
Siang Hari diDalam Paviliun Xia Re.
Xia Re, gadis cantik itu masih asyik dengan dunia mimpinya. tapi, ada yang aneh...
Xia Re, gadis cantik itu tidak sadar jika guling yang ia peluk bukanlah bantal. melainkan, laki-laki tampan dengan topengnya.
"Tuanku, bangunlah. lihatlah bantal yang kau peluk." ucap Tong Tong.
"benar, Key. bangunlah... sudah siang..." Timpal Xiahantu.
Namun Nihil. Xia Re masih bergulat dengan dunia mimpinya.
"Gentong, bagaimana cara kita membangunkan, Keyla." ujar Xiahantu.
"aku tidak tau, Hantu Gentayangan. lagi satu, seharusnya jika kita ingin membangunkan tuan. seharusnya kita tidak membangunkannya dari sini. jaraknya terlalu jauh..." ujar Tong Tong.
benar juga. bagaimana cara mereka ingin membangunkan Xia Re. sementara mereka berada diatas pohon.
Lee Taeyon Jin. laki-laki bertopeng itu menatap gemas perempuan cantik yang tengah tidur seraya memeluknya.
"Keyla, bangunlah." gumamnya.
tapi, sang empu tak kunjung bangun.
"dasar mesum... menjauh lah..." Taeyeon terkekeh kala gadis kecilnya itu mengigau tentang dirinya. yang artinya, gadis kecilnya ini pasti tengah bermimpi tentangnya.
"siapa yang kau panggil mesum, Hm?" ucap Taeyon gemas seraya mencubit pipi Xia Re.
merasa terusik. Xia Re perlahan membuka matanya.
"Siapa sih yang berani mengganggu tidurku." gumamnya.
Xia Re menggosokkan matanya perlahan. ia membelalakkan matanya kala melihat Laki-laki bertopeng itu ada tepat didepannya. dan apa ini, dirinya tengah memeluk laki-laki itu.
"sudah puas liatnya. mau bangun, atau... mau olahraga pagi, Hm." ujar Taeyon seraya tersenyum mesum dibalik topengnya.
'BRUKK'
Xia Re mendorong tubuh Taeyon sehingga terjatuh diatas lantai.
"a-apa yang kau lakukan disini?" ujar Xia Re seraya bangun dari ranjangnya.
Taeyeon terkekeh lalu bangun berdiri. ia berjalan kearah Xia Re.
Xia Re perlahan mundur kebelakang.
"m-mau apa kau!"
Taeyon semakin berjalan mendekati gadis kecilnya itu. sungguh, dirinya ingin tertawa saat ini juga.
"Ja-jangan mendekat!" Ucap Xia Re seraya berjalan mundur kebelakang.
'A-apa yang ingin dilakukan laki-laki mesum ini!' Batin Xia Re.
Xia Re kembali teringat apa yang dikatakan laki-laki itu. OlAHRAGA PAGI. Tentu saja Xia Re paham apa yang dimaksud, Olahraga pagi.
'Brukk'
Tubuh Xia Re membentur tembok. Ia memejamkan matanya.
'Astaga. A-apa dia akan--'
"Minggir, kau!!! XIA RE! Keluar kau!"
"Nona, tolong jangan masuk. Nona kelima sedang beristirahat."
'"DIAM KAU!"
Terdengar suara ribut dari luar kamar Xia Re. Xia Re kembali beralih menatap laki-laki didepannya itu.
'Grepp'
"Kau harus cepat sembunyi!" Ucap Xia Re seraya menarik tangan laki-laki bertopeng itu.
"Dimana ya. Aish..." Xia Re tampak bingung menyembunyikan laki-laki bertopeng itu.
__ADS_1
"Ah, aku tau. Kau sembunyilah disini." Ucap Xia Re seraya menyembunyikan Laki-laki bertopeng itu dikolong ranjangnya.
Lee Taeyon Jin. Laki-laki itu tersenyum manis dari balik topengnya.
"Dasar, gadis kecilku." Gumamnya.
Xia Re, gadis itu tampak mencari cadarnya.
"Astaga. Dimana cadarku...!" Gumamnya bingung.
"Diatas lacimu, sayang." Ujar Taeyon dari bawah ranjang Xia Re.
Xia Re menatap lacinya. Dan benar, cadarnya ada diatas lacinya.
"Ah, ya. Benar." Xia Re berjalan kearah lacinya, lalu memakainya,
"Terima kasih, Sayang." Ujar Xia Re.
"Hehehe... sayang..." ledek Xiahantu yang tengah berdiri Didepan jendela.
"Tuanku. Coba katakan sekali lagi, hehehe.." ucap Tong Tong dengan senyum mesem-mesemnya.
'Sa-sayang!'
Xia Re memalingkan wajahnya. Astaga, ia tidak sadar, memanggil laki-laki mesum itu... Sayang. SAYANG.
"Sama-sama, jodohku terSAYANG." Xia Re semakin memanas wajahnya.
Taeyon, laki-laki bertopeng itu tersenyum puas dibalik topengnya.
'Braak'
Pintu kamar Xia Re terbuka dengan kasar.
"Oh, ternyata kau... kakak, Fui." Ujar Xia Re seraya berjalan mendekati Xia Fui.
"Xia Re! Kau ini dasar j4l4ng! Aku tidak akan membiarkan dirimu menikah dengan Pangeran Putra Mahkota. Aku pasti akan merebutnya darimu! Seperti kau merebut Mo Kai dariku." Ujad Xia Fui dengan nada tinggi.
Xia Re hanya beroh saja.
Xia Re terkekeh. Ia menatap lekat Xia Fui.
"Dengarkan aku, Xia Fui. Silahkan jika kau ingin merebut Fan Zui dariku. Tapi..."
Xia Re berjalan kerah jendelanya membelakangi Xia Fui. Ia lalu melanjutkan ucapannya.
"Jangan pernah kau mengatakan bahwa aku merebut Mo Kai darimu. Karena, sampah tidak pantas untukku."
Xia Fui terdiam. Ia mengepalkan tangannya. Bukan ini yang ia inginkan, dia ingin melihat Xia Re memohon seperti 4njing pada dirinya.
"Mixu, antarkan Kakakku tersayang ini keluar." ujar Xia Re.
"Baik, Nona. Mari..."
"Xia Re! Kau lihat saja!" Ujar Xia Fui.
Setelah kepergian Xia Fui. Xia Re membuang nafasnya kasar. Ia melepas cadarnya.
"Kalau mau rebut ya, rebut. Lagian, Fan Zui tidak pantas memilikiku." Gumam Xia Re.
'Grep'
"Tentu saja Fan Zui tidak pantas untukmu, sayangku. Kau hanya pantass untukku dan untukku." Xia Re kembali merasa memanas diwajahnya kala laki-laki mesum itu memeluknya dari belakang.
"Cih, k-kau juga ti-tidak-- engghh" ucapan Xia Re terpotong kala dengan uslinya laki-laki itu m3ncium dan menggigit bahunya.
"Nona, waktunya--" Shuzu melototkan matanya kala melihat Nonanya tengah bersama seorang laki-laki bertopeng.
"S-Shuzu..." gumam Xia Re.
Sementara, laki-laki bertopeng itu masih setia memeluk Xia Re.
"Silahkan lanjutkan Nonaku. Tuan, pelan-pelan melakukannya, ya." Ujar Shuzu seraya keluar dari kamar Nonanya.
"Hantu Gentayangan, lebih baik. Kita juga pergi." Ucap Tong Tong.
__ADS_1
"Kau benar, Gentong. Biarkan Keyla dan dia ngekhem... ngekhem..." kedua makhluk itu pun pergi menghilang.
Xia Re dengan kesal menyiku perut laki-laki bertopeng itu.
"Dasar mesum!" Kesalnya.
Lee Taeyon menyungging senyum. Dengan jahilnya ia menarik Xia Re kedalam pelukannya.
'Grep'
"Kyaaa!!! Dasar! jodoh mesum!!!" Teriak Xia Re.
Disisi lain
Fan Zhuang. Laki-laki itu tengah berjalan menuju kediaman kakak keduanya.
"Pangeran Mahkota. Pangeran kelima mengunjungi anda." Ujar An Nying pada tuannya itu.
Fan Zui mengerutkan keningnya. "Zhuang?" Gumamnya.
"Persilakan dia masuk." Ucap Fan Zui.
An Nying melirik kesalah seorang pelayan.
Pelayan itu yang paham, Lantas menundukkan kepalanya dan berjalan keluar.
"Pangeran kelima. Silahkan masuk." Ujar pelayan tersebut.
Fan Zhuang memasuki Kediaman kakak keduanya.
"Zhuang, Apa yang membuatmu kesini? Bukankah kau sedang sakit?" Ucap Fan Zui.
Fan Zhuang mendudukkan dirinya didepan sang kakak.
"Aku sudah membaik, kak."
"Kedatanganku kemari untuk menanyakan satu hal." Ujar Fan Zhuang.
"Tanyakanlah!"
Fan Zhuang menarik nafasnya perlahan, lalu berkata.
"Apa kau benar-benar ingin menikah dengan anak perdana menteri Xia, Xia Re?" Tanya Fan Zhuang.
Fan Zui mengeluarkan lukisan yang bergambar gadis bercadar. ia menyunggingkan senyum manisnya.
"tentu saja. aku ingin dia menjadi milikku!" ujarnya.
Fan Zhuang mengepalkan tangannya.
"aku tidak setuju!" ucap Fan Zhuang.
Fan Zui beralih menatap adik didepannya itu.
"apa maksudmu?" tanyanya dingin.
Fan Zhuang bangun berdiri seraya berkata.
"kakak adalah putra mahkota. sementara, Xia Re hanyalah sampah keluarga Xia. apa kakak lupa rumor yang beredar? rumor yang mengatakan bahwa Xia Re memiliki wajah jelek, lemah dan tidak berguna!"
'Plakk'
tamparan keras Fan Zui layangkan pada adiknya itu.
"jaga Bicaramu, Zhuang! aku menyukainya dan akan memilikinya!" ujar Fan Zui.
Fan Zhuang memegangi pipinya yang terasa panas dan perih.
'ti-tidak bisa... bagaimana ini...!!!' batin Fan Zhuang.
"dasar bodoh! aku saja tidak diijinkan memiliki Keyla oleh Dewa menyebalkan itu. kau bermimpi ingin memilikinya, kau ingin cari mati!" ujar laki-laki berjubah hitam yang tengah menatap Fan Zui dan Fan Zhuang dari kejauhan.
"lagian. kau dan Keyla juga tidak akan bisa bersatu!" ujar Xiahantu tiba-tiba muncul disamping laki-laki berjubah itu.
"tentu saja. meski aku dan dia tidak bisa bersatu... setidaknya, aku pernah menjadi orang yang begitu dia cinta. jika bukan untuk memberi tahu kebenaran padanya... aku juga tidak mungkin mengkhianati dan membunuhnya..."
__ADS_1
"maafkan aku, Key...." lirih laki-laki berjubah hitam itu.