
Xia Re menatap ke arah Hyoung Sensei dan kedua kakak kembarnya.
"Rere ingin bertanya, bagaimana Kakak dan yang lainnya tahu jika Rere di serang?"
Hyoung Sensei dan si kembar saling menatap. Kemudian kembali menatap Xia Re.
"Seorang pelayan yang memberi tahu pada kami, jika kusir yang menunggangi kuda Rere bermasalah dan beberapa pembvnuh yang mengikuti Rere,"
Xia Re melipat kedua tangannya di depan dada, kemudian menatap Hyoung Sensei.
"Sensei-ge, apakah tahu siapa pelayan itu? Karena... Bagaimana bisa dia tahu jika Rere dalam bahaya...."
"Tentu. Penjaga! Cepat bawa pelayan itu kemari!"
Tak lama kemudian, pelayan itu masuk ke dalam aula dengan di seret dua penjaga.
"Lepaskan saya!" Ronta pelayan itu.
Para penjaga tak menggubris, terus menyeret pelayan itu.
Xia Rong mematung, menatap pelayan yang di serta masuk. Dia adalah Feira–pelayan ibunda nya.
Xia Re tersenyum miring, melihat raut terkejut Xia Rong.
"Tuan ku! Anda sangat hebat!"
"Benar, Key! Kau sangat hebat!!"
Xia Re tersenyum tipis mendengar teriakkan dua mahluk berterbangan.
'Aku juga sempat heran? Mengapa Hyoung Sensei dan yang lainnya tahu jika aku di serang, tapi, aku juga yakin, jika ini semua pasti rencana Xia Rang dan Gong Rong.' batin Xia Re.
__ADS_1
kemudian Xia Re melangkah mendekati Feira.
"Bukankah kau pelayan ibunda Rong?"
Feira menatap Xia Re sekilas, hendak menjawab, tapi ketika menatap Xia Rong yang memberi kode untuk dirinya tidak berkata jujur.
"Tuan ku! Pelayan itu seperti nya tengah di ancam oleh Xia Rong!"
Xia Re menoleh sekilas ke arah Xia Rong. Benar saja, wanita itu terus menatap Feira dengan mata yang seakan memberi kode.
'Xia Rong... Aku tidak akan membiarkan kakak dan ibumu lepas kali ini!' batin Xia Re tersenyum smirk.
"Ya, saya pelayan Nyonya Gong Rong."
Xia Rong menatap tajam ke arah Feira. Dasar pelayan rend*han! Umpat nya dalam hati.
"Bagaimana bisa pelayan ibunda Rong mengetahui jika aku di serang? Bukankah ibunda Rong tidak ikut berdoa karena masih menjalani hukuman?"
"Nona,"
Mixu dan Shuzu membantu Nona mereka.
Xia Fang diam di tempatnya. Tangannya sudah terkepal, rahang nya mengeras.
"Menteri Xia,saya benar-benar tidak menyangka? Masalah keluarga kalian begitu rumit. Seorang selir dan anak selir, bahkan ingin membunuh putri sah keluarga kalian...."
Mereka menatap ke arah Kasim Jiang, melupakan keberadaan pria itu.
"Namun, karena masalah ini menyangkut putri mahkota masa depan kerajaan, aku pasti akan membantu menyelesaikan masalah ini."
Xia Re menatap dingin Kasim Jiang. 'Aku tidak bisa membiarkan kerajaan ikut campur. Cukup urusan dengan Fan Zui saja, bahkan aku ingin cepat-cepat menyelesaikan masalah dengan Fan Zui!'
__ADS_1
"Terima kasih kepada Kasim Jiang, tapi itu tidak perlu. Biarkan keluarga kami yang menyelesaikan ini,"
Kasim Jiang menatap Xia Re dengan kerutan di dahinya.
"Nona Xia Re, Anda adalah tunangan pangeran putra mahkota Fan Zui, Anda adalah calon putri mahkota kerajaan. Saya tidak bisa membiarkan Anda di tindas seperti ini,"
Xia Re terkekeh, gadis itu menatap Kasim Jiang dingin.
"Kasik Jiang? Bukankah tuga Anda sudah selesai? Sebagai kasim ibu suri, kau pasti sangat sibuk."
"Terima kasih, Nona Xia Re. Namun, saya masih memiliki satu hal lagi ...,"
"Ibu suri dan Permaisuri mengundang Anda untuk meminum teh bersama."
Xia Re diam sesaat. Ibu suri dan Permaisuri? Ingin bertemu dengannya? Apakah ada sesuatu?
"Jika begitu, saya pamit semuanya."
Kasim Jiang melangkah keluar dari aula kediaman Xia. Mereka yang berada di sana membungkuk hormat.
"Sekarang, kembali ke permasalahan."
Mereka kembali menegakkan badan mereka, kemudian menatap ke arah Xia Re.
"Ayah, Rere ingin Ayah meminta seseorang untuk menyelidiki semua ini. Termasuk mengintrogasi para pembunuh itu...,"
"... Siapa sebenarnya yang membayar mereka."
"Tidak perlu meminta orang lain. Sensei yang akan menyelidiki kasus ini,"
Xia Re dan mereka semua menatap ke arah Hyoung Sensei yang berjalan mendekati adik sepupunya.
__ADS_1
"Sensei tidak akan membiarkan seseorang di balik ini hidup dengan tenang."