Regalius Ace {R.A}

Regalius Ace {R.A}
Volume 4 {Pertarungan Elusyan} Prolog {Latihan Sihir Tingkat Tinggi}


__ADS_3

Volume 4


{Pertarungan Elusyan}


Prolog {latihan


Sihir Tingkat Tinggi}


Setelah mendengar semua cerita dari


Viper. Irisyviel dan Krusya tertegun dan tak sepatah kata pun yang terucap.


mereka terdiam tanpa kata. Hanya mata bersinar-sinar serta air mata yang


mengalir membasahai pipi mereka. “Viper-san, apa semua itu kisah El-kun dan


dirimu.?” Tanya Irisyviel. “akhhh. Sudahlah jangan terlalu difikirkan. Lebih


baik kita keluar dari pemandian ini. Aku sudah lapar.” Viper yang ingin segera


menyudahi semuanya lalu keluar meninggalkan kamar mandi itu. “hmm kamu benar,


aku juga sudah agak lapar, ayo kita pergi Irisyviel-san.” Kata Krusya. Akhirnya


mereka pergi makan bersama lalu tidur bersama di kamar Krusya. Mereka pun


tidur.


“neee Viper-san. Aku tahu masa lalu


mu itu sangat berharga dan menyakitkan. Tapi aku iri kepadamu. Karena kamu


sudah lebih dahulu dan lebih banyak memiliki masa kenangan indah bersama


El-kun. sedangkan aku hanya baru 6 bulan memiliki kenangan indah bersamanya.


Aku akan terus mengejarnya serta selalu mencintainya. Dan akan kubuat kenangan


yang lebih indah lagi dengannya. Aku tidak akan menyerah.” Kata Irisyviel.


“hehk. 6 bulan kenangan bersamanya.


Mendengar itu pun aku yakin dapat menyakiti perasaan dia. Jika bukan permintaan


dia. Mungkin sekarang ini aku sudah akan memberitahu semuanya padamu. Tapi


sudah lah. Lebih baik kita tidur saja, besok kita ada ujian penting.” Jawab


Viper. “memberi tahu apa.? Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan kepadaku”

__ADS_1


dalam pikir Irisyviel. Ke esokan harinya tiba. Semuanya berangkat ke sekolah.


Irisyviel datang menuju ke kelas nya Elusyan. “eh Leona-sensei. Apa kah El-kun


ada.?” Tanya Irisyviel yang bertanya kepada Leona-sensei. “oh Elusyan-kun kah,


ada dia. Akan tetapi sensei minta kepadamu untuk tidak mengganggu semua murid


kelas ini selama 1 minggu. Karena mereka sedang dilatih keras.” Kata


Leona-sensei. “akh baiklah.” Jawab Irisyviel.


Lalu Irisyviel pergi ke kelas nya.


Kelas dimulai. Braise-sensei datang. “baiklah semuanya kita akan mempelajari


sihir tingkat tinggi.” Teriak Braise-sensei “hah.?” Teriak para murid.


“sudah jangan banyak mengeluh. Atau kalian akan kalah dari kelas F. karena


mereka sedang berlatih sihir tingkat dasar.” Kata Braise-sensei Semuanya merasa


aneh.


Kenapa harus takut tersaingi dengan


kelas yang sedang mempelajari ilmu sihir tingkat dasar. Hanya Viper yang


Karena selama 1 minggu penuh kalian tidak di ijinkan untuk pulang dan akan


terus menginap disini. Sebelum kita mulai. Kalian semua berkumpul lah di


lapangan.” Kata Braise-sensei. “heeh” keluhan dari para murid.


Lalu semuanya berkumpul ke lapangan


praktik. “semuanya sepertinya sudah kumpul. Hmm baiklah. Kita akan mulai


berlatih. Dinding Pelindung aktif.” Kata Braise-sensei lalu dia mengeluarkan


dinding pelindungnya. “baiklah kita berlatih habis-habisan disini. Semuanya


lakukan sihir maksimal kalian. Akan sensei lihat apa kah sihir kalian sudah


mendekati tingkat tinggi atau belum. Dimulai dari yang nilai terendah.” Kata


Braise-sensei. Semuanya mengeluarkan semua sihir tingkat tinggi menurut mereka.


Lalu Irisyviel menggunakan sihir

__ADS_1


yang tinggi yaitu sihir yang tembakan yang sangat besar. Lalu giliran orang


nomor 1 di kelas 10 A pun tiba. Meisya Telina Tyana. “keluarlah wahai api suci yang berwujud


makhluk suci raksasa. Phoenix.” Meisya menggunakan sihir tingkat tinggi


nya. Lalu munculah lingkaran sihir yang sangat besar. keluarlah api yang


berwujud Burung Phoenix raksasa.


“huwaaahhhh. Hebat sekali Tyana-san.


Ini. Sihir tingkat tinggi. Kau sungguh luar biasa.” Kata sensei dengan rasa


yang sangat kagum. Sekarang giliran Viper. “maafkan aku. Aku tidak pintar


menggunakan sihir dengan rapalan. Maka dari itu aku hanya bisa menggunakan


sihir dengan nama sihirnya saja. Maaf ya” kata Viper dengan senyum nya.


“hwuaahh imutnya.” Kata murid laki-laki maupun perempuan. “hmm baiklah tidak


masalah. Itu pun jika kamu bisa.” Jawab Braise-sensei.


“baiklah jika begitu, terima kasih.


Sensei” balas Viper dengan senyum. “hemk” jawab Braise-sensei dengan wajah


merah. “yosshhh. Hmm. Dragon Breath.” Viper menggunakan sihir nya. Aura


berwarna hitam pun keluar dari tubuh Viper. Aura itu lebih terasa seperti


udara. “uwakk. Khak.khak.khak.” banyak anak-anak yang batuk dan sesak nafas.


“eh ada apa ini. Kenapa semuanya seperti merasakan sakit.?” Tanya Viper dengan


polos.


“Viper-san. Segera hentikan


sihirmu.” Teriak Braise-sensei. “iya baiklah sensei. Maaf sensei” jawab Viper


dengan menyesal. Dia pun menghentikan sihirnya. Lalu semua murid di berikan


sihir penyembuhan oleh Braise-sensei dan murid-murid yang belum terkena dampak


sihir Viper. “baiklah semua. Yang bisa menggunakan sihir tinggi hanya


Meisya-san dan Viper-san saja. Sisanya akan latihan tanpa pulang “ kata

__ADS_1


Braise-sensei.  “baiklah” jawab mereka .


Akhirnya semua nya latihan mempelajari ilmu  sihir tingkat tinggi.


__ADS_2