
Festival bunga malam ini memang penuh kejutan. meski begitu, semua orang bahagia. tentu saja yang paling bahagia adalah, Fan Zhuang dan Luan Xian.
lihat saja sekarang... keduanya tampak becanda ria bersama.
"dunia seakan milik berdua... kalian becanda dan tertawa. menganggap kami semua tak ada..." ujar Xia Re bersenandung.
"Keyla, kau tidak cemburu, kan?" goda Xiahantu.
Xia Re terkekeh kecil.
'tentu saja, tidak.' jawab Xia Re.
"tentu saja tuanku tidak cemburu. tuanku kan menyukai laki-laki bertopeng itu. apa kau lupa, Hantu Gentayangan. Tuanku dan laki-laki bertopeng itu kan, pernah.... hehehe.. ekhem.. ekhem..."
malas sekali rasanya mendengar celoteh kedua makhluk berterbangan itu.
"kakak, Rere ingin berjalan-jalan keliling kerajaan." ujar Xia Re meminta izin.
"apa ingin kakak temani?"
Xia Re menggeleng dalam pangkuan Mo Jensong.
"tidak, kak."
"baiklah, berhati-hatilah..." Xia Re mengangguk.
"Rere, mau kemana?" tanya Hyoung Sensei mewakili.
"Rere ingin keluar sebentar."
"baiklah. berhati-hatilah, putriku." Xia Re mengangguk lalu melangkah pergi.
Fan Zui mengernyitkan dahinya bingung.
"Xia Re ingin pergi kemana?" gumamnya.
setelah keluar dari Aula Kerajaan. Xia Re membuang nafasnya pelan.
"Hufh..."
"kakak."
"Eh!?" Xia Re membalikkan badannya kala seseorang menyapa nya.
"Hallo, kakak cantik."
Xia Re tersenyum seraya menundukkan kepalanya. "hallo, Baginda."
"kakak, apa yang kakak lakukan disini?"
"hanya berkeliling, Baginda." jawab Xia Re sopan.
Lee San Chan Jin. gadis berusia 10 tahun itu tersenyum sampul.
"kakak, aku ingin belajar bermain itu." ucap Lee San Chan Jin seraya menunjuk seruling Xia Re.
Xia Re mengeluarkan Seruling nya.
"jadi, Yang mulia ingin belajar bermain seruling?" ujar Xia Re seraya berjongkok menyatarakan dirinya dengan putri Lee San Chan Jin. putri bungsu kerajaan Barat.
"he'eum..." sahut Lee San Chan Jin seraya mengangguk.
'tidak hanya kakaknya saja. adiknya pun sangat menggemaskan...!!!" batin Xia Re gemas.
"jadi, bagaimana kak?"
"baiklah. Yang mulia ingin belajar kapan?" tanya Xia Re.
__ADS_1
"bagaimana jika besok sore. didanau Sang Cheng, didekat perbatasan desa Beiji?" tawar Xia Re.
"baiklah. kau janji, ya!" Xia Re mengangguk sebagai jawaban.
"adik, San Chan. kenapa kau masih disini?" Xia Re dan Lee San Chan menatap kesumber suara.
'deg'
"jantung aman. jantung aman." teriak Tong Tong dan Xiahantu dari atas pohon.
Xia Re menundukkan kepalanya malu. oh, astaga! dia manis dan menggemaskan. pikir Xia Re.
"kakak, apa yang kau lakukan disini?" ujar Lee San Chan Jin cuek.
"ayahanda dan ibunda mencari mu. se-sebentar lagi k-kau kan akan tampil." ujar Lee Taeyon Jin.
Lee San Chan Jin beralih menatap Xia Re.
"kakak, cantik. aku pergi dulu, ya!" ujar Lee San Chan seraya melangkah pergi.
Xia Re bangun berdiri, ia masih setia menunduk.
"maaf, ya. ji-jika adikku merepotkan mu..." ujar Lee Taeyon Jin.
"ti-tidak apa, yang mulia. ha-hamba izin pamit." ujar Xia Re seraya melangkah pergi.
Lee Taeyon Jin menatap kepergian Xia Re dengan senyuman manisnya.
"Tong Tong, kita harus cepat menemui Keyla. bagaimana jika di pingsan karena baper. hahaha..."
"benar, ayo kita--"
'deg'
kedua makhluk berterbangan itu terkejut kala Lee Taeyon Jin sudah berada tepat didepan mereka.
"kalian makhluk menyebalkan. sepertinya kalian sudah Bosan hidup, Hm?"
"H-hey... a-aku ini sudah mati. ja-jadi, aku sudah tidak hidup." ucap Xiahantu.
Lee Taeyon Jin beralih menatap tajam Tong Tong.
"a-aku hanyalah sistem." ujar Tong Tong bergetar.
Lee Taeyon Jin mendengus kesal. lalu pergi meninggalkan makhluk berterbangan menyebalkan itu.
setelah kepergian Lee Taeyon Jin, Xiahantu dan Tong Tong bernafas lega.
"dasar Dewa menyebalkan." gumam keduanya.
-Penjara Bawah Tanah Kerajaan Fan
"ibu, ayah. kita tidak boleh diam saja! kita harus membalas Xia Re!!!" ujar Mei Terian pada kedua orang tuanya.
"benar, suamiku. ini semua karena Fan Zhuang dan Xia Re!"
Mei Lang menghela nafas panjang.
"iya, ayah tau. tapi, bagaimana cara kita keluar dari sini? tidak mudah untuk keluar dari sini!" ujar Mei Lang.
"aku akan membantu kalian."
"Eh!" Mei Terian dan kedua orang tuanya menatap kesumber suara.
"siapa kau?" tanya Mei Terian.
seseorang dengan jubah itu tersenyum sinis, lalu menatap ketiga orang dalam penjara itu. menatap dengan seringainya.
__ADS_1
"aku, Meiliang. aku akan membantu salah satu dari kalian untuk keluar dan menyelinap dari penjara bawah tanah ini."
ya! seseorang berjubah itu adalah, Meiliang. bawahan Lee Taeyon Jin.
Note: biar gak salah paham. kita ganti nama Meilang jadi, Meiliang aja ya! biar gak sama, sama raja timur, Mei Lang. ah, maksud Sansan mantan raja timur.
"Fan Yan..." panggil Fan Yu'er pada anak laki-laki pertamanya.
"ya, Ibu."
"bukankah Xia Re sangat berbakat?"
Fan Yan mengerutkan keningnya.
"maksud ibu?"
"sebentar lagi pemilihan selir. selirmu hanya ada 8, bagaimana jika Xia Re menjadi selirmu." ujar Fan Yu'er.
Permaisuri Fan Lunglai (istri sah Raja Fan Yan). Fan Lunglai yang mendengar percakapan Ibu suri (mertua nya) dan suaminya itu mendadak membisu.
'tidak. Xia Re masih muda dan cantik. bagaimana jika yang mulia akan mencampakkan ku?' batinnya.
sementara itu... Xia Rong, adik tiri Xia Re itu tengah bersiap-siap untuk tampil dengan putri bangsawan lainnya.
"aku tidak menyangka. Xia Re mempunyai baju yang bagus dan mahal seperti ini..." gumamnya.
"Xia Rong..." Xia Rong membalikkan badannya kala seseorang memanggilnya.
"Kakak, Mo?" gumamnya.
Mo Kai, laki-laki itu berjalan mendekati Xia Rong.
'Huh! jika dibanding dengan Xia Re. Xia Re jauh lebih cantik dari Xia Rong. aku harus dapat memiliki Xia Re dan Xia Rong! Hahaha...' batinnya.
"kau sudah siap ternyata." ucap Mo Kai.
"tentu saja. kakak, Mo... apa aku terlihat cantik?" tanya Xia Rong.
Mo Kai mengelus kepala Xia Rong seraya berkata. "tentu saja kau terlihat cantik, sayang."
Xia Rong tersenyum malu mendengarnya.
"terima kasih, kakak Mo."
"baiklah. aku pergi dulu, Xia Rong." ujar Mo Kai.
Xia Rong menatap kepergian Mo Kai.
"Nona, Xia Rong. bersiaplah, kita sebentar lagi akan tampil." ujar Nona kedua Menteri Danh-- Danh Ah.
inilah waktu yang ditunggu Xia Re. yah! dia sudah kembali ke Aula Raja dan duduk dipangkuan Mo Jensong. karena, sebuah pertunjukkan menyenangkan akan segera dimulai.
"Ibu, bukankah setelah ini Xia Rong akan tampil." ucap Xia Rang.
"benar. ibu belum lihat adikmu, dimana dia?"
"sedang bersiap mungkin." jawab Xia Rang.
"ibu, bukankah dia adik, Rong?"
Gong Rong menatap arah yang ditunjuk Xia Rang. dia membelalakkan matanya terkejut.
'gawat! bukankah pakaian itu yang aku berikan pada Xi Re!?' batinnya.
'hahaha... apa kau terkejut, Gong Rong? kita lihat, bagaimana pertunjukkan ini... pertunjukkan yang akan membuat putrimu malu bukan kepalang' batin Xia Re dengan senyum devilnya.
Lee Taeyon Jin menatap Xia Re yang berada disebrangnya. ia tersenyum tipis.
__ADS_1
'renana yang bagus, gadis kecilku. tapi, kau terlalu ceroboh...'