
Chapter 6
{persiapan pertandingan Festival Holy War}
Setelah menggunakan sihir
teleportasi Elusyan, mereka semua sampai di tujuan dengan sekejap. “kita sudah
sampai. Aku duluan ya” kata Eleonora. Mereka berpisah dan Elusyan pulang
bersama dengan Irisyviel. Elusyan memperhatikan Irisyviel dan merasa ada yang
aneh dengan nya. Karena terlihat sangat murung dan diam. “kamu kenapa
Irisyviel.? Kamu terlihat sangat murung sekali.” Tanya Elusyan
“hemk. Tidak ada apa-apa kok. Hanya
saja aku sedang kepikiran akan sesuatu.” Jawab Irisyviel menggelengkan kepala
nya “hmm kepikiran apa.? Tidak seperti biasanya kamu seperti ini” kata Elusyan.
“neeh El-kun. bisakah kita berbicara berdua saja tanpa ada yang mengganggu
kita.?” Tanya Irisyviel dengan mengenggam lengan pakaian Elusyan. “iya bisa.
Tapi kamu mau berbicara apa.? Kita bisa bicara di rumah nanti.” Jawab Elusyan.
Setelah sampai rumah. Mereka saling
terdiam tanpa sepatah kata pun terucap. Elusyan merasa aneh dengan sikap
Irisyviel yang pendiam ini dan merasa dia suka dengan sikap Irisyviel sekarang
ini, dia menganggap bahwa Irisyviel terlihat lebih dewasa dan imut serta cantik
saat terdiam seperti sekarang ini. “ehemk. Irisyviel tadi kamu mau bicara
apa.?” Tanya Elusyan. “El-kun. bisakah kamu menjawab jujur padaku.?” Tanya
Irisyviel.
“jawab apa.?” Tanya Elusyan yang
kebingungan. “apa kamu mencintaiku.?” Tanya Irisyviel yang mengahadap wajah nya
dengan Elusyan. Elusyan sungguh merasa jantungnya berdebar-debar dengan sikap
Irisyviel yang sekarang ini. “Irisyviel. Ada apa sebenarnnya dengan mu.? Apa
yang telah terjadi padamu.?” Tanya Elusyan dengan memegang pundak Irisyviel
lalu berusaha menyadarkan nya. “sudah jawab saja semua pertanyaanku. Nanti aku
akan menjawab semua pertanyaanmu.” Teriak Irisyviel yang menangis. “tentu saja
aku sangat mencintai mu, mengapa kamu meragukannya.?” Jawab Elusyan. “lalu
tunjukan semua cintamu itu. Sebesar apa cintamu itu.?” Tanya Irisyviel. Lalu
Elusyan pun memeluk erat serta mendekap tubuh nya Irisyviel dengan kelembutan
serta kehangatan bagaikan seseorang kekasih. “apa ini tidak cukup.?” Tanya
Elusyan dengan suara yang berbisik serta begitu lembut di telinga Irisyviel.
“El-kun.” jawab Irisyviel dengan terkejut serta tenang dari tangis nya.
“maafkan aku. Ini semua karena
kurang nya rasa peka ku terhadapmu. Dan karena kesalahan ku yang telah membuat
mu khawatir. Aku juga minta maaf dengan kejadian kemarin. Maaf kan aku telah
membuat wanita lain jatuh cinta padaku hingga membuat mu sakit. Maafkan aku
telah membuat mu cemburu. Maafkan aku yang telah membuatmu sakit hati. Serta
tolong maaf kan aku atas semua kesalahan ku yang membuat mu menderita. Tapi
hanya satu yang dapat aku pastikan. Kamu lah salah satu orang yang benar-benar
aku cinta Irisyviel” Kata Elusyan meminta maaf dengan perkataan serta suara
yang sangat lembut.
Mendengar
perkataan Elusyan membuat Irisyviel tidak dapat menahan rasa tangisnya, hingga
akhirnya dia menangis dengan deras nya. Mereka pun saling berpelukan hingga
akhirnya tidur bersama. Ke esokan hari nya mereka sedang makan sarapan bersama.
“nee El-kun.” Kata Irisyviel dengan suasana yang sangat ceria. “iya ada apa
Irisyviel.?” Jawab Elusyan yang bertanya “apa menurut mu aku begitu egois jika
memiliki mu seutuhnya tanpa membagi kepada siapapun juga.?” Tanya nya.
“hmm
sudah kubilang, apa yang membuat mu menderita adalah sesuatu yang tidak ingin
aku lakukan. Jika kamu menderita dengan tidak menggunakan egois mu, maka
gunakan seluruh rasa egois mu.” Jawab Elusyan. “hmm begitu. Tapi apa kamu juga
memiliki perasaan kepada mereka yang mencintai mu.?” Tanya Irisyviel dengan
penasaran. “hmm aku bingung untuk menjawab nya. Karena aku tidak tahu jawaban
yang akan membuatmu senang. Aku takut jika jawaban ku akan membuatmu sakit dan
menderita lagi” jawab Elusyan.
“eeehh
kok gitu.? Jawab saja dengan jujur, aku tidak apa-apa kok, aku kemarin sedang
tidak merasa enak saja. Sekarang aku sudah baikan jadi jawablah dengan jujur.”
Balas Irisyviel dengan meminta. “hmm baiklah. Tentu saja aku memiliki rasa
cinta serta sayang kepada mereka, karena mereka mau mencintai aku yang seperti
ini. Akan tetapi rasa cinta ku kepada mereka hanya sebatas untuk melindungi dan
menjaga nya saja. Tidak lah lebih, tentu berbeda dengan mu.” Jawab Elusyan.
__ADS_1
“hmm aku tidak menyangka sekarang kamu sudah mulai mahir dalam berkata-kata dan
merayu seorang wanita.” Balas Irisyviel.
“eehh,
kamu bilang aku harus berkata jujur. Sudahlah, ayo kita harus bergegas untuk
berangkat ke sekolah.” Tegas dari Elusyan. “iya, iya, kamu tidak perlu malu
seperti itu Elusyan, heheh” kata Irisyviel menggoda Elusyan. Elusyan hanya
menggandeng lengan Irisyviel dengan wajah yang memerah. Mereka berangkat berdua
kesekolah. setelah sampai disekolah mereka bertemu dengan Eleonora, Eleonora tiba-tiba
mendekap erat lengan kiri Elusyan yang di lengan kanan nya sudah didekap oleh
Irisyviel. Awalnya mereka terkejut. tapi Irisyviel membiarkan Eleonora
melakukan seperti itu. Hingga Elusyan berpisah kelas.
“waah
enak nya menjadi seorang yang sangat populer dikalang para wanita. Kirinya ada
wanita dan kanan nya ada wanita. Waahh sudah bagaikan seorang raja saja yang
banyak selirnya. Hahahah” kata Aldeis yang mengeluh. “jaga mulutmu dasar anjing
kampung, sepertinya kamu masih belum belajar juga dalam tata krama hah.? Dasar
bodoh. Dia itu pelatih kita, apa kamu sudah lupa. Jika tahu begini lebih baik
aku biarkan kamu dimakan oleh Gigant Basilisk.” Teriak Dominika dengan kesal.
“apa
katamu dasar penyihir mata empat yang gagal. Seharusnya waktu itu aku biarkan
kamu dihabisi oleh Goliath. Hahaha.” Balas Aldeis dengan mentertawakan Dominika “apa kau bilang.?” Kata
Dominika dengan kesal.
Ketika
mereka akan memulai ritual nya Eleonora pun berteriak kepada mereka. “hentikan
kalian berdua bodoh. Apa kalian begitu hebatnya hingga berani menghina
Elucchi.?” Teriak Eleonora dengan kesal. Akhirnya mereka menghentikan ritual
nya dan meminta maaf kepada Elusyan. “habisnya aku sangat iri melihat Elusyan
yang begitu populer dihadapan para wanita.” Kata Aldeis dengan menyesal.
“hem.
Dasar pecundang.” Kata Dominika. “hey Dominika, apa kamu tidak memiliki rasa
iri.?” Tanya Aldeis. “tentu saja punya bodoh, tapi aku masih memiliki akal
kepada siapa yang membuat ku iri. Jika itu Elusyan, untuk apa aku iri, dasar
bodoh,. Apa kamu mau iri kepada seseorang yang telah banyak membantu mu serta
“waahh
kamu benar sekali. Jarang sekali kamu seperti ini” jawab Aldeis. “maaf ya
Elusyan.” Kata Aldeis meminta maaf. Ketika meminta maaf dia melihat Elusyan
tidak memperhatikan tingkah laku mereka bertiga. “waahh dia sudah kembali
dengan dunia nya.” Kata Aldeis. “sudah kita biarkan saja. Kita di tempat
masing-masing.” Balas Dominika. “hey Eleonora. Ayo kita duduk. Jangan ganggu
dia.” Kata Aldeis mengajak Eleonora yang sedang terus memperhatikan Elusyan.
“akhhh
betapa keren nya kamu. Neehh Elucchi” kata Eleonora dengan menggenggam telapak
tangan Elusyan. “heemk ada apa.?” Tanya Elusyan. “aku mencintaimu” kata
Eleonora dengan tersenyum senang. “ehek,ehek,ehek.” Elusyan pun batuk
“hwuauahhh” teriak Aldeis dan Dominika.
“a-apa
yang kamu katakan Eleonora.? Apa kamu sudah gila.?” Kata Aldeis. “hmm apa
maksudmu Aldeis bodoh. Aku tentu saja tidak gila. Aku hanya mengatakan apa yang
aku rasakan sebenarnya. Apakah tidak boleh.?” Tanya Eleonora. “apa yang
sebenarnya terjadi dengan kalian berdua.? Aku tidak mengira kamu yang seseorang
kasar dan seperti tidak terlalu suka dengan seorang pria mengatakan hal seperti
itu.?” Kata Dominika.
“tentu
saja rahasia. Hehe. Lihat Elucchi tadi batuk. Heheh, Ekpresi nya begitu lucu.”
Jawab Eleonora dengan memperhatikan wajahnya Elusyan bahagia. “hey Eleonora,
kamu tahu kan Elusyan itu sudah memiliki kekasih.? Apa kamu sudah lupa.?”
Teriak Aldeis. “tentu saja aku tahu. Tapi tetap saja aku mencintainya dan ingin
dia mencintai ku juga. Heheh” jawab Eleonora. Jam masuk telah tiba. Lalu mereka
duduk di tempat seperti biasa.
Leona-sensei pun datang. Setelah
memberikan salam dan duduk tertib seperti biasanya. Leona-sensei menyampaikan
sesuatu. “baiklah semuanya, ada yang ingin sensei sampaikan pada kalian. 3
bulan lagi ada pertandingan fertival Holy War. Jadi kalian semua yang akan
mengikuti pertandingan ini diwajibkan mengikuti pelatihan khusus. yang ikut adalah dari kelas A adalah Meisya
Talyna Tyana. Irisyviel Vallerya Tsuya. Stroopa. Dan dari kelas F hanya Elusyan
__ADS_1
Vin Gabriielin. Jadi untuk yang ikut bertanding diharap untuk berkumpul di
ruangan kepala sekolah.
Serta ada satu juga yang akan ikut,
akan tetapi dia akan datang saat pertandingan akan dimulai. Baiklah hanya itu
saja yang sensei sampaikan. Kalian semua boleh pulang dan yang disebut tadi.
Elusyan-kun silahkan menuju ke ruangan kepala sekolah setelah pelajaran
selesai” Itu lah penyampaian dari Leona-sensi kepada seluruh muridnya. Jam
pelajaran berakhir dan semuanya pulang
dan murid yang mengikuti ujian pertandingan saja yang tinggal. Elusyan pergi
menuju dan masuk kedalam ruangan kepala sekolah. “waaah. Hahahha. Siapa ini
yang datang.? Seorang rakyat jelata yang beruntung serta tidak tahu diri.” Kata
Stroopa ketika Elusyan masuk kedalam ruangan itu. Mendengar itu Meisya dan
Irisyviel terlihat wajah nya sangat geram.
“baiklah semuanya duduk.” Kata
kepala sekolah mempersilahkan mereka duduk. “kalian semua sudah tahu kan
mengapa kalian semua dipanggil kemari.?” Tanya kepala sekolah. “iya kami sudah
tahu.” Jawab Meisya “baiklah jika kalian sudah tahu aku akan langsung ke
intinya saja.” Balas kepala sekolah. “kalian akan mengikuti pertandingan yang
sangat besar serta sangat dinantikan oleh seluruh dunia. Karena yang
mengikutinya adalah dari sekolah-sekolah yang diakui oleh pemerintahan dunia.
Jadi saya harap kalian dapat membanggakan sekolah ini.
Ada beberapa hal penting yang harus
saya sampaikan kepada kalian. Seperti yang kalian tahu bahwa pertandingan ini
dilakukan 1 tahun sekali. Dan tahun kemarin pihak kita bahkan tidak masuk ke 5
besar. itu pun seluruh anggota dewan yang mengikuti nya. sekarang lebih berat
lagi. Karena yang terpilih adalah anak kelas tingkat 10. Ini sangat
mengkhawatirkan. Akan tetapi kalian harus tetap semangat ya. Mungkin itu saja
yang dapat saya sampaikan, jika ada yang bertanya silahkan.” Penjelasan dari
kepala sekolah.
Mendengar itu sebenarnya membuat
mereka bingung. Karena informasi nya tidak begitu jelas. “kepala sekolah saya
ingin bertanya.” Kata Meisya. “iya silahkan” kepala sekolah mempersilahkan
“jika anggota dewan saja hanya sanggup di urutan keluar 5 besar. Lalu mengapa yang
ditunjuk tahun sekarang kenapa hanya kita bukan dari kelas 12 yang sudah lebih
berpengalaman dari kita. mengapa hanya Elsuyan-kun saja dari bukan kelas A yang
di unggulkan ikut dalam pertandingan ini.? Lalu juga dimana siswa 1 lagi yang
ikut bertanding bersama kita.?” Tanya Meisya “bagus sekali pertanyaan mu.
Baiklah akan aku jawab semuanya. Mengapa kalian yang terpilih bukan yang lain.
Karena ini keputusan seluruh guru bahkan ini hasil perundingan dari semua
anggota kerajaan dan bangsawan. Lalu mengapa Elusyan terpilih.? Karena jika
kita tidak mengikut sertakan dia ini adalah sebuah kesalahan yang sangat besar
bahkan akan membuat perbedaan status akan sangat terlihat di sekolah ini. Dan
hasilnya akan membuat kerusuhan di kerajaan ini. Lalu untuk 1 siswa lagi itu,
dia akan datang saat pertandingan dimulai. “ jawab kepala sekolah.
“apakah ada lagi yang ingin ditanya.?” Tanya
kepala sekolah. Mereka tidak menjawab. perbincangan dalam ruangan selesai.
kepala sekolah memerintahkan kepada
mereka agar perbanyak istirahat dan datang saat waktunya telah tiba dengan
keadaan sehat agar siap bertarung. Akhirnya mereka bubar ke rumah masig-masing.
Irisyviel,Elusyan dan Meisya pulang ke tempat tinggal Elusyan. Setelah sampai Elusyan terlihat
sedikit lelah dan kesal.
“haaahh.. kalian semua. Aku tahu
memang aku yang meminta kalian semua untuk tinggal bersama. Akan tetapi setelah
aku lihat. Tempat ini tidak cukup untuk kita berlima.” Kata Elsuyan dengan
kesal karena ruang tempat tidur nya sangat padat. “tentu saja Elusyan terlihat
padat. Seharusnya memang tempat ini hanya mampu menampung tidur 2 orang saja.
Maka dari itu kalian semua cepat pergi dan biarkan aku dengan Elusyan tinggal
disini berdua saja. Hush hush.” Jawab
Viper mendekap lengan Elusyan dengan manja lalu mengusir Meisya,Leona dan
Irisyviel.
“hah apa katammu Viper. Kita ini
semua sama. bodoh, tidak ada yang di istimewakan oleh Elusyan. Kecuali mungkin
Irisyviel. Karena hanya dia bukan alat Elsuyan.”balas Meisya dengan kesal.
“haahhh. Dasar Meisya bodoh. Aku tidak peduli. Aku hanya ingin bersama
Elsuyan.” Balas Viper dengan merengek manja terhadap Elusyan.
__ADS_1