
Chapter 5 {pindah
ke Negeri impian}
Elusyan
kembali ikut makan bersama. Ketika makan semuanya memperhatikan Elusyan kecuali
Viper dan Leona yang biasa makan makanan yang disajikan. “neh Elusyan, maksud
anak yang tadi itu apa.? Apa maksud raja disitu.?” Tanya Eleonora secara
tiba-tiba.
“akh
itu. Dia kira aku ini raja mereka, karena banyak yang mengira bahwa aku ini
mirip seorang raja, hebat kan, heh,heh, heh.” Jawab Elusyan dengan tertawa
kecil lalu menggarukan kepala belakangnya. “hmmm” kata Irisyviel memperhatikan
Elusyan “eh Irisyviel. Kamu kenapa.?” Tanya Elusyan. “tidak ada. Aku hanya
berifikir bahwa kamu seperti sedang menyembunyikan sesuatu dariku, hemk.” Jawab
Irisyviel dengan memalingkan wajah nya. Sepertinya anak ini mulai marah lagi
padaku. Haahh. Dasar seperti anak-anak saja, tapi mau bagaimanapun kamu belum
saatnya untuk mengetahuinya Irisyviel.
Akhirnya
mereka pun makan bersama hingga selesai dengan tenang. setelah selesai.
Eleonora membuka pembicaraan. “semuanya. Ada yang ingin aku katakan kepada
kalian. Seperti yang kalian tahu bahwa kita sedang mengalami kekurangan dana.
Bahkan untuk menghadapi bulan berikutnya saja kita tidak tahu masih bisa
bertahan atau tidak.
Untuk
bekerja pun di tempat ini sangat lah sulit. Ke tempat Dungeon pun diwajibkan
membayar. Serta pajak yang berlaku disini sangat lah besar. Aku sendiri
berfikir kita dapat bertahan hingga hari ini pun sungguh suatu keajaiban. Maka
dari itu aku memliki sebuah solusi untuk semua ini. Kita akan pindah.” Kata
Eleonora dengan tegas.
“apa.?
Tunggu dulu Elenora-san. Kita akan pindah kemana.? Kamu sudah tahu bahwa tidak
akan ada tempat untuk kita dalam bertahan hidup, bahkan kita disini pun dapat
membangun tempat ini dikarenakan ada seseorang yang memberikan tempat ini
dengan harga yang sangat murah. Lalu kamu membelinya. Kamu juga mulai memungut
kami beserta anak-anak di jalanan yang kelaparan serta yang tidak memiliki
tempat tinggal.
Untuk
masalah keuanganan kami juga sedang menjual makanan kecil beserta bunga-bunga.
Kami mohon jangan lah pindah. Kami semua butuh tempat tinggal untuk berteduh.”
Jawab para perawat yang meminta mohon kepada Eleonora untuk tidak pindah.
“tenang saja. Aku mengajak kalian pindah bukan ke tempat yang lebih buruk dari
sini, akan tetapi ke tempat yang lebih baik lagi. Bahkan yang terbaik untuk
kalian. Bagaimana.?” Kata Eleonora menenangkan mereka semua.
“lalu
dimana itu Eleonora-san. Apa kah ada tempat seperti itu.?” Tanya perawat
kembali. “tentu saja. Yaitu ditempat tinggal Elusyan dulu. Dia mau membantu dan
memberikan tempat tinggal untuk kalian. Bukan kah begitu Elusyan.?” Jawab
Eleonora dengan bertanya kepada Elusyan. “hm tentu saja. Kalian mungkin tidak
percaya begitu saja, akan tetapi jika kalian tidak percaya padaku, cobalah
untuk percaya kepada Eleonora yang lebih kalian hormati dan hargai. Jadi tolong
ikutlah. Besok kita akan mulai pergi, jadi aku minta kalian untuk bersiap-siap
hari ini.” Kata Elusyan. Mendengar perkataan Elusyan, membuat semuanya khawatir
serta bingung, akan tetapi ini karena permintaan Eleonora mereka pun
menyetujuinya.
Disaat mereka sedang akan istirahat,
tiba-tiba ada cahaya yang begitu terang diluar. Lalu Eleonora keluar dan ingin
tahu cahaya apa itu. Ketika keluar dia sudah melihat Elusyan beserta Irisyviel
ada di luar duluan. Eleonora awalnya cemburu akan tetapi Perhatian nya
teralihkan oleh cahaya itu. Ternyata cahaya itu adalah lingkaran sihir raksasa.
Eleonora terkejut lalu bergegas untuk membangunkan anak-anak yang sedang
tertidur pulas. Ketika akan bergerak, Elusyan menghentikan Elenora untuk tidak
membangunkan mereka. “Eleonora, jangan bangunkan mereka. Kamu gunakan saja
sihir pengikat ke mereka semua lalu hubungkan denganku.” Kata Elusyan kepada
Eleonora.
“apa yang akan kamu lakukan.?” Tanya
Eleonora. “cepat kamu lakukan saja.” Teriak Elusyan. Akhirnya Eleonora
menggunakan sihir pengikat ke semuanya dan dihubungkan kepada Elusyan.
“Irisyviel kemari lah.” Kata Elusyan lalu mendekap tubuh Irisyviel. “Aku meminta
kepada sesuatu yang memberikan ku kekuatan untuk menolong orang lain. Aku
meminta ijin atas kekuatan nya yang selalu membantu ku dalam menolong orang
lain. Saat ini kubutuhkan kekuatan mu untuk menolong orang lain. Berikan aku
kekuatan saat ini juga. Maximize Magic.” Elusyan mengeluarkan sihir
yang membuat tubuh nya dipenuhi oleh mana yang luar biasa banyak nya.
“Teleportation” teriak Elusyan menggunakan sihir teleportasi nya. Dengan
keluarnya sihir itu membuat semua orang yang terhubung dengan nya ikut terbawa
dalam sihir nya. Semuanya menghilang kecuali barang-barang bawaan mereka.
Karena kekuatannya begitu luar
biasa, semuanya yang terjaga pun pingsan termasuk Eleonora dan Irisyviel. Tidak
lama kemudian setelah mereka terbangun dari pingsan nya. Irisyviel sangat
terkejut karena dia bangun ternyata dia sedang dipeluk erat oleh Elusyan. “akh
kamu sudah bangun Irisyviel.” Tanya Elusyan yang begitu dekat wajah nya dengan
Irisyviel. “eeh. Hemk. Apa yang terjadi El-kun.?” tanya Irisyviel kepada
Elusyan.
“aku telah menteleportasi kalian ke
tempat tinggal ku. Itu lihat lah kerajaan kecil disana, itulah tempat tinggal
ku heheh. Kamu bisa bangunkan semuanya.?” Tanya Elusyan dengan tersenyum.
“heehhmmk.” Jawab Irisyviel memasang wajah cemberut nya. “ kamu kenapa.?” Tanya
__ADS_1
Elusyan “aku masih marah tahu” jawab Irisyviel dengan memalingkan wajah nya.
“marah kenapa.?” Tanya Elusyan kembali. “masa kamu tidak tahu. Hemk dasar tidak
peka. Aku marah karena kamu seperti menyembunyikan sesuatu.” Jawab Irisyviel
dengan kesal.
“oh yang masalah tadi. Bukankah aku
sudah menjawab dengan jujur kan.” Balas Elusyan. “aku tahu kamu jika jujur
bagaimana El-kun, tadi itu kamu sedang menutupi sesuatu. Bisakah kamu jujur
untuk ku, bukankah kita sudah berjanji tidak akan saling menutupi sesuatu
lagi.?” Tanya Irisyviel. “hmm begitu, maaf ya jika begitu. Hmm bagaimana pun
untuk masalah yang ini aku masih belum bisa mengatakan sebenarnya kepada mu
maupun kepada siapapun. Maaf ya.” Jawab El-kun.
“hmm begitu. Jika memang begitu
rahasia nya hingga kamu tidak bisa mengatakan sesungguh nya baiklah akan aku
maafkan, tapi dengan satu syarat untuk yang satu ini.” Balas Irisyviel. “hmm
apa itu.?” Tanya Elusyan. “Cium aku sekarang juga” jawab Irisyviel. “ehh,
disini.? Apa kamu yakin.? Bagaimana jika semuanya melihat kita.?” Tanya Elusyan
yang terkejut. “tidak apa-apa kan. Lagi pula ini sudah pas jika melakukan ini,
situasi nya mendukung. Ayo cepat sebelum mereka menghampiri kita.” Jawab
Irisyviel dengan mendekatkan wajah nya. “hmm baiklah” jawab Elusyan. Akhirnya
mereka saling berciuman dengan mesra.
Semuanya pun terbangun lalu
dihampiri oleh Irisyviel dan Elusyan. “Semuanya. Bersiaplah kita sudah sampai.
Di depan sana adalah kerajaan tempat aku tinggal. Ayo kita bergegas kesana.”
Ajak Elusyan. “tunggu dulu Elusyan. Barang-barang yang lainnya sedang tidak ada
Karena tertinggal. Bagaimana dengan persiapan makanan serta pakaian kita.
Sedangkan uang kita juga tertinggal.” Jawab Eleonora. “ tenang saja tidak perlu
dikhawatirkan. Aku yang akan mengurusnya.” Jawab Elusyan.
mereka pergi menuju kerajaan.
setelah sampai, semuanya begitu terkejut karena begitu indah tempat yang mereka
kunjungi. Disini terdapat banyak makanan serta tempat berjualan. Disini juga
banyak hewan-hewan monster jinak yang berkeliaran serta banyak pula yang
dijadikan tunggangan.
Para pedagang serta pembeli dan
rakyat yang mereka lihat sangat lah berkelas dan seperti kelas status Bangsawan
karena dari segi pakaian maupun tunggangan mereka. Mereka saat datang banyak
yang memperhatikan, awalnya mereka sangat tidak percaya diri bahkan malu untuk
datang serta melewati orang-orang sekitar.
Hingga akhirnya banyak orang yang
menghampiri mereka. “nee apa kalian pendatang baru atau seorang pengembara.”
Tanya salah satu warga. “oh kami ini seorang pengungsi dan sedang mencari
tempat tinggal. Kami dari orang yang tidak memiliki apa-apa selain pakaian yang
sedang kami kenakan saat ini.” Jelas dari Eleonora.
“waahh. Kasihan sekali.
Semuanya.(teriak memanggil) mereka adalah pendatang baru yang sedang
Secara serentak mendengar itu banyak warga yang menghampiri mereka serta
menawarkan bantuannya. Dari mulai pakaian, tempat tinggal, pekerjaan. Makanan
hingga kebutuhan yang lainnya. “baiklah aku tinggal dulu. Irisyviel . ikutlah
dengan yang lainnya. Kalian semua tidak perlu khawatir dengan uang. Bilang saja
kalian tidak memiliki uang. Dan jujur saja seperti biasa nya. Oh ya kalian
bebas kemana pun. Silahkan menikmati.” Teriak Elusyan meninggalkan mereka.
Mereka pun dibawa keliling wilayah
kerajaan. dimulai dari di berikan pakaian bagus dan berkualitas dengan gratis.
Diberi makanan enak serta mengenyangkan oleh mereka semuanya. Lalu diajak mandi
bersama di pemandian umum yang mewah. Hingga akhirnya mereka belanja kebutuhan
pokok mereka dengan gratis tanpa mengeluarkan uang sedikit pun. Lalu mereka
diantar ke sebuah tempat rumah besar yang sebesar rumah seorang bangsawan di
negara wilayah lain. mereka diminta untuk tinggal disana dengan diberikan pula
hak sertifikat kepemilikan tanah serta bangunan.
Mereka
masuk kedalam dan melihat-lihat isi rumah tersebut. Mereka terlihat sangat
bahagia. Akan tetapi mereka terheran-heran serta tidak habis fikir sebenarnya
ini mimpi atau kenyataan. “ Eleonora-nee san lihatlah. Seluruh pakaian baru aku
sangat bagus dan imut semua.” Kata salah satu anak kecil. “lihat juga
Eleonora-nee san. Mainan ini gratis untuk kita bahkan kita diberikan buku-buku
pengetahuan ini dengan secara cuma-cuma.” Kata anak kecil lainnya.
“lihat
Eleonora-san ini banyak sekali bahan serta peralatan masak dan makan kita.
Semuanya lengkap tanpa adanya kekurangan. Bahkan di halaman ada monster jinak
untuk tunggangan. Hwuaaahh hebat nya. Apa ini sebenarnya.” Kata seorang perawat
yang sangat terkagum-kagum.
“sebenarnya
apa ini.? Apakah semua ini mimpi.? Ini semua mustahil terjadi kan.? Bagaimana
mungkin.? Seseorang tolong sadar kan aku. Aku tidak ingin terlena dalam mimpi
ini.” Kata Eleonora yang tidak percaya atas apa yang terjadi padanya. Lalu
Irisyvel mencubit pipi nya Eleonora. Eleonora kesakitan “ini tidak mimpi.
Hwuahahhahaha” teriak Eleonora yang senang bahagia lalu menangis. Melihat
Eleonora menangis semuanya pun ikut menangis dalam kebahagiaan yang sangat
menyentuh. “tidak ada satu pun wilayah yang aku ketahui, aku kunjungi sehebat
dan seindah tempat ini.” Kata Irisyviel.
“kamu
benar. Ini semua bagaikan surga yang ada di dunia. Sesuatu yang sangat sulit
untuk dilupakan Bahkan di bayangkan.” Kata Elenora. “ini semua karena El-kun.
pantas saja dia ingin segera pulang kesini.” Kata Irisyviel. “kamu benar. Semuanya. Ketika Elusyan datang, kita harus
menyambut nya ya.” Ajak Eleonora kepada semuanya. Akhirnya mereka dengan
semangat mempersiapkan pesta mewah untuk berterima kasih kepada Elusyan.
Hingga
__ADS_1
semua telah selesai. mereka dengan semangat menunggu kedatangan Elusyan. Malam
telah tiba hingga larut. Akan tetapi Elusyan belum kembali juga. Mereka sangat
khawatir kepada Elusyan. Hingga keesokan hari nya ketika semuanya sedang
tertidur. karena tidur terlalu larut malam, mereka tidak menyadari bahwa
Elusyan datang dan menyiapkan sarapan. makanan yang mereka siapkan untuk pesta
disimpan lalu dimasak kembali untuk dapat dimakan lain kali.
Saat
makanan sudah siap. Elusyan membangunkan semuanya yang sedang tertidur lelap.
Semua nya bangun lalu terkejut. Elusyan mengajak mereka untuk ikut makan
bersama, akan tetapi wajah mereka terlihat sangat marah dan kesal hingga
akhirnya Eleonora membuka pembicaraan. “Elucchi. ! mengapa kamu tidak pulang
kemarin.? Apa kamu sudah ingin meninggalkan kami karena sudah memberi kami
semua ini.?” Teriak Eleonora dengan kesal.
“hmm
Eleonora apa maksudmu.? Bukankah semua ini pemberian dari para warga disini.
Aku juga sama seperti kalian dimana aku diberikan kebaikan oleh mereka semua.
kenapa aku tidak kembali kesini saat malam. Karena aku melihat kalian sedang
bersiap-siap melakukan pesta untuk ku. dan aku sangat tidak menyukainya. Kamu
tahu dan Irisyviel pun sama. Bahwa aku tidak menyukai sebuah pesta. Aku tidak
menyukai nya.” Jawab Elusyan dengan berusaha menenangkan Eleonora “ya aku tahu,
tapi sungguh tidak masuk akal jika kami hingga tidak memberi rasa terima kasih
padamu yang telah membantu kami hingga dapat merasakan semua ini, kamu lah yang
telah memberi jalan untuk mendapatkan semua ini. Lalu kamu minta agar kita
tidak mengucapkan terima kasih padamu.? Apa kamu tega membuat kami seperti
tidak memiliki rasa tahu diri.?” Balas Eleonora dengan masih kesal.
“bukan
begitu maksud ku Elonora. Kumohon untuk mengertilah. Kamu dan Irisyviel sudah
tahu pasti kan maksud ku. kenapa kamu seperti menganggap aku ini orang yang
ingin di balas kebaikan nya, seolah-olah aku ini jahat, apakah aku ini begitu
buruknya terlihat oleh mu.?” Jawab Elusyan. “eh bukan itu maksudku. Aku tidak
bermaksud seperti itu. Aku dan kita semua ini hanya ingin berterima kasih
padamu. Hanya itu.” Jawab Eleonora yang merasa bersalah.
“jika
benar begitu dengan melihat kalian senang dan bahagia pun itu sudah cukup bagi
ku. sudah kan.? Ayo kita makan.” Balas Elusyan. “hmm aku tidak akan menerima
nya. Hmm. Baiklah setidak nya beri kami perintah apapun itu dan kami akan melakukan
nya apapun itu” jawab Eleonora.
“baiklah,
jika begitu aku punya 1 permintaan” kata Elusyan. “iya apa itu.?” Tanya
Eleonora dengan semangat. “aku ingin kalian berbahagia, selalu tersenyum dan
tolong ikuti peraturan yang ada disini. aku minta lakukan yang terbaik hingga
kalian dapat membantu orang lain yang sedang kesulitan” kata Elusyan dengan
tegas disertai oleh senyuman di wajah nya.
Mendengar
serta melihat itu semuanya tediam. Lalu Eleonora yang tertunduk menghampiri
Elusyan lalu menarik pakaian nya hingga tertunduk pula wajah nya Elusyan,
tiba-tiba Eleonora mencium bibirnya Elusyan yang terasa basah di pipinya
Eleonora.
“kamu
sungguh tidak adil dan jahat hingga berkata seperti itu dengan tulus. Kamu
tahu, setelah semua ini sungguh tidak mungkin aku dapat menahan semua perasaan
yang berusaha ku pendam ini, semuanya terasa meledak saat kamu mengatakan semua
itu dengan tulus. Mulai sekarang kamu harus bertanggung jawab. Elucchi.” Kata
Eleonora yang menangis dengan bahagia disertai senyumannya yang indah.
Melihat kejadian itu semuanya
bagaikan tersambar petir dan terkejut dengan sangat. mereka menghampiri serta
menarik-narik dan mendekap tubuh Elusyan. “tunggu dulu semuanya. Hentikan.”
Teriak Eluyan yang mulai kesal. Mereka pun terdiam “baiklah semuanya kita makan
dulu lalu aku akan menjelaskan sesuatu pada kalian saat semuanya selesai makan.
Lalu mereka pun menurut dan makan bersama. Setelah makan bersama.
Elusyan menjelaskan sesuatu kepada
mereka. “semuanya tolong dengarkan aku. Disini kalian semua wajibkan untuk
belajar dan masuk ke akademi sihir di kerajaan ini. karena hanya ada 3
akademi jadi sebaiknya kalian semua
jangan memilih milih ya. Ingat semuanya belajar. Tidak boleh ada yang tidak.
Untuk kebutuhan sehari-hari kalian boleh berjualan atau meminta bantuan kepada
orang-orang disini. Dan jika kalian sudah pernah mengenal dan pernah masuk
kedalam Dungeon. Kalian boleh berlatih dan mencari bahan jual disana. Akan
tetapi diwajibkan untuk mencari bahan jual saja, tidak untuk menjalankan Quest dari orang lain. Kalian wajib untuk
didampingi oleh beberapa Knight maupun Wizard disini. Untuk aturan nya sendiri.
Kalian diperbolehkan untuk melakukan
apapun. Akan tetapi disini memliki aturan ketat. Yaitu tidak boleh saling
menyakiti serta merugikan kepada siapapun. Dan di anjurkan untuk saling
membantu kepada siapapun. Ingat tidak boleh merugikan serta menyakiti siapapun
pada bukan tempat nya. dilarang keras untuk bertingkah sombong. Karena akan
dihukum sangat berat.
Dan ada 1 kesalahan yang hukuman nya
sangat berat. Yaitu pengkhianatan pada Kerajaan maupun berencana ataupun tidak.
Ingat semuanya. Tolong ikuti aturannya. Jika sudah jelas. aku, Eleonora dan
Irisyviel serta Viper dan Leona akan kembali. Jika ada yang masih kurang
dimengerti aku telah meminta bantuan ke beberapa prajurit kerajaan untuk
membantu kalian, jadi kalian tidak perlu sungkan kepada mereka.” Penjelasan
dari Elusyan kepada mereka. “tunggu dulu Elucchi, dimana Viper dan
Leona-sensei.?” Tanya Eleonora. “oh mereka sudah pulang duluan. Ayo bersiaplah
kita akan pulang.” Balas Elusyan. Ketika hendak pulang, mereka bertiga saling
berpegangan tangan dan pergi menuju tempat kerajaan LEUTHANIA.
__ADS_1