Reinkarnasi Sang Mafia

Reinkarnasi Sang Mafia
Episode 70


__ADS_3

"Xia Re, apa kau baik-baik? Kamu tidak terluka bukan?"


Xia Re bergeming. Dia masih terkejut dengan kehadiran Mo Kai yang tiba-tiba?


"Xia Re, kamu tenang saja, aku akan selalu melindungi mu," ucap Mo Kai serius.


Melindungi dirinya?


Wajah Xia Re berubah gelap. Manik tajam nya menatap ke arah laki-laki di depannya.


"Apa yang kau lakukan di sini?"


Pertanyaan ini lebih dominan mengintimidasi. Xia Re benar-benar terkejut dengan kehadiran Mo Kai? Bagaimana bisa laki-laki tersebut berada di sini secara–kebetulan?


"Xia Re aku–"


Mo Kai tak melanjutkan kata-katanya, ia menarik tubuh Xia Re dan kemudian menyerang seseorang yang mencoba menyerang Xia Re dari belakang.


Xia Re bergeming. Manik tajamnya terus menatap ke arah Mo Kai yang tengah bertarung.


'Tong Tong, sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana monyet ini ada di sini?'


"Tuan ku, sistem sudah mengetahui nya!"


'Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?' Tanya Xia Re.


"Lihat lah ke arah belakang, Tuan ku,"


Xia Re menurut. Berbalik dan menatap ke arah belakang nya.


Xia Rang?

__ADS_1


'Apa yang di lakukan wanita itu di sini?'


"Menjawab Tuan ku. Ini semua adalah rencana wanita licik itu dan Mo Kai untuk menjebak dan membunuh Anda, Tuan. Namun, sepertinya Mo Kai mengkhianati kerja samanya dengan wanita licik itu."


Mendengar penjelasan dari sistem nya. Xia Re mengangguk, kemudian bibirnya menyungging sebuah seringai.


"Menarik."


"Kali ini, aku benar-benar tidak akan melepaskan kedua hama ini,"


...


"Si*alan!"


Xia Rang berdecak. Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana Mo Kai mengkhianati kerja sama dengan dirinya. Bahkan, pria itu membunuh orang-orang bayaran nya dan melindungi Xia Re.


"Aku menganggap ini semua adalah pilihan mu sendiri, Mo Kai,"


Xia Rang berteriak memerintah. Wajahnya benar-benar memerah karena marah.


'Aku akan membunuh j*lang dan pengkhianat ini!


***


[Aula Kerajaan Barat]


Seorang pria dengan jubah emas naga nya, duduk dengan penuh wibawa di singgasana nya. Di sampingnya, seorang wanita yang terlihat cantik duduk dengan anggun.


"Yang Mulia Selir Agung memasuki Aula,"


Ketika kasim Chen mengumumkan kedatangan Selir Agung, Raja dan permaisuri segera bangun berdiri.

__ADS_1


Seorang perempuan dengan anggun berjalan memasuki aula Kerajaan dengan beberapa pelayan yang membantu nya melangkay, ini karena perempuan tersebut memakai penutup mata.


Raja dan permaisuri menundukkan kepala mereka dengan penuh hormat.


"Me Fu'an memberi hormat kepada Raja dan Permaisuri," Me Fu'an, wanita itu membungkukkan badan nya hormat.


Lee Seung Chul, Raja kerajaan Barat itu mengangkat kepala nya.


"Yang Mulia, jangan bersikap seperti itu. Bangun lah," ucap Lee Seung Chul.


Me Fu'an menegakkan kembali tubuhnya.


"Apa maksud Anda, Yang Mulia? Yang Mulia adalah seorang Raja, sudah seharusnya saya bersikap hormat pada Yang Mulia,"


"Raja ini merasa terhormat," ungkap Lee Seung Chul.


"Yang Mulia, apa yang dapat kami bantu?" Tanya Permaisuri Lee Minju.


"Yang Mulia Raja, Yang Mulia Permaisuri, hamba hanya ingin meminta izin, keluar dari kerajaan untuk beberapa bulan."


Lee Seung Chul dan Lee Minju saling menatap.


"Tentu, Yang Mulia. Saya akan menyiapkan semuanya untuk Yang Mulia,"


Me Fu'an tersenyum. "Terima kasih pada Yang Mulia Raja dan permaisuri. Hamba izin pamit,"


Me Fu'an kembali membungkukkan badan nya, kemudian melangkah keluar dari aula dengan bantuan pelayan nya.


Ketika keluar dari aula Kerajaan. Me Fu'an berpapasan dengan Pangeran Lee Taeyon Jin.


"Ternyata masih belum bisa melupakan ya? Penyihir Dewi Me Fu'an?"

__ADS_1


__ADS_2