
Epilog (salah
satu sifat Elusyan)
Aku pun menghampiri
mereka.”Meisya-san, apa yang telah terjadi.?” Tanyaku berpura-pura.
“Elusyan-kun, maafkan aku. Aku telah membiarkan Seishun di tangkap serta di
sandera oleh mereka.” Jawab Meisya dengan menunjuk kearah orang yang sedang
menyekap temanya. “aku lihat yang sedang berhadapan dengan kami ada 3 orang
dari kelas 12. 1 wanita penyihir dan 2 pria manusia.” Hm jadi kau adalah
Elusyan yang sering di perbincangkan itu.?” Tanya salah satu manusia dari
mereka “iya itu benar. Perkenalkan namaku adalah Elusyan Vin Gabriielin,
seseorang anak kelas F yang telah menjadi bahan perbincangan di akademi ini.”
Kata ku sambil memperkenalkan diri
“hmm sombong juga kau kelas 10 F,
berani nya memperkenalkan diri dengan santai di saat seperti ini.?” Kata salah
satu seorang manusia yang menyekap teman 1 regu ku. “Vin-san, Meisya-san tolong
aku, aku mohon.” Kata Seishun yang disekap oleh mereka.”hwuaahahahah, tidak
mungkin mereka dapat menyelamatkan mu. Jika kalian ingin menyelamatkan orang
ini. Kalian harus menyerah dan bunuh diri di ujian ini, bagaimana.? Jika kalian
menyerah kami tidak akan menyiksa kalian. Hwuahahahah.” Kata manusia yang
menyekap teman regu ku dengan tertawa. “kamu yang disana, bertahan lah.” Kata
ku dengan menenangkan nya.
“Bang” aku menyerang orang menyekap
serta teman regu ku yang ikut disekap, aku menyerang tepat di jantung nya
hingga menembus jantung orang yang sedang menyekap nya serta membuat lubang
diantaranya. akhirnya tubuh mereka berdua menghilang “apa.?” Teriak kakak kelas kami. “ apa yang
kau lakukan.? Bukankah dia itu teman kau bodoh.?” Tanya salah satu kakak kelas
__ADS_1
ku. aku lihat Meisya terlihat biasa saja dan tidak terkejut sama sekali. Hhmm
sepertinya ada sesuatu pada anak ini, aku baru ingat bahwa pertama kali aku
melihat nya pun dia memiliki aura pembunuh yang mengerikan
“akhirnya kau melakukannya juga
Elusyan-kun, akkhh. Merepotkan sekali. Tadinya aku ingin menghabisinya, akan
tetapi aku harus terlihat anggun di mata mereka. Akhh, akting yang
menyebalkan.” Kata Meisya kepadaku. “ hey kalian berdua, jika ingin menipu ku
apalagi Elusyan-kun, sebaiknya dengan cara yang benar-benar teliti serta
cerdas, kalian kira dapat menipu kami dengan cara yang seperti itu, haha, bodoh
sekali. Kalian terlalu banyak membuat kesalahan.” Kata Meisya lagi. “apa maksudmu hah.? Kami tidak mengerti.
Menipu.? Apa kalian bodoh.? untuk apa kami menipu kalian dengan cara menyekap
teman kalian. Bodoh sekali.” Jawab salah satu kakak kelas
Aku langsung berada diantara mereka
berdua dengan menggunakan cara yang sama saat aku membunuh kedua teman mereka
di markas nya. “Bang” aku menyerang mereka, akan tetapi mereka dengan cepat
temannya. Disaat mereka menghindari seranganku, tiba-tiba ada lingkaran sihir
yang berada dibawah mereka, mereka pun terkejut. Lingkaran sihir itu
mengeluarkan rantai panjang serta mengikat mereka berdua. “locked chain” Meisya
menggunakan sihir nya untuk mengikat mereka berdua.
“apa.? Tidak mungkin, bagaimana mungkin
ini bisa terjadi.? Sialan” kata salah satu dari mereka. “hmm tak kukira kelas
yang sangat di unggulkan oleh sekolah
ini dapat terpojok begini, bukankah kalian sangat menyombongkan akan keuatan
kalian.? Tapi lihatlah apa yang terjadi. 3 dari kalian sudah terbunuh, dan
mungkin sekarang menjadi 5, waahh senang nya jika dapat menghancurkan harga
diri dari seseorang yang sangat sombong, hmm tak tertahankan. Nee, kalian lebih
__ADS_1
suka disiksa atau langsung mati saja.? Akan kuberi waktu 5 detik,, naaahh silahkan
cepat memilih.” Jawab ku pada mereka. “apa.? 3 katamu.? Bukankah kau baru saja
membunuh 1 rekan kami hah.?” Jawab mereka
“oh itu, aku telah membunuh 2 rekan
kalian yang sedang menjaga markas kalian, akkhh sebenarnya aku ingin meyiksa
mereka hingga mereka hancur berkeping-keping. Senang nya jika dapat
menghancurkan harga diri mereka yang sangat sombong itu. Oh ya aku hitung ya.
1.,2.3.” jawab aku sambil mulai berhitung “tunggu bagaimana bisa.? Mereka
meskipun begitu tak akan mudah dikalahkan, kau hanya menggertak hahaha dasar
bodoh.” Kata mereka sambil mentertawakan ku. “hooo.. jadi kalian tidak percaya
ya, hmm seandainya jika di ujian ini benar-benar mati dan tidak menghilang,
mungkin aku akan membawa oleh-oleh untuk kalian,, hhmm seperti kepala rekan kalian.
Hahah,, tapi sayang sekali aku tidak bisa melakukan nya, oh ya 4.. 5?” jawab ku
dengan selesai berhitung serta memasang wajah yang mengerikan. “akkh sayang
sekali waktu kalian sudah habis,, naah hmm bagaimana ini. Apa yang harus aku
lakukan ya. Sungguh tidak menyenangkan jika langsung membunuh kalian. Akkhh aku
punya ide, bagaimana jika kuhancurkan kebanggan kalian dengan sedikit
mengeluarkan kekuatanku. Akh itu benar.” Kata ku kepada mereka.
Mereka tidak percaya dan
menganggapku seperti menggertak mereka. “akkhh sudah kuduga dia akan seperti
itu, sudah 2 tahun lama nya terakhir aku melihat wajah nya yang seperti itu
lagi. tapi dengan inilah aku sangat
ingin menjadi alat nya dan ingin berguna baginya.” Dalam fikir Meisya. “ nee
Meisya-san, bagaimana jika kita keluarkan sihir tingkat tinggi untuk
menghacurkan markas nya.? Bagaimana?” tanyaku pada meisya. “sihir apa, bukankah
jarak nya lumayan jauh, berarti menggunakan mana yang sangat besar.” Jawab nya
__ADS_1
padaku. “hooo, jadi kau tidak bisa.? Tentu saja kita akan menggunakan sihir
Explosion tingkat tinggi. Bagaimana.? Apa kau bisa.?” Tanya ku padanya.