
Volume 4
{Pertarungan Elusyan}
Prolog {latihan
Sihir Tingkat Tinggi}
Setelah mendengar semua cerita dari
Viper. Irisyviel dan Krusya tertegun dan tak sepatah kata pun yang terucap.
mereka terdiam tanpa kata. Hanya mata bersinar-sinar serta air mata yang
mengalir membasahai pipi mereka. “Viper-san, apa semua itu kisah El-kun dan
dirimu.?” Tanya Irisyviel. “akhhh. Sudahlah jangan terlalu difikirkan. Lebih
baik kita keluar dari pemandian ini. Aku sudah lapar.” Viper yang ingin segera
menyudahi semuanya lalu keluar meninggalkan kamar mandi itu. “hmm kamu benar,
aku juga sudah agak lapar, ayo kita pergi Irisyviel-san.” Kata Krusya. Akhirnya
mereka pergi makan bersama lalu tidur bersama di kamar Krusya. Mereka pun
tidur.
“neee Viper-san. Aku tahu masa lalu
mu itu sangat berharga dan menyakitkan. Tapi aku iri kepadamu. Karena kamu
sudah lebih dahulu dan lebih banyak memiliki masa kenangan indah bersama
El-kun. sedangkan aku hanya baru 6 bulan memiliki kenangan indah bersamanya.
Aku akan terus mengejarnya serta selalu mencintainya. Dan akan kubuat kenangan
yang lebih indah lagi dengannya. Aku tidak akan menyerah.” Kata Irisyviel.
“hehk. 6 bulan kenangan bersamanya.
Mendengar itu pun aku yakin dapat menyakiti perasaan dia. Jika bukan permintaan
dia. Mungkin sekarang ini aku sudah akan memberitahu semuanya padamu. Tapi
sudah lah. Lebih baik kita tidur saja, besok kita ada ujian penting.” Jawab
Viper. “memberi tahu apa.? Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan kepadaku”
__ADS_1
dalam pikir Irisyviel. Ke esokan harinya tiba. Semuanya berangkat ke sekolah.
Irisyviel datang menuju ke kelas nya Elusyan. “eh Leona-sensei. Apa kah El-kun
ada.?” Tanya Irisyviel yang bertanya kepada Leona-sensei. “oh Elusyan-kun kah,
ada dia. Akan tetapi sensei minta kepadamu untuk tidak mengganggu semua murid
kelas ini selama 1 minggu. Karena mereka sedang dilatih keras.” Kata
Leona-sensei. “akh baiklah.” Jawab Irisyviel.
Lalu Irisyviel pergi ke kelas nya.
Kelas dimulai. Braise-sensei datang. “baiklah semuanya kita akan mempelajari
sihir tingkat tinggi.” Teriak Braise-sensei “hah.?” Teriak para murid.
“sudah jangan banyak mengeluh. Atau kalian akan kalah dari kelas F. karena
mereka sedang berlatih sihir tingkat dasar.” Kata Braise-sensei Semuanya merasa
aneh.
Kenapa harus takut tersaingi dengan
kelas yang sedang mempelajari ilmu sihir tingkat dasar. Hanya Viper yang
Karena selama 1 minggu penuh kalian tidak di ijinkan untuk pulang dan akan
terus menginap disini. Sebelum kita mulai. Kalian semua berkumpul lah di
lapangan.” Kata Braise-sensei. “heeh” keluhan dari para murid.
Lalu semuanya berkumpul ke lapangan
praktik. “semuanya sepertinya sudah kumpul. Hmm baiklah. Kita akan mulai
berlatih. Dinding Pelindung aktif.” Kata Braise-sensei lalu dia mengeluarkan
dinding pelindungnya. “baiklah kita berlatih habis-habisan disini. Semuanya
lakukan sihir maksimal kalian. Akan sensei lihat apa kah sihir kalian sudah
mendekati tingkat tinggi atau belum. Dimulai dari yang nilai terendah.” Kata
Braise-sensei. Semuanya mengeluarkan semua sihir tingkat tinggi menurut mereka.
Lalu Irisyviel menggunakan sihir
__ADS_1
yang tinggi yaitu sihir yang tembakan yang sangat besar. Lalu giliran orang
nomor 1 di kelas 10 A pun tiba. Meisya Telina Tyana. “keluarlah wahai api suci yang berwujud
makhluk suci raksasa. Phoenix.” Meisya menggunakan sihir tingkat tinggi
nya. Lalu munculah lingkaran sihir yang sangat besar. keluarlah api yang
berwujud Burung Phoenix raksasa.
“huwaaahhhh. Hebat sekali Tyana-san.
Ini. Sihir tingkat tinggi. Kau sungguh luar biasa.” Kata sensei dengan rasa
yang sangat kagum. Sekarang giliran Viper. “maafkan aku. Aku tidak pintar
menggunakan sihir dengan rapalan. Maka dari itu aku hanya bisa menggunakan
sihir dengan nama sihirnya saja. Maaf ya” kata Viper dengan senyum nya.
“hwuaahh imutnya.” Kata murid laki-laki maupun perempuan. “hmm baiklah tidak
masalah. Itu pun jika kamu bisa.” Jawab Braise-sensei.
“baiklah jika begitu, terima kasih.
Sensei” balas Viper dengan senyum. “hemk” jawab Braise-sensei dengan wajah
merah. “yosshhh. Hmm. Dragon Breath.” Viper menggunakan sihir nya. Aura
berwarna hitam pun keluar dari tubuh Viper. Aura itu lebih terasa seperti
udara. “uwakk. Khak.khak.khak.” banyak anak-anak yang batuk dan sesak nafas.
“eh ada apa ini. Kenapa semuanya seperti merasakan sakit.?” Tanya Viper dengan
polos.
“Viper-san. Segera hentikan
sihirmu.” Teriak Braise-sensei. “iya baiklah sensei. Maaf sensei” jawab Viper
dengan menyesal. Dia pun menghentikan sihirnya. Lalu semua murid di berikan
sihir penyembuhan oleh Braise-sensei dan murid-murid yang belum terkena dampak
sihir Viper. “baiklah semua. Yang bisa menggunakan sihir tinggi hanya
Meisya-san dan Viper-san saja. Sisanya akan latihan tanpa pulang “ kata
__ADS_1
Braise-sensei. “baiklah” jawab mereka .
Akhirnya semua nya latihan mempelajari ilmu sihir tingkat tinggi.