
"Jawablah dengan jujur... Mengapa? Aku berada di zaman ini? Ayah...."
Xia Re menatap laki-laki di depannya dengan sendu. Pertanyaan yang sudah lama mengganggu nya, akhirnya ia tanyakan pada laki-laki di depannya.
"Key...,"
Lee Taeyeon Jin tersenyum lembut. Pertama kali dalam hidupnya, melihat gadis kecil nya menatapnya dengan tatapan sendu penuh kesedihan.
"Selama kamu berada di sini? Apa yang kamu rasakan?"
Xia Re mengerutkan keningnya. Apa yang ia rasakan selama di zaman ini?
"Awalnya aku hanya ingin menyelesaikan misi untuk dapat kembali ke abad dua puluh satu, untuk membalas dendam pada pengkhianat...,"
"Tapi, entah mengapa aku merasa semakin ingin mengetahui keadaan di zaman ini, seperti... Aku di takdir kan di zaman ini."
Lee Taeyeon Jin mengusap kepala Xia Re lembut.
"Keyla, bagaimana jika aku mengatakan kalau kamu memang di takdirkan ke zaman ini?"
Xia Re mendongak, menatap laki-laki di depannya bingung.
"Tapi untuk apa? Apa hanya untuk membalaskan dendam pemilik tubuh?!"
"Bukan hanya itu. Ada sesuatu, yang harus kamu ketahui. Itulah mengapa takdir membawa kamu kemari,"
"Carilah sesuatu itu, temukan jawabannya, Keyla Abraham,"
***
Tong Tong dan Xiahantu saling berpandangan, kemudian menatap Xia Re dengan kerutan di dahi mereka.
__ADS_1
"Gentong, apa yang sebenernya terjadi pada Keyla?"
"Apakah pria mesum itu berbuat atau melakukan sesuatu pada Keyla?"
Tong Tong menggelengkan kepalanya bertanda tidak tahu. Ketik Tuanya berbicara dengan pria bertopeng, ia dan Xiahantu di minta untuk pergi dan tidak menguping pembicaraan mereka.
Tong Tong terbang menghampiri tuannya yang berdiri di depan jendela.
"Tuan ku? Apa Anda baik-baik saja?" Tanya Tong Tong.
"Benar. Key? Apa kamu baik-baik saja? Apakah laki-laki bertopeng itu melakukan sesuatu pada mu?" Imbuh Xiahantu.
Xia Re berbalik, menatap ke arah dua mahluk berterbangan. Namun, pandangan nya jatuh pada Xiahantu.
"Xia Re, aku ingin bertanya padamu,"
"Ya? Ada apa?"
"Apakah aku di zaman ini memang hanya untuk membalaskan dendam mu?"
Xiahantu terdiam. Wajahnya terlihat gugup dan panik.
"A-apa maksud mu, Key? Aku sudah mengatakan bukan?"
"Jika aku mati karena saudari ku! Aku selalu di tindas. Setelah aku mati, aku tidak bisa tenang, karena dendam ini. Sampai akhirnya, aku memohon kepada raja neraka, agar seseorang dapat membalaskan dendam ku ini."
Xia Re diam mendengar penjelasan Xiahantu. Tidak ada kebohongan di mata arwah itu. Namun... Tetap saja masih ada yang mengganggu pikirannya.
"Jika begitu... Mengapa seperti nya banyak yang mengetahui jika aku Keyla?" Tanya Keyla, lagi.
"Mungkin... Karena seseorang itu berasal dari kehidupan mu, dan kalian memiliki ikatan."
__ADS_1
"Oh, begitu. Dan satu lagi, mengapa aku sama sekali tidak mendapat memori tentang ibu dan adikmu, Xia Ge?"
Xiahantu membeku di tempat. Tangannya gemetar, ia bingung harus menjawab apa.
"Itu... Mungkin karena... Karena...."
Xia Re memutar bola matanya malas. Menatap datar ke arah Xiahantu.
"Pergilah...,"
"Key, aku–"
Xia Re berbalik, membelakangi Xiahantu. "Tinggalkan aku dengan Tong Tong.
Xiahantu menghela nafas pelan
"Hmmm, biklah...."
Setelah kepergian Xiahantu. Tong Tong terbang menghampiri tuannya.
"Tuan...."
Xia Re berdiri membelakangi Tong Tong. "Tong Tong... Semakin aku di sini, semakin aku merasa jika aku memang di takdirkan ke zaman ini. Seperti ada sesuatu yang harus aku pecahkan,"
"Benarkah? Mungkin itu hanya perasaan Anda saja Tuan. Sebaiknya kita fokus pada misi kita, bukankah Tuan ingin kembali ke abad dua puluh satu?"
Xia Re menghela nafas panjang.
"Sudahlah... Aku ingin menukar poinku dengan salepmu, ada sesuatu yang harus aku urus."
"Apa itu, Tuan?"
__ADS_1
"Para pembvnvh itu. Sudahlah, cepat berikan salepnya, aku harus cepat ke ruang bawah tanah...."