Reinkarnasi Sang Mafia

Reinkarnasi Sang Mafia
Eps.2


__ADS_3

didalam paviliun bernuansa pink. seorang gadis dengan Hanfu putih tengah mondar mandir. ya, gadis itu adalah-Xia Re. ia masih bergelut dengan pikirannya.


"Shizu, kenapa dengan Nona?" bisik Shuzu.


"entah!" jawab Shizu datar.


'bagaimana caraku kembali ke zamanku? apakah setelah pembalasan dendam Xia Re, baru aku bisa kembali?' batinnya.


"aku tau!"


"Eh!!!"


Xia Re melirik kesana kemari mencari sumber suara.


"siapa itu!" ujarnya. Shizu dan Shuzu saling berpandangan.


"Nona, Nona kenapa?" tanya Shuzu.


"aish, sudahlah." Xia Re menghela nafas kasar.


manik elangnya manatap sekelilingnya. paviliunnya ini menurutnya sangat tidak enak dipandang. hampir semua berwarna pink.


"Shuzu aku ingin kau mencari barang yang aku tulis di kertas ini" ujarnya sembari menyerahkan selembar kertas.


'yang terpenting sekarang adalah, melatih tubuh lemah ini, dan juga wajah jelek ini!'


"Baik, Nona" Shuzu membukukan badannya sedikit, lalu mengambil selembar kertas itu.


"Shuzu izin pamit"


"hm"


sekarang tinggallah dirinya dan Shizu.


'dalam ingatan pemilik tubuh, Shuzu dan Shizu, dayang yang menghormati dan menghargai nya.'


"Shizu aku ingin kau, membuang semua barang berwarna pink ini, sangat menjijikkan. ganti semua dengan warna Merah, hitam dan Silver."


"Baik, Nona"

__ADS_1


"Shizu izin undur diri"


"hm"


setelah kepergian Shizu, Xia Re menghempaskan tubuhnya keranjang.


"Hufh... kehidupan Xia Re dan diriku sebelas dua belas ternyata" gumamnya.


"aku harus segera mencari cara agar bisa membalaskan dendamnya."


"aku bisa membantumu"


lagi-lagi suara itu terdengar kembali. Xia Re merasa ada seseorang mendekat kearahnya, ia pun bangkit dari ranjangnya dan bersiap menyerang, tapi...


"Eh!? Zhang Fang ku!?" kagetnya.


"aku tidak menyangka, Zhang Fang ku juga ikut kezaman menyebalkan ini" ujarnya gembira sembari memeluk kipas Zhang Fang nya.


kipas Zhang Fang adalah, senjata yang ia buat sendiri. beratnya 575 kg. senjata terhebat yang pernah Keyla buat.


ia kembali waspada. "siapa itu!" tegasnya lagi.


"siapa kau makhluk kecil!"


"siapa yang kau panggil makhluk kecil? aku adalah sistemmu, Tong Tong." ujarnya terlihat kesal.


"Gentong?" gumam Xia Re yang masih bisa terdengar.


"apa kau bilang!!! namaku Tong Tong lah!!"


"oh. The point!"


"aku adalah sistem imutmu, aku akan membantumu kembali kezamanmu!"


"apa!!!"


"tidak usah berteriak!!!"


"baiklah."

__ADS_1


"Kau bisa kembali kezamanmu jika kau bisa menyelesaikan misi-misi mu dengan baik." jelas Tong Tong.


"misi? pasti salah satu misi tersebut adalah membalaskan dendam Xia Re, mengungkap kematian ibu dan adik Xia Re?" Tong Tong tertegun mendengarnya. bagaimana tuannya ini bisa tau?


"ekkem.. tuan anda sangat bijak." Xia Re tersenyum bangga mendengar pujian Tong Tong.


"Hahaha... tentu saja aku bijak. aku adalah, Keyla Abraham. ketua mafia Roflein." ujarnya bangga.


sekarang giliran Tong Tong yang tertawa. Xia Re menatap datar Tong Tong, lalu berkata. "kenapa kau tertawa?"


"hahaha... seorang ketua mafia yang mati ditangan sahabat dan tunangannya sendiri, Hahahaha...." ujar Tong Tong sembari tertawa mengejek.


Xia Re menatap kesal Tong Tong.


"sudah selesai tertawanya!?" ujarnya dingin. Tong Tong pun berhenti tertawa.


"ekehm... apa yang kau katakan memang benar, tuanku. salah satu misimu adalah membalaskan dendam Xia Re, mengungkap kematian ibu dan adik Xia Re."


"lalu?"


"untuk misi lainnya tidak bisa diberi tahukan. harus menyelesaikan misi ini dahulu" Xia Re yang mendengar ucapan Tong Tong hanya berdecak kesal.


"kal--" belum sempat Xia Re berucap, Shuzu masuk begitu saja.


"ma-maaf, Nona. Shuzu tidak bermaksud lancang. Shuzu tidak akan mengulanginya lagi." ujarnya sembari bersujud.


Xia Re menghela nafas panjang, lalu berkata. "bangunlah, Zu. bagaimana? apa kau sudah membawa barang yang aku perintahkan?"


"sudah, Nona."


"bagus. kau kerjakan kembali tugasmu!"


"emmm.. anu, Nona." cicit Shuzu. Xia Re menatap Shuzu bingung.


"ada apa, Zu?"


"sebelumnya Shuzu meminta maaf bukan ingin bermaksud lancang. tadi, Nona berbicara dengan siapa?" tanyanya ragu.


"aku..."

__ADS_1


__ADS_2