Reinkarnasi Sang Mafia

Reinkarnasi Sang Mafia
Eps.59


__ADS_3

Mei Terian, gadis yang memakai tudung yang menutupi wajahnya itu tengah berjalan mondar mandir didepan gerbang kediaman Xia.


Ia sengaja berjalan kesana kemari untuk mengintai Xia Re. Seseorang yang sudah merusak seluruh rencananya.


"Shizu, Shuzu. Aku akan pergi keluar." Ucap Xia Re pada kedua dayang setianya itu.


Shuzu dan Shizu mengangguk.


"hati-hati Nona!" ucap keduanya.


Mei Terian tersenyum lebar kala melihat Xia Re keluar dari kediaman Xia, sendiri. SENDIRI!


"Akhirnya dia keluar. Xia Re, aku pasti akan membunuhmu!" gumamnya.


Xia Re berjalan seorang diri menuju rumah makan KeyTong. Menyadari ada seseorang yang mengikutinya, Xia Re berjalan kearah yang berlawanan dengan jalan kearah rumah makan KeyTong.


Xia Re menghentikan langkahnya kala merasa dirinya berada di tempat yang pas untuk bermain, Bermain dengan orang yang sudah berani membuntutinya, apalagi dengan niat jahat. Xia Re mengetahui bahwa seseorang yang membuntutinya itu berniat jahat. Ingat, Feeling seorang mafia itu kuat.


"Apa tidak lelah bersembunyi terus, Hm?" Ucap Xia Re.


Seseorang itu keluar dari persembunyiannya lalu membuka tudung yang menutupi wajahnya.


Xia Re membalikkan badannya dan menatap seseorang yang akan menjadi teman bermainnya.


"Oh, ternyata itu anda, putri ikan teri." Ucap Xia Re seraya tertawa mengejek.


Bukan hanya Xia Re, dua makhluk beterbangan juga muncul dan langsung tertawa.


"Dasar putri Mei Terian. Apa dia ingin segera mati." Ucap Xiahantu disela tawanya.


Xia Re berhenti tertawa. Lalu menatap hina Mei Terian yang sudah geram sejak tadi.


"Xia Re, aku akan membunuhmu!!!" Ucapnya seraya mengeluarkan sebuah belati.


Xiahantu yang melihat itu tersenyum sinis. "Ingin membunuh Keyla, apa kau sanggup?" Ucapnya yang sama sekali tidak bisa didengar oleh Mei Terian.


Xia Re terkekeh lalu melepaskan cadarnya.


"Putri, apa kesalahan saya? Kenapa anda ingin membunuh saya?" Tanya Xia Re polos.


Tong Tong dan Xiahantu semakin tertawa kencang melihat drama Xia Re.


"Tidak usah berpura-pura!!! Karena kau, rencanaku hancur berantakan. Bahkan, ayah dan ibunda ku dipenjara!!!" Ucap Mei Terian lantang.


Xia Re tertawa hambar, lalu berkata.


"Apa anda menyalahkan saya, putri? Itu adalah kesalahan anda dan kedua orang tua anda sendiri." Ujar Xia Re seraya tersenyum mengejek.


Mei Terian tertawa kencang. Sangat kencang.


"Hahahaha... Aku lupa, kau kan hanya sampah tidak berguna keluarga menteri Xia. Dan, juga... Kau kan tidak mempunyai ibu." Sindir Mei Terian.


Raut wajah Xia Re berubah drastis. Raut wajahnya datar. Tangannya mengepal, rahangnya mengeras.


"B4NGSAT!!! Zrang..."


Mei Terian membelakkan matanya kala mendapatkan serangan tiba-tiba dari Xia Re.


Tes...

__ADS_1


Tes...


Tes...


"Aaaahhhh..." Mei Terian berteriak histeris kala melihat tangan kanannya tertebas hanya karena sebuah kipas. Bahkan, belati yang ia pegang sampai terjatuh.


"B4NGSAT, KAU!!! Berani sekali kau membawa kedua orang tua ku. Rasakan ini!!!"


Zrangggg...


Zrangggg...


Zrangggg...


Bukan hanya tangan kiri yang Xia Re tebas. Xia Re juga menebas kedua kaki perempuan yang sudah berani menyinggung dirinya.


"Benar. Aku memang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu ataupun ayah. Tapi, jangan sekali-kali kau membawa- bawa mereka." Ujar Xia Re seraya menancapkan belati yang dibawa Mei Terian dikepala perempuan yang sudah tidak bernyawa itu.


.........


Lee Taeyeon Jin. Laki-laki itu meremas dengan kasar surat laporan dari bawahannya, An Nying.


"Meiliang, cepat bawa kedua orang itu kemari!!!" Perintahnya pada bawahan setianya itu.


Meiliang mengangguk. Lalu melangkah pergi.


'sepertinya tuan sedang marah? Apa terjadi apa-apa dengan Nona Xia Re?' batin Meiliang cemas.


Ctarrr...


Ctarrr...


Lee Taeyeon Jin mencambuk Mei Lang dan Mei Tifan dengan membabi buta. Dirinya benar-benar telah dikuasai amarah.


"Am---puuunnn Akkhhh..."


"Pa--- ngeran--- ampunn---"


Lee Taeyeon Jin menghentikan aksi mencambuknya. Ia menjambak rambut Mantan permaisuri kerajaan timur itu.


"Apa kalian ingin tau, kenapa aku melakukan ini. Hm?"


"A---pa?"


"Jangan salahkan aku, tapi salahkan putri kalian yang tidak berguna itu. Berani sekali dia ingin mencelakai gadisku!!!" Ujar Lee Taeyeon Jin seraya semakin keras menjambak rambut Mei Tifan.


"Pangeran, se--harusnya k--kau juga mencambuk di-dia--- di-dia--- telah bekerjasama dengan pu-putriku---" ucap Mei Tifan menunjuk Meiliang.


Meiliang diam ditempat seraya menatap datar Mei Tifan.


"Akh, kau benar. Semua ini juga ada hubungannya denganmu, Liang." Ucap Lee Taeyeon Jin berjalan mendekati Meiliang.


"Seharusnya aku memberimu hadiah, bukan? Kalau bukan karena dirimu, semua ini tidak akan berjalan dengan cepat." Ujar Lee Taeyeon Jin seraya mengangkat sebelah tangannya memberi kode.


Meiliang mengangguk paham.


"Terimakasih, tuan."


Saat pangeran Lee Taeyeon Jin hendak pergi keluar. Ia berhenti saat diambang pintu seraya berkata.

__ADS_1


"Raja Mei Lang dan Permaisuri Mei Tifan. Kalian tenang saja, tidak akan lama lagi kalian akan ikut pergi menyusul putri kalian. Mungkin Sekarang putri tercinta kalian sedang menangis darah dineraka. Kalian bisa bersama-sama."


Ucapan Lee Taeyeon Jin membuat Mei Lang dan istrinya mendelik.


"Apa maksudmu?" Lirih Mei Tifan.


Lee Taeyeon Jin tertawa hambar, lalu berkata. "Dia kira dia bisa menghabisi gadis kecilku, tapi lihatlah, Dirinya sendiri yang justru terhabisi."


"Ti--tidakkk!!! K-kau pasti berbohong!!! Plak"


Meiliang menampar pipi Mei Tifan keras karena tidak sopan berbicara dengan nada tinggi dengan tuannya.


"Apa yang telah kalian lakukan pada putriku!!!" Sarkas Mei Lang mencoba berontak.


Lee Taeyeon Jin mengeluarkan pedangnya seraya berkata. "Hanya menyingkirkan hama. Kalian juga akan segera aku singkirkan. Meiliang!"


Meiliang mengangguk lalu mengeluarkan pedangnya dan menebas kepala mantan raja dan permaisuri kerajaan timur itu.


Tidak sampai situ, Meiliang juga merobek mulut keduanya dengan tangannya.


"Ini salah kalian karena telah berurusan dengan Nona Xia Re dan tuanku." Sinis Meiliang.


.........


"Xi-Xian... Ada apa dengan Xia Re?"


"Kenapa kau bertanya padaku." Luan Xian menatap datar Fan Zhuang.


Keduanya sekarang berada di rumah makan KeyTong. Didepan keduanya ada Xia Re dengan pakaian berlumur darah.


"Hantu gentayangan, ada apa dengan Tuanku?" Tanya Tong Tong bingung dengan keadaan tuannya yang sedari tadi diam dan melamun.


"Mungkin Xia Re cemburu dengan kemesraan Pangeran Fan Zhuang dan Luan Xian. Dulu sudah diperingatkan, agar-- Cltakk"


"Sistem goblokkk!! Apa yang kau lakukan, hah!!!" Geram Xiahantu kala Tong Tong menghadiahi perkataannya dengan jitakan kasih sayang.


"Hantu gentayangan, sepertinya mulutmu itu perlu difilter!" Sinis Tong Tong.


Xiahantu memanyunkan bibirnya, lalu menghilang. Tong Tong hanya menatap datar kepergian Xiahantu.


"Tuan, apa anda baik-baik saja?" Tanya Tong Tong terbang kearah tuannya.


Xia Re masih diam, Dirinya memikirkan kejadian tadi di paviliun Anggrek.


'Putra Mahkota Fan Zui, sepertinya aku harus cepat-cepat menyingkirkannya.'


...pengumuman~...


assalamu'alaikum, semuanya!


pertama, Bunda Sansan mau minta maaf karena jarang up, dikarenakan...


Bunda Sansan udh mulai PTM, tugas numpuk, sakit sering kumat:(


satu lagi, Bunda Sansan mau bikin Gc di Wa.


yang mau join, silahkan kirim No kalian plus nama!


sekian, terimakasih:)

__ADS_1


__ADS_2