Reinkarnasi Sang Mafia

Reinkarnasi Sang Mafia
Eps.53


__ADS_3

semuanya kembali lancar. pertunjukan berbagi putri kembali dilanjutkan. Mei Terian, Mei Lang dan Istrinya sudah dimasukkan ke penjara bawah tanah kerajaan Fan.


"Selamat, Tuanku. anda berhasil mendapatkan 1000 poin karena sudah mempersatukan Fan Zhuang dan Luan Xian. satu kunci telah di Klaim. jika anda berhasil menyingkirkan Mei Terian dari dunia ini... anda akan mendapatkan bonus!" Ucap Tong Tong.


Xia Re yang berada dipangkuan Hyoung Sensei tersenyum puas.


'tentu saja. aku akan segera melenyapkan si ikan Teri itu! Hahahaha...!!!' batin Xia Re.


"baiklah... baiklah... Tuanku, sekarang. apa kau tidak berniat untuk membayar hutangmu?" ujar Tong Tong dengan jurus Puppy eyes No Jutsunya.


'Tidak!'


"Huwah.... poin anda sudah banyak, tuan. hiks.."


'terserah!'


Mendengar jawaban Tuannya membuat Tong Tong tersenyum sumringah.


"baiklah. membayar hutang 2× lipat, berhasil."


'byuur'


Xia Re terkejut mendengarnya, bahkan ia sampai tidak sadar, air minum yang tengah ia minum menyemprot keluar dan membasahi pakaian Hyoung Sensei.


'dasar system' sialan!!!' maki Xia Re dalam hati.


sang system 'justru tersenyum bak tampak dosa.


"Dasar, Gentong. kau ini..." gumam Xiahantu seraya menggelengkan kepalanya.


"Rere, kau kenapa?" tanya Hyoung Sensei.


Xia Re mendongakkan kepalanya menatap sang kakak sepupu dengan mata yang berkaca-kaca.


"sen-sensei... ma-maaf. Rere tidak sengaja..." cicit Xia Re.


melihat tingkah adik sepupunya yang seperti anak kecil benar-benar membuat Hyoung Sensei gemas.


"tidak apa, Rere." ujar Hyoung Sensei seraya memeluk Xia Re.


Sikembar Xia Jensung dan Mo Jensong menatap kesal Kakak sepupu mereka. bahkan, Xia Tong dan Xia Fang juga kesal.


"Rere... sepertinya Kakak sepupu lelah. bagaimana jika Rere duduk dipangkuanku saja?" ujar Xia Jensung.


"tidak. aku tidak lelah." ujar Hyoung Sensei cepat.


Xia Re menatap polos kakak sepupunya lalu beralih menatap kakak pertamanya.


"baiklah, Rere ingin duduk dipangkuan kakak Sung, saja." ujar Xia Re seraya mendudukkan dirinya dipangkuan Xia Jensung yang duduk disampingnya.


"tidak, Rere... Sensei--"


"sudahlah, kakak sepupu." ujar Xia Jensung seraya tersenyum penuh kemenangan.


Hyoung Sensei mendengus kesal.


'Xia Re, aku tidur menyangka. kau begitu cantik, bahkan lebih cantik dari Xia Rong. aku pasti mendapatkanmu, bagaimanapun caranya...' batin Mo Kai seraya terus menatap Xia Re yang duduk bersebrangan dengannya.


merasa ada yang terus memperhatikannya, Xia Re menatap kedepan.

__ADS_1


'sial! pemandangan yang sangat merusak mata!' batin Xia Re jengah kala melihat Mo Kai duduk bersebrangan dengannya.


"Kakek, Rere ingin duduk dipangkuan kakek." rengek Xia Re pada Xia Tong.


Xia Tong tentu saja langsung tersenyum puas. dan tersenyum remeh pada cucu laki-lakinya.


"kemari lah, cucuku..."


Xia Re berpindah duduk dipangkuan sang kakek.


"Rere, tapi kenapa? kenapa Rere tidak mau duduk dipangkuan kakak. sungguh sakit sekali hati ini..." ujar Xia Jensung dramatis yang langsung menatap tatapan datar.


"tidak, kakak. hanya saja, pemandangan didepan sangat merusak mata Rere, saja." ujar Xia Re lembut. selembut kapas.


sontak saja mereka menatap kesebrang.


"jadi, hanya karena Mo Kai?" ujar Hyoung Sensei.


Xia Re mengangguk. lain dengan Xia Jensung, ia sudah sangat-sangat kesal. sudah susah payah ia mencoba merebut Xia Re dari kakak sepupu nya. karena Mo Kai duduk bersebrangan dengan adiknya. adiknya langsung tidak mau duduk dipangkuan nya.


"Putriku, kau juga harus melihat seseorang yang duduk disebrangmu sana." ujar Xia Fang.


langsung saja Xia Re menatap kesebrangnya.


muntah, ia ingin muntah sekarang juga. pemandangan didepannya juga tak kalah membuat matanya tersakiti. seorang laki-laki gemuk yang berpakaian dan berdandan layaknya perempuan.


"Rere ingin muntah..." ujarnya.


'grep'


Mereka terkejut kala Mo Jensong tiba-tiba menarik Xia Re kedalam pangkuannya.


Xia Re menatap kesebrangnya. dan benar saja, pemandangan didepannya sangat bagus. tapi tidak bagus untuk jantung.


'sial! kenapa jantungku berdetak kencang!' batin Xia Re.


"bagaimana? Indah bukan?" tanya Mo Jensong.


Xia Re masih terus menatap lekat seseorang yang duduk disebrang nya. laki-laki berambut putih indah, hidung mancung, bibir tebal yang sexy, alis tebal dan wajah polosnya.


"nikmat mana yang kau dustakan." gumam Xia Re.


"Rere, dia adalah Pangeran satu-satunya kerajaan Barat. Lee Taeyon Jin." ujar Xia Jensung.


"Rere, apa kau jatuh hati padanya?" pertanyaan Hyoung Sensei sontak membuat Xia Re tersadar dari lamunannya.


"ti-tidak. hehehe... " jawab Xia Re gugup.


"cucuku sudah besar rupanya..." ujar Xia Tong.


Xia Re benar-benar merasa wajahnya memanas.


"Rere, jika kau tidak suka pemandangan didepan. ma--"


"suka. Rere, suka!" jawab Xia Re cepat.


mereka tersenyum penuh arti. Xia Re justru mengutuk dirinya. oh, astaga.


Xia Re terus menatap pangeran Lee Taeyon Jin. ada sedikit Familiar sih, baginya.

__ADS_1


'pangeran bodoh dan kekanak-kanakan? aku tidak percaya. bahkan, Aura yang dia keluarkan sangat tidak asing bagiku.'


Xia Re membelalakkan matanya kala seseorang yang sangat ia Familiar muncul dalam benak nya.


'jangan-jangan dia adalah laki-laki mesum bertopeng itu!?' tebak Xia Re.


"jika begitu, aku harus mencari taunya..." gumam Xia Re.


Xia Rang benar-benar dibuat kesal.


"tunggu saja kau, Xia Re!!! apapun yang menjadi milikmu, akan aku rebut!" gumamnya.


"Xia Rang, apa kau melihat Xia Rong?"


Xia Rang membalikkan badannya menatap Xia Fui seraya berkata.


"tidak. mungkin sebentar lagi dia akan muncul. sebentar lagi kan dia akan tampil."


Xia Fui mengangguk, lalu berjalan kearah adik tirinya itu.


"bagaimana? apa rencana selanjutnya?" bisik Xia Fui bertanya pada Xia Rang.


"kau terus hanya perlu menggoda dan merebut pangeran Fan Zui dari Xia Re. jika aku membutuhkan dirimu, aku akan memberitahu mu." ujar Xia Rang.


"baiklah."


'aku akan melakukan apapun agar kau menderita, Xia Re...' batin Xia Fui.


sementara, Selir Fui Fang hanya mampu menghela nafasnya dari kejauhan.


"ibu sudah memperingatkan dirimu, Xia Fui." gumamnya.


"kakak. sepertinya, sedari tadi calon kakak ipar terus menatapku. sebegitu imut dan cantikkah diriku?" ujar Lee San Chan Jin dengan begitu PDnya.


Lee Taeyon Jin memutar bola matanya malas, lalu berkata. "tidak. dia menatapku! me.na.tapku!" tegasnya.


Lee San Chan Jin memanyunkan bibirnya cemberut.


"menatapku. milikku. Bla, bla, bla."


"putriku, kenapa kau masih disini. sebentar lagi giliranmu, bukan?" ujar permaisuri kerajaan Barat-- Lee Minju.


"ah, ya! kakakku yang jelek, aku pergi dulu." ujar Lee San Chan seraya pergi keruang ganti.


"Ibunda, lihatlah." adu Lee Taeyon Jin pada ibunda nya.


"huh, adik San Chan selalu mengatakan aku jelek." adu Lee Taeyon Jin dengan bibir yang ia manyunkan.


"sudahlah. lagipula, anak ibunda ini memang jelek kan." goda Lee Minju.


Lee Taeyon Jin memanyunkan bibirnya seraya memalingkan wajahnya ngambek. melihat tingkah kekanakan putranya tentu saja membuat Permaisuri dan raja Barat terkekeh.


Xia Re. gadis cantik itu tersenyum melihat tingkah kekanakan pangeran yang duduk disebrangnya.


"kenapa dia sangat menggemaskan." gumam nya yang masih bisa didengar Mo Jensong.


Mo Jensong tersenyum tipis.


"ssshh..." desis Mo Jensong karena Xia Re mencubit pahanya.

__ADS_1


"aku jadi ragu jika Taeyon dan Simesum satu orang." gumamnya lagi.


__ADS_2