Regalius Ace {R.A}

Regalius Ace {R.A}
Epilog (Salah Satu Sifat Elusyan)


__ADS_3

Epilog (salah


satu sifat Elusyan)


Aku pun menghampiri


mereka.”Meisya-san, apa yang telah terjadi.?” Tanyaku berpura-pura.


“Elusyan-kun, maafkan aku. Aku telah membiarkan Seishun di tangkap serta di


sandera oleh mereka.” Jawab Meisya dengan menunjuk kearah orang yang sedang


menyekap temanya. “aku lihat yang sedang berhadapan dengan kami ada 3 orang


dari kelas 12. 1 wanita penyihir dan 2 pria manusia.” Hm jadi kau adalah


Elusyan yang sering di perbincangkan itu.?” Tanya salah satu manusia dari


mereka “iya itu benar. Perkenalkan namaku adalah Elusyan Vin Gabriielin,


seseorang anak kelas F yang telah menjadi bahan perbincangan di akademi ini.”


Kata ku sambil memperkenalkan diri


“hmm sombong juga kau kelas 10 F,


berani nya memperkenalkan diri dengan santai di saat seperti ini.?” Kata salah


satu seorang manusia yang menyekap teman 1 regu ku. “Vin-san, Meisya-san tolong


aku, aku mohon.” Kata Seishun yang disekap oleh mereka.”hwuaahahahah, tidak


mungkin mereka dapat menyelamatkan mu. Jika kalian ingin menyelamatkan orang


ini. Kalian harus menyerah dan bunuh diri di ujian ini, bagaimana.? Jika kalian


menyerah kami tidak akan menyiksa kalian. Hwuahahahah.” Kata manusia yang


menyekap teman regu ku dengan tertawa. “kamu yang disana, bertahan lah.” Kata


ku dengan menenangkan nya.


“Bang” aku menyerang orang menyekap


serta teman regu ku yang ikut disekap, aku menyerang tepat di jantung nya


hingga menembus jantung orang yang sedang menyekap nya serta membuat lubang


diantaranya. akhirnya tubuh mereka berdua menghilang   “apa.?” Teriak kakak kelas kami. “ apa yang


kau lakukan.? Bukankah dia itu teman kau bodoh.?” Tanya salah satu kakak kelas

__ADS_1


ku. aku lihat Meisya terlihat biasa saja dan tidak terkejut sama sekali. Hhmm


sepertinya ada sesuatu pada anak ini, aku baru ingat bahwa pertama kali aku


melihat nya pun dia memiliki aura pembunuh yang mengerikan


“akhirnya kau melakukannya juga


Elusyan-kun, akkhh. Merepotkan sekali. Tadinya aku ingin menghabisinya, akan


tetapi aku harus terlihat anggun di mata mereka. Akhh, akting yang


menyebalkan.” Kata Meisya kepadaku. “ hey kalian berdua, jika ingin menipu ku


apalagi Elusyan-kun, sebaiknya dengan cara yang benar-benar teliti serta


cerdas, kalian kira dapat menipu kami dengan cara yang seperti itu, haha, bodoh


sekali. Kalian terlalu banyak membuat kesalahan.” Kata Meisya lagi.  “apa maksudmu hah.? Kami tidak mengerti.


Menipu.? Apa kalian bodoh.? untuk apa kami menipu kalian dengan cara menyekap


teman kalian. Bodoh sekali.” Jawab salah satu kakak kelas


Aku langsung berada diantara mereka


berdua dengan menggunakan cara yang sama saat aku membunuh kedua teman mereka


di markas nya. “Bang” aku menyerang mereka, akan tetapi mereka dengan cepat


temannya. Disaat mereka menghindari seranganku, tiba-tiba ada lingkaran sihir


yang berada dibawah mereka, mereka pun terkejut. Lingkaran sihir itu


mengeluarkan rantai panjang serta mengikat mereka berdua. “locked chain” Meisya


menggunakan sihir nya untuk mengikat mereka berdua.


“apa.? Tidak mungkin, bagaimana mungkin


ini bisa terjadi.? Sialan” kata salah satu dari mereka. “hmm tak kukira kelas


yang sangat di unggulkan  oleh sekolah


ini dapat terpojok begini, bukankah kalian sangat menyombongkan akan keuatan


kalian.? Tapi lihatlah apa yang terjadi. 3 dari kalian sudah terbunuh, dan


mungkin sekarang menjadi 5, waahh senang nya jika dapat menghancurkan harga


diri dari seseorang yang sangat sombong, hmm tak tertahankan. Nee, kalian lebih

__ADS_1


suka disiksa atau langsung mati saja.? Akan kuberi waktu 5 detik,, naaahh silahkan


cepat memilih.” Jawab ku pada mereka. “apa.? 3 katamu.? Bukankah kau baru saja


membunuh 1 rekan kami hah.?” Jawab mereka


“oh itu, aku telah membunuh 2 rekan


kalian yang sedang menjaga markas kalian, akkhh sebenarnya aku ingin meyiksa


mereka hingga mereka hancur berkeping-keping. Senang nya jika dapat


menghancurkan harga diri mereka yang sangat sombong itu. Oh ya aku hitung ya.


1.,2.3.” jawab aku sambil mulai berhitung “tunggu bagaimana bisa.? Mereka


meskipun begitu tak akan mudah dikalahkan, kau hanya menggertak hahaha dasar


bodoh.” Kata mereka sambil mentertawakan ku. “hooo.. jadi kalian tidak percaya


ya, hmm seandainya jika di ujian ini benar-benar mati dan tidak menghilang,


mungkin aku akan membawa oleh-oleh untuk kalian,, hhmm seperti kepala rekan kalian.


Hahah,, tapi sayang sekali aku tidak bisa melakukan nya, oh ya 4.. 5?” jawab ku


dengan selesai berhitung serta memasang wajah yang mengerikan. “akkh sayang


sekali waktu kalian sudah habis,, naah hmm bagaimana ini. Apa yang harus aku


lakukan ya. Sungguh tidak menyenangkan jika langsung membunuh kalian. Akkhh aku


punya ide, bagaimana jika kuhancurkan kebanggan kalian dengan sedikit


mengeluarkan kekuatanku. Akh itu benar.” Kata ku kepada mereka.


Mereka tidak percaya dan


menganggapku seperti menggertak mereka. “akkhh sudah kuduga dia akan seperti


itu, sudah 2 tahun lama nya terakhir aku melihat wajah nya yang seperti itu


lagi.  tapi dengan inilah aku sangat


ingin menjadi alat nya dan ingin berguna baginya.” Dalam fikir Meisya. “ nee


Meisya-san, bagaimana jika kita keluarkan sihir tingkat tinggi untuk


menghacurkan markas nya.? Bagaimana?” tanyaku pada meisya. “sihir apa, bukankah


jarak nya lumayan jauh, berarti menggunakan mana yang sangat besar.” Jawab nya

__ADS_1


padaku. “hooo, jadi kau tidak bisa.? Tentu saja kita akan menggunakan sihir


Explosion tingkat tinggi. Bagaimana.? Apa kau bisa.?” Tanya ku padanya.


__ADS_2