
Chapter 6 {Irisyviel Vallerya Tsuya}
Perkenalkan namaku ada Irisyviel. Aku adalah
anak kedua dari 4 bersaudara. Kedua orang tuaku Ras Elf. Mereka sangat baik
padaku semua, saudara ku juga sangat baik terhadapku. Aku anak yang sangat
manja diantara saudara ku. segala apapun yang kuinginkan harus di penuhi oleh
orang-orang bahkan bukan dari orang lain sekalipun. Karena orang tuaku adalah
dari kalangan bangsawan jadi mereka tidak ada yang berani menjahili ku bahkan
tidak ada yang berbuat jahat padaku. Suatu ketika orang tuaku meminta ku untuk
belajar menjadi wanita layaknya seorang putri bangsawan dan mengikuti jejak
dari kakakku. Aku kecewa serta marah.
Aku
kabur dari rumah serta meninggalkan kota. Aku tak tahu dimana tujuan ku. Disaat
aku sedang lelah, aku pingsan di jalan entah dimana itu. Saat ku terbangun. Aku
tersadar sedang di dalam kurungan yang di dalam nya anak-anak dengan suara
teriakan dan tangisan. Aku ketakutan lalu menangis dengan keras. Aku memiliki
ide untuk keluar dari tempat ini dengan menggunakan kebangsawanan ku serta
kekayaan orang tuaku. “hey kalian cepat lepaskan aku. Apa kalian tidak tahu
jika aku adalah anak bangsawan dan orang kaya. Kalian akan mendapatkan masalah
yang sangat besar karena berani menculik ku. Cepat lepaskan aku.” Aku berteriak
kepada mereka. Akan tetapi mereka
mengacuhkan aku. “ hey apa kalian tidak dengar. Baiklah jika begitu. Bagaimana
jika kita membuat kesepakatan ok. Jika kalian melepaskan ku, aku akan
memberikan uang pada kalian ok. Nah bagaimana.? Cepat lepaskan aku.” Aku
berteriak agar mereka melepaskan ku. Akan tetapi mereka tidak memperdulikan ku.
Disaat aku berteriak tiba-tiba ada seseorang
yang menarik ku dan membumkan mulut ku. Aku semakin meronta tapi dia semakin
menahan badanku dengan sangat kuat. Aku ditarik oleh nya hingga ke tengah
kerumunan.
“ hey kau,
bisakah diam.? Percuma saja kau berteriak dan menangis hingga kau mencoba ber
negosiasi pada mereka. Mereka itu sangat kejam, dan mereka menculik anak-anak
disini bukan karena uang, melainkan sesuatu yang lebih menyeramkan lagi. Jadi
percuma saja, lebih baik diam. “ teriak anak yang tadi menarik ku “apa maksud
mu diam saja.? Apa dengan berdiam saja dapat melepaskan kita.?” Jawab ku
padanya. “ lalu apakah jika kita teriak dan menangis dapat melepaskan kita dari
sini?” jawab dia. Aku pun terdiam dan hanya menangis. Disaat aku menangis,
tiba-tiba anak itu memberi ku sebuah boneka. “ Sudahlah jangan menangis. Ini
aku berikan pada mu.” Kata dia sambil memberi ku boneka. Aku senang dengan
boneka yang dia beri. “nama kamu siapa” Tanya anak itu kepadaku.
“Aku Irisyviel
Vallerya Tsuya. Bagaimana
denganmu. Siapa nama kamu?” jawab ku dan menanyakan balik padanya . “oh nama ku Galius
Tyana. salam kenal.” Jawab dia dengan senyum serta memperkenalkan diri
nya. “Oh ya salam kenal juga” balasku dengan senyum. Dan tak kusadari aku
selalu ingin bersama dengannya karena aku sangat merasa tenang tanpa ada rasa
takut. Sehari-hari aku lalui semua perintah dari para penculik. Dimulai dari
menambang, mencari bahan makanan. Mengisi botol ramuan sihir. Dan masih banyak
lainnya. Suatu
ketika kami dikumpulkan di tempat yang dilingkari oleh lingkaran sihir. Para
penyihir melingkari kami sambil merapalkan mantera sihir pemanggil. Tiba-tiba
lingkaran sihir nya bercahaya, {Whooh} tak lama kemudian langit tepat diatas
kami berubah menjadi mendung dan cuaca berubah menjadi badai besar. Semua
anak-anak menangis dan berteriak ketakutan mereka mencoba untuk berlari tapi di
cegah oleh para penculik dengan menodong kan senjata sihir.
Anak-anak
yang ketakutan kembali lagi pada tempatnya. Tiba-tiba ada cahaya yang sangat
terang keluar dari langit, lalu keluar nya sayap-sayap dan bulu-bulu berwarna
putih berjatuhan ke bawah. Ketika keluar cahaya itu banyak anak-anak yang
berjatuhan pingsan bahkan ada yang jatuh meninggal. semakin parah suasana.
Langit pun mengeluarkan cahaya semakin cerah seperti ada makhluk yang turun
dari langit. Begitu juga dengan suasana yang dibawah. Semakin banyak anak-anak
yang mati dan berjatuhan. Aku sangat takut. Tak kusadari aku tak menggenggam
lengan Galius lagi. Aku sangat takut dan gelisah. Aku mencari-carinya dengan
terburu-buru.
Tiba-tiba
langit langsung menutup dan angin kencang menghempas dengan kencang dari atas
ke bawah hingga membuat semua orang yang dibawah terhempas. Yang mati terkena
angin tersebut hanya para penyihir yang mengelilingi kami. Setelah melihat itu.
Semua anak-anak berlarian dan kabur.” Itu dia. Anak yang menghancurkan ritual
ini. Tangkap dan siksa anak itu. “seorang penculik berteriak sambil menunjuk ke
seorang anak. Aku penasaran anak mana yang orang itu tunjuk. Ketika aku
menghampirinya aku terkejut karena yang ditunjuk ada Galius, Aku berlari dan
mencoba menyelamatkan Galius. Saat
aku hendak meraih lengan nya tiba-tiba ada sihir yang menerjang kami, Serangan
itu mengenai telak Galius.
Aku melihat
siapa yang melakukan itu, dan ternyata penjahat itu yang melakukan itu. Dia
seperti anak-anak yang seperti kami. Lalu para penjahat mengejar anak yang
membunuh Galius dengan berteriak. “ woy kau bocah bodoh. Mengapa kau membunuh
anak itu sialan.” aku tak begitu ingat apa yang terjadi setelah itu karena aku
sangat lemas dan depresi serta kehilangan kesadaran ku lalu pingsan. Di dalam mimpi aku bertemu dengan galius, dia
berkata
“jangan
terlalu bersedih Irisyviel. Aku baik-baik saja. Kamu harus maju dan terus
melangkah. Biarkan aku menjadi kenangan untuk mu.” kata dia dengan senyum nya.
Aku langsung berlari mengejarnya. Akan tetapi tidak dapat mengejarnya. Aku terbangun. Aku berada di rumah sakit,
kulihat di sekitar ku. ada ayah serta
ibu ku datang menghampiri ku dengan menangis, lalu mereka memeluk ku dengan
erat disertai tangisanya. Aku pun ikut menangis dan memeluk mereka.
Aku teringat bahwa jika semuanya ada yang selamat mungkin galius juga
terselamatkan, aku pun keluar dari ruangan ku dan berlari mencari anak yang
bernama galius. Aku terus berlari mencari dia dengan rasa yang gelisah. Aku pun
berhenti karena kecapaian. Lalu ada anak kecil yang menghampiri ku. “ kau
Irisyviel kan yang selalu bersama Galius-kun.?” Tanya seorang anak yang bertemu
denganku. “iya aku Irisyviel. Memangnya kenapa” Tanya ku padanya.
“sebenarnya Galius telah mati dan aku disini
untuk memberitahu mu.” Jawab dia. Dengar hal itu aku menangis kembali dan
pingsan lagi. Ketika aku terbangun , aku tersadar bahwa aku sudah ada di kamar
ku. Aku merengek kembali karena mengingat Galius. Tapi aku tidak boleh terus
seperti ini. Aku harus berubah. Aku harus menjadi seseorang yang bisa
menyelamatkan seseorang yang berharga bagiku. Aku memotong rambutku dan mulai
serius dalam belajar sihir serta berlatih menggunakan senjata sihir. Aku
mendapatkan nilai terbaik dan selalu menjadi siswa terbaik di sekolahku.
Hingga saat nya aku masuk ke akademi sihir.
Akademi sihir yang aku masuki adalah akademi yang di kelola serta dimiliki oleh
keluarga ku. Sekarang pun yang menjadi dan pemimpin di sekolahku adalah kakek
ku. aku sangat menantikan hal seperti ini karena dengan menjadi yang terbaik di
tempat kakek ku aku dapat membanggakan keluarga ku. Ketika aku sampai di
akademi aku mencoba berkenalan dan dekat dengan para calon peserta
lainnya.karena aku adalah siswi yang cukup populer serta terkenal. Aku sangat
senang karena aku akan mendapatkan teman yang dapat bekerja sama dengan ku di
__ADS_1
hari pertama tes ku. Akan tetapi berbeda dengan yang aku bayangkan. Semua
peserta menolak ku, bahkan pandangan mereka seperti yang jijik terhadap ku.
Mereka berkata pada ku bahwa aku adalah orang yang akan menyusahkan mereka dan
aku dianggap beban bagi mereka. Serta banyak kata-kata kasar yang terlontar
dari mereka terhadap ku. Aku sangat sedih dan kesal perlakuan serta tatapan
mereka mengingatkan aku yang dulu.
Lalu kami semua berkumpul dengan yang lainnya
untuk mengikuti tes masuk. tes pun di mulai dengan semuanya di bagi beberapa
kelompok. Setiap kelompok beranggotakan 5 orang. Aku ke tempat tes ku, lalu
bertemu dengan 5 orang yang 1 kelompok denganku. Terdapat 1 manusia 2 warbeast
1 penyihir dan aku sendiri Elf. Aku merasa sangat ketakutan jika aku tak
berguna bagi mereka. Oh tidak ini membuat diriku menjadi sangat gugup. Tak
kusadari tiba-tiba ada seseorang yang menegur ku.
“apa kamu tidak apa-apa.?” Kata seseorang itu
padaku. Aakhh baru kali ini ada seseorang yang belum kenal dengan ku
mengkhawatirkan ku. Dia memberitahuku untuk tidak gugup dan santai saja.
Bagaimana bisa aku merasa santai saja, jika semuanya dapat mengikuti dengan
terbaik lalu aku sendiri tidak melakukan apa-apa bagaimana dengan pandangan
mereka terhadapku. Tak lama kemudian muncul lah seekor Naga Crimson. Akh tidak naga ini lumayan kuat. Aku pernah bertarung
dengannya saat aku berlatih. Sampai aku hampir kehilangan semua mana sihir ku.
Aku tak mau lagi seperti dulu lagi. Aku harus
segera mengalahkannya agar semua orang dapat mengakui ku dan berteman dengan
ku, serta aku tak mau mengecewakan orang yang khawatir dengan ku, aku sudah tak
mau berfikir apa-apa lagi selain mengalahkan naga itu dengan 1 kali serangan
telak. Aku mulai merapalkan mantera ku sambil mengeluarkan senjata sihir ku.
Aku rapalkan sihir tingkat tinggiku untuk mengalahkan naga itu agar dapat di
akui oleh orang-orang serta mendapatkan banyak teman. Ketika aku bersiap
menyerang naga itu, aku lihat naga itu sudah mengeluarkan api nya ke arah ku.
Oh tidak bagaimana ini. Apakah aku akan menjadi orang yang tidak berguna
seperti kata orang-orang terhadapku. Ketika aku sudah mulai putus asa,
Aku merasakan ada sihir yang melindungi ku dari
serangan itu. Kulihat siapa yang melindungi ku. Aku melihat pria itu yang telah
melindungi ku. Aku sangat senang. {Boom} aku keluarkan serangan terbaik ku dan
telak mengenai nya. Akan tetapi, daya ledakan dari serangan itu menyebar bahkan
akan mengenai ku. Aku sudah tidak memiliki mana dan hampir pingsan, jadi aku
tak dapat melindungi mereka bahkan melindungi diri ku sendiri. Lalu setelah
ledakan itu akan mengenai aku. Ada sihir pelindung lagi yang melindungi ku dan
yang lainnya. Pria itu sangat baik. Padahal dia tidak mengenal kami dan juga
aku. Akhirnya aku pun pingsan.
Setelah terbangun dari pingsan ku, aku ternyata
sudah ada di rumah sakit sekolah. aku serta kelompok ku dinyatakan lulus semua.
Aku sangat senang, yang aku pikirkan saat itu, aku harus berterima kasih pada
pria itu. Hari pertama masuk sekolah telah tiba. aku segera pergi ke sekolah
untuk bertemu dengan pria itu. Sesampainya di sekolah aku tidak melihat pria
itu dimanapun aku memandang. Apa mungkin dia tidak lulus, bukankah semuanya
dinyatakan lulus. Lalu apa mungkin pria itu gagal masuk kesini. Akh tidak
mungkin aku tidak percaya.
Lebih baik aku menunggunya di depan gerbang.
Aku ke gerbang menunggu kedatangan pria itu. Tak lama aku menunggu kedatangan
pria itu. Akhirnya aku melihat dia sedang berjalan menuju kesini. Aku sangat
senang sekali. Aku kira dia tidak lulus. Tetapi pria itu melewati ku begitu
saja. Apa mungkin pria itu tidak melihat ku, akh lebih baik aku sapa dia saja.
Aku pun menyapa nya, dan dia menjawab. Oh ternyata memang dia tidak melihat ku.
aku memperkenalkan diri padanya dan menanyakan nama nya. oh namanya Elusyan.
Aku memanggilnya dengan panggilan El-kun, aku kira dia akan marah dan tidak
menerimanya. Ternyata dia menerimanya serta membalas dengan senyuman.
Aku juga meminta nya agar memanggil nama depan
lalu Aku meminta padanya untuk menuju ke
aula penerimaan bersama dan dia setuju. Akhh baik sekali pria ini. Aku sangat
senang dan memeluk lengannya. dia sepertinya tidak keberatan. Padahal dulu
jangankan aku peluk lengan orang lain, Mencoba berbicara dan mengajak
berbincang dengan orang lain pun aku ditolak dan di jauhi serta di hina, bahkan
tak jarang mereka menjahati ku. Tapi pria yang bahkan baru kenal dengan ku
menerima ku dengan senyuman. Bagaimana
ini aku merasa ingin semakin dekat dengannya.
Kami pun
pergi ke aula penerimaan bersama-sama. Aku duduk di sebelah dia. Dan dia
menerima ku tanpa merasa terganggu. Upacara penerimaan pun tiba dan penyambutan
dari pihak sekolah telah disampaikan. Dan yang membuat ku tegang adalah
pembagian kelas. Akhh mungkin kah aku akan bersama dia. Aku sangat
menantikannya. Kami semua mendapatkan pembagiannya. Aku lihat dia ditempatkan
kelas mana, aku penasaran.
Akhirnya
aku mengintipnya, oh dia masuk ke kelas F, aku juga membuka kertas pembagian
ku, aku berharap aku juga masuk yang sama dengannya. Ketika aku membuka aku
terkejut dan sedih. Dia melihat ku dan menegur ku. Dia bertanya apa yang
terjadi pada ku, sepertinya dia tipe yang sangat perhatian. Aku memberitahu
padanya jika aku masuk ke kelas A dan aku takut jika tidak bisa bersama nya
lagi. Akan tetapi dia menenangkan aku serta mengatakan bahwa dia akan selalu
ada untuk ku. Oh tidak, ketika aku mendengar nya aku bahkan merasa seperti
ingin terus bersamanya.
Perasaan
ini sama seperti dulu. Perasaan dimana aku tenang dan bahagia saat bersama
orang yang sangat berharga bagiku. Aku merasa tenang dan pulang sekolah di hari
pertama itu bersama dia. Seperti biasa aku memegang lengan nya. berdekat-dekat
dengan nya. Aku bahagia sekali. Tiba-tiba aku mendengar suara teriakan. El-kun
pun langsung berlari menuju arah teriakan itu. Akh dia begitu keren.. oh tidak
aku harus ikut membantunya. Lalu aku menggunakan skill Eagle Eye untuk melihat
jarak jauh. Ternyata jalan yang di ambil oleh El-kun salah. Aku
berteriak pada nya dan mengatakan bahwa dia salah jalan. Dia pun menoleh padaku
lalu mengambil jalan yang aku beritahu. dia sampai ke tempat arah teriakan itu. Aku mengikuti dia ke tempat itu.
Aku melihat dia sedang berhadapan dengan monster. Aku lihat dia tidak
menggunakan senjata. Aku sangat khawatir pada nya. Apa dia lupa membawa senjata
nya. Aku mengeluarkan senjata ku lalu menembak nya, tembakan ku mengenai tepat
ke monster itu. Lalu aku menghampiri El-kun. El-kun bertanya padaku apa yang
telah aku lakukan padanya. Kenapa aku sampai menggunakan kekuatan ku. Dia
mengatakan padaku, jika aku tak perlu membantunya.
Akhh baik
sekali dia tidak ingin aku sampai diserang monster itu. Aku menjelaskan mengapa
aku membantu nya, akhirnya dia mengerti. Dan setelah kami mengalahkan monster
itu orang yang telah kami tolong berterima kasih kepada kami, kami pulang ke
tempat masing-masing, akh padahal aku ingin lebih lama lagi dengan nya, ke
esokan nya seperti biasa aku pergi bersama dia ke sekolah. Akh senang nya
setiap hari aku berangkat dan pulang bersama nya. Hari ini aku bangun-bangun
untuk membuatkan dia bekal makan siang.,, dia pasti akan senang sekali, oh
tidak aku jadi tidak sabar untuk melihat ekpresi wajah nya, hehehe.
Sesampainya
di kelas aku belajar seperti biasa, oh aku telah mendapatkan teman. Ini semua
karena El-kun. Hmm senangnya. Setelah bersama dia, akhirnya aku menemukan teman
di sekolah ini. Nama nya Krusya Astoria dan Eleonora Summeria. Aku biasa
memanggil dia dengan nama Krusya-san dan Eleonora-san.
__ADS_1
Waktu
istirahat tiba, aku bergegas pergi ke kelas El-kun. Aku sudah tidak sabar untuk
memberikan bekal makan siang buatanku.heheh. setelah sampai di kelas nya aku
melihat dia sudah keluar. Aku segera berteriak memanggilnya dia pun menoleh.
Aku mengajak nya untuk makan siang bersama. Dia pun menyetujuinya dan meminta
ku ikut ke atap bersama nya. Akhh aku akan makan berdua bersama dia di atap
berdua.. akhh senangnya.. hendak kami berangkat, temanku Krusya memanggil kami.
Dia melihat
El-kun dan memperhatikannya, lalu dia menggoda ku sambil memperkenalkan
dirinya, El-kun juga ikut memperkenalkan dirinya dengan tersenyum. Hmm aku
sedikit kesal juga karena dia memberikan senyum nya pada orang lain, tapi tak
apa lah. Yang terpenting aku akan makan berdua di atap,hehehe. El-kun melihat
bahwa aku membawa 2 bekal. Dia bertanya padaku bekal yang aku bawa.
Aku
memberitahu nya bahwa bekal yang aku bawa untuk dia, lalu dia memperlihatkan
bekal nya. Oh tidak aku sangat malu dan kecewa terhadap sendiri, aku seharusnya
tahu bahwa dia kemungkinan akan membawa bekalnya. Aku pun merengek dan menangis
serta meminta maaf pada El-kun karena tidak perhatian padanya. Tetapi dia
seperti merasa bersalah.
Dia
menenangkanku dan berjanji akan memakan bekal yang aku buat. Dia langsung
memegang tangan ku. Kami berangkat ke atap. Setelah di atap. Aku mengeluarkan
bekal ku dan bekal untuk dia, Aku memberikan nya. Akhirnya kami makan berdua,
akhh senang nya. Mengapa dia sangat baik terhadapku. Hhmm bahagianya, tapi apa
mungkin dia memang baik terhadap semua orang terutama wanita, buktinya saja dia
senyum kepada Krusya, padahal dia baru mengenalnya.
Akhh aku
jadi sedih kembali. Selesai makan, kami kembali ke kelas masing-masing. Waktu pulang telah tiba dan kami pulang
bersama. Ke esokan hari nya, aku sengaja tidak membawa bekal untuk nya karena
aku takut dia membawa bekal juga. Seperti biasa kami berangkat ke sekolah bersama. Setelah sampai. Kami
kembali ke kelas masing-masing. Pelajaran di mulai, akan tetapi guru yang
mengajar kami sedang tidak dapat datang. Tiba-tiba ada seseorang pria yang
menyapaku dan memperkenalkan dirinya, aku juga memperkenalkan diriku.
Lalu dia
meminta ku apakah dapat menemui nya di belakang sekolah. Aku pun menyanggupi
nya. Setelah sampai di belakang sekolah, dia menghampiriku dan mengatakan
sesuatu. Aku tidak terlalu memperhatikan nya, karena aku terlalu memikirkan
El-kun dan ingin segera menemuinya, tak kusadari orang yang sedang berbicara ku
mengatakan sesuatu yang membuat ku terkejut. Ternyata menyatakan perasaanya
padaku.
Aduuh
bagaimana ini, apa yang harus aku katakan. Aku pun dengan tegas menolak nya,
dia pun terkejut dan bertanya alasan penolakan ku. Lalu aku mengatakan bahwa
aku telah menyukai pria lain dan dia bukan orang yang aku suka. Dia pun pergi
dengan aura yang suram. dia seperti menangis tersendu-sendu. Aku tidak peduli
juga, karena sekarang ini yang aku pikirkan adalah ingin segera bertemu El-kun.
Waktu istirahat telah tiba. aku bergegas keluar
untuk menemui El-kun. Setelah sampai di kelas dia, aku melihat dia sedang di
dalam kelas dengan memalingkan wajah nya ke arah jendela sambil melamun. Akh
apa mungkin dia sedang memikirkan aku. Akhh aku jadi salah tingkah. Dia menoleh
ke arah ku dan menghampiri ku. dia menarik ku untuk segera ke atap. Kenapa
terburu-buru sekali, apa mungkin dia sudah tak sabar untuk makan berdua dengan
ku, akhh aku jadi semakin salah tingkah. Setelah sampai di atap, aku melihat
dia sepertinya tidak membawa bekal.
Aku bertanya pada nya mengapa dia tidak membawa
bekal nya, aku jadi khawatir, apa mungkin kesalahanku kemarin yang membuat nya
takut makan 2 bekal. Aku pun merasa bersalah dengan memasang wajah yang
merengek dan ingin menangis. Dia menjawab dengan mengatakan bahwa dia lupa
membawa bekal nya sambil menenangkanku. aku mulai berhenti merengek dan
menangis. dia akan membeli makanan, tapi tunggu dulu, bukankah ini kesempatan ku
untuk membuat dia senang, aku meminta kepada nya agar makan bersama bekal ku,
dia pun setuju.
Aku mulai menyuapi nya. Dia mau. Akhh aku
senang sekali. Aku senyum dan tertawa kecil. Dia memperhatikan ku lalu bertanya
pada ku mengapa aku tertawa. Aku menjawab bahwa dia sangat lucu karena hingga
bisa lupa membawa bekal nya, dia pun ikut tertawa. ketika aku makan menggunakan
alat makan ku aku tersadar bahwa kami sedang berciuman secara tidak langsung.
Tapi tunggu dulu. Apa mungkin dia sengaja tidak
membawa bekal nya agar dia dapat makan bersama denganku dan ingin di suapi oleh
ku. Akhh tidak mungkin kan. Aku semakin salah tingkah. Ketika aku sedang
bahagia, tiba-tiba datang teman-teman dia dan temanku juga. Mereka berkata
bahwa aku bertingkah seperti istrinya El-kun yang membuat mereka iri.
Waah tidak. jangan begitu. aku semakin bahagia
dan salah tingkah. Ooohh tidak. saat aku melamun El-kun menegur ku dan
mengatakan ke mereka bahwa mereka juga kenapa tidak melakukan seperti yang aku
lakukan ke dia, hhmm mungkin dia malu, heheh, padahal dia tak perlu malu-malu
begitu. Hhahah.
Mereka akhirnya melakukan apa yang kami lakukan
akan tetapi mereka malah bertengkar, heheh aku jadi tertawa saja. Bel masuk pun
telah berbunyi dan kami masuk ke kelas masing-masing. 3 bulan telah berlalu
dengan kegiatan yang biasa kami lakukan. Waktu ujian tengah semester telah di
umumkan dan kami mulai mengerjakan nya. Aku mengerjakan semua soal yang telah
diberikan, setelah selesai waktu istirahat pun tiba. aku bergegas ke kelas
El-kun untuk memberi nya bekal dan makan bersama. Akhh senang nya, setelah
sampai di kelas nya, kami pergi ke atap, kami makan bersama dengan yang lainnya
karena teman-teman yang lain ikut.
Kami mulai berbincang-bincang, mereka membahas
tentang ujian tadi. Mereka mengatakan bahwa ujian tadi sangat sulit, mereka pun
juga bertanya padaku apakah aku dapat mengerjakan ujian nya atau tidak, aku
bilang bahwa ujian tadi tidak begitu sulit dan dapat mengerjakannya semua. Lalu
ada yang bertanya pada El-kun bagaimana dengan ujian nya, teman El-kun membalas
nya tidak mungin kelas F ada yang mengerjakan soal ujian yang sulit tadi. Oh
tidak, kasihan El-kun. Aku jadi merasa tidak enak. Seharusnya aku mengerjakan
soal ujian tadi dengan tidak sungguh-sungguh agar membuat El-kun tidak berkecil
hati. Akkh aku jadi kasihan.
bel
masuk berbunyi. kami masuk ke kelas masing-masing hingga waktu pulang telah
tiba dan semua murid pulang ke rumah nya masing-masing. 1 minggu pun telah
berlalu dan waktunya hasil ujian kemarin dibagikan. Aku berjanji akan membuat
El-kun senang dan tidak berkecil hati. Aku pasti akan menghiburnya. Aku
berangkat bersama dengan dia ke sekolah. Sesampainya di sekolah aku bergegas
mencari nama El-kun, semoga dia mendapat nilai yang bagus.
Ketika aku mencari dari urutan teratas, aku
sangat terkejut, ternyata El-kun berada di Ranking teratas, ranking 1. Waah
hebat sekali, aku melihat bahwa aku hanya di ranking 10, mungkin aku harus
belajar kembali. Aku segera mencari El-kun untuk memberitahu nya. aku melihat
bahwa dia juga sedang mencari namanya, akhh lucunya, dia tidak tau bahwa dia
berada di ranking atas. Aku segera menghampirinya lalu menarik lengannya. Aku
memberitahu bahwa dia sangat pintar, dia kebingungan. Aku menunjukan tempat
nama dia. Dia sangat terkejut. Setelah melihat itu semua anak-anak murid
memperhatikan El-kun, oh tidak dia menjadi bahan perhatian, aku menarik dia
__ADS_1
untuk segera masuk ke kelas.