
"terimakasih yang mulia, maaf merepotkan Anda."
"Ti-tidak apa, Nona. Sama sekali tidak merepotkan."
Xia Re tersenyum manis kearah Pangeran Lee Taeyeon Jin. Jujur, ia sangat gemas dengan tingkah pangeran putra mahkota dari kerjaan barat itu. Namun, ada dua alasan gemasnya.
Satu, ia sangat gemas dengan wajah polos dan tingkah pangeran Taeyeon. Dua, ia sangat-sangat gemas ingin mencubit ginjal pangeran Lee Taeyeon.
Bagaimana bisa? Bagaimana bisa pangeran polos yang menggemaskan itu adalah simesum bertopeng.
Xia Re melirik kearah sampingnya, menatap keluar kereta.
Ya! Keduanya sekarang berada didalam kereta kuda milik pangeran Lee Taeyeon Jin. Tadinya Xia Re menolak untuk diantar pulang, namun, putri dari kerajaan Barat itu memaksa agar dirinya lebih baik diantar kakaknya.
"Yang mulia, rumor yang beredar tentang anda itu salah. Anda adalah orang yang ramah dan manis." Ucap Xia Re sedikit malu.
Oh ayolah, ia sama sekali tidak pernah memuji laki-laki kecuali dia, Alfa. Seseorang yang sangat Keyla cintai, dan seseorang yang amat tega mengkhianati bahkan membunuhnya!
Back to topik
"No-nona, apa kau berfikir seperti itu?" Tanya Lee Taeyeon Jin malu.
Xia Re mengangguk cepat, "benar, yang mulia. Anda sangat ramah dan manis."
Xia Re menatap gemas pangeran Lee Taeyeon Jin yang tampak tersenyum malu. Lucu dan menggemaskan, pikir Xia Re.
"Nona, apa kau tidak merasa jijik denganku? Nona bangsawan lainnya selalu merasa seperti itu. Mungkin, karena aku sangat lemah dan bodoh." Ucap Pangeran Lee Taeyeon Jin dengan mata berkaca-kaca menunduk kebawah.
Sakit. Kenapa Xia Re merasa sakit mendengar dan melihat laki-laki didepannya sedih?
"Tidak Yang Mulia, mereka justru sangat salah menilai anda." Ucap Xia Re seraya mengangkat dagu pangeran Lee Taeyeon Jin agar tidak menunduk.
"Anda adalah orang yang baik dan ramah, Anda jujur dan tidak bermuka dua. Anda lebih baik dari orang yang bermuka dua, dan orang yang hanya bisa mengurusi kehidupan orang lain."
Pangeran Lee Taeyeon Jin tersenyum, tapi sedikit menyeringai.
"Apa Nona Xia berfikir seperti itu?" Tanyanya menatap Xia Re.
Xia Re mengangguk, lalu memalingkan wajahnya seraya menjauh sedikit dari pangeran Lee Taeyeon Jin.
"Hohoho... Tuanku ini, ya. Ck, ck, ck, asal pegang-pegang." Goda Tong Tong.
"Ma-maaf yang mulia, maaf atas kelancangan saya menyentuh anda."
"Ti-tidak apa, Nona." Ucap pangeran Lee Taeyeon Jin juga memalingkan wajahnya malu.
Xia Re tersenyum kikuk, lalu ia memilih menatap kearah lain. Enggan menatap mata bulat yang menenangkan itu.
Xia Re tau apa yang dikatakan laki-laki didepannya itu tidak bohong. Laki-laki itu jujur, terlihat dari mata bulat milik laki-laki itu saat tadi berbicara.
__ADS_1
Apa mungkin itu adalah perasaan pangeran Lee Taeyeon Jin yang asli? Xia Re tau jika jiwa yang berada didalam raga pangeran Lee Taeyeon Jin itu adalah ayah angkatnya, Heaven. Tak salah jika aura yang dikeluarkan laki-laki didepannya itu kuat.
"Maaf mengganggu, Yang Mulia pangeran dan Nona Xia Re. kita sudah sampai dikediaman Xia." Ucap salah seorang pelayan sopan.
"Nona Xia Re, bi-biar saya membantumu."
Pangeran Lee Taeyeon Jin keluar lebih dahulu dari kereta kuda, lalu membantu Xia Re turun.
"Terimakasih, Yang Mulia." Ucap Xia Re sopan.
"Kalau begitu, kami harus segera kembali keistana. Kami pamit, Nona."
"Tunggu!"
Pangeran Lee Taeyeon Jin yang hendak masuk kembali kedalam kereta kuda, membalikkan badannya.
"Ada apa, Nona?"
"Berhati-hatilah, jaga diri anda dengan baik yang mulia. jangan dengarkan apa kata orang lain tentang anda."
Pangeran Lee Taeyeon Jin tersenyum sangat manis, Xia Re saja hampir meleleh dibuatnya. Tapi ia teguhkan tidak boleh suka dengan laki-laki ini, bagaimanapun juga dia adalah simesum sekaligus ayah angkatnya.
Xia Re sedikit heran, bagaimana bisa simesum itu adalah ayah angkatnya yang sangat misterius itu?
Xia Re menatap kepergian kereta dan beberapa prajurit Pangeran Lee Taeyeon Jin yang sudah melenggang pergi.
"Konyol," gumamnya seraya memukul kecil kepalanya.
Xia Re menengok kebelakangnya, tampak tiga kakak tampannya berdiri tepat dibelakangnya.
"Sejak kapan kalian ada disini?" Tanya Xia Re menatap dua kakak kembarnya dan satu kakak sepupunya.
"Adik, seharusnya kami yang bertanya. Ada hubungan apa adikku ini dengan pangeran tetangga itu," tanya Xia Jensung dengan mimik wajah menggoda.
"Cih, tidak ada hubungan apa-apa."
"Benarkah?" Tanya Xia Jensong dengan wajah khas datarnya.
"Benar, sudahlah aku ingin kembali kekediaman ku." Ucap Xia Re hendak berjalan melewati ketiga kakaknya.
Tapi langsung dihalang oleh Hyoung Sensei.
"Tidak semudah itu, Rere. Berkata jujurlah pada sepupumu ini,"
Xia Re menatap datar kakak sepupunya itu.
Bukan hanya Si Gentong kecil yang menyebalkan saja, Ketiga kakaknya juga sekarang menggodanya, sangat menyebalkan.
"Daripada kalian mengurusiku dan pangeran Taeyeon, lebih baik kita cepat menyelesaikan masalah tentang Pangeran Fan Zui." Ucap Xia Re dengan aura dinginnya.
__ADS_1
Ia ingin segera menyingkirkan pangeran Fan Zui! Sangat ingin.
...°°°...
"Putriku, apa yang membuatmu bahagia?"
Xia Fui, gadis itu sekarang berada di paviliun sang ibu, Fui Fang.
"Aku mempunyai rencana untuk membuat pangeran putra mahkota membenci Xia Re, ibu." Ucap Xia Fui percaya diri.
Sebelum ia pergi kepaviliun ibunya, ia tidak sengaja melihat Xia Re pulang diantar Pangeran Lee Taeyeon Jin. Dilihat dari keakraban mereka, Xia Fui yakin, jika Xia Re dan pangeran putra mahkota yang dirumorkan bodoh itu pasti memiliki hubungan.
Fui Fang tampak membuang nafasnya kasar. Harus bagaimana lagi ia menasihati anaknya agar tidak menganggu Xia Re, atau lebih tepatnya raga yang ditempati jiwa seorang Keyla.
"Putriku, ibu--"
"Sudahlah ibu, aku tau apa yang akan ibu katakan." Xia Fui menatap malas ibunya, kenapa ibunya tidak pernah membelanya.
Fui Fang berjalan menghampiri putrinya itu. "Jika kau sudah tau apa yang ibu katakan padamu, lantas mengapa kau tidak mendengarkannya, putriku?"
"Karena aku membenci Xia Re, ibu." Xia Fui mengepalkan tangannya kuat, sorot matanya penuh kebencian. "A-aku pasti akan membuatnya menderita! Tunggu saja kau Xia Re,"
...°°°...
"YANG MULIA PANGERAN FAN ZHUANG MEMASUKI RUANGAN!" Teriak seorang Kasim mengumumkan kedatangan pangeran Fan Zhuang yang mengunjungi ruang kerja kakak pertamanya, Fan Yan.
"Maaf mengganggu yang mulia Baginda." Ucap pangeran Fan Zhuang sedikit membungkuk.
"Apa yang membuat adikku kesini?"
"Aku hanya ingin meminta restu darimu, kak. Aku ingin segera menikahi Luan Xian,"
Fan Yan memanggut paham, lalu meletakkan berkas ditangannya.
"Mintalah restu pada ibunda, aku tentu merestuimu adik."
Pangeran Fan Zhuang membungkukkan badannya berterimakasih. "Terima kasih, kakak."
"Ah, ya." Fan Yan bangun berdiri dari duduknya. "Dimana Fan Zui?" Tanyanya.
"Aku disini,"
Fan Zhuang dan Fan Zui menatap kesumber suara. Terlihat Pangeran Fan Zui berjalan memasuki ruangan tersebut.
"Sepertinya, akhir-akhir ini adik pertama jarang terlihat, apa yang membuatmu begitu sibuk, adik?"
"Hanya sibuk untuk mempersiapkan pernikahanku dengan Nona Xia Re." Pangeran Fan Zui berjalan menghampiri kakak pertama dan adiknya itu.
"Itulah alasanku kemari, aku ingin memberitahukan padamu jika aku mempercepat pernikahanku dengan Nona Xia Re."
__ADS_1
"Apa!!!"