
FLASHBACK- (sebelum Xia Re pergi kerumah makan KeyTong)
Xia Re menatap datar pangeran Fan Zui.
Ya! Laki-laki yang bersembunyi di semak-semak dan yang tadi melempar pedang kearah Xia Re adalah Putra mahkota Fan Zui.
Tadinya, Fan Zui hendak kembali kerajaan. Namun, dirinya melihat Xia Re yang tengah berada di paviliun Anggrek sendiri. Dia pun dengan sengaja menguji Xia Re dengan melemparkan pedangnya kearah Xia Re.
"Akkhh!!!" Pekiknya kesakitan kala pedang terbang melayang dan menggores lengannya.
"Putra mahkota!" Sentak Xia Re menatap datar Fan Zui.
Fan Zui keluar dari semak-semak dengan tangan kanan yang memegangi lengan kirinya.
"Apa yang anda lakukan disini yang mulia?"
"Hanya ingin mengunjungimu dan memberikanmu hadiah. Shhh..."
Xia Re melirik kearah lengan kiri Fan Zui yang terluka, lalu berkata.
"Yang mulia, sepertinya lengan Anda terluka. Saya akan memanggil tabib Han kemari." Ucap Xia Re seraya melangkah pergi namun tangannya dicekal oleh Fan Zui.
"Tidak usah, Nona." Cegah pangeran Fan Zui.
"Tapi lengan Anda terluka, yang mulia."
"Tidak, Nona. Saya baik-baik saja."
Xia Re pun mengangguk, lalu mengajak pangeran Fan Zui duduk digazoba dekat paviliun Anggrek.
"Mari, Yang mulia."
"Jadi, apa yang membuat anda kemari, putra mahkota. Tidak mungkin hanya ingin mengunjungiku dan memberiku hadiah, bukan?" Ucap Xia Re.
Fan Zui terkekeh kecil, lalu menatap gemas Xia Re. Sepertinya, dirinya tidak salah memilih Xia Re sebagai PENDAMPING HIDUPNYA.
"Kau benar, Nona." Ucap Fan Zui seraya memetik bunga mawar merah didekat gazebo. "Kedatanganku kesini juga untuk memberitahu padamu, jika pernikahan kita akan dipercepat." Ujar Fan Zui memberikan mawar merah itu pada Xia Re.
Xia Re menolak bunga mawar merah tersebut seraya berkata."Maaf, putra mahkota. Tapi saya tidak menyukai mawar merah, Dan untuk pernikahan itu, saya belum menyetujuinya." Ucap Xia Re dengan tatapan dinginnya.
"Dasar Putra mahkota menyebalkan. Dia asal memutuskan saja, tidak bertanya lebih dulu pada tuanku yang cantik nan hebat ini." Ujar Tong Tong geram.
"Tumben kau baik, Tong?" Tanya Xiahantu penasaran.
"Aku memang baik!" Bangga Tong Tong.
"Tuanku, bagiamana jika anda membeli racun ini. Racun ini dapat membuat wajah pangeran Fan Zui menjadi jelek." Sedetik itu juga Xiahantu mendatarkan wajahnya.
'baik karena ada maksud rupanya...' batin Xiahantu.
Xia Re terkekeh kecil. Fan Zui yang melihat Xia Re tiba-tiba terkekeh mengerutkan keningnya. Apakah ada yang lucu? Pikirnya.
"Nona, saya tau. Ini mungkin terlalu cepat. Tapi, saya tulus mencintaimu, Nona." Ucap Fan Zui.
Xia Re menghela nafasnya pelan, lalu menatap pangeran Fan Zui dengan tatapan yang sulit ditebak.
'Sepertinya aku harus cepat menyingkirkan pangeran Fan Zui ini!' batin Xia Re gemas. Gemas ingin membunuh tentunya!
Flashback off-
__ADS_1
"Tuan... Tuan..." Panggil Tong Tong seraya melambaikan tangan kecilnya didepan wajah Xia Re.
"Tuan, apa anda mendengar sistem imut ini?" Tanya Tong Tong sekali lagi.
Karena kesal, Tong Tong mencubit tangan Xia Re yang dijadikan tumpuan wajah gadis itu.
"Awww... Dasar Gentong!" Kesal Xia Re menatap tajam Tong Tong yang tengah tersenyum bak tanpa dosa.
"Gentong? Xia Re, ini aku. Fan Zhuang yang tampan dan hebat, pangeran kelima dari kerajaan Fan Qin, bagian selatan."
Xia Re tampak gelagapan. Tidak mungkin ia mengatakan jika dirinya berbicara dengan Tong Tong, Sistem cerdas pembimbing nya. Eh! Apa baru saja Xia Re memuji sistem No Akhlak itu?
Xia Re berdehem kecil seraya mengatur mimik wajahnya. Tatapannya tidak lepas dari Sistem yang baru saja membuat dirinya malu.
"Ah, Maafkan aku!" Ucap Xia Re seraya meletakkan kaki kanannya diatas kaki kirinya.
"Nona, Ada apa Nona memanggil Pangeran kelima kemari?" Tanya Luan Xian.
Xia Re menatap Luan Xian sekilas, lalu menatap Fan Zhuang.
"Aku hanya ingin menanyakan keadaan adikku, Xia Rong."
"Bagiamana keadaannya?" Tanya Xia Re.
"Tentang adikmu itu, ya. Dia dan putri bangsawan lainnya masih dalam pemeriksaan. Mungkin tiga hari lagi baru diperbolehkan pulang."
Xia Re mengangguk paham mendengar ucapan Pangeran Fan Zhuang.
"Syukurlah jika ADIKKU itu baik-baik saja." Ucap Xia Re menekankan kata ADIKKU.
"Wow... Apakah Tuanku ini merindukan adik tirinya?" Goda Tong Tong.
Xia Re mendatarkan wajahnya. Sungguh, dirinya juga enggan menganggap nenek lampir itu adik, meski itu adik tiri🙄
"Ada."
"Apa itu, Nona?" Tanya Luan Xian.
Xia Re melirik kearah sekitarnya, lalu mendekatkan wajahnya.
"Apa kau mengenal Me Fu' an?" Lirih Xia Re.
"Me Fu'an?" Beo Pangeran Fan Zhuang.
"Yang kami kenal hanyalah bibi Me Fu'an, seorang selir kerajaan Barat."
Deg!
Xia Re mencerna apa yang dikatakan Luan Xian. Dirinya harus memperoleh informasi yang lebih banyak.
"Selir kerajaan Barat?" Tanya Xia Re.
"Iya, ada apa kau bertanya tentangnya, Xia Re?" Tanya Fan Zhuang sedikit curiga.
"Aku hanya bertanya. Apa kau kira aku ada niat jahat?" Tanya balik Xia Re datar.
Luan Xian menyenggol lengan Fan Zhuang yang berkesan tidak sopan nada bicaranya.
"Ma-maaf." Ucap Fan Zhuang tak enak.
__ADS_1
Xia Re memutar bola matanya malas.
Dirinya sudah mengetahui dimana Me Fu'an berada, lantas, apa yang harus ia cari tau dikediaman Xia?
Laki-laki bertopeng mesum itu pernah mengatakan padanya, bahwa dirinya akan menemukan informasi dan petunjuk dikediaman Xia. Dan seseorang yang paling Xia Re curigai adalah Selir Fui Fang.
"Apa bibi selir Fu'an mengenal Fui Fang?" Tanya Xia Re ragu.
Luan Xian mengangguk. "Iya, Bibi Me Fu'an pernah mengatakan bahwa dirinya bersahabat dekat dengan nama yang tadi anda sebut, Nona. Bahkan ada satu lagi, jika tidak salah. Namanya--- Ai Xia Re."
Xia Re dan Tong Tong membelakkan mata mereka.
'Be-bersahabat!?' batin Xia Re terkejut.
...
"Wah... Wah... wah... Bukankah ini raja neraka. Ada apa sehingga membuat raja neraka singgah digubukku ini?"
Alfa, laki-laki yang memakai jubah hitam bercorak merah itu menatap datar seorang Dewa didepannya.
"Tapi, sebelumnya aku ingin mengucapkan selamat atas diangkatnya kau sebagai Raja neraka, calon kakak ipar."
Prang!
Lee Taeyeon Jin tersenyum miring melihat emosi Alfa. Bahkan tatapan raja neraka itu sangat tajam dan tak bersahabat.
"Berhenti ikut campur!" Ketus Alfa dengan sorot mata yang tajam.
Lee Taeyeon Jin duduk di kursinya seraya berkata.
"Tidak! Tidak! Aku akan terus ikut campur. Karena dia adalah tanggung jawabku!"
Alfa mencekram kerah baju Lee Taeyeon Jin kuat, ia menatap tajam dewa didepannya itu.
"Dia tanggung jawabku!" Tegas Alfa dengan mata menyala merah.
Lee Taeyeon Jin tersenyum mengejek, lalu berkata. "Apa kau lupa, ayahnya, dewa Malam adalah--"
Buggh!
Satu Bogeman mentah itu dilayangkan diperut Lee Taeyeon Jin.
"Berhenti ikut campur, jauhi keylaku!" Setelah mengucapkan itu Alfa pergi menghilang.
Bukannya kesakitan, Lee Taeyeon Jin justru tertawa.
"Hahahaha... Kau kira aku akan berhenti? Tidak. Tidak akan!" Ucap Lee Taeyeon Jin dingin. Sedingin gebetan:v
...
"Terima kasih!"
"Tidak perlu berterima kasih. Aku melakukan ini bukan tanpa alasan."
"Lantas, apa yang kau inginkan wahai seseorang berjubah?"
"Bunuh Xia Re!"
Seseorang itu tertegun mendengar ucapan seseorang berjubah yang baru saja menyelamatkan dirinya. Tapi tak lama ia menyungging senyum. Karena dirinya juga sangat membenci Xia Re.
__ADS_1
"Aku pasti akan membunuh Xia Re!" Ucapnya
"Harus! Bunuh perempuan itu!"