Regalius Ace {R.A}

Regalius Ace {R.A}
Chapter 3 {Latihan Baru}


__ADS_3

Chapter 3


{latihan baru}


Kelas sudah masuk dan semua murid


kembali ke kelas masing-masing. pelajaran sudah dimulai. Akhh sebenarnya aku


ini sedang apa ya, akh Leona-sensei telah datang. “ok semuanya sekarang ada


yang akan ibu ajarkan kepada kalian tentang ilmu sihir maupun perapalannya.”


Jelas dari Leona-sensei. “ seperti yang kalian tahu bahwa sebelum menggunakan


ilmu sihir kalian akan melakukan perapalan mantera terlebih dahulu. Nah lalu


bagaimana jika rapalan itu tidak dilakukan.?”tanya Leona-sensei kepada


murid-muridnya


“tentu saja akan gagal sensei.” Kata


seorang murid. “hah.? Apa kau serius.? Menurut ibu itu tidak gagal.” Jawab


Leona-sensei. “HAH.?” Teriak anak-anak yang terkejut. Hmm sepertinya pelajaran


ini pernah bahkan sering aku ajarkan kepada orang-orang terdekatku. “baiklah


akan ibu beri contoh kepada kalian. ‘datang lah api,api,api yang berbentuk bola serta


di selimuti oleh panas.. Fire Ball’ ” keluarlah bola api di atas telunjuk


kanan dari Leona-sensei. “ok sekarang kalian telah melihatya bukan bola api


ini. Nah sekarang ibu ingin kalian memperhatikan ukuran api ini dengan baik


serta teliti. Apa sudah selesai kalian amati bentuk serta ukurannya.?” Kata


Leona-sensei.


 “baik bu.” Kata para murid padanya. “ok,


sekarang adalah ilmu tentang pemendekan maupun pemotongan rapalan mantera. Datanglah


bola api. Fire Ball” kata Leona-sensei dengan mengacungkan telunjuknya


lalu disertai dengan keluarnya api yang berbentuk bola, akan tetapi kali ini


ukuran nya berbeda dengan tadi karena memiliki ukuran yang lebih besar.  Para siswa pun terkagum-kagum melihatnya.


“sensei, mengapa ukuran bola api


lebih besar dari yang tadi, bukankah rapalan mantera di pendekan, Seharusnya


ukurannya lebih kecil bahkan gagal, lalu bagaimana bisa.?” Tanya seorang murid.


“oh kau benar. Ternyata ada murid yang sedikit pintar juga di kelas ini. Kukira


kelas ini orang-orang yang sudah gagal.” Kata sensei.”Haaaah”  Serentak para murid marah “tenang-tenang


semuanya. Akkhh kalian ini sepertinya emosi terus. Kulihat yang menanggapi


perkataan ku dengan biasa saja hanya 1 orang saja. Hey kamu kesini.” Kata Leona-sensei


memanggil ku.


 hmm sebenarnya apa maksudnya ini. Aku pun


menghampirinya “dari tadi kamu memperhatikan ku terus. Dan ketika ku


merendahkan kalian semua termasuk kamu, kamu pun tidak marah dan selalu


memperhatikan ku. apa kamu punya perasaan kepadaku.?” Tanya sensei dengan wajah


yang datar. Eh tunggu dulu sepertinya guru ini orangnya sedikit tidak waras.


“sensei, bisakah kita lanjutkan pelajaran ini.?” Jawab ku dengan senyum.


“akh kau benar. Baiklah semuanya,


pasti sangat terkejut dan bertanya-tanya mengapa sihir yang rapalan nya di


pendekan menghasilkan sihir yang lebih besar dibandingkan dengan sihir yang


tidak di pendekan dalam rapalan nya, baiklah, jawaban nya sangatlah sederhana.


Yaitu karena tingkat sihir dan kapasitas mana yang di miliki oleh sang


pengguna. Semakin tingkat sihir sang penggunan nya tinggi maka dalam memendekan


rapalan bahkan tidak perlu menggunakan rapalan untuk mengeluarkan sihirnya.


Baiklah akan ibu kasih contoh yang lebih jelasnya lagi. Jika tidak salah nama


kamu siapa ya.?” Tanya Leona-sensei padaku.


“aku Elusyan bu” jawab ku padanya. “


hmm Elusyan kah? Sepertinya aku tidak asing dengan nama itu. , baiklah Elusyan


sekarang kamu gunakan sihir bola api dengan tanpa rapalan dan ibu akan langsung


mengeluarkan sihir tanpa merapal mantera bahkan tanpa mengucapkan nama sihir


nya, apa kamu siap.?” Kata dia padaku. Aku pun menyetujui nya dan mulai


menggunakan sihir. “ Fire Ball” kata ku dengan mengacungkan jari telunjuk ku


disertai dengan keluarnya bola api kecil di atas nya.


 “hmm hebat juga kamu. sudah kuduga kamu pasti


bisa menggunakan nya,. Baiklah sekarang giliran ku. hmm apa ya yang harus ku


ucapkan ya.? Hmm akh sudahlah” kata dia dengan menunjuk jari nya ke atas.


Tiba-tiba para murid sangat terkejut karena bola api yang keluar dari telunjuk


guru sangat besar. Mungkin sebesar kepala manusia. “tidak mungkin bagaimana


bisa?” banyak murid yang tercengang dan sulit untuk mempercayainya. “dia dapat


menggunakan sihir sebesar itu tanpa menggunakan rapalan bahkan ucapan nama


sihir nya. Ini lebih seperti bakat.” kata yang terucap dari para murid.


“hebat sekali, tapi tunggu dulu. Eh


kau, apa kau tidak merasa kepanasan.?” Tanya seorang murid pada temannya. “kamu


benar. Disini mengapa sangat panas” balas temannya. Semua nya pun kepanasan dan


heran sedang apa yang terjadi. Kuperhatikan sumber panas ini berasal dari sihir


yang di keluarkan oleh Leona-sensei. Tunggu dulu, itu bukan bola api biasa, itu


lebih seperti bentuk bola matahari kecil. Bagaimana bisa, setahuku hanya 1


orang saja yang dapat menggunakan sihir ini. Tapi aku tidak boleh secepatnya


mengambil kesimpulan.


Setelah semua merasa kepanasan serta


Leona-sensei pun menyadari nya, dia hilang kan sihir nya itu, dan semua kelas


kembali seperti biasa. “bagaimana semuanya.? Apa kalian sudah mengerti.?” Kata


Leona-sensei kepada kami. “tapi sensei bagaimana mungkin kita dapat menggunakan


sihir jika tidak merapal bahkan tidak mengucapkan nama sihirnya.?” Tanya


seorang murid.


“ itu sangatlah mudah, sebenarnya

__ADS_1


ini adalah rahasia dari para bangsawan maupun kelas militer ksatria. Tapi akan


ibu beri tahu. Baiklah. Semua itu kunci nya adalah bagaimana cara kalian


memanfaatkan semua kekuatan serta aliran mana kalian. Jika kalian dapat


memanfaatkan aliran mana kalian dengan baik, bahkan mana kalian sendiri dapat berubah


bentuk. Tapi semua itu hanya dilakukan di saat terdesak saja.


Karena untuk jika ada serangan


tiba-tiba maupun kalian sedang terjebak kalian pasti harus mengeluarkan sihir


kalian dengan sesingkat mungkin, nah dibandingkan kalian memotong rapalan mantera


kalian, bukankah lebih baik untuk mempelajari ilmu ini karena hasilnya sama


saja. sebagai contohnya yang tadi sensei lakukan tadi. Kalian mulai hari ini


dan seterusnya akan fokus dalam menggunakan sihir dasar tanpa rapalan. Yaitu


nama sihirnya ‘Light’ mengerti.?” Kata Leona-sensei kepada kami.


“baik sensei” kata para murid. “semua


nya pun mencoba untuk berkonsentrasi. Sebenarnya aku dengan mudah menggunakan


sihir ini, akan tetapi karena semuanya terlihat kesulitan maka akupun akan


berusaha mencoba untuk merasa kesulitan untuk mengeluarkan sihir ini agar tidak


terlihat mencolok nantinya. “hey kau hmmm Elusyan kah jika tidak salah.?” Tanya


Leona-sensei padaku. “iya ada apa Leona-sensei.?” Jawab ku padanya “kau mengapa


berpura-pura seperti kesulitan menggunakan sihir ini.?” Padahal kamu tadi dapat


menggunakan sihir bola api dengan mudah bukan.? Bukankah seharusnya jika hanya


menggunakan sihir ini kau dapat melakukan nya dengan mudah.?” Kata dia padaku.


Murid-murid yang lainnya


memperhatikan ku.  Akhh sial. Dia benar.


Bodoh nya aku. Akh aku harus mencari alasan. “oh itu karena tadi aku tetap


mengucapkan nama sihir nya. Sedangkan sekarang aku hanya memikirkan serta


membayangkannya saja kan.? maka dari itu ini lebih sulit dibandingkan dengan


yang tadi Leona-sensei” jawab ku dengan santai. “oh kau benar juga ya. Ah yang


penting lakukan dengan serius ya semuanya. Minggu depan kalian harus bisa


mengeluarkan sihir tanpa merapalkan mantera maupun mengucapkan nama sihir nya


meskipun hanya sihir tingkat rendah. ” Kata Leona-sensei kepada semua murid


“baiklah sensei.” Teriak jawaban dari murid.


Akhirnya


semua berlatih hingga selama 1 minggu. “oh Elusyan-san selamat pagi” sapa


Aldeis kepadaku. Hmm jika tidak salah namanya adalah Aldeis Virussia. “oh


Virussia-san kah. Selamat pagi.” Jawab ku padanya. “akh tak perlu formal begitu


padaku. Panggil saja nama depan ku. ok. “ kata dia padaku dengan menepuk pundak


ku. “akh baiklah, oh ya baiklah Aldeis-san” jawab ku. “oh ya Elusyan-san


bagaimana jika kupanggil nama mu tanpa menambahkan –san ?” tanya dia pada ku.


“akh


tidak apa-apa.” Jawab ku “ oh baiklah jika begitu. Kamu juga dapat memanggilku


baiklah Aldeis” jawab ku “ oh ya bagaimana tugas yang diberikan Leona-sensei


pada kita semua.? Apa kamu sudah memiliki teknik atau mengeluarkan sihir tanpa


mantera maupun nama sihir nya.?” Tanya dia padaku


Wah


aku lupa, karena pelajaran itu tidak terlalu berguna bagiku jadi aku tidak


terlalu memikirkan nya, akh tapi baiklah. “oh itu aku sudah memilikinya, kamu


sendiri bagaimana.? “ tanya ku padanya. “oh tentu saja aku punya. Aku sudah


tidak sabar untuk menunjukannya pada murid-murid.” Kata dia dengan sangat


percaya diri. “oh kalian selamat pagi.” Tiba –tiba ada seseorang yang menyapa


kami dengan sangat lesu. Kami pun menoleh ke orang yang menyapa kami.


“oh


kau ternyata Dominika. Kau kenapa sebenarnya.? Apa kau sedang tidak enak


badan.?” Tanya Aldeis pada Dominika. “aku sangat pusing, karena aku masih sangat


sulit untuk mengeluarkan sihir tanpa mantera apalagi tanpa nama sihir nya. Ini


sangat sulit untuk dilakukan.” Jawab Dominika “ eh tunggu dulu. Kalian bukankah


sering bertengkar. Kalian tidak seperti biasanya.” Kata ku dengan menggaruk-garuk


kepala belakangku. “oh itu, kami sudah memutuskan untuk mengejar seseorang yang


telah terlampaui jauh dari level tingkat kami, jadi dibandingkan kami terus


bertengkar, lebih baik saling memahami dan berjuang bersama untuk terus maju.


Benarkan Dominika.?” Kata Aldeis dengan semangat. “kau benar. Kita harus bisa


melampaui orang itu. kita tidak boleh kalah bahkan kita tidak boleh terus


berada di belakang punggungnya.” Jawab Dominika dengan semangat.


Akhirnya


kami telah sampai dan pelajaran pun dimulai. “selamat pagi semuanya.” Bagaimana


kabar kalian. Akh baiklah. ibu kurang suka dengan basa-basi jadi kita langsung


saja mulai tes yang ibu ajarkan kepada kalian.”  Kata Leona-sensei kepada kami “baik Leona-sensei” teriak murid-murid dengan


semangat. “ baiklah kita mulai dengan yang nilai terendah dulu. Ayo mulai.


Akhirnya semua nya telah mengeluarkan sihir-sihir nya tanpa menggunakan mantera


maupun mengucapkan nama sihirnya. Kulihat semuanya hanya sihir-sihir tingkat


rendah saja dan tidak ada sampai ketingkat menengah.


 “baiklah Aldeis Virussia dan Dominika Grillius  sekarang giliran kalian. “ kata Leona-sensei


“baik” jawab mereka berdua. “yoosh.. hwuaahhhh” teriak Aldeis. Tiba-tiba kedua


kepalan tangan nya berubah menjadi tangan hewan serta diselimuti oleh aura


berwarna hitam lalu warna tangan hewan nya berubah hitam kelam dan menjadi


keras seperti padatnya baja. “hwuaahh. Lumayan juga” kata Leona-sensei dengan


muka datarnya. “baiklah aku juga tidak akan kalah. Mode Fire Active.” Kata


Dominika. Tubuhnya pun diselimuti oleh kobaran api yang sangat besar. Seolah


bagaikan jubah api yang besar menyelimuti nya.

__ADS_1


“Hmm


ternyata mereka hebat juga. “seperti dugaanku. Kalian memang pantas urutan 3


besar, baiklah urutan 2 Eleonora Summeria, giliran kamu“ kata Leona-sensei


dengan muka datarnya memanggil Eleonora “baik” jawab Eleonora dengan mengangkat


tangannya. Dia pun bersiap-siap. akhirnya dia mengeluarkan cahaya di seluruh


tubuhnya. Hmm ternyata itu sihir Light tapi dia gunakan untuk menyelimuti tubuh


nya, kemungkinan besar jika dia menggunakan rapalan mantera, dampak sihir yang


dikeluarkan nya pun akan sangat berbeda dengan sekarang ini, kemungkinan besar


nya adalah dia akan terlihat sangat silau di seluruh tubuhnya.


“baik,


bagus, dan sekarang giliran siswa kelas 10 nomor 1 di akademi ini. Elusyan. Aku


sangat menantikan sihir apa yang akan ia keluarkan.” Kata Leona-sensei dengan


menunjuk ku. “baik” aku pun menjawab nya. Aku maju ke tengah “sensei aku belum


bisa menggunakan sihir tanpa mengucapkan nama sihirnya.” Kata ku kepada


Leona-sensei. Semua murid pun tersenyum bahkan ada yang menahan tawa nya.


“hooo..


jadi seperti ini caramu. Mungkin kamu bisa membodohi murid-murid disini, akan


tetapi kamu masih terlalu cepat jika ingin mempermainkan sensei. Dasar bodoh”


kata sensei dengan menghampiri ku lalu memukul wajah ku. para murid semuanya


terkejut. Akan tetapi wajah yang terkena pukulan Leona-sensei tiba-tiba


menghilang dan terasa tidak seperti nyata, hanyut menghilang secara perlahan


bagaikan ilusi, semua murid pun langsung terkejut lalu kebingungan.


“oh


jadi sihir yang kau gunakan sepertinya sangat merepotkan juga ya. Hmm baiklah


tidak ada cara lain jika begini. “ kata Leona-sensei, lalu dia pun mengangkat


jari telunjuk nya ke atas. keluarlah bola api yang sangat besar. Mungkin besar


nya bagian atasnya saja hampir menyentuh atap kelas. Semua nya merasa


ketakutan, mereka berkata-kata sebenarnya apa yang terjadi. tak jarang diantara


mereka bahkan ada yang menangis. bola api yang sangat panas itu oleh


Leona-sensei di hempaskan menuju keluar jendela. tiba-tiba ada dinding


pelindung yang retak dan akhirnya hancur berkeping-keping.


Akhirnya dinding pelindung hancur


dan semua murid terbangun dari tidur nya yang tergeletak di lantai. dengan


terkejut seperti bangun dari mimpi buruk. Aku memperhatikan mereka dengan duduk


santai di samping jendela. “oh kalian sudah bangun, kukira kalian lebih lama


tidurnya . Aku ingin lebih lama lagi merasakan ketenangan. “ kata ku kepada


mereka yang baru bangun.


“oy sialan Gabriellin. Apa yang


sudah kau lakukan pada kami.?” Kata orang yang tiba-tiba menghampiri ku lalu


menarik baju ku dan mengangkat baju atas ku. “aku tidak melakukan apa-apa,


bukan kah kamu sendiri telah melihat bahwa dari tadi aku sedang duduk diam.?”


Jawab ku padanya dengan wajah biasa saja. “keparat beraninya ka-“ ketika hendak


dia ingin memukul ku, tiba-tiba ada yang berteriak untuk menghentikan kami. Oh


ternyata itu Eleonora. “Sensei, sebenarnya apa yang terjadi.?” Tanya Aldeis


kepada Leona-sensei.


 “oh itu, hmm itu adalah sihir tingkat tinggi.


Dan yang kutahu hanya 1 orang yang dapat menggunakan sihir itu. Tapi tidak


mungkin jika dia adalah orang itu.” Kata sensei kepada kami semua. “ap-, tidak


mungkin sihir tingkat tinggi. Elusyan, sejak kapan kamu menggunakan sihir ini.?


Bukannya ketika masuk hingga ujian tes berlangsung kau hanya berdiam diri


saja.?” Tanya Aldeis pada ku. “apa kau bodoh Aldeis.?” Kata Dominika secara


tiba-tiba “apa katamu.? Maksudmu apa.?” Balas Aldeis dengan sangat marah.


”Apa kamu tidak mengerti juga, dia


menggunakan sihir nya tanpa menggunakan rapalan bahkan nama sihir nya. Dia sama


seperti kita, yang mengeluarkan sihir tanpa mengucapkan nama sihir, memang aneh


dan tidak masuk akal juga kedengarannya, seorang siswa yang sama dengan kita


dapat menggunakan sihir seperti itu dengan tingkat tinggi. Bahkan diantara kita


semua mungkin hanya mampu ke tingkat menengah saja. Tapi ingat lah bahwa dia


itu setingkat mungkin lebih tinggi tingkatannya dengan kelas A. jadi wajar


saja. Awalnya saja aku terkejut dengan kekuatan dia, akan tetapi setelah aku


berfikir atas posisi dan apa saja yang telah ia capai. Aku pun dapat mengerti.”


Kata Dominika memberikan penjelasan.


 “tidak mungkin, berarti tingkatan dia dengan


kita sudah tak dapat di kejar, bahkan untuk menyamai nya saja seperti


mustahil.” Kata Aldeis dengan wajah yang terkejut dan pucat. “ah kau benar


sekali. Tingkatannya sudah di luar jangkauan kita.” Balas Dominika. Semuanya


pun terdiam tak bergerak sama sekali. Sungguh suasana yang tenang sekali. “kau,


bisakah kau melepaskan tangan mu dariku.” Kata ku kepada orang hendak memukul


ku. “akh iya. Maaf.“ kata dia minta maaf padaku. “nee kalian semua. Dimana


wajah kalian yang sombong dan merendahkan Elusyan tadi.? Oh ya jika tidak salah


sensei bilang bahwa jika Elusyan ingin, dia dapat membunuh salah satu diantara


kalian. Hmm tapi aneh kenapa kamu tidak melakukannya,?” Tanya Leona-sensei


padaku.


 “aku tidak bisa membunuh , aku berlatih ilmu


sihir pun bukan untuk membunuh sensei.” Kata ku memberi alasan. “hmm gitu. Untung


saja kau baik hati, jika tidak, untuk semua murid-murid disini tadi yang sangat


sombong mungkin sekarang ini kalian sudah tewas.” Kata Leona-sensei. Tentu saja


aku berbohong, akhh penyebab guru ini mungkin dimulai sekarang aku sudah tidak

__ADS_1


bisa kembali ke dunia tenang ku dulu, cih,.


__ADS_2