
"Eh! a-ada apa, kak!?" tanya Xia Re kala tiba-tiba Hyoung Sensei dan Jensung menutupi wajahnya.
"tidak pantas dilihat!" ujar Xia Jensung.
"Dasar orang gila. menodai mata adikku!" kesal Hyoung Sensei.
sementara, Xia Re tampak kesal karena tiba-tiba kedua laki-laki tampan itu menutupi wajahnya tanpa ada alasan.
"Keyla, se-sebaiknya kau tidak usah Lihat." ujar Xiahantu tiba-tiba muncul.
"be-benar, tuan. le-lebih baik tutupi mata Anda saja." ujar Tong Tong.
Xia Re semakin dibuat bingung. ia pun menepis kedua tangan laki-laki didepannya.
"emang ada apa sih--" Xia Re menghentikan ucapannya.
"Rere, ja-jangan dilihat." ujar Xia Jensung.
"benar. bagaimana bisa orang seperti mereka berada disini!" kesal Hyoung Sensei.
"sudahlah, kak. sepertinya aku tidak nafsu makan." ujar Xia Re seraya berjalan kearah ruangan yang sudah mereka bertiga sewa.
"lihatlah. adikku tercinta jadi tidak nafsu makan!" kesal Xia Jensung.
"benar, ia jadi tidak nafsu makan hanya karena. mereka berdua... bisa-bisanya mereka main pedang-pedangan ditempat umum." ujar Hyoung Sensei.
"dasar Gay-Gay!" ujar Xiahantu ikut kesal.
"beruntung ini tempat ramai. jika tidak, mungkin Tuanku sudah memotong Pedang mereka." ujar Tong Tong.
Xiahantu berdiri ngeri.
"Keyla sangat Mengerikan." gumam Xiahantu bergidik ngeri.
Ucapan tak sesuai perbuatan.
"Sepertinya, tadi ada yang mengatakan tidak nafsu makan. tapi..."
Xia Re mendatarkan wajahnya kala mendengar suara seseorang yang amat sangat familiar baginya.
"k-kau.... ba-bagaimana bisa-- ah sudahlah, aku tau jawabannya." ujar Xia Re. ia tidak akan menanyakan lagi kenapa laki-laki itu juga ada disini. karena, jawabannya pasti. Karena ingin menjaga jodohku!
laki-laki bertopeng itu berjalan kearah Xia Re. ia duduk tepat di samping gadis itu.
"me-menjauhlah!" ujar Xia Re gugup.
"kenapa? Hm." laki-laki bertopeng itu membelai rambut Xia Re.
"K-kau pergilah sebelum kakakku kemari." ujar Xia Re seraya bangun berdiri lalu memakai kembali Cadarnya.
Note: tadi pas sama Hyoung Sensei dan Jensung Cadarnya dipake, ya.
__ADS_1
"Nona, kenapa anda mengusir saya." ujar laki-laki bertopeng itu sedih.
"aku tidak mengusirmu! hanya saja... sepupu dan kakakku juga berada disini!" ujar Xia Re seraya memalingkan wajahnya.
dari balik topengnya laki-laki itu tersenyum. perlahan, laki-laki bertopeng itu menaikkan topengnya keatas. memperlihatkan bibir sexinya.
"Hufh... Jodohku, bukankah kau berkata tidak nafsu makan. kalau begitu, biarkan jodohmu ini menghabiskannya."
Xia Re membelalakkan matanya, ia menatap laki-laki itu tajam, tapi...
'ke-kenapa tidak membuka topengnya saja sekalian. tapi, bi-bir itu... sa-sangat sexy' batin Xia Re.
Xia Re merasakan wajahnya begitu panas. apalagi saat melihat bibir sexy itu.
Tong Tong. System imut itu tersenyum mesem-mesem melihat tingkah tuannya.
"jatuh cinta. andai jatuh cinta semudah itu. aku pun ingin merasa jatuh cinta.." gumamnya.
"dasar Gay gila. bisa-bisanya mereka berbuat mesum seperti itu ditempat umum."
"benar, Jensung. Haish... aku jadi merasa bersalah karena mengajak Rere kemari. matanya jadi ternodai melihat sepasang Gay itu saling, Hufh..."
Xia Re ia membelalakkan matanya kala mendengar suara Hyoung Sensei dan Jensung yang semakin mendekat.
dengan tak berakhlaknya, Xia Re menarik tangan laki-laki bertopeng itu sembunyi.
"uhuk... uhuk..." laki-laki bertopeng itu tersedak saking terkejutnya.
'Kreek'
pintu ruangan terbuka menampakkan Hyoung Sensei dan Jensung.
"Rere..." panggil keduanya.
"iya, kak." sahut Xia Re.
dirinya berdiri didepan meja besar itu.
"adikku, kau lupakan kejadian tadi." ujar Jensung.
"benar, Rere. kau belum makan sejak siang tadi. kau harus makan!" ujar Hyoung Sensei.
Tong Tong mendatarkan wajahnya mendengar ucapan Hyoung Sensei dan Jensung.
"siapa bilang Tuanku belum makan sejak siang tadi. diakan rakus, sehari bisa 7× makan!" ujar Tong Tong datar.
tentu saja ucapan Tong Tong maish dapat didengar oleh Xia Re. Xia Re tersenyum paksa.
"ba-baiklah, kak. Rere mau makan. tapi, Rere mau makan Sup ikan." ujar Xia Re.
"bagus, Sensei akan mengambilkannya untukmu." ujar Hyoung Sensei.
__ADS_1
saat Hyoung Sensei hendak keluar, Xia Jensung menghalanginya.
"tidak. tidak. tidak."
"aku yang akan mengambilkannya untuk, Rere!" tegas Xia Jensung.
"aku duluan!" ujar Hyoung Sensei.
"siapa bilang!!" Xia Re mendatarkan wajahnya.
"sudahlah, jangan berkelahi. Kakak Sung, Tolong Carikan aku Sushi mentah." pinta Xia Re dengan mata berkaca-kaca.
"ba-baiklah, adikku." ujar Jensung.
keduanya pun pergi dari ruangan itu.
Note: Sansan gak tau, ya. dizaman kuno ada tau gak tuh Sushi. kalo gak ada, yasudah diada-adakan saja:)
Xia Re bernafas lega kala melihat kedua laki-laki tampan itu pergi.
Huuuuuuffff...
sedetik kemudian ia membeku kala dengan jahilnya Laki-laki bertopeng itu meniup Daun telinganya.
laki-laki bertopeng itu sudah keluar dari kolong meja sejak Hyoung Sensei dan Jensung keluar. ia pun dengan jahilnya meniup Daun telinga gadis kecilnya.
Xia Re masih mematung. melihat ada kesempatan, laki-laki bertopeng itu pun memeluk Xia Re dari belakang. ia sandarkan kepalanya di bahu gadis itu.
"Keyla..." bisiknya.
entah mengapa, Xia Re merasa jantungnya berdetak kencang. keringat mulai membasahi tubuhnya. ia merasa panas dalam situasi ini.
Tong Tong, sistem imut itu nyengir ala kuda.
"tontonan gratis." gumamnya.
Xia Re, ia merasa ada yang salah. kenapa ia merasa panas.
"Key..." laki-laki bertopeng itu semakin erat memeluk Xia Re. yang dipeluk justru semakin deg-degan.
'Bruuk'
"DASAR MESUM!!! BISA-BISANYA AKU MEMILIKI JODOH MESUM SEPERTI DIRIMU!!!" Teriak Xia Re seraya mendorong laki-laki bertopeng itu.
laki-laki bertopeng itu tersenyum puas dari balik topengnya.
"Dasar mesum!" ujar Xia Re seraya keluar dari ruangan itu.
laki-laki bertopeng itu bangun berdiri.
"benar-benar imut. iya kan, Tong-Tong?" ujar laki-laki bertopeng itu seraya menatap Tong Tong.
__ADS_1
"di-dia bisa melihatku..." gumam Tong Tong terkejut.