
Chapter 1 {Sosok paling berharga Elusyan}
1 minggu pun telah mereka lalui dan akhirnya mereka semua dapat menggunakan ilmu
sihir tingkat tinggi. ada beberapa diantara mereka yang meningkat tingkat
status penyihir nya. Aku akhirnya bisa pulang. Aku dengan rasa lesu pulang
menuju tempat tinggal El-kun. hmm aku tidak boleh memasang wajah ku yang
seperti ini dihadapan dia. Karena aku tidak ingin dia menjadi khawatir
terhadapku. Aku harus memasang wajah semangat serta ceria untuk dia.
Dengan
semangat aku bergegas menuju tempat tinggal El-kun, akan tetapi ada yang
menghadang ku. kulihat dia ternyata ketua kelas Meisya. “ketua kelas. Sedang
apa kamu disini.? Apa ada sesuatu.?” Tanya ku padanya. “iya. Ada sesuatu yang
ingin kubicarakan kepadamu. Tapi sesuatu yang sangat penting serta sangat
panjang. Bisakah kamu menginap denganku di tempat tinggalku malam ini.?”jawab
nya meminta ku untuk menginap ke rumah nya. “hmm baiklah.” Jawab ku.
lagi
pula El-kun pun pasti sedang kelelahan dari latihan sihir barunya di akademi
selama seminggu ini. Jadi lebih baik besok saja aku bertemu dengan nya. Kami
berdua pergi menuju ke tempat tinggal ketua kelas. Akhirnya kami telah sampai.
Hwuaaahh besarnya. Mungkin hampir sama dengan besarnya tempat tinggal Krusya.
Kami masuk dan sama seperti di tempat tinggal Krusya. Kami disambut oleh para
pelayan pria dan wanita “selamat datang tuan putri.” Sambut dari para pelayan
nya.
“ah
iya, aku pulang. Apa Ayah, Ibu, Kakak serta adiku sedang ada di rumah? “tanya
Meiya. “ada tuan putri. Tuan Tyana dan Nyonya Tyana sedang ada di ruangan nya,
serta Tuan Muda Felix dan Tuan Muda Fisya sedang ada di ruangan nya.” Jawab
para pelayan yang sedang mengambil barang-barang kami “oh begitu. Jika begitu
katakan kepada mereka aku telah pulang dan ingin mengatakan sesuatu kepada
mereka. Bisakah kalian menyampaikannya.?” Kata ketua.
Whaahh.
Ternyata ketua kelas sama saja dengan Krusya. Sama-sama elegan serta
mengeluarkan aura layaknya sosok bangsawan. Apa mungkin semua keluarga
bangsawan seperti ini, jika benar berarti hanya aku yang dari keluarga
bangsawan tapi tidak bersikap seperti layaknya seorang bangsawan. “oh ya ini
adalah temanku. Siapkan untuknya bermalam dan mandi.” Kata Meisya kepada
pelayan nya “ baiklah Nona Muda.” Jawab para pelayan
Aku
dibawa oleh mereka ke kamar mandi. Ternyata kamar mandi nya juga sangat besar.
Hmm sekarang aku baru mengetahui bahwa aku masuk kedalam kategori keluarga
bangsawan yang merendah serta sederhana. Aku mandi dan keluar lalu menuju kamar
Meisya. Para pelayan meminta ku untuk menunggu di ruangan nya. aku
memperhatikan isi kamarnya.
Hmm
rupanya dia seperti gadis pada umumnya. aku terkejut ketika melihat ada foto
yang dia pajang dihiasi oleh aksesoris yang sangat berharga. Dengan penasaran
aku melihatnya. Aku terkejut karena foto itu adalah foto seseorang pria yang
sangat mirip dengan El-kun yang mengenakan Zirah serta peralatan perang. Dari
mana dia mendapatkan foto ini. dan juga siapa pria ini yang mirip dengan
El-kun. aku harus menanyakannya.
Tidak
lama kemudian. Meisya datang. Ketika dia melihat aku sedang menggenggam bingkai
foto. Dia langsung terkejut lalu segera menarik lengan ku mengambil bingkai
foto itu. Dia peluk disertai wajah yang sangat memerah. “ketua kelas. Siapa
pria itu.?” Teriak ku. aku sangat kesal. Jujur aku sangat cemburu. “eh, i-ini,
hmm. Jika aku memberitahumu apa kamu akan percaya.?” Tanya dia padaku. “tentu
saja aku akan percaya.?’ Jawab ku. “ini Elusyan-kun.” Balas dia.
“hwuaahh
dia gagah sekali ya. Aku jadi semakin suka. Hmmm” balas ku dengan memeluk tubuh
ku serta membayangkan El-kun. “Irisyviel-san.? Apa kamu percaya begitu saja.?”
Tanya nya padaku. “ tentu saja. Karena ketika sebelum ujian 1 minggu lalu aku
menginap di rumah Krusya-san dan disana ada Viper. Lalu dia menceritakan hidup
nya bersama El-kun dulu, hmm aku sangat iri mendengarnya. Dia memiliki waktu
yang lama bersama nya. sedangkan aku hanya baru 6 bulan bersama serta kenal
dengan El-kun.” jawab ku.
“hmm
begitu rupanya, sudah kuduga si makhluk bodoh itu akan asal bicara kepada orang
lain, dan juga Irisyviel-san, jika kamu berkata hanya 6 bulan baru kenal serta
dekat dengan Elusyan-kun mungkin dia akan kecewa, jujur aku dan Viper pun akan
sangat emosi mendengarnya. “ kata dia dengan menggelengkan kepala nya. aku
sebenarnya sangat penasaran apa maksudnya itu. Akan tetapi aku lebih penasaran
lagi hubungan El-kun dengan Meiysa.
“lalu
ketua kelas, hubungan mu dengan El-kun apa.?” Tanya ku padanya. “hmm apa kamu
ingin tahu.?” Tanya dia dengan menggoda ku. “iya aku ingin tahu, setahuku
El-kun pernah membicarakan sedang mencari seluruh keluarga nya yang sangat
berharga baginya.lalu apakah kamu salah satunya, tapi yang aku tahu dari Viper,
seluruh keluarga yang dianggap berharga bagi dia adalah alat-alat nya.” kata ku
“hmm
begitu, baiklah jika kamu sudah tahu hingga itu maka aku tidak perlu
menjelaskan secara rinci nya. aku adalah pedang yang sedang di genggam oleh
Elusyan-kun di gambar itu, apa kamu melihatnya.” Jelas dia dengan bertanya
__ADS_1
padaku.
“tentu
saja aku tahu. Hmm begitu apa kamu belum mengatakan nya kepada El-kun.?” tanya
ku kembali padanya. “tentu saja aku akan memberitahukannya, akan tetapi mungkin
besok aku akan memberitahukannya. Maka dari itu aku sudah menyampaikan semuanya
kepada seluruh keluargaku bahwa aku akan pergi dari sini dan kembali kepada
keluarga dulu ku yang sangat berharga bagiku.” Jawab dia.
Mendengarnya. Aku sangat terkejut.
“lalu bagaimana kamu mengatakan kepada keluargamu yang sekarang dan lantas apa
kata mereka.?” Tanya ku pada dia. “tentu saja mereka menolak dengan keras,
karena aku satu-satunya anak perempuan di keluarga ini. aku sudah dianggap anak
tersayang bagi mereka. Akan tetapi sebelum mereka. Elusyan-kun lah yang pertama
kali menemukan ku lalu memberi rasa kasih dan sayang yang begitu besar
kepadaku. Dan juga dia lah orang yang sangat mengerti ku serta sangat
melindungi ku. apa kamu tahu kisah pertemuan Viper dan mengapa Viper menjadi
sangat mencintainya.?” Jawab dia dengan bertanya kembali padaku
“iya aku tahu. Lantas apa hubungan
nya dengan mu.?” Tanya ku kembali. “hampir seperti itu kisahku dengan El-kun,
akan tetapi jika Viper adalah Monster, sedangkan aku hanya lah pedang tumpul
yang tidak berguna dulunya, hingga diasah lalu di berikan kehangatan
cinta,kasih serta sayang dari El-kun, tak jarang juga tubuhku ini tercipratan
darah El-kun bahkan hingga membasahi seluruh tubuh ku oleh darah nya.
hingga akhirnya aku mendapatkan
seluruh kekuatan asli ku kembali yang membuat dia bahagia. Ketika itu umurnya 20 tahun dan bersabar mengasahku dengan
rasa cinta selama 50 tahun hingga
bangkitlah seluruh kekuatan ku lalu kemenangan Elusyan-kun teraih. Di foto itu
adalah disaat dia meraih kemenanganan yang menurut nya sangatlah besar dan
sangat bahagia. Jika tidak salah di foto itu semua keluarga telah lengkap termasuk Viper pun sudah bergabung.” Kata
dia menjelaskan masa lalu nya tentang El-kun dengan nya.
“tapi aku tidak melihat Viper
disana.” kata ku. “aduhh apa kamu sudah lupa bahwa kami semua keluarga nya
adalah alat.?” Kata Meisya. “oh iya, hmm apa dia menjadi Zirah nya El-kun,
pelindung tangan atau kaki nya.? soalnya aku melihat setiap pelindung yang dia
kenakan berbeda-beda warnanya.” tanya ku. “hm, Viper itu menjadi mata kirinya
Elusyan-kun. bisa kamu melihat bahwa bentuk mata kiri Elusyan-kun bentuk nya
berbeda dengan mata kanan nya“ jawab Meiysa.
“wah kamu benar. Matanya seperti
ular. Aku tidak menyangkanya. Lalu apa kamu tahu siapa yang paling berharga
baginya dan paling dia cintai.?” Tanya ku kembali pada Meisya. “hmm semuanya
sangat lah berharga sih. Akan tetapi yang paling dia butuhkan adalah mata kanan
nya, lalu yang menjadi pemimpin kami adalah tangan kanannya, serta tangan
kanannya yang paling dia sayang serta dia cintai. Hmm mungkin jika perbandingan
“hmm begitu.” Jawabku dengan wajah
yang kesal. “hmm apa kamu cemburu ketika aku bilang ada orang yang paling
disayangi oleh Elusyan-kun.?” tanya Meisya menggoda ku. “hmm sedikit.” Jawab ku
“akhh. Kamu seharusnya tidak boleh cemburu kepada orang ini, karena jika pun
kamu meminta Elusyan-kun untuk memilih kamu atau orang ini. Dia pasti akan
mengatakan lebih memilih orang ini, bahkan tak ada satupun permintaan orang ini
yang ditolak oleh Elusyan-kun.” balas Meisya.
“mengapa dia hingga begitu berharga
bagi El-kun.?” tanyaku penasaran “hmm bagaimana ya menjelaskannya ya, sebelum
semua bergabung, dia adalah orang pertama yang sudah bersama Elusyan-kun. bahkan disaat semua bertarung bersama pun,
Elusyan-kun belum pernah mengajak dia, karena sangat ingin melindunginya bahkan
tidak ingin dia terluka. Dan selama kami bertarung bersama. Yang aku lihat
Elusyan-kun meminta dia ikut bertarung mungkin 2 kali saja. Dan terakhir yang
di foto itu. Aku tidak tahu sudah berapa lama akan tetapi yang semua nya tahu
bahwa orang itu selalu ada di tempat tinggal Elusyan-kun.” kata Meisya padaku.
Aku menjadi sangat penasaran sekali.
Kami bercerita hingga larut malam
sekali. Ke esokannya aku berangkat bersama Meisya bersama ke sekolah, kami
berpamitan dengan keluarga Meisya. kulihat wajah mereka dipenuhi dengan rasa sedih. Mungkin keputusan
yang diambil oleh Meisya terlalu berat bagi mereka. Setelah sampai disekolah.
Aku tidak melihat El-kun sama
sekali. Dimana dia, apa mungkin dia bolos, tapi tidak mungkin. Hmm mungkin
nanti istirahat aku ke kelas nya lagi. Pelajaran pun di mulai, dan pelajaran
nya adalah mengulang kembali sihir tingkat tinggi yang sudah dilatih selama
seminggu ini agar semuanya tidak kehilangan sihir itu. Istirahat pun tiba dan
aku bergegas ke kelas F.
hmm
kulihat tidak ada El-kun dan Aldeis, Dominika serta Eleonora dikelas ini.
kemana mereka pergi. baiklah sebaiknya aku tunggu di tempat tinggal dia saja.
Akhirnya waktu pulang tiba. Aku bergegas ke tempat tinggal El-kun. seperti
biasa aku lewat belakang toko yang tempat dia bekerja. Setelah masuk aku sangat
terkejut. “eeehh Le-Leona-sensei. Sedang apa kamu disini.?” Tanya ku dengan
terkejut. “oh Irisyviel-san kah. Huwaahh, sudah jangan banyak bicara aku sudah
mengantuk kamu juga cepat tidur.” Jawab dia dengan santai.
“hey
Leona, apa kamu yakin pindah disini.?” Tanya seseorang yang menghampiri kami
“ka-kau. Viper. Sedang apa kamu disini.? Bukankah kamu seharusnya ada dirumah
Krusya-san.?” Tanya ku dengan teriak. “oh itu. aku sudah tidak tahan terlalu
lama jauh dari Elusyan. Maka aku meminta padanya untuk membiarkan ku pindah
__ADS_1
kesini.” Jawab dia hmm mungkin jika Viper wajar saja jika ada disini karena
salah satu keluarga dari El-kun, tapi Leona-sensei. Kenapa dia disini, whaahh.
Hasil
latihan Elusyan dengan yang lainnya
2 tahun
sudah berlalu dan mereka telah selesai dalam pelatihannya. “whuaahh sudah tidak
terasa kita sudah berlatih selama 2 tahun ini, hmm bagaimana ya dengan yang
lainnya ya disekolah. Apa mereka ada yang khawatir kepada kita ya, aku bingung
mengatakan sesuatu kepada orang tua ku karena telah pergi selama 2 tahun tanpa
ada kabar sama sekali.” Kata Aldeis. “jaga bicara mu Aldeis. Apa kamu tidak
merasa puas dan menyesal setelah diberi kebaikan untuk berlatih dari
Elusyan-sama.?” Kata Eleonora.
“itu benar ini semua karena berkat dari
Elusyan-sama.” Balas Dominika, “akh kalian benar, maaf kan aku Elusyan-sama”
kata Aldeis dengan membungkukan tubuh nya. “haaahh kalian ini semua. Sudah
kubilang untuk tidak berkata seperti itu dan jangan memanggilku dengan sebutan
itu. Ayo kita kembali. Dan perlu kalian ingat jika sudah kembali. Aku akan kembali
ke sifat ku yang dulu, jadi jangan terlalu dekat denganku, atau kalian akan
sakit hati.” Kata ku. “hm tentu saja.” Jawab Eleonora dengan senyum.
“baiklah kita kembali. Siapkan diri kalian”
kata ku kepada mereka. Ketika semuanya telah siap aku pun menggunakan sihir
teleportasi ku untuk kembali ke tempat gudang belakang sekolah. Setelah sampai.
Kami pun membuka pintunya, sebelum membuka pintu aku membatalkan sihir ilusi
ruangan ku di gudang belakang sekolah.
“hwuaahh segar dan damainya. Baiklah ayo kita
ke kelas. Aku ingin melihat perkembangan mereka serta ingin menunjukan kekuatan
kita yang selama ini dilatih.” Teriak semangat dari Aldeis. “terserah kau saja,
aku ingin sendirian, jadi tinggalkan aku cepat sana pergi, hush. Oh ya kalian
berdua gunakan cincin ini dulu agar jumlah mana dan kekuatan kalian tidak
terdeteksi dengan benar. ” Kata ku dengan mengusir. Lalu memberikan cincin
kepada mereka bertiga.
“hwuahh bagus nya.” kata Eleonora. Mereka pun
memakainya “akh aku lupa dia sudah ke mode tsundere ya” kata Aldeis. “sudahlah
Aldeis. Sebaiknya kita kembali ke kelas. Aku juga sudah ingin belajar.” Balas
Dominika. Akhirnya mereka berdua pergi juga, hmmm baiklah aku kembali ke kelas
saja. “Eleonora, sedang apa kamu disini.? Bukankah sudah kubilang untuk
pergi.?” Kata ku padanya.
“bukankah aku sudah berjanji untuk melindungi
mu serta menemanimu.” Jawab nya. “oh itu, bukankah itu berlaku disana bukan
disini. Jadi pergilah aku ingin sendirian” balas ku. “tidak mau. Aku mohon
biarkan aku menemanimu Elucchi” kata nya dengan mendekap lengan ku ke dadanya.
Oh sial 2 tahun ini memang membuat mereka
berkembang(memperhatikan ke buah dada Elenora). Hem,hem. Aku tidak boleh
seperti ini. “terserah kau saja.” Jawab ku. “asiik.” Kata dia dengan lebih
menempelkan tubuhku dengan tubuh nya. whuaah sudah lama sekali aku tidak
merasakan ini. “oh ya Elucchi. Apa kamu masih mengingat janjimu.?” Tanya
Eleonora padaku. “tentu saja aku ingat, sudah kubilang kan aku akan menjaga
janjiku kepada siapapun itu.” Jawab ku.
“hehmk” kata Eleonora dengan tersenyum bahagia.
“tapi meskipun sudah 2 tahun seharusnya mereka tidak perlu hingga segitunya.
Heheh.” Kata Eleonora dengan tertawa kecil. “2 tahun kah.? Apa kamu benar-benar
merasa kalian sudah 2 tahun baru kembali.?” Tanya ku pada Eleonora. “eh apa
maksudmu Elucchi? Aku tidak mengerti.“ jawab dia. Haha baiklah jika itu menurut
kalian. Nanti juga kalian akan terkejut.
Setelah ke kelas mereka berdua terutama Aldeis
dengan semangat mengajak bicara ke teman-teman sekelasnya. “hey kalian sudah
lama tidak berjumpa. Hahah” kata Aldeis dengan semangat semuanya merasa aneh
dengan perkataan Aldeis. Lalu ada yang menghampiri Aldeis.
“Aldeis-san. Kamu kemarin mengapa tidak masuk
bersama Dominika, Eleonora-san dan juga Gabriielin-san.” Kata ketua kelas.
Mendengar nya Aldeis dan Dominika sangat terkejut. “hah Kemarin.? Jangan
bercanda, kita sudah 2 tahun tidak bertemu, kenapa kamu bilang 1 hari tidak
bertemu.” Kata Aldeis yang tidak percaya. “hah 2 tahun.? Apa kamu sedang sakit
hingga menggigau seperti itu.? Kita semua disini tidak melihat kalian berempat
hanya kemarin saja. Jika kamu tidak percaya lihat saja sekarang tanggal
berapa.” Jawab ketua kelas menjelaskan, lalu semua murid tertawa,
“Dominika, apa maksudnya ini.?” Tanya Aldeis
dengan rasa bingung yang luar biasa. “sebaiknya kita tanyakan kepada Elusyan,
yang jelas ini semua bukan mimpi.” Kata Dominika menenangkan Aldeis. Akhirnya
tidak lama kemudian datanglah Elusyan bersama Eleonora. “Elusyan, apa maksudnya
ini.? Bukankah kita sudah 2 tahun meninggalkan tempat ini serta berlatih, tapi
mengapa kata mereka baru hanya 1 hari.” Teriak Aldeis.
“jangan bicara keras-keras bodoh.” Kata
Eleonora dengan memukul keras kepalanya Aldeis. “akh kamu benar, maaf.” Balas
Aldeis. “nanti akan aku jelaskan saat istirahat makan siang. sebelum itu kalian
bersikaplah biasa.” Kata Elusyan kepada mereka bertiga. “hey lihat mungkin
mereka bertiga terkena ilusi si orang jahat itu.” Beberapa murid
membicarakanku.
Dengan serentak 3 orang yang dilatih olehku
menoleh ke arah mereka yang sedang membicarakan hal buruk kepadaku dengan
mengeluarkan aura menyeramkan, semuanya ketakutan lalu kembali ke tempat
__ADS_1
duduknya masing-masing.