
Xia Re. gadis itu tengah mengoleskan krim wajah yang ia buat.
"Tuanku, tersayang. hutang Anda bertambah 50 poin." ujar Tong Tong.
Xia Re menatap malas Tong Tong dari pantulan cermin.
'kalau bukan karena Anjing itu, aku tidak perlu membeli Pil itu pada Gentong. Haish...' batin Xia Re.
demi rencananya agar mereka tidak mengetahui bahwa wajahnya sudah kembali cantik, ia kembali berhutang pada Tong Tong untuk membeli Pil agar wajahnya terlihat jelek seperti dulu.
"Tuanku, bukankah akhir-akhir ini sikap Xia Re Asli berbeda." ujar Tong Tong.
Xia Re membalikkan badannya dan menatap Tong Tong lekat.
"benar, sebenarnya... apa yang ia sembunyikan." ujarnya.
-Di sisi lain, diKerajaan Fan. Paviliun Fan Zui.
"Ada apa sehingga Putra Mahkota memanggil hamba."
Fan Zui, ia menatap laki-laki didepannya.
"tidak apa. hanya ingin berbincang sedikit denganmu, Hyoung." ujar Fan Zui pada laki-laki didepannya-- Hyoung Sensei.
"begini... apa kau mengenal gadis ini?" ujar Fan Zui seraya menunjukkan gambar seorang gadis bercadar.
Hyoung Sensei sedikit terkejut. namun, ia mencoba mengkontrolnya.
"aku tidak mengenalnya, yang mulia." jawab Hyoung Sensei bohong.
tentu saja ia sangat mengenali gadis bercadar itu. karena, gadis bercadar itu adalah adik sepupunya. Xi Re.
Fan Zui Tempak terkekeh lalu menatap dingin Hyoung Sensei.
"Kau jangan berbohong! aku melihatmu tengah bersamanya dirumah makan." yah, waktu itu Fan Zui tidak sengaja melihat gadis yang selama ini ia cari tengah bersama Hyoung Sensei.
"apakah dia kekasih, atau... adikmu?" tanya Fan Zui.
tanpa Fan Zui sadari, Fan Zhuang melihat dan mendengarnya.
"aku harus segera memberi tahu, Xia Re." gumamnya.
__ADS_1
-Istana Timur
Tampak Mei Terian dan kedua orang tuanya tengah tertawa bersama.
"Hahaha... kau memang cerdas, putriku." puji Mei Tifan.
"benar, sekarang saatnya kau mendekati Fan Zhuang lagi. sekarang kan, sainganmu sudah Mati." ujar Mei Lang. ketiganya lantas tertawa penuh percaya diri.
"Hahaha..."
Mei tersenyum licik. "Luan Xian. akhirnya aku dapat menyingkirkanmu, hahaha..." ujarnya.
-Flashback
Mei Terian, gadis cantik tapi gak cantik-cantik amat. gadis itu tengah menunggu seseorang.
"kenapa dia belum sampai juga!" kesalnya.
"Maaf, Putri. saya terlambat." Mei Terian terkejut kala melihat bawahannya terluka.
"ada apa?"
"sekelompok pembunuh tiba-tiba muncul dan menyerang kami. mereka juga membawa Luan Xian." ujar bawahan Mei Terian.
Mei Terian menunjukkan senyum liciknya.
"Kalau begitu, ini bayarannya. ingat, jangan sampai ada yang mengetahui." ujar Mei Terian seraya menyerahkan kantong berisi Koin mas.
setelah kepergian bawahannya itu. Mei Terian tertawa jahat.
"Hahaha... Hahahaha... Luan Xian, akhirnya kau mati juga. Hahahaha..."
Mei Terian tidak menyadari seseorang menatapnya dari kejauhan, siapa lagi kalau bukan bawahannya yang tadi. atau, lebih tepatnya adalah, Fui Go.
-Flashback off
Malam hari pun tiba. Xia Re, gadis cantik yang memakai cadarnya itu tengah loncat dari pohon satu kepohon lainnya.
"Tong Tong, apa kau tau kenapa aku semakin Lincah?" tanya Xia Re ditengah lompatnya.
"Biar system' mencari tahunya. permisi, Tuan." ujar Tong Tong lalu pergi menghilang.
__ADS_1
Xia Re berhenti salah satu dahan pohon besar.
ia bersandar pada batang pohon besar itu. ia mendongakkan kepalanya menatap buah Mangga yang terlihat manis.
"tiba-tiba aku merasa lapar..." gumamnya seraya mengelus perutnya.
ia pun mencoba meraih buah itu tapi,
"sejak kapan aku memiliki tanda ini?" gumam nya kala melihat gambar sayap dipunggung tangannya.
ia kembali mengingat saat dirinya dan Meilang melawan sekelompok hewan buas dihutan terlarang.
saat itu, seekor Phoenix Api menyerangnya.
"jangan-jangan-- Eh!"
Nyam... Nyam...
Xia Re membelalakkan matanya kala melihat laki-laki bertopeng itu lagi.
"se-sejak ka-kapan kau disini!?" tanya Xia Re.
Laki-laki bertopeng itu berhenti memakan buah Mangga nya. ia menurunkan kembali topengnya yang sedikit ia buka.
"dimana ada Anda, disitu ada saya. apa anda lupa, Nona. saya adalah jodoh Anda. dan anda jodoh Saya." ujar laki-laki bertopeng itu.
"kamu siapa sih? kok kamu tau aku Keyla!?" tanya Xia Re.
laki-laki itu beralih menatap langit malam yang indah.
"Saya--" belum sempat laki-laki bertopeng itu berkata. sebuah suara terdengar.
"Kakak... Kakak..."
Xia Re menaikkan sebelah alisnya terangkat. sementara, laki-laki bertopeng itu tampak memutar malas bola matanya.
"Nona, sepertinya saya harus pergi. jika Nona merindukanku, panggillah namaku... Heaven." ujar laki-laki itu seraya pergi.
'deg'
Xia Re gadis cantik itu memegangi dadanya. ia masih mencerna apa yang dikatakan laki-laki bertopeng itu tadi.
__ADS_1
"He-Heaven..." gumamnya tak percaya.