Reinkarnasi Sang Mafia

Reinkarnasi Sang Mafia
Eps.56


__ADS_3

"RERE!!!" Teriak sikembar dan Hyoung Sensei bersamaan


"Dasar J4lang! Ini pasti ulahmu!!!"


'plakk'


"Ibu!!!" Teriak Xia Rang seraya berjalan kearah ibunya, Gong Rong.


Gong Rong memegangi pipinya yang terasa panas dan perih.


"Jaga bicaramu, selir Gong!!!" Titah Xia Fang.


"Cucuku, kau baik-baik saja?" Ujar Xia Tong khawatir.


Xia Re terkekeh kecil, ia tersenyum devil kearah Gong Rong.


'plakk'


'plakk'


Dua tamparan Xia Re layangkan. Ia menatap tajam Gong Rong lalu mencekik lehernya.


"Berani sekali tangan kotormu menyentuh wajah cantikku!!!" Ujar Xia Re geram.


Semua orang dibuat terkejut dengan apa yang dilakukan Xia Re.


Gong Rong, manusia itu mencoba melepaskan cekikan Xia Re.


"Xia Re, apa yang kau lakukan! Lepaskan ibuku!!!" Ujar Xia Rang seraya mencoba melepaskan tangan Xia Re yang tengah mencekik leher ibunya.


"Lepaskan? Hahahaha..." Xia Re tertawa kencang, ia semakin kencang mencekik leher Gong Rong.


"Rere, hentikan!!!" Perintah Xia Jensung.


Xia Re melepaskan cekikannya, ia membuang mukanya.


"Uhuk... Uhuk..."


"Ibu, kau baik-baik saja?" Ujar Xia Rang seraya memegangi ibunya.


"Xia Re, kau--"


"Cukup!!! Selir Gong. Kau aku hukum, jangan keluar dari kediamanmu selama 1 bulan." Gong Rong membelalakkan matanya, ia menatap tidak percaya Xia Fang.


"Tapi--"


"Ini hukuman untukmu!" Ujar Xia Fang dingin.


"Sudahlah, ibu. Kita balas Xia Re lain hari saja." Bisik Xia Rang pada ibunya.


Gong Rong mengangguk.


"Rere, kau baik-baik saja?" Tanya Hyoung Sensei.


Xia Re memutar bola matanya malas.


"Aku baik-baik saja. Aku akan kembali kekediaman ku." Ujar Xia Re seraya pergi meninggalkan mereka.


"Keyla, bersabarlah. Kau jangan terburu-buru!" Ujar Xiahantu seraya terbang disamping Xia Re.


"Aku tidak terburu-buru. Kau tenang saja, aku tidak akan membiarkan Gong Rong mati dengan mudah. Aku akan membunuhnya secara perlahan." Ujar Xia Re dengan senyum ala Pyscopath nya.


Xiahantu dan Tong Tong yang baru saja muncul bergidik ngeri.


"Aura pembunuh." Gumam kedua makhluk beterbangan itu.


Xia Re tersenyum tipis lalu membalikkan badannya menatap kedua makhluk beterbangan itu.


"Benar! Aura membunuh ku muncul. Aku sedang ingin membunuh, bagaimana jika..." Xia Re menatap makhluk beterbangan itu dengan tatapan ingin membunuh.


"Bagaimana jika kalian--"


"Keyla, aku harus pergi ke neraka. Babay..." Ujar Xiahantu seraya pergi menghilang.

__ADS_1


Kini Xia Re beralih menatap Tong Tong. Tampak makhluk imut itu bingung berfikir.


"Tong Tong..." Panggil Xia Re.


"Tuan, saya lupa. Saya harus menyelamatkan ikan yang tenggelam. Saya pergi dulu!!!" Teriak Tong Tong seraya pergi menghilang.


"Hahahaha..."


Bukan. Bukan Xia Re yang tertawa. Xia Re mengalihkan pandangannya menatap kearah pohon didepan kediamannya didekat tembok.


"Kau!!!"


Fan Zui. Putra Mahkota kerajaan Fan (Selatan) itu tengah memandang bulan dari balik jendela dikamarnya.


Senyum manis terukir indah diwajahnya. Sungguh, wajah cantik nan manis Xia Re masih terus terbayang dibenaknya. Kulit putih, hidung mancung, bibir tipis dan manik tegas. Sungguh sangat cantik.


"An Nying, kau sudah menyiapkan apa yang aku perintahkan?" Ujarnya pada bawahan setianya itu.


An Nying mengangguk seraya mengeluarkan kotak.


"Ini yang anda perintahkan, Yang Mulia." Ujar An Nying seraya menyerahkan koyak tersebut dengan sopan.


"Bagus. Kau boleh pergi." Ujar Fan Zui.


An Nying mengangguk dan pergi dari kediaman majikannya itu.


-Kediaman Xia Re


Dikamar Xia Re...


Gadis itu menatap tajam Laki-laki bertopeng yang dengan santainya rebahan di atas ranjangnya.


"Berhenti menatapku, aku tau. Aku tampan." Ucap laki-laki bertopeng itu percaya diri.


Xia Re mendatarkan wajahnya.


"Percaya diri sekali anda." Cibir Xia Re.


Laki-laki bertopeng itu bangun berdiri dan berjalan mendekati Xia Re.


"Percaya diri sekali anda, Nona. Saya hanya ingin memakan buah ini."


"Apa kau mengira aku akan memakanmu, hm?" Ujar laki-laki bertopeng itu seraya mengambil buah-buahan yang berada diatas meja dekat Xia Re berada.


Astaga, Tuhan. Wajah Xia Re sudah merah padam. Ingin sekali dirinya menghilang dari hadapan laki-laki didepannya itu.


"Hahahaha.... Lihatlah wajahmu, Key... Hahahaha..." Tawa Xiahantu dari jendela.


"Benar. Tuan, anda sangat percaya diri. Oh, tidak. Apa anda berharap laki-laki itu memakan anda!?" Ujar Tong Tong.


Wajah Xia Re semakin merah padam. Sementara, Xiahantu dan Tong Tong semakin tertawa.


"Sudahlah. Sebenarnya, apa yang membuatmu kemari?" Ujar Xia Re The poin.


Laki-laki bertopeng itu menundukkan dirinya dikursi sampingnya.


"Tidak sopan berbicara seperti itu dengan jodoh anda, Nona."


Xia Re mengepalkan tangannya menahan esmosi. Eh, maksudnya Emosi.


"ekhem... maksud saya, ada apa anda kemari JO.DOH.KU!!!" ujar Xia Re penuh penekanan diakhir kata.


'pfff..."


oh, astaga. ingin sekali Laki-laki bertopeng itu tertawa sekarang juga. namun, ia tahan. Imejnya bisa-bisa hancur:v


"aku akui, kau memang hebat! sayang. namun, kau terlalu ceroboh." ujar laki-laki bertopeng itu seraya memakan buah anggur. kebetulan dia menggunakan topeng yang tidak menutupi bibir tipis sexynya.


"maksudmu?" tanya Xia Re bingung.


"jika tadi hanya Xia Rong saja yang rusak pakainnya. tentu itu akan mempersulit dirimu, kau juga pasti akan diintrogasi. tapi, jodohmu yang tampan dan hebat ini tentu saja tidak akan membiarkan dirimu--"


"kau tidak tampan dan hebat!" potong Xia Re.

__ADS_1


"Keyla ku sayang. apa kau rabun, aku ini sangat tampan dan hebat."


"cih, bagaimana bisa aku tau jika kau tampan. kau saja memakai topeng!"


laki-laki bertopeng itu terkekeh.


"kau benar juga." ujarnya.


Xia Re memutar bola matanya malas.


"jika sudah. silahkan pergi." usir Xia Re.


"yakin ingin aku pergi. nanti kangen." goda laki-laki bertopeng itu.


Xia Re mendelik, ia menatap tajam laki-laki yang tengah duduk didepannya.


"pergi atau aku bunuh kamu!!!" ujar Xia Re seraya mengeluarkan Zhang Fangnya.


"Keyla, jangan galak-galak! nanti kalau dia pergi, kau kangen." ujar Xiahantu.


"ya! tuan. tuan pernah dengar ini tidak.... ekhem... ekhem... jangan rindu, rindu itu berat. kamu gak akan kuat." setelah mengatakan itu. Tong Tong dan Xiahantu tertawa kencang.


"Hahahaha...."


Xia Re mendengus kesal.


"Pergi!!!!!" titahnya.


dengan senyum manis. Lee Taeyon Jin, laki-laki bertopeng itu pergi dari kamar Xia Re.


"jangan rindu sayang!!!"


"Gak akan!!!!"


Xia Re beralih menatap tajam dua makhluk beterbangan itu.


"ku robek mulut kalian, Baru tau!!!" ancam Xia Re. seketika kedua makhluk beterbangan itu terdiam.


-Paviliun Anggrek (Kediaman Pangeran Putra Mahkota Lee Taeyon Jin)


Lee Taeyon Jin, laki-laki berwajah tampan bak dewa itu sedari tadi hanya senyum-senyum sendiri. ketiga bawahannya saja sampai bingung kenapa. yang pasti... pasti ada hubungannya dengan Xia Re.


"Baiklah. jadi, apa laporan kalian." mendadak suasana menjadi dingin.


ketiga bawahan Lee Taeyon Jin membuka Jubah mereka.


"lapor, tuan. besok pangeran Fan Zui akan pergi kekediaman menteri Xia untuk memberikan hadiah pada Nona Xia Re." lapor salah satu dari mereka.


Lee Taeyon Jin tersenyum miring.


"memberikan hadiah? ya?" gumamnya.


"terus awasi dia..."


"An Nying!" ujar Lee Taeyon Jin.


An Nying, bawahan Lee Taeyon Jin mengangguk. benar, dia adalah orang suruhan pangeran Lee Taeyon Jin.


Lee Taeyon Jin beralih menatap seseorang disamping An Nying.


"terus jaga dan awasi gadis kecilku. dan, juga... berhati-hatilah, gadis kecilku sudah mulai mencurigai mu, Shizu!"


Shizu, dayang pribadi Xia Re mengangguk paham. dia juga orang suruhan pangeran Lee Taeyon Jin.


"baik, Tuan."


Lee Taeyon Jin beralih menatap satu bawahannya lagi.


"ini laporan tentang Meiliang, Tuan." ujar Xi'O, bawahan Lee Taeyon Jin.


Xi'O berjalan kearah tuannya itu seraya menyerahkan selembar kertas laporan.


Lee Taeyon Jin memulai membaca laporan tersebut. tiba-tiba saja rahangnya mengeras, matanya menatap tajam surat laporan tersebut.

__ADS_1


"Bull$hit!!!" umpatnya.


__ADS_2