar-benar disembuhkan dahulu. Tapi engkau malah mengeluarkan
sihir tingkat tinggi. Sekarang dampak nya telah engkau rasakan kan L-sama.”
Kata Seseorang tapi entah berada dimana keberadaanya.
“apa kamu bodoh Homunculus. Jika aku tidak
menolong nya maka V akan mati. Jadi lebih baik aku bergerak saja. Tapi sudah
lah lebih baik kita bersiap dan berfikir bagaimana cara menghabisinya. Jujur
aku sudah kehabisan mana untuk menggunakan sihir serta menggunakan penyembuhan
setelah kamu memperbaiki jantung ku.” kata L yang sedang kesulitan. “hoohh
sepertinya kau sudah tidak memiliki mana lagi ya.? Hahah dasar bodoh, jangan
berlagak sok hebat dasar manusia setengah. Hahah. Bersiaplah untuk mati
sesungguhnya. hahah” teriak malaikat itu dengan sombong
Akhirnya Malaikat mengeluarkan sihir
tingkat tinggi nya kembali.” Datang lah sihir yang hanya diperkenankan untuk
para Malaikat atas ijin nya. Holy Light.” Kata Malaikat dengan
mengangkat kedua lengannya ke atas. Lalu muncul lingkaran cahaya raksasa.
Cahaya nya sungguh menyilaukan. “ dengan ini kalian semua akan mati karena
hanya Malaikat saja yang diperkenankan untuk hidup jika terkena cahaya ini.
Bahkan Iblis Tingkat tinggi pun akan lenyap. hahah” teriak Malaikat itu.
Setelah cahaya menyilaukan itu telah berakhir. Sang Malaikat sangat lah
terkejut luar biasa. “tidak mungkin, ini mustahil kan.? Ba-bagaimana kau masih
bisa hidup setelah terkena cahaya sihir ku. bukankah seharusnya hanya Malaikat
yang diperkenankan hidup.” Kata Malaikat yang sangat terkejut. “hahah. Dasar
Malaikat bodoh. Kau menggunakan seluruh mana mu hanya untuk menggunakan sihir
tidak berguna seperti ini.? “ Kata L dengan tertawa. “bagaimana kau masih bisa
hidup.?” Tanya Malaikat itu.
“ dasar bodoh, bukankah kamu sendiri
yang mengatakan ku dengan sebutan manusia setengah.? Seharusnya kau sudah
mengerti bahwa aku ini tidak akan mempan terhadap dengan serangan itu.” Jawab
L. “tunggu dulu. Oh benar. Sialan. Seharusnya aku tahu. Tapi percuma saja. Kita
sama-sama telah kehilangan semua mana kita, lalu bagaimana mungkin kau bisa
mengalahkan ku. haha” balas Malaikat. “itu sangatlah mudah. “ kata L dengan
sangat percaya diri.
“hah.?” Kata Malaikat. “V tutup
matamu, sebaiknya kau tidak membuka matamu sebelum aku mengatakan untuk membuka
nya.” Kata L meminta V untuk menutup matanya. V pun menutup matanya dengan rapat.
__ADS_1
“baiklah, datanglah
pengikatan kontrak ku. aku ingin mengikat kontrak lagi dengan mu sang DEWA
IBLIS. Pemberi Hukuman.” Teriak L. “tunggu dulu L-sama, engkau tak
perlu hingga sebegitunya” kata seseorang lagi yang tidak dikenal.
Lalu terdengar suara yang sangat
menakutkan. “hooh ternyata kau L. apa lagi sekarang yang kau inginkan dan apa
yang dapat kau berikan sebagai balasanya.?” Kata suara yang sangat menakutkan
itu. “oh kau benar-benar datang. Sudah lama aku tidak mendengar suaramu. Hmm
suara mu sedikit lebih berat. Apa kamu sekarang gendutan.?” Tanya L “hah.?
A-Apa yang kamu katakan dasar bodoh. Jika kamu hanya berkata seperti itu maka
aku akan pergi kembali.” Kata suara yang menakutkan itu.
“Eeeh tunggu dulu. Jangan berkata
seperti itu. Nanti kamu cepat tua jika terus seperti itu.” Kata L “aku akan
pergi.” Kata suara yang menakutkan itu. “baiklah. Aku ingin kau meminjamkan aku
tombak pemusnah segala Ras dari Ras Iblis. Tombak
Longinus. “ kata L dengan sangat serius. “oh begitu, seperti nya lawan
mu kuat. Baiklah, lalu apa yang kamu tawarkan.?” Balas nya
“aku tawarkan mata Kiriku.” Jawab L
“wahaahah. Menarik. Baiklah. Aku terima. Datanglah Tombak Pemusnah Longinus”
kata suara yang menakutkan itu. Lalu munculah tombak itu dan menghampiri L. L
pun mengambilnya. “tidak mungkin, bagaimana mungkin kamu mengenal dan dapat
meminta ijin bahkan dapat mengikat kontrak dengan DEWA IBLIS.?” Tanya Malaikat
dengan aura yang sangat depresi.
“hmm bagaimana aku menjelaskannya,
intinya sangat panjang ceritanya. Baiklah kita kembali lagi ke permasalahan
kita, bersiaplah dasar Malaikat bodoh yang berani melawan ku serta berani
berbuat hal kejam kepada orang yang tidak bersalah. Sekarang terimalah dosa
yang telah kau perbuat.” Balas L yang bersiap melempar Tombak nya itu. “tunggu
dulu, aku hanya diperintah oleh salah satu Raja Malaikat. ini bukan keinginan
ku. tolong maafkan dan mengertilah.” Kata Malaikat dengan meminta ampun.
“aku menghadapi segala dosa ku, maka
kau pun seharusnya sama. Sekarang lenyaplah bersama kesombongan mu dan dosa
itu.” Teriak L dengan melemparkan Tombaknya itu ke arah Malaikat itu. Tombak
itu pun menusuk ke jantung Malaikat itu lalu lenyaplah Malaikat itu bersama
Tombaknya yang tertusuk pada jantungnya.
Karena
kejadian yang sangat besar itu. Membuat si anak bodoh ini pingsan. Ketika ia
terbangun. dia sudah ada di kamar yang biasa ia tidur. Lalu dia pun mengingat
apa yang terlah terjadi. dia menangis dengan sangat keras. Karena dia baru saja
bertemu dengan teman lamanya yang sudah mati dan dia harus merasakan rasa sakit
yang sama lagi dengan harus mengetahui kebenaran kematian temannya itu. L
sebenarnya ingin masuk dalam kamar itu untuk memberikan sarapan.
Akan
tetapi dia merasa sangat bersalah atas apa yang menimpa anak bodoh itu. Dia pun
hanya meninggalkan sarapan nya di depan pintu. Setelah lama mendengar tangisanitu
mereda akhirnya L mendengar pintu kamar
anak itu terbuka. L pun merasa agak lega. Lalu tiba-tiba anak itu berlari
menghampiri serta memeluk L. “maaf kan aku. Mohon Maafkan aku. Aku tidak ingin
kehilangan seseorang yang sangat berharga lagi.” Teriak anak itu. “hehem. Kamu
tidak salah kok. Dan juga semua orang pasti pernah membuat kesalahan besar.
Yang terpenting adalah orang itu berusaha untuk tidak melakukan kesalahannya
itu lagi.” Kata L dengan tersenyum.
“eh
tidak. Aku sangat merasa bersalah. Eh mata kirimu kenapa.?” Tanya anak itu
kepada L. “oh ini. Hmmm aku menggunakan sihir yang sangat besar meskipun aku
tidak memiliki mana yang besar. Dan inilah hasilnya. Heheh. Tapi tenang saja,
karena aku tinggal menunggu mata kiri ku terbentuk kembali” kata L dengan
menggaruk-garukan kepala belakangnya. “eh tidak mun-“ kata V yang tiba-tiba
dipeluk erat oleh L dengan merasakan ada rasa basah mengenainya. Setelah dia
melihat ke arah L. lalu dia terkejut karena L menangis juga.
“sudah
V, jangan terlalu menyalahkan dirimu. Sudah cukup. Aku ingin kamu tidak
menderita lagi. Dan juga aku sangat bersyukur bahwa aku masih bisa melihatmu
dengan selamat serta baik-baik saja.(memeluk sambil menangis) Neee V. maafkan
aku karena tidak menyelamatkan orang-orang di desa itu terutama teman mu itu.
Seandainya aku dapat menyelamatkan setidaknya teman mu. Mungkin kamu tidak akan
semenderita ini. Maafkan aku. Semua ini salahku.” Kata L dengan menangis Dan
meminta maaf. V yang sudah tidak dapat berbuat apa-apa serta kosong pikirannya
hanya dapat menangis kembali. Akhirnya mereka berdua menangis.
Tidak
lama setelah mereka menangis. L mengajak V untuk makan bersama. V pun setuju.
setelah makan, L meminta V untuk mandi dahulu. “nee L. aku bersumpah. Aku akan
selalu menjadi pengikutmu. Jadi tolong perintahkan apapun kepadaku.”kata V
dengan tiba-tiba. “eh apa maksudmu.?” Tanya L yang terkejut. “sebenarnya aku
ini monster yang sangat menakutkan. Kamu lah manusia pertama yang mengetahui
hal ini. Berubah.” Kata V dengan berubah wujud aslinya.
Ular
besar. “bagaimana.? Apa kamu takut.? Aku sebenarnya dapat membuat tubuh ku ini
lebih besar lagi. Akan tetapi aku tidak ingin menghancurkan rumah mu. Jadi
cepatlah ikat kontrak denganku. Maka akan aku lakukan apapun yang kamu
perintahkan.” Kata V dengan semangat. “hwuaahh hebat sekali. Jadi seperti ini
wujud aslimu. Aku tak mengira sosok anak kecil yang sangat lucu itu adalah
makhluk raksasa ini. Hahaha. “ jawab L dengan bahagia. “eh.? Kamu tidak takut.?”
Tanya V dengan kebingungan.
“hehem.(menggelengkan
kepala) Untuk apa aku takut kepada anak kecil yang lucu. Bagiku kamu akan terus
seperti anak kecil lucu yang selalu akan aku lindungi bukan monster menakutkan
yang harus aku takuti seperti perkataan mu tadi. Dan juga soal ikatan kontrak.
Hmm aku tidak ingin kamu menjadi pengikutku yang akan melaksanakan semua
perintahku. Tapi aku ingin kamu menjadi keluarga ku yang akan selalu membantuku
dan menerima permintaan egois ku.” kata L dengan terseyum bahagia lalu memeluk
tubuh V yang di wujud menyeramkan itu.
Akhirnya
V berubah ke wujud anak kecilnya itu. dengan sangat bahagia dia mencium bibir
L. “eh. A-apa yang kamu lakukan.?” Tanya L dengan terkejut. “anggap saja itu
tanda terima kasih ku dengan rasa kebahagiaanku saat ini.” Jawab V dengan
senyum bahagia. “eh tapi kamu itu laki-laki. Dan seharusnya jangan mencium
seseorang yang sama dengan jenismu.” Kata L memperingati. “ah jika begitu aku
akan menjadi wujud perempuan yang kamu suka” kata V yang bersiap berubah wujud.
“eh tidak perlu. Aku lebih suka dengan apa
yang adanya dirimu. Bukankah lebih baik kita menjadi diri sendiri dibandingkan
harus berubah menjadi orang lain Demi orang yang kita sayangi. Karena
menurutku. Jika kita begitu. Maka yang disayangi orang itu bukanlah kita apa
adanya. Melainkan kita hanya sebagai pengganti orang yang dia sayang.” Kata L
dengan tersenyum. “hemk baiklah. Lalu bagaimana jika aku menjadi mata kirimu.?
Agar aku bisa terus bersama mu.?” Tanya V “eh apa kamu serius.? Hem baiklah.
__ADS_1
Sebenarnya Homunculus sedang membuat mata kiriku. Hehe. Tapi jika kamu tidak
keberatan baiklah.” Kata L. akhirnya mereka mengikat kontrak.