Regalius Ace {R.A}

Regalius Ace {R.A}
Chapter 2 {Pangeran Leuthania}


__ADS_3

Chapter 2


{Pangeran Leuthania}


3 Hari pun telah tiba. Seperti biasa


aku berangkat ke sekolah bersama Irisyviel, dia terlihat sangat senang dan


manja hari ini, aku tidak tahu kenapa dia seperti ini. ”Irisyviel, kamu


kenapa.? Hari ini kamu sepertinya sangat senang.?” Tanya ku padanya “ekh, tidak


kenapa-kenapa kok, aku hanya sedang bahagia, soalnya kan aku penasaran dengan


hasil pertandingan kemarin dan aku bisa terus bersama mu lagi, oh ya, entah


kenapa sejak kejadian ujian kemarin aku jadi semakin ingin dengan mu, heheh”


jawab dia dengan senyum


“ akh, okh begitu, hmm ku kira kamu


sedang ada apa, heheh” balas ku dengan senyum malas. “neh El-kun, entah kenapa


semakin hari berlalu dan semakin aku dekat dengan mu, aku semakin ingin terus


bersamamu bahkan ingin selalu di dekat mu. Hatiku begitu tenang dan begitu


bahagia, tapi ketika tidak bersamamu, aku merasa sangat gelisah dan tidak


tenang sama sekali. bahkan terkadang aku merasa pernah bersama dengan mu


sebelumnya. Aku bingung apa yang sebenarnya terjadi padaku, padahal sebelumnya


aku belum pernah merasakan ini.” Kata dia dengan merasa ada yang aneh pada


dirinya.


hmm aku juga sedikit terkejut


mendengarnya, sebegitukah dia mencintai ku.”Irisyviel.?” kataku padanya. “ada


apa El-kun.?” tanya dia padaku. “liburan nanti apa kamu ikut ke kampung halaman


ku.?” tanya ku padanya “akh yang benar.? Tentu saja aku mau, hekm” jawab dia


dengan senyum bahagia. “baiklah jika begitu, terima kasih ya, oh ya berarti


nanti aku harus ijin ke keluargamu lagi untuk mengajak mu nanti.“ kata ku


padanya. “iya tentu saja El-kun, karena sekarang sudah dianggap seperti


keluarga, orang tua ku pun sudah sangat senang dengan mu, jadi kamu harus


bertanggung jawab ya, heheh” jawab dia dengan tersenyum bahagia. Aku hanya


dapat memalingkan wajah ku. Ketika kami sampai di sekolah, kulihat banyak


sekali orang dan sangat terlihat ramai. Aku lihat kebanyakan para wanita yang


berkerumun.


Sebenarnya apa yang terjadi, tapi


sudah lah aku dan Irisyviel menuju kelas kami masing-masing. Di saat jalan


tiba-tiba ada seseorang pria yang memanggil Irisyviel dan menuju ke arah kami. “hai


tuan putri, apa kabar mu.?” Tanya orang itu dengan menarik tangan Irisyviel


serta hendak mencium tangan nya, Irisyviel pun terkejut dan tangan yang hendak


di cium, dia langsung menariknya. “siapa kamu.?” Tanya Irisyviel dengan


penasaran. “oh maaf kan aku yang tidak sopan ini. Perkenalkan nama ku adalah Celesian Leuthania. Salam kenal tuan


putri kebangsawanan Vallerya Tsuya.”


Kata dia mempekenalkan diri nya.


Semua yang berkerumun terkejut


mendengar namanya. Oh jadi pria tampan yang menjadi bahan sorotan semua murid


disini adalah seorang pangeran dari kerajaan ini. “Leuthania, berarti kamu.?” kata Irisyviel dengan terkejut. “itu


benar aku adalah pangeran kerajaan ini, seorang anak raja. Aku disini untuk


melamar mu menjadi pengantinku tuan putri Irisyviel.” Jawab dia. “Haaahhh.!”


Teriak para wanita yang berkerumun. “ni-nikah, pe-pengantin. Apa maksud mu


itu.?” Tanya Irisyviel dengan gugup.


“aku disini untuk menjemputmu, aku


sudah berbicara dengan keluarga mu serta ayahmu, dan dia bilang itu kembali


lagi ke putrinya, jadi aku kemari untuk menjemputmu serta membicarakan jadwal


pernikahan kita” kata dia. Hmm jadi seorang pangeran ini ingin menikahi


Irisyviel dan keluarga nya setuju saja. Hmm sudahlah lebih baik aku pergi saja,


dari pada menjadi seorang makhluk yang tidak terlihat disini. Aku pun


memalingkan tubuh ku dan meninggalkan mereka, akan tetapi Irisyviel menarik


lengan ku “kamu mau kemana.? Jangan tinggalkan aku. “ kata Irisyviel


“heh.?bukan kah kamu sudah ada yang


ingin menjemputmu dan keluarga mu juga sudah setuju, mengapa masih tidak mau


aku tinggalkan.?” Tanya ku padanya. “tidak El-kun. keluarga ku bilang kan


terserah atas jawabanku, dan juga kamu sudah tahu kan pilihan ku pada siapa.”


Jawabnya dia pada ku “hmm jika begitu ayo kita ke kelas kita.” Ajak aku padanya


“hekm. Baiklah. Oh ya pangeran aku pergi dulu ya.” Kata Irisyviel mengucapkan


salam. Kami pun pergi meninggalkan orang itu dan kembali ke kelas kami


Semua


nya terlihat terkejut hingga suasana disana sangat lah hening lalu tiba-tiba


mereka berteriak terkejut “Haaaaaahhh” teriak mereka. Akhirnya aku sampai di ke


kelas. “eh Elusyan-kun sudah lama tak berjumpa.” Kata Dominika menyapa ku.  cih, jika ada dia pasti ada makhluk itu. “yoo


Elusyan.” Kata Aldeis. “akh kalian berdua, sudah lama kita tak jumpa, heheh.


Aku duduk ya, kelas sudah akan di mulai.” Jawab ku pada mereka. “ah ok Elusyan”


jawab Aldeis. “hah, kau sok kenal dekat saja dengan Elusyan-kun dengan


memanggil nya seperti itu, sangat menjijikan” kata Dominika


”apa


kau bilang sialan” balas Aldeis. Waahh akhirnya ritual mereka sudah dimulai,


lebih baik aku tinggalkan saja mereka. Dan aku pun segera meninggalkan mereka.


waktu masuk telah tiba dan semuanya ke tempat duduknya masing-masing. Guru wali


kelas datang, dan ternyata guru wali nya berbeda dengan 3 bulan lalu


“perkenalkan


nama ibu adalah Leona. Salam kenal. Ok saya akan menyampaikan beberapa hal


kepada kalian. Kemarin mungkin kalian di fokuskan untuk menunjukan seluruh


kemapuan kalian, tapi mulai saat ini pelajaran ilmu sihir baru akan diajarkan


kepada kalian. Baiklah, pelajaran baru akan dimulai.” Penjelasan dari guru.


Hmm


Leona. Sepertinya aku pernah mendengar, nama itu tidak asing bagiku. Kelas


telah selesai dan semua murid keluar dari kelas. Aku pergi menuju keluar dari


sekolah. Irisyviel datang menghampiriku, hmm mungkin dia ingin pulang bersama


ku. “El-kun, ayo kita pulang bersama.” Kata dia, aku menganggukan kepala dan


pulang bersama nya, seperti biasa Irisyviel mendekap lengangku untuk berdekatan


denganku, orang-orang yang dulu nya memperhatikan kami sekarang sudah biasa


saja. Ketika kami akan keluar tiba-tiba ada yang datang menghampiri kami


berdua.


Elusyan


dan Irisyviel pun terkejut karena yang menghampiri mereka adalah pangeran


Leuthania yang tadi sudah di acuhkan oleh mereka berdua, wajah pangeran itu pun


sangat kesal. “putri Irisyviel ayo ikut dengan ku, aku datang menjemput mu


untuk membahas pernikahan kita.” Kata pangeran dengan memberikan lengannya.


“maaf


pangeran. Aku tidak bisa, aku akan pulang bersama El-kun. dan juga tolong


jangan sebut nama ku dengan nama depanku. Kita belum dekat sama sekali, dan


juga tentang pernikahan aku sama sekali tidak menyetujui nya, jadi aku harap


kamu untuk berhenti membicarakan hal seperti itu.” Kata Irisyviel kepada


pangeran itu. Pfft, oh tidak, ini bisa bahaya jika aku tertawa. Tapi sungguh


menggelikan melihat seorang pria di rendahkan di depan umum. Sungguh


pemandangan yang sungguh menghibur.


“apa


yang kamu katakan, aku ini pangeran, kamu itu putri bangsawan. jadi sudah


sewajarnya kita untuk berpasangan dan menikah kesetaraan kita hampir sama, apa


kamu sampai menolak ajakan ku demi rakyat jelata yang menyedihkan itu.? Apa


kamu sudah tidak waras. “ kata pangeran itu dengan merendahkanku. aku hanya


tersenyum mendengarnya. “apa.? Rakyat jelata.? Jangan katakan itu kepada El-kun


ku, kamu itu tidak tahu apa-apa tentang ku lalu hingga meminta ku untuk


menikahimu.? Itu sudah tidak mungkin, memang benar El-kun hanya rakyat biasa, tapi


dia tahu segalanya tentang ku, aku mencintai nya, bahkan kedua orang tua ku


setuju dengan hubungan kami berdua. Kamu lah yang tidak waras ingin memisahkan


hubungan ku dengan El-kun karena status. Aku tidak mau.” Kata Irisyviel.

__ADS_1


“apa


kamu bilang.? Meskipun kamu adalah salah satu putri bangsawan terkenal di


kerajaan ini seharusnya menjaga etika mu terhadapku. Aku ini pangeran, putra


raja. Apakah pantas aku seorang penerus raja dikalahkan oleh rakyat jelata


seperti orang itu (menunjuk Elusyan) sungguh kamu dan keluarga mu tidak waras.”


Jawab Celesian. “kamu sungguh berani menghina keluarga tercintaku, aku awalnya


menghormatimu karena kamu itu adalah seorang pangeran, akan tetapi setelah


mendengar semua perkataan mu tadi sungguh aku kecewa serta berubah pandanganku


terhadapmu. Aku akan pergi saja, tinggalkan kami” teriak Irisyviel menarik


lengan ku. “hey berhenti (hendak menarik lengan Irisyviel). Kamu harus ikut


dengan ku” teriak Celesian.


Akhirnya


mereka berdebat dan pangeran hendak menarik lengan Irisyviel, lalu aku pun


mencegah nya. “hoi,hoi,hoi. Bisakah kau tidak kasar terhadap wanita.? Sudahkah


kau sudah mendengar perkataan Irisyviel untuk pergi dari sini.?” Kata ku. “cih


jangan menyentuh ku manusia rendahan, makhluk rendah dan tidak memiliki status seperti


mu bahkan tidak pantas untuk berada di lingkungan kami berdua. Sana kau pergi


saja rakyat jelata.” balas nya dengan nada yang sangat sombong.


Semua


siswa mengahmpiri dan mengkerumuni kami bertiga. Lalu aku meminta Irisyviel


untuk menjauhi nya dan pergi ke tempat kerumunan. “Irisyviel sebaiknya kita


segera pergi, semua orang memperhatikan kita, aku tidak ingin mencolok, ayo


kita pergi” kataku. “Iya ayo El-kun, aku juga sudah muak dengan semua ini”


jawab Irisyviel. “hey kau apa maksud mu untuk meminta Irisyviel meninggalkan ku


hah.? Ternyata kau sudah berani melawan ku ya, apa kau tak sadar diri hah.?”


Kata pangeran yang memandang rendah kepadaku.


Suasana pun semakin tegang dan para


siswa semakin semangat serta penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya. “nee


Irisyviel-san, kamu beruntung sekali hingga bisa menjadi seorang putri serta


disukai oleh seorang pangeran dari kerajaan ini, akkhh irinya. Tapi kenapa kamu


sampai menolak nya.? Bukankah itu hal yang sangat tidak masuk akal, dan juga


mengapa kamu lebih suka dan ingin menjadi pasangan Elusyan-kun yang telah


melakukan sesuatu hingga kamu menangis, yaa tapi sudahlah meskipun tanpa kamu


menjelaskan nya aku sudah tahu jawaban mu. Akhh sungguh tidak masuk akal” kata


Krusya pada Irisyviel.


“hmm aku mungkin akan di sebut


dengan wanita yang paling bodoh dan tidak waras karena telah menolak lamaran


serta perjodohan dari keluarga kerajaan. Akan tetapi. Yang aku inginkan membuat


diriku bahagia jika terus dan selalu bersama El-kun. karena tak ada kebahagiaan


lain selain itu.” Kata Irisyviel dengan tersenyum. “ohh sungguh menarik sekali


perkataan mu itu, akh aku sungguh tak menyangka seorang pangeran yang dari


kerajaan hebat seperti Leuthania ini akan berkata seperti itu bahkan


merendahkan rakyat nya, hahahah sungguh memilukan.” Kata ku dengan sangat


santai.


“hwuaahh orang rendah dari kelas F


itu sungguh tak sadar akan posisi nya ya. Dan juga yang dia hadapi itu seorang


pangeran dengan sejumlah prestasi yang sangat gemilang. Hahah sungguh sangat


konyol. Benarkan ketua.” Kata seorang murid kepada ketua nya. “ kau benar


hehkm, sungguh konyol.” Kata ketua kelas 12 A Zaldous yang pernah kalah oleh


Elusyan dan dikarenakan semua siswa telah dihilangkan ingatan nya jadi dia


tidak mengetahui bahwa sudah pernah di permalukan Elusyan. “ada apa ini, entah


kenapa tubuh ku gemetaran mendengar namanya dan seolah tak ingin berhadapan


dengan nya, serta ketika tadi merendahkan nya aku sangat ketakutan. aneh sekali,”


dalam fikir Zaldous.


“apa kau berfikir dia sangat


menakutkan dan kamu sangat ketakutan padanya Zaldous.?” Tanya Zirah yang telah


berubah bentuk menjadi kalung pendant. ”apa maksudmu itu.? Bagaimana mungkin


aku takut oleh siswa yang rendah seperti dia.? Apalagi dia hanya kelas F,haha


baik kau bertanya pada kakek mu tentang dia, mungkin kakek mu akan menceritakan


hal tentang dia, tapi jangan sekali-kali kau memberitahu nya dimana dia


sekarang.” Kata zirah nya itu pada Zaldous.


Zaldous pun jadi penasaran. Ketika


suasana sangat menegangkan antara aku dengan pangeran Leuthania. Tiba-tiba


datang ketua kelas 10 A Meisya yang memisahkan mereka berdua. “ cukup sampai


disini. Semuanya tolong bubar dan segera pulanglah” kata Meisya kepada


murid-murid yang berkerumun. “ waahh membosankan” kata semua murid.


“Elusyan-kun sebaiknya kamu juga pulang saja bersama Irisyviel-san.” Kata


Meisya kepada ku. “akhh baiklah.” Jawabku. “hey tunggu dulu kau rakyat jelata


yang bodoh dan tidak sadar diri. “ teriak pangeran.


“jika kau berani. Coba rebut dia


dariku.” Kataku dengan sedikit nada serius. “dasar si bodoh itu, apa dia tidak


dapat melihat keadaan serta kondisi ya.? Dia selalu seperti itu jika sudah


berkaitan dengan wanita itu.” Dalam fikir Meisya dengan menempelkan telapak


tangannya di dahi nya. “tunggu dulu pangeran Celesian. Saya mohon untuk tidak memasukan urusan pribadi dan


keluarga di dalam akademi ini. saya harap jika membicarakan urusan ini langsung


antar keluarga saja. Saya mohon kepada anda.“ minta Meisya kepada pangeran.


“hem baiklah, oh ya jika tidak salah kamu dari keluarga bangsawan Tyana kan.?”


Tanya pangeran “iya anda benar sekali” jawabnya dengan sangat sopan. Celesian


pergi meninggalkan akademi.


Seminggu telah berlalu. Aku


berangkat ke sekolah bersama Irisyviel. Entah ada sesuatu yang mengganjal dalam


hatiku. Mengapa pangeran bodoh kemarin tidak ada dan terlihat lagi, setelah


kejadian minggu lalu aku tidak pernah melihat pangeran itu lagi. Hmm apa yang


sebenarnya terjadi, apa dia sudah menyerah. Tapi aneh sekali seorang yang


sombong dan status pangeran menyerah padaku yang hanya seorang siswa serta


rakyat biasa. “Irisyviel. Apa kamu sudah pernah bertemu dengan pangeran yang


waktu minggu lalu menghampiri kita.?” Tanyaku pada Irisyviel.


“hmm. Tidak sama sekali hehe”


jawabnya dengan memeluk lengan ku serta wajah yang bahagia. “kamu sepertinya


sangat senang sekali, ada apa.?” Tanya ku pada nya. “ ehm, tidak ada apa-apa


kok, aku hanya senang saja karena tidak ada gangguan lagi. Heheh” jawab dia


dengan senang “oh ya kabar keluarga kamu bagaimana? Dan juga apa kamu sudah


bertanya tentang pernikahan kamu dengan pangeran itu.?” Tanya ku dengan


penasaran “oh baik, mereka sering bertanya tentang kamu dan kapan kamu akan


berkunjung lagi kesana lagi. oh ya tentang pernikahan itu ayahku bilang ingin


berbicara langsung dengan kamu El-kun, apa kamu mau bisa datang dan berbicara


dengan ayahku.?” Jawab dia dengan memintaku untuk datang ke rumah nya.


Aku baru sadar bahwa tempat


penginapan yang dia tinggali sudah dibeli. Hmm bangsawan memang sesuatu sekali.


“oh itu, nanti aku akan datang ketika meminta ijin membawamu ke tempat tinggal


ku di negeriku.” Jawab ku pada nya. Kami pun telah tiba di sekolah dan hendak menuju


ke kelas masing-masing. Setelah tiba di aula besar sekolah, kami di hadang oleh


kelompok siswa kelas 10 A, oh ternyata kelompok yang menghadang kami berdua


adalah si orang bodoh keturunan kelas Pahlawan yang dulunya menyukai Irisyviel.


“Iri- eh maksudku Vallerya-san, apa


kamu yakin dengan jawaban mu waktu itu yang telah menolak sang pangeran ketika


dia menghampiri mu kelas kita.?” Tanya orang bodoh itu. “oh dia pernah


menghampirimu di kelas A” kataku ke Irisyviel. “eh iya El-kun, tapi tunggu


dulu, aku akan menjelaskannya. Dan juga Stroopa-san. Bisakah kamu tidak pernah


mengganggu hidup ku lagi dan El-kun.?” kata Irisyiel dengan kesal.


“hhmm kapan dia menghampiri mu ke


kelas.?” Tanya ku pada Irisyviel “eh, 3 hari yang lalu.” Jawab nya “oh jadi


kamu tidak pernah memberitauku bahwa dia pernah menghampirimu dan kamu

__ADS_1


menyembunyikannya. Hmm” kata ku dengan sedikit rasa kecewa. “tunggu dulu El-kun


ini tidak seperti yang kamu pikirkan, aku memiliki alasan tersendiri. “ jawab


nya dengan sedikit gelisah dan memberi penjelasan “oh jadi kamu selama 3 hari


ini tidak memberi alasan mu itu dan mencoba untuk diam.? Hmm aneh sekali,


padahal jika kamu ingin jujur dan tidak memiliki maksud tertentu.


Kamu akan memberitahu ku hari itu


juga dan meminta pendapat ku untuk memberi solusi nya, tapi ternyata kamu tidak


memberitahu ku bahkan menyembunyikannya, hmm mungkin aku sudah tidak berada di


pikiranmu lagi bahkan keberadaan ku sudah tidak berada untukmu bukan.? Jika


benar begitu maaf kan aku yang penuh akan kekurangan, aku harap kita tidak


bertemu untuk sementara.” Kata ku dengan kesal dan mulai meninggalkan nya “tunggu


dulu El-kun ini tidak seperti yang kamu pikirkan. El-kuuun..” teriak dia dengan


menangis. “Vallerya-san.?” Tanya Stroopa.


“kau (memasang wajah marah) karena


kau El-kun pergi meninggalkan ku. apa kamu sudah puas seakrang.? Ini sungguh


membuatku muak. Kenapa kau selalu menggangguku dengan El-kun.?” kata Irisyviel.


“bukan begitu, hanya saja aku serta orang-orang setuju hubungan mu dengan


rakyat jelata seperti dia. apalagi jika pangeran kerajaan ini sudah


menginginkan mu sebagai calon istrinya, sungguh memalukan bagi kami bahkan


kerajaan ini jika seorang pangeran akan dikalahkan oleh seorang rakyat jelata.”


Jawab Stroopa.


“apa.? Tidak setuju.? Memangnya siapa


yang menjalani hidup.? aku sendiri bukan.? Bahkan kau dan lainnya tidak pantas


untuk mengatur hidupku. Bangsawan, kerajaan.? Kenapa harus memaksakan perasaan


orang lain untuk saling mencintai. Sekarang aku baru tahu mengapa El-kun sangat


membenci kalian semua.” Kata Irisyviel dengan sangat marah lalu pergi


meninggalkan orang-orang menuju kelasnya. Ketika aku menuju kelasku, semua


orang memperhatikan ku dengan tatapan menjijikan. Hahaha, sudah lama sekali


mereka tak melihat ku seperti itu. Aku kembali ke kelas dan mulai belajar


seperti biasa.


Jam


Sekolah pun telah selesai dan para murid bubar. Zaldous pulang ke rumah nya.


Ketika dia sampai rumah, dia terkejut bahwa kakek nya sedang mengunjunginya


.dia pun senang dan segera menghampirinya serta memberikan salam untuknya.


akhirnya dia dan kakeknya saling berbincang-bincang serta bercerita. “sudah


lama tak berjumpa Zaldra.” Tiba-tiba zirah yang menjadi kalung pendan Zaldous


berkata. “yoo Zirah ku yang dulu. sudah lama kita tidak bertemu, apa kamu


sangat merindukan ku.? kah kah kah” kata Zaldra dengan tertawa.


“sudah


lama tidak berjumpa. Oh ya ada sesuatu yang ingin cucu mu tanyakan. Hey kau


Zaldous cepat tanyakan padanya.” Kata zirah kepada Zaldous. “ekhm, kau benar


Zirah. Oh ya kakek, apa kau pernah mendengar atau kenal dengan seseorang yang


bernama Elusyan.?” Tanya Zaldous pada kakek nya. Serentak dengan pertanyaan


tadi membuat Zaldra terkejut.” Kamu tahu nama itu dari mana.?” Tanya nya Zaldra


kepada kakeknya.


“oh


dia adalah adik kelas ku dan ketika aku bertemu dengan nya adalah ujian


kenaikan tingkat tengah semester kemarin, akan tetapi karena semua siswa di


hapus ingatan nya karena ada sesuatu, jadi semua orang yang ikut dalam ujian


itu termasuk aku lupa dan tidak mengingat apa yang telah terjadi. tapi setiap


aku melihat nya dan bahkan menghina nya aku malah ketakutan serta gemetaran.


Apa kakek mengenal nya.?” Jawab Zaldous pada kakeknya.


 “hmm tunggu dulu, adik kelas mu.? Aneh juga


mengapa dia harus bersekolah lagi, memang orang itu penuh dengan misteri. Oh ya


kakek kenal dengan anak itu bahkan Zirah mu lebih mengenal nya lagi denganya,


karena dia pernah bertarung dengan ku serta Zirah mu itu, ketika itu kakek


mengenakan Zirah yang sekarang kamu kenakan, hmm jadi kamu menghina nya,, aneh


sekali, padahal seharusnya kamu sudah mati. Tapi sudahlah, mungkin kamu sedang


beruntung sekali.” Jawab Zaldra. “apa.? mati karena menghina nya.? Hahaha


jangan bercanda kakek. Dia hanya siswa serta rakyat rendahan. Haha tidak


mungkin dia dapat mengalahkan aku. Hahah kakek ini sering bercanda.” Balas


Zaldous dengan tertawa.


“kah


kah kah, jika kau merendahkannya seperti itu sungguh kau adalah makhluk yang


sangat bodoh. Kakek hanya mengingatkan saja bahwa kau jangan sampai berurusan


dengan nya apalagi hingga membuat masalah kepadanya. Karena untuk ku sendiri


mungkin akan sangat sulit untuk mengalahkan nya dulu ketika muda, apalagi jika


dia hingga menggunakan beberapa Regalius nya, sangat mustahil untuk kakek


dapat mengalahkan nya.


Jadi


kakek serius, jangan sampai kau berurusan dengan nya” balas Zaldra dengan


serius. “hah dia punya Regalius bahkan


lebih dari 1.? Sungguh mustahil. Bahkan Zirah ku saja belum ke tingkat


Regalius. Hmm memang nya dia itu siapa sebenarnya.?” Tanya Zaldous yang


kebingungan. “kamu belum saatnya untuk mengetahuinya. Jadi kakek tak akan


memberitahu nya. Serta Zirah mu juga tidak akan memberitahu mu, jadi jaga


perkataan kakek mu ini. “ jawab kakeknya dengan wajah yang sangat serius.


3


hari pun telah berlalu. Irisyviel tidak pernah bersama lagi serta dekat lagi


dengan Elusyan. “Irisyviel-san. Sebenarnya ada apa.? Apa kamu bertengkar lagi dengan


Elusyan-kun lagi serta dia membuat mu sedih lagi.?” Tanya Krusya kepada


Irisyviel. “hehem.” Jawab Irisyviel dengan menggelengkan kepalanya. “lalu ada


apa.? Coba kamu cerita.” Tanya Krusya kepada Irisyviel “bagaimana ini.? Aku


telah membuatnya marah.


Aku


telah berbohong serta menyembunyikan sesuatu darinya padahal kami telah


berjanji tidak akan pernah menyembunyikan sesuatu lagi diantara kami apapun


itu, tapi aku telah melanggar nya. Aku sangat sedih dan tak tahu apa yang harus


aku lakukan selanjutnya dan bagaimana cara dia memaafkan ku, entah kenapa aku


selalu membuat dia terluka. Apa yang harus aku lakukan Krusya-san.?” Kata


Irisyviel kepada Krusya.


“memangnya


apa yang telah kamu lakukan Irisyviel-san kepada Elusyan-kun.?” tanya Krusya


kepada Irisyviel. “kamu tahu pangeran yang datang menghampiriku dan El-kun


waktu itu.? Nah waktu itu datang menemui ku lagi di kelas. Tapi aku tidak


memberi tahu maupun mengatakan apapun kepada El-kun sama sekali. Justru yang


memberi tahu El-kun adalah Stroopa-san. Dan itu membuat El-kun sangat marah


serta sangat kecewa padaku, sekarang sudah 3 hari aku tidak berbicara lagi


dengan nya karena dia selalu menjauh dariku. Aku sangat bingung bagaimana cara


agar berbaikan lagi dengannya. Apa kamu punya solusi Krusya-san.?” Mohon dari


Irisyviel kepada Krusya


“aku


juga bingung dan aneh kepada Elusyan-kun, masa hanya masalah sepele dia sampai


seperti ini, sungguh aneh sekali. Hmm mungkin sebaiknya kamu minta tolong ke


orang tua mu dan meminta mereka untuk bertemu dengan Elusyan-kun. karena


meskipun aku yang berbicara padanya, dia tidak akan mendengarnya.” Jawab Krusya


kepada Irisyviel “kamu benar Krusya-san , ini semua karena salah orang itu yang


tiba-tiba berkata sesuatu yang tidak masuk akal dan menjengkelkan, akhh sekarang


El-kun marah kepadaku. Eh tunggu dulu, jika dia marah kepadaku berarti dia


cemburu. Dan jika dia cemburu berarti dia tidak suka jika ada laki-laki yang


dekat dengan ku dengan kata lain, dia sangat mencintai ku. waahh mengapa dia


tidak bilang saja ya. Hehehe.” Jawab Irisyviel dengan raut wajah yang bahagia.


Melihat Irisyviel dan mendengar jawaban Irisyviel, Krusya pun merasa aneh dan

__ADS_1


sedikit jijik.


__ADS_2