Reinkarnasi Sang Mafia

Reinkarnasi Sang Mafia
Eps.36


__ADS_3

Xia Re dan yang lainnya kini tengah berkumpul di Rumah makan KeyTong setelah menyelamatkan Luan Xian.


"Xian, Aku sangat mengkhawatirkan mu. kau baik-baik saja kan?" tanya Fan Zhuang khawatir.


"aku baik-baik saja, Yang Mulia." jawab Luan Xian.


"Xia Re, terima kasih untuk semuanya." ujar Fan Zhuang pada Xia Re.


sementara, Xia Re sekarang sedang melamun. ia memikirkan tentang laki-laki bertopeng itu.


"Xia Re?" panggil Fan Zhuang.


"Nona, apa anda baik-baik saja?" tanya Luan Xian.


"Keyla, apa kau cemburu karena Fan Zhuang dan Luan Xian bersatu." ujar Xiahantu seraya terbang mengelilingi Xia Re.


Xia Re menghela nafas panjang.


"Aku baik-baik saja. Fui Go lanjutkan rencana kita. dan, kau..." Xia Re menunjuk Luan Xian.


"sa-saya kenapa, Nona."


"sebaiknya untuk sementara kau jangan keluar dulu. kau bersembunyilah." ujar Xia Re.


"bersembunyi?" ujar Fan Zhuang dan Luan Xian bersamaan.


"iya, aku ada rencana. begini rencananya..." Xia Re membisikkan Rencananya pada Fan Zhuang dan Luan Xian.


"kau mengerti?"


Fan Zhuang dan Luan Xian mengangguk mengerti.


"Luan Xian, bagaimana untuk sementara kau bersembunyi ditempat Bibi Me. disana kau pasti aman."


'deg'


mendengar kata Me membuat Xia Re menatap Fan Zhuang penuh tanda tanya.


"Zhuang, siapa yang kau maksud--" belum sempat Xia Re bertanya, ia melihat laki-laki bertopeng itu berada diluar rumah makan KeyTong.


Xia Re berlari keluar, tapi sayang... laki-laki bertopeng itu lebih dulu pergi.


"Xia Re ada apa?" tanya Fan Zhuang.


"tidak ada. lelah sekali, aku akan kembali kekediaman, kalian juga beristirahat lah." ujar Xia Re pada bawahannya.


"Baik, Nona."


Xia Re, ia sedang berjalan menuju kediaman Xia. saat diperjalanan ia tidak sengaja melihat Fan Zui dan prajuritnya.


"mereka mau kemana?" gumam Xia Re kala melihat Fan Zui dan prajuritnya masuk kedalam hutan.


"mereka akan menyerbu pasukan diperbatasan."


Xia Re membalikkan badannya. ia membelalakkan matanya kala melihat laki-laki bertopeng itu.


"kamu!" ujarnya.

__ADS_1


dibalik topengnya, laki-laki itu tersenyum.


"siapa sebenarnya kamu? kenapa kamu juga ada disini!?" tanya Xia Re.


"kenapa? karena ingin menjaga jodohku." Xia Re mendatarkan wajahnya.


"Jodoh apa maksudmu? siapa sih, sebenarnya kamu!?" Xia Re mencoba untuk membuka topeng yang dikenakan laki-laki itu, tapi...


'Greppp'


"Nona, bukankah--"


"siapa disana!?" ucapan laki-laki bertopeng itu terhenti.


"gawat." gumam Xia Re dan laki-laki bertopeng itu bersamaan.


sementara, salah satu Prajurit Fan Zui berjalan kearah Xia Re dan laki-laki bertopeng itu.


laki-laki bertopeng itu dengan segera menarik Xia Re untuk bersembunyi.


"diamlah." bisik laki-laki bertopeng itu tepat ditelinga Xia Re.


"kenapa kau disini?" Prajurit tadi menghentikan langkahnya kala mendengar ucapan Fan Zui.


"sepertinya saya mendengar sesuatu, Yang Mulia." ujar Prajurit itu.


"mungkin kau salah dengar. sudah, lanjutkan perjalanan." ujar Fan Zui.


"Baik, Yang Mulia."


setelah kepergian Fan Zui dan prajuritnya itu. Xia dan laki-laki bertopeng itu bernafas lega.


"Nona, ini sudah malam hari. lebih baik anda kembali." Xia Re mendongakkan kepalanya menatap laki-laki didepannya itu.


"jika aku tidak mau bagaimana?" ujar Xia Re.


"ini terlalu berbahaya." ujar laki-laki bertopeng itu.


"berbahaya? kalau begitu, bukankah kau akan menyelamatkan ku. seperti yang kau katakan. ingin menjaga jodohku." ujar Xia Re.


"Nona, anda benar-benar menarik. sangat menarik." bisik laki-laki bertopeng itu.


"bagaimana jika kita menonton pertunjukan?" tawar laki-laki bertopeng itu.


"Pertunjukan?" beo Xia Re.


laki-laki bertopeng itu mengangguk, lalu menggendong Xia Re ala Bridal style.


"Apa yang kau lakukan!?" ujar Xia Re terkejut.


"membawamu melihat pertunjukan, Key..."


laki-laki bertopeng itu membawa Xia Re terbang hingga kesebuah pohon tinggi.


"saya pastikan, anda akan menyukainya." ujar laki-laki bertopeng itu seraya menurunkan Xia Re.


Xia Re memanyunkan bibirnya dari balik cadarnya. Xia Re sedikit heran. bukankah seharusnya ia berwaspada pada laki-laki itu, tapi kenapa ia justru merasa nyaman dan aman bila ada didekat laki-laki didepannya itu. rasa nyaman dan aman seperti saat ia berada didekat... Heaven.

__ADS_1


Xia Re menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"tidak mungkin... tidak mungkin..." gumamnya. laki-laki bertopeng itu menatap heran Xia Re.


'masa iya, laki-laki itu Ayah. meskipun laki-laki ini dan ayah ada sedikit persamaan. tapi... ah, sudahlah. apa yang aku pikirkan!' batin Xia Re.


"lihatlah, Nona. bukankah pertunjukkan ini sangat menyenangkan." ujar laki-laki bertopeng itu.


Xia Re mengikuti arah pandang laki-laki disampingnya itu. ia mengangkat sebelah alisnya terangkat.


"kenapa Fan Zui menyerang pasukan diperbatasan?" ujar Xia Re.


"pasukan yang berada diperbatasan telah menggelapkan senjata. juga, berniat untuk berkhianat. memberontak." jawab laki-laki bertopeng itu.


mendengar kata berkhianat membuat hati Xia Re seakan tersayat.


"Alfa..." gumamnya yang masih dapat didengar laki-laki bertopeng.


laki-laki bertopeng itu mendatarkan wajahnya. tangannya mengepal.


'Keyla, aku berjanji. aku akan menjagamu seumur hidupku. aku tidak akan membiarkan laki-laki lain menyakitimu. cukup mantan tunanganmu saja yang menyakitimu. Gadis kecilku...' batin Laki-laki bertopeng itu.


Xia Re dan laki-laki bertopeng itu tengah berada dibelakang paviliun Xia Re.


"Kamu, kenapa kamu masih disini!" kesal Xia Re kala laki-laki bertopeng itu tidak kunjung pergi.


"menjaga jodohku." jawab laki-laki bertopeng itu.


Xia Re berdecak kesal. 'siapa sih, sebenarnya dia. gak mungkin dia itu Alfa.'


"sana pergi! aku udah ada pengawal sendiri!" tegas Xia Re.


"pengawalmu, lemah." ujar laki-laki bertopeng itu santai.


"ih, nyebelin. sana pergi!" usir Xia Re.


laki-laki bertopeng itu menghela nafas panjang. "dasar anak kecil." gumamnya.


Xia Re yang mendengarnya dibuat semakin marah.


"apa kamu bilang! aku bukan anak kecil, om. aku Xia Re." ujar Xia Re.


"kamu, Keyla. anak kecil yang bawel." ujar laki-laki bertopeng itu seraya terbang pergi.


Xia Re melototkan matanya. "Dasar laki-laki bertopeng Minus Akhlak!!!" maki Xia Re seraya masuk kedalam paviliunnya.


Xia Re berjalan kearah kamarnya dan menjatuhkan dirinya diatas ranjang.


ia membuka cadarnya dan melemparkannya ke sembarang tempat.


"dasar nyebelin." gumam Xia Re.


"biarpun nyebelin, tapi... ngangenin kan, Tuan." ujar Tong Tong seraya terbang kearah Xia Re.


"apa maksudmu, gentong?" ujar Xia Re dingin.


"Tuan, laki-laki bertopeng itu pasti bukanlah orang sembarang." ujar Tong Tong mengganti topik bicara, jika ia melanjutkan topik yang tadi, bisa-bisa ia tak dapat melihat matahari besok.

__ADS_1


"hm, kau benar. dia mengenaliku Keyla. dia pasti bukan orang sembarang, tapi... siapa?" ujar Xia Re.


__ADS_2