Regalius Ace {R.A}

Regalius Ace {R.A}
Volume 3 {Tanggung Jawab Elusyan} Prolog {Pecundang}


__ADS_3

Volume 3 {tanggung jawab


Elusyan}


Prolog


{Pecundang}


Akhirnya


Meisya mau mengikuti permintaan ku. “api yang dapat meledakan kegelapan, api yang


dapat meledakan cahaya. Api yang selalu meledakan dengan kekuatan yang dasyat


serta besar. Aku ingin menghancurkan sesuatu dengan kekuatan mu itu, tolong


beri aku ledakan mu itu. Explosion.” Aku dan Meisya bersama merapalkan


mantera sihir dan mengeluarkan sihir tingkat tinggi lalu mengarahkan sihir itu


tepat menuju markas mereka. Serangan itu pun tepat mengenai markas mereka,


ledakan yang sangat besar terlihat oleh kami, bahkan hempasan angin terasa


sampai di tempat kami, padahal jaraknya sangat lah jauh, kulihat kakak kelas


yang sedang kami tawan ketakutan.


Hoho..


ini lah kesempatan ku. “hmm jadi bagaimana kakak kelas.? Apa kalian sudah


percaya dengan perkataanku tadi.?” Tanyaku pada mereka. “akh tidak mungkin aku


masih tidak percaya anak kelas F akan dapat melakukan itu” jawab dari salah


satu mereka. hmm jadi mereka masih bisa sombong, baiklah. Akan aku beri sedikit


rasa sakit. Aku mengeluarkan senjata dari lingkaran sihir penyimpanan ku. aku


keluarkan sebilah pisau. Aku menghampiri mereka. “hey apa yang akan kau lakukan


bodoh.?” Teriak dari mereka berdua. “hmm kakak kelas coba nanti jelaskan rasa


sakitnya ya.” Jawab ku. aku menusuk pundak dari salah satu mereka dengan pisau


secara perlahan.


“tidak..


sakit,, hentikan” teriak orang yang sedang kutusuk. “apa yang kau lakukan


bodoh.? Apa kau sudah gila.?” Teriak temannya. “hmm aneh sekali, meskipun ini


hanya tubuh yang tercipta dari akal pikiran, mengapa tak mengeluarkan darah


sama sekali, bukankah sebuah pertarungan dan ujian bertahan hidup itu harus


keras dan tak jauh dari darah, hmm aneh juga, tadi saat aku menghancurkan wajah


kedua teman kalian aku tak melihat setetes darah pun, hanya sebuah lubang yang


berantakan di kepala mereka, hwuaah jika begini, bukankah tidak menarik.?”


Tanya ku dengan kesal di hadapan mereka.” Aku tidak mengerti apa yang kau


maksud, tapi mohon hentikan cepat.” Teriak orang yang sedang kesakitan.


“hhhmm,,


bukankah kalian sangat sombong tadi, dan juga apa yang sebenarnya kalian ingin


kan dari ku, meminta ampun atau memerintah padaku, akkh aku sungguh tidak

__ADS_1


mengerti” jawabku sambil menusuk lagi ke arah paha kiri orang yang tadi telah


aku tusuk “akhh sakit, baiklah aku meminta mohon, aku mohon padamu segera


hentikan semua ini, aku mohon.”balas orang yang sedang kutusuk dengan


kesakitan. “ akkh membosankan, bukankah seharusnya kalian lebih sombong lagi.


Apa hanya segini kesombongan yang kalian punya, sungguh payah.”


Aku


melanjutkan menusukan lagi pisau ku ke paha kanan, lalu pindah ke perut nya,


lalu pindah lagi ke pundak nya yang belum kutusuk, dan terakhir kutusuk jantung


nya. Kulihat dia merintih kesakitan bahkan menangis, dan terakhir dia pun mati


serta tubuh nya menghilang, “akkhh membosankan, apa hanya segitu anak kelas


12.? Sungguh payah. Seandainya saja jika mereka yang ikut ujian menggunakan


tubuh mereka yang asli, mungkin akan lebih sedikit menarik, baiklah sekarang


yang satunya.” Teriak ku dengan kesal, aku menghampirinya yang satu lagi.


“kau..


beraninya melakukan itu, akan kubalas suatu saat nanti dasar iblis,” teriak


orang yang sedang kuhampiri “hmm ibliskah.? Apa kau pernah melihat iblis yang


sebenarnya.?” Jawab ku. saat aku sedang sampai di dekat nya aku menggunakan


sihir api ku yang keluar di jariku menyelimutinya.”finger fire” aku mengeluarkan


sihirku. “neh senior.? Apakah menurut mu yang jahat itu ilblis dan yang baik


hati itu malaikat.? Hmm jika kamu berfikir seperti bukankah sangat tidak adil.


yang baik kok, hanya saja kamu harus melihatnya dengan kepala mu sendiri. Heh.”


Kata ku sambil menuliskan sebuah kata di lengan nya si wanita penyihir ini


dengan jari ku yang diselimuti api.


Aku


dengar teriak sangat kesakitan.”wah sudah selesai. Hhhmm bagaimana menurutmu,,


hmm tapi ini hanya pikiran saja bukan tubuh asli nya, haaahh, berarti tidak


bisa dikatakan mengukirnya dong, whuaah.” Kata ku dengan selesai menulis kata


LOSER. “neehh kau sialan, mengapa kau sampai berbuat seperti ini, dan juga jika


kau sekuat ini, mengapa kau masuk ke kelas F.?” tanya wanita penyihir yang


sudah aku siksa, “hmm jawaban nya sederhana kok, KARENA AKU BUKAN ANAK BANGSAWAN


DAN ORANG PENTING SERTA KAYA SEPERTI KALIAN YANG BERADA DI KELAS B MAUPUN YANG


YANG LEBIH TINGGI.” Jawab ku dengan meninggikan suaraku.


Akhirnya


aku sudah bosan dan meminta Meisya untuk menghabisi anak tadi.”Meisya-san


sebaiknya kau menghabisi anak itu, karena kita tidak boleh berlama-lama disini.


Lagi pula aku sudah bosan.” Minta ku pada Meisya. Meisya mengeluarkan sihir api


yang membakar rantai nya lalu menghabisi anak penyihir yang tadi aku siksa.”

__ADS_1


Tak kusangka kau akan sekejam ini.” Kata Meisya kepada ku.


“hmm


kamu bilang tentang mereka yang menipu kita, kukira kau akan membenci ku serta


menyerangku juga, ahhah” jawab ku dengan sedikit tertawa. “ tentu saja aku tahu


penipuan yang mereka lakukan, 1. Dia tidak benar-benar seperti menyekap seseorang


karena sekapan nya itu tidak ketat dan tidak mencekik, malah terlihat seperti


lengannya melingkari lehernya saja, 2. Si korban yang di sekap pun tidak teriak


kesakitan, 3. Dan yang paling fatal adalah, mereka meminta kita menyerah dan


memerintahkan kepada kita untuk bunuh diri, padahal jika mereka benar-benar


ingin menghancurkan kita semua yang kelas 10 bukankah lebih baik menghancurkan


langsung markas kita, bukan hanya membunuh kita berdua, seolah-seolah mereka


ingin mempertahankan orang yang ada di kelas kita.” Jawab Meisya menjelaskan


padaku.


“hoo


tak kusangka kau sangat pintar.” Balas ku mengejek nya. “neeh Elusyan-kun.


apakah kamu tadi menyiksa mereka karena ada hubungan nya dan Irisyviel-san.?”


Tanya Meisya padaku. “a-apa.? Apa yang kamu katakan.? Hah.? I-Irisyviel katamu,


E-ekh tidak mungkin.haha.haha.haha.” jawab ku mengelak dengan menggaruk kepala


ku. “sudah kuduga, kamu masih belum bisa melepaskan dia bahkan setelah apa yang


terjadi 2 tahun yang lalu. Pasti kamu menderita bersama dia kan selama ini.?


Mengurung perasaan selama 2 tahun lalu bertemu lagi. membuat hati yang


terkurung itu tiba-tiba terbuka, hmm pasti sangat sulit untuk dirasakan” kata


Meisya padaku.


Sungguh


aku sangat terkejut atas apa yang dia katakan tadi. Bahkan membuat ku terdiam.


“Meisya-san.? Bagaimana mungkin kamu bisa tahu.? Siapa kamu sebenarnya.? Tidak


mungkin orang yang selain dekat dengan ku dapat mengetahui semua tentang ini.


Siapa yang memberi tahumu tentang ini.?” Kata ku bertanya padanya dengan rasa


kesal.”hmm oh ya, bukan hanya 2 tahun yang lalu saja, bahkan 150 tahun lalu, 100 tahun setelah nya juga kamu merasakan perasaan yang sama


dengan 2 tahun lalu bukan.? Aku sungguh tak menyangka kamu akan seperti itu,


seperti memiliki kutukan saja.” Balas dia padaku.


Aku


sungguh terkejut mendengar nya, sebenarnya siapa dia itu. “ah kamu benar, hidup


ku ini memang seperti terkutuk. Akhh baiklah, sebaiknya kita lanjutkan saja ke


tempat lainnya.” Balas ku. “eh.? Kamu sudah tidak penasaran lagi aku tahu dari


mana.?” Tanya dia padaku. “aku memang penasaran, tapi jika kamu tetap tidak mau


memberitahu ku sudah tak ada lagi yang dapat ku tanyakan bukan.?” Balas ku

__ADS_1


padanya sambil berjalan. “Elusyan-sama, sudah kukira kamu sangat baik hati.”


Dalam pikir meisya.


__ADS_2