
.........
"Putriku, mau kemana kau?"
Lee San Chan Jin, putri cantik dari kerjaan Barat itu menghentikan langkahnya dan menatap sang ibunda tercinta.
"Salam ibunda." Ucapnya hormat.
"Tidak perlu formal seperti itu, putriku. Kau mau kemana?" Tanya sang ayahanda.
"Sore ini aku akan bertemu dengan Nona Xia Re, ayahanda, ibunda." Ucap Putri Lee San Chan girang.
"Xia Re?"
"Iya, ibunda. Kakak cantik yang pandai bermain seruling itu."
"Kalau begitu biarkan kakakmu mendampingimu, putriku."
Lee San Chan membulatkan matanya seraya menggeleng. "Tidak Ayahanda. Aku tidak mau jika harus ditemani kakakku yang bodoh itu."
"Jaga ucapanmu, putri!" Tegur permaisuri barat itu tidak suka dengan ucapan putrinya.
"Maaf, Ibunda. T-tapi--"
"Sudahlah, jika kau tidak mau. Tidak perlu pergi."
Dengan cepat Lee San Chan mengangguk. "Baiklah, kakak Taeyeon akan aku ajak." Pasrahnya.
.........
"Ibunda, bagaimana keadaanmu?"
"Aku baik-baik saja putriku, bagaimana keadaan adikmu?"
Xia Rang menghela nafas berat, lalu menatap kembali Gong Rong, ibundanya.
"Adik masih dalam tahap pemeriksaan di istana."
Gong Rong mengangguk paham.
"Sudahlah, kita lupakan dulu masalah Xia Rong. Ibu ada tugas untukmu, Rang."
Xia Rang mengernyitkan dahinya. "Tugas? Apa itu ibunda?" Tanyanya.
"Kemarilah." Xia Rang mendekat kearah Gong Rong dan mulai mendengarkan bisikan ibundanya itu.
Gong Rong dan Xia Rong tampak menyungging senyum licik.
"Baik, ibunda."
"Kalau begitu, kau cepatlah pergi dari kediaman ibu. Jangan sampai ada yang melihatmu kesini, putriku." Ucap Gong Rong.
Xia Rang mengangguk seraya berdiri dari duduknya. "Ibu, jaga dirimu baik-baik. Siapa tau, orang itu datang lagi."
__ADS_1
"Jika orang yang mencelakai ibu datang lagi, bukankah bagus. Ibu akan membalas perbuatannya." Ucap Gong Rong penuh benci.
.........
"Tuan, jangan diliatin terus. Nanti kalo tuanku jatuh cinta, bisa gawat. Hehehehe..."
Xia Re menatap datar Tong Tong yang sedari tadi terus menggodanya itu.
Ya! Sekarang dirinya tengah berada ditepi danau Sang Cheng dengan anak Bungsu kerajaan Barat, Lee San Chan Jin. sekaligus anak sulung kerajaan Barat, Lee Taeyeon Jin.
Dan parahnya, Xia Re ketahuan mencuri pandang pangeran Lee Taeyeon Jin. Pangeran yang dirumorkan bodoh dan lemah.
"Tuanku, jatuh cinta. Tuanku jatuh cinta..." Ejek Tong Tong dengan menggoyangkan pantatnya kekanan dan kiri.
'Sistem payah, berhenti meledekku!' Batin Xia Re kesal.
"Kakak Xia Re, apa rahasia kecantikanmu?"
Xia Re mengalihkan pandangannya pada putri Lee San Chan Jin yang tiba-tiba bertanya. ia menatap gemas Putri Lee San Chan, lalu menjawab pertanyaan putri kerajaan Barat itu.
"Haluskan mutiara, campur dengan air susu suci dan campurkan dengan bunga persik salju, Baginda."
"Bibi, Young. Catat semua bahan itu." Perintahnya pada Bibi Young, pengasuh nya.
"Baik, Putri."
Lee San Chan Jin kembali menatap Xia Re yang tengah menatap kakak bodohnya.
"Kakak Xia Re, kenapa kau sedari tadi menatap kakakku yang bodoh itu?" Tanya Lee San Chan polos.
"Hahahaha... Kasihan sekali anda, Tuan. Ketahuan kan, Hahaha..."
Xia Re melotot kearah Tong Tong, Ahhhh!!! Sungguh sekarang dirinya sangat malu.
"Eh, benarkah? Apa Nona Xia Re menatapku sedari tadi?" Ucap pangeran Lee Taeyeon Jin polos seraya menunjuk dirinya.
Astaga!!! Siapapun tolong tenggelamkan Xia Re sekarang juga. Ia sangat malu!!!
Melihat Tuannya semakin malu membuat Tong Tong tengil semakin tertawa.
"Stop! Stop, perutku sungguh sakit. Hahahaha..."
"Nona Xia Re, apakah kau baik-baik saja?" Tanya Lee Taeyeon Jin melihat Xia Re memalingkan wajahnya.
"Sa-saya baik-baik saja, Baginda. Maaf karena telah lancang menatap anda." Ucap Xia Re membungkukkan badannya.
Pangeran Lee Taeyeon Jin berjalan menghampiri Xia Re. "ti-tidak apa, Nona," ucapnya seraya mengangkat kedua bahu Xia Re agar tidak membungkuk lagi.
Xia Re mengangkat kembali badannya menatap lekat pangeran Lee Taeyeon Jin. Manik keduanya saling bertemu dan mengunci.
Tak ada yang menyadari bahwa Xia Re tersenyum tipis, sangat tipis.
'ternyata aku benar. Pangeran Lee Taeyeon Jin adalah simesum bertopeng itu. Ba-bagaimana bisa sih!!!'
__ADS_1
'Gadis kecilku, apa kau menyukai sibodoh ini? Tidak! Itu Tidak boleh. Jika gadis kecilku benar-benar menyukai sibodoh ini, maka aku akan menghancurkan sibodoh ini!' batin Lee Taeyeon Jin (Heaven, si Dewa Petir)
"Ekhem..."
Xia Re memutuskan kontak antara dirinya dan pangeran Lee Taeyeon Jin kala mendengar deheman putri Lee San Chan.
"Putri, bagaimana jika kita mulai belajar bermain seruling nya sekarang, Sebelum hari gelap." Ucap Xia Re.
Putri Lee San Chan mengangguk. "Baiklah, ayo."
'Siapa sangka, pangeran yang dirumorkan bodoh dan lemah ternyata adalah orang yang hebat dan--- mesum_- aku masih belum percaya, tapi itu adalah fakta. Si menggemaskan ternyata simesum.' batin Xia Re menggeleng frustasi.
.........
Seorang laki-laki berdiri didepan jendela dengan tangan yang memegang setangkai bunga.
"Xia Re, tunggu saja. Kau akan menjadi milikku," gumamnya.
"Tuan muda, ada surat dari kediaman Xia."
Mo Kai, manusia yang namanya sebelas dua belas dengan monyet beranak yang punya anak itu tersenyum licik.
"Berhasil," gumamnya setelah membaca isi surat tersebut.
"Menggunakan Gong Rong dan putrinya, anda benar-benar hebat tuan muda." Puji Taiwong pada tuan mudanya itu.
"Tentu saja, saat mereka melakukan rencana mereka. Aku akan datang sebagai pahlawan, Xia Re pasti akan terpesona denganku." Ucapnya.
Taiwong mengangguk. "Lalu, bagaimana dengan Nona Xia Rong, tuna muda?"
Mo Kai berjalan kearah meja dan mengambil sebuah boneka. "Xia Re adalah ratuku, dan Xia Rong hanyalah bonekaku. Tapi, bukankah sangat bagus jika aku juga dapat memilikinya?"
.........
"Yang mulia,"
Fan Yan, raja kerajaan selatan itu mengernyitkan dahinya bingung dengan kedatangan permaisurinya.
"Ada apa permaisuriku?" Tanya Fan Yan masih fokus dengan dokumen negara.
Fan Lunglai, wanita nomor satu di negri bagian selatan itu berjalan menghampiri sang raja, suaminya.
"Yang mulia, sebentar lagi adalah pemilihan Selir untuk anda, bagaimana jika aku memilihnya untuk anda baginda? Maaf atas kelancanganku ini." Ucap Fan Lunglai.
Fan Yan mengalihkan pandangannya pada Ratunya itu, ia sedikit mengangkat alisnya terangkat.
"Apa kau takut seseorang akan mengambil posisimu, Lunglai?"
Fan Lunglai dengan cepat menggeleng. "Ampun, Baginda. Lunglai tidak bermaksud seperti itu."
Fan Yan menghela nafas panjang, lalu berjalan menghampiri sang ratu tercinta.
"Meskipun aku mengangkat banyak selir, tapi--" Fan Yan memegang kedua bahu ratu tercintanya itu. "Kau akan tetap yang menjadi satu-satunya yang dihatiku, Lunglai."
__ADS_1
Lunglai menatap lekat suaminya itu. Apa dia berkata jujur? Dia juga pernah mengatakan itu sebelumnya. Tapi, bagaimana jika Xia Re berhasil menggeser dirinya dari hati laki-laki nomor satu di negri bagian selatan ini?
"A-apa seseorang yang akan anda angkat menjadi selir adalah Xia Re, suamiku?"