
Di dalam ruang bawah tanah kediaman Xia. Hyoung Sensei, Xia Mo Jensong dan Xia Jensung tampak mengintrogasi beberapa pembvnvh.
"Aku tanya sekali lagi, siapa yang telah membayar kalian untuk mencelakai adik sepupuku!"
"Kami sudah menjawab nya, bukan? Kami adalah orang bayaran tuan muda Mo Kai!"
Hyoung Sensei berdecih mendengar jawaban itu lagi.
"Kalian kira aku bodoh?"
Hyoung Sensei menatap rendah sekelompok pembvnvh yang sengaja di ikat di dinding.
"Algojo!"
Beberapa pria bertubuh tegap menghampiri para pembvnvh yang di ikat di dinding.
"Jangan berhenti sampai mereka berkata jujur."
"Baik, Tuan muda."
Dua Algojo masing-masing memegang kaki para pembvnvh di kanan dan kiri. Kemudian secara bersamaan menarik masing-masing kaki itu secara berlawanan.
Aaaaakkkhhh!!
Para pembvnvh berteriak kesakitan, bahkan ada beberapa yang langsung kakinya sobek dan putus.
"Sensei-ge sangat menakutkan," bisik Xia Jensung kepada Xia Mo Jensong yang di tanggapi anggukan.
__ADS_1
Di sisi lain, Xia Re tersenyum tipis melihat kakak sepupu nya dari layar sistem.
"Tuanku, durasi sudah selesai." Seru Tong Tong mematikan layar sistemnya.
Xia Re tersenyum masam. "Tong Tong! Kau sistem payah! Aku menukar poinku begitu banyak! Tapi durasi layar itu begitu sedikit!"
Tong Tong memajukan bibirnya. "Tuan... Ini barang mahal di sistem, jika Anda masih ingin melihat layar sistem, Anda perlu kembali mengeluarkan poin,"
Xia Re memutar bola matanya malas. "Sudahlah, aku akan pergi ke ruang bawah tanah."
Baru saja bangun berdiri, Xia Re mendesis ketika merasakan perih di perut nya.
"Keyla, apa kau lupa? Kau ini sedang terluka!" Tegur Xiahantu.
"Benar, Tuan. Bagaimana jika Anda membeli salep pengobatan di sistem?"
"Benar. Gadis kecilku tidak mungkin lemah,"
Xia Re, Tong Tong dan Xiahantu menatap ke sumber suara. Xia Re mengerutkan keningnya, melihat kehadiran laki-laki bertopeng di luar jendela kamarnya.
"Kau?"
Lee Taeyeon Jin melompat masuk ke dalam kamar Xia Re dari jendela.
"Gadis kecilku, aku mendengar jika kamu di lukai... Sebagai tanda maafku karena tidak melindungi mu, aku membawakanmu salep untuk lukamu,"
Xia Re meraih botol berisi salep dari laki-laki bertopeng di depannya, tapi dengan cepat kembali mengembalikannya.
__ADS_1
"Tidak perlu, aku lebih baik membeli salep dari teman ku,"
Tong Tong tersenyum lebar mendengar ucapan Tuan nya. Namun, tidak dengan laki-laki bertopeng, yang sekilas menampilkan wajah dinginnya.
"Gadis kecilku, salep ini lebih berkhasiat daripada salep temanmu itu, pastinya. Dan, aku juga yang akan mengoleskan nya pada luka mu,"
Xia Re membelak, begitu juga Xiahantu dan Tong Tong yang mendengar itu.
"Dasar mesum!"
Xia Re memukul lengan Lee Taeyeon Jin, tapi ketika hendak kembali memukul, Lee Taeyeon Jin lebih dahulu menangkap tangan nya.
Sepasang mata itu saling mengunci, cukup lama sebelum Xia Re menarik kembali tangannya dan memutuskan kontak.
"Apa yang kau lakukan di sini? Ini sudah malam, dan aku masih memiliki beberapa urusan."
"Aku ingin melihat keadaan mu, Key,"
Xia Re kembali menatap ke arah laki-laki bertopeng di depannya.
"Ada yang ingin aku tanyakan padamu,"
Lee Taeyeon Jin tersenyum lembut, kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Xia Re.
"Bertanya lah... Aku akan menjawab nya."
Xia Re diam sesaat. Memejamkan matanya sembari menarik nafas dan mengeluarkan kannya perlahan.
__ADS_1
"Apa alasan ku berada di zaman ini?